Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Baby Elfamitha


__ADS_3

Alfarizi masih mengerutkan keningnya saat diminta istrinya di larang senjata onta arabnya bergoyang lagi. Awalnya masih ngeri dan ngilu saat melihat istrinya melahirkan ingin sekali rela dan ikhlas untuk tidak bergoyang. Saat dia teringat jika keinginannya saat sedang on dan tidak bisa di kendalikan menjadi serba salah.


"Apkah tidak boleh sama sekali Honey, bagaimana jika senjata onta arab Papi bangun?"


"Papi ini polos banget, sudah tua juga. Maksud Mami, Papi harus puasa selama 40 hari karena setelah melahirkan seorang ibu akan menjalani masa nifas." Neng menerangkan dengan jelas.


"Whaaaat ... 40 hari, bisa karatan ini senjata. lama banget!" teriaknya sambil menenggelampkan kepalanya di sela tangan Neng dan badannya.


"Iiih Papi, geli tahu jangan di dekat ketiak juga dong!" Neng terkekeh melihat tingkah suaminya yang lucu dan aneh.


Alfarizi semakin menggosokkan rambutnya di ketiak Neng membuatnya semakin tertawa geli. Antara masih teringat sakit melahirkan dan saat keinginan ketika sedang on membuatnya bingung. Rasanya seperti berada di persimpangan jalan dan bingung jalan mana yang akan di pilih.


"Kenapa Papi, apakah masih bingung?"


"Papi baru sekali mengalami ini Mami, istri melahirkan samapi sesakit itu, tetapi mana mungkin Papi bisa tahan tidak bercinta dengan Mami yang Papi cintai dengan segenap jika raga."


"Gombal ... cuma 40 hari saja kok, Papi. Nanti Mami kasih cara lewat jalan lain kalo Papi tidak tahan." Neng mengusap rambut alfarizi agar tidak khawatir.


Alfarizi langsung mendongakkan wajahnya memandangi istrinya dengan tersenyum, "Emang ada, bagaimana caranya, dari mana Mami tahu tentang itu?"


"Itu pertanyaan kok rombongan begitu. Mami tahu dari Umi, saat dulu berkunjung ke Ngawi Umi bercerita kalau Abi dan Papi sama setelah menemukan orang yang sangat di cintainya. Mami di ajarin agar suami tidak akan berpaling salah satunya saat istri sedang nifas selama 40 hari."


"Caranya bagaimana Mi, ajarin dong?"


"Papi ngawur aja, sekarang kita ada di rumah sakit. kata Umi itu dilakukan jika suami tidak tahan saja, tidak boleh di lakukan setiap saat lebih baik olahraga atau melakukan kegiatan yang menyibukkan diri. nanti setelah 40 hari akan terasa seperti malam pertama."


"Waaaah ide bagus itu Mami, tapi ...!"

__ADS_1


"Tapi kenapa Papi, takut tidak kuat ya?"


Alfarizi hanya mengangguk dengan raut wajah yang sendu, membuat Neng menjadi tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Setiap pasangan akan mengalami masa ini setelah mereka memiliki keturunan. Pasti cara mengatasinya akan berbeda-beda.


Setiap orang mengekspresikan rasa cinta pada pasangan pastilah tidak sama. Keinginan bercinta juga pasti akan tidak sama tergantung hasrat dan keinginan masing-masing. Romantis dalam hubungan juga akan berbeda pada setiap pasangan tergantung bagaimana cara menjalankannya.


Bagi Alfarizi cara mengekspreaikan cinta dengan cara selalu mengajak istrinya bercinta dan selalu bergoyang dengan senjata onta arabnya. Hasratnya selalu saja muncul jika sedang berdua walaupun dengan suasana yang beragam. Saat istrinya melahirkan membuat dia belum siap untuk beristirahat dalam artian puasa bergoyang.


Perbincangan romantis keduanya berakhir saat Alfian dan dua nenenknya datang bersama suster yang sedang menggendong bayi, "Papi ... Mami Adik Cantik nya sudah rapi," kata Alfian dengan antusias mengikuti bayinya yang akan di letakkan di box bayi.


"Bagaimana Abang Al, adiknya cantik?" tanya Alfarizi ikut mendekati box bayi.


"Iya Papi, siapa nama Adik Cantik?"


