Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Resepsi Ala India


__ADS_3

Setelah Junaidi meminta Doni untuk mandi dan berganti baju, makan sampai kenyang, dan meminta Doni untuk duduk pos pengamanan acara pernikahan Afarizi dan Neng sampai selesai. Dia langusung melaporkan kepada Surya tentang kedatangan putra tiri Ibu Ani. Mereka berdua bergegas bergabung dengan Alfarizi, di ruang ganti baju pengantin.


Di kamar itu sudah berkumpul Alfarizi, Alfian, Dokter Harry, Zain, Abi Ali dan Fano. Setelah Surya dan Junaidi bergabung mereka masih punya waktu sepuluh menit untuk keluar menuju resepsi yang berada di dalam balroom hotel di resepsi pernikahan in door. Mereka berlatih dengan serius agar penampilannya sempurna di depan pengantin wanita.


Sambil berlatih terkadang Afarizi tertawa lepas, karena sering tertukar gerakannya. Dia masih teringat saat satu bulan yang lalu cerita Lilis atau Ibu Ani tentang resepsi pernikahan yang di impikan Neng dan ibunya dahulu. Pernikahan adat Sunda sudah terlaksana di out door tadi sebelum beristirahat sebentar.


Afarizi dalam satu bulan ini bukan sibuk dengan pekerjaan kantor tetapi dia selalu hanting barang-barang yang akan di pakai untuk acara resepsi pernikahannya. Sampai Alfaizi harus berkunjung ke perwakilan KBRI India untuk mendapatkan baju mengantin khas India asli dari negara terseebut.


Dalam satu bulan ini juga Alfarizi bersama para laki-laki termasuk Afian dan Abi Ali rela berlatih joget lagu India yang berjudul "LADKI BADI ANJANI HAI" demi menyempurnakan impian Neng tentang konsep pernikahan ala India. Bahkan Lilis harus datang dengan pura-pura mengajak Neng bernostalgia berjoget dengan lagu itu karena ingin menegtahui Neng masih hafal atau sudah lupa.


Saat latihan yang sering emosi adalah Alfian karena dia hanya dalam satu minggu sudah hafal gerakannya. Alfarizi hafal gerakan itu tetapi terlihat kaku. Yang sering lupa gerakannya adalah Abi Ali, dan terkadang Alfarizi juga sering tertukar gerakannya. Saat ini mereka sudah siap dengan kostum khas baju India dan siap menunjukkan performanya di depan pengantin wanita.


Di kamar pengantin wanita, Neng saat ini sedang berganti baju dengan baju pengantin wanita yang berwarna merah terang. Padahal dia sudah mempersiapkan gaun pengantin berwana putih impiannya yang sudah di rancang saat dia masih remaja. Neng jadi heran dan tidak mengerti mengapa ada baju India di kamar ganti saat ini.


"Ini siapa yang menyiapkan baju pengantin ini Lilis?" tanya Neng saat dia sedang di bantu oleh MUA untuk berganti baju pengantin yang beratnya lebih dari lima kilogram itu.


"Sok ikut wae atuuh, ulah nanya terus!' jawab Lilis sambil membantu MUA memakaikan aksesoris perhiasan emas yang besar khas perhiasan India.


"Ieu teh perhiasan saha, Lilis?"


"Eta teh perhiasan Neng, Tuan Al pesan langsung dari India."


"Idih niat banget ini maaah!"


Selesai memakai pakaian pengantin India, Lilis bergegas berganti baju khas India juga. Masuk ke kamar Neng secara bersamaan Rianti, Desi, Mpok Atun dan karyawan butik AA mengenakan baju yang sama. Neng menjadi semakin heran semua para wanita memakai pakaian ala India


"Ini ada apa sebenarnya Kak Ria?"


"Kakak juga tidak tahu, ikut aja yang di perintahkan Umi Anna dan Ibu Ani. Ayo sudah waktunya keluar sekarang, para tamu sudah menunggu!"


Neng berjalan keluar kamar hotel dengan hati yang bertanya-tanya. Mereka mengajak Neng langsung masuk balroom bukan ke taman hotel yang di sulap menjadi garden party. Membuat Neng semakin bingung dan heran dan bingung.

__ADS_1


Sampai di balroom sudah banyak para tamu yang menunggu. Neng sampai membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya melihat balroom yang sudah di sulap seperti resepsi impiannya saat masih remaja dulu. Belum selesai terkagum-gagum dengan dekorasi yang ada saat Neng berdiri di tengah panggung pelaminan. Musik lagu India yang menyentak mulai terdengar di telinga, lagu "LADKI BADI ANJANI HAI" terdengar menghentak membuatnya tak sadar menggoyangkan badannya sambil bertepuk tangan.


Rombongan laki-laki datang dari depan balroom berjoget bersama di depan Neng dengan ceria. Neng semakin membelalakkan matanya ada Alfarizi, Alfian dan yang lainnya berjoget bak syahru khan dengan luwes dan kompak. Kembali Neng menutup mulutnya karena kaget dan bahagia.


Setelah sampai lagu dengan suara syahru khan berakhir, kini akan berganti suara Kajol akan terdengar Alfian berlari mendekati Neng, "Come on Mami, dance with us."


Neng di tarik Alfian turun dari panggung diikuti rombongan pengantin wanita melanjutkan berjoget bersama dengan gerakan