"Namanya ELFAMITHA ALFARIZI ZULKARNAIN."


"Iya Bang, Mami setuju, namanya cantik Mami suka."


Selama tiga hari Alfarizi selalu belajar dari suster, Ibu Ani dan Umi Anna merawat baby Elfa dengan telaten. Alarizi ingin merawat putrinya sendiri tanpa bantuan baby sister. Hanya di bantu oleh Ibu Ani atau Umi Anna saat masih ada di Jakarta.


Setelah empat hari di rawat di rumah sakit Neng dan baby Elfa di perbolehkan pulang. Kamar baby Elfa yang sudah di persiapkan Neng dua bulan lalu kini siap di tempati. Kamar bercorak pink dan terlihat gerly sangat cantik secantik bayinya. Umi Anna sangat kagum saat masuk kamar cucu perempuannya.


"Ini kamar cantik banget siapa yang mendisainnya?"


"Neng Mitha, Nak Alfarizi di larang ikut campur tangan sama sekali," jawab Ibu Ani dengan cepat.


"mengapa tidak boleh?"

__ADS_1


"Papi kalau belanja selalu berlebihan Umi, terkadang satu toko di bayar semua." Neng menjawab dengan melirik suaminya yang sedang menggendong baby Elfa untuk di baringkan di box bayi.


"Iya Umi, Papinya sendiri di larang membelikan keperluan putrinya," jawab Alfarizi dengan mengerucutkan bibirnya.


"Tidak apa juga lah Al, nanti kalau papinya yang belanja warna pink begini malah di lirik sama laki-laki ngondek malah bahaya."


"Umi bisa aja, jangan sampailah."


Dalam waktu satu minggu ini hidup Alfarizi benar-benar terbalik karena baby Elfa. Saat siang hari dia anteng tidur dan jarang rewel. Saat malam hari setelah minum ASI dia mengajak bergadang jarang mau tidur, selalu terjaga dan mendengar ocehan papinya.


Setengah jam saja tidak mendengar suara papinya saat malam hari baby Elfa akan menangis dengan keras. Saat menagis jika tidak di gendong papi, baby Elfa tidak akan diam tangisannya. Baby Elfa benar-benar menjadi anak papi sedangkan Neng hanya memberikan ASI setiap dua jam sekali setelah itu dia tidur dengan tenang.


Hampir satu minggu ini juga Alfarizi hampir lupa dengan kegiatan favoritnya mengajak senjata onta arabnya bergoyang. Siang hari waktunya di habiskan dengan pekerjaan di kantor yang menumpuk. Malam hari di habiskan untuk merawat putrinya yang selalu bergadang setiap hari.


Setelah umur baby Elfa dua minggu, Umi Anna dan Ibu Ani mengadakan aqiqah untuk cucunya. Undangan hanya keluarga dan teman dekat saja tanpa mengundang kolega dan rekan bisnis. Alfarizi sangat protektif dengan kesehatan dan keberihan putrinya sehingga jarang mengijinkan orang yang tidak begitu di kenal untuk menggendong putrinya.


Setelah selesai syukuran dan qaiqah, baby Elfa mulai tidur dengan teratur hanya sesekali bangun saat haus di malam hari. Alfarizi sudah mulai bisa menikmati istirahat saat malam hari walau terkadang masih terbangun saat baby Elfa terbangun karena haus. Kegiatan kantor juga mulai bisa di atasi dan tidak terlalu banyak pekerjaan membuart Alfarizi mulai dalam keadaan semula.


Malam ini setelah makan malam, baby Elfa juga sedang tertidur pulas. Melihat istrinya yang sedang membersihkan wajah di meja rias, Alfarizi tiba-tiba dalam keadaan on. Dia langsung memeluk istrinya dari belakang saat Neng berdiri dari kursi rias.


"Mami, malam ini kok terlihat cantik banget ya," rayu Alfarizi sambil tersenyum.


"Ooo berarti dari kemarin Mami tidak cantik gitu?"


"Cantik ... Mami selalu cantik, hanya saja kok sekarang ini Mami terlihat lebih bersinar gitu," jawab Alfarizi sambil menggosok senjata onta arabnya yang sudah menegang di pa*tat istrinya.


"Eeee Papi ... aduuuh itu senjata, jangan macam-macam ini baru dua minggu lo puasanya!"

__ADS_1



__ADS_2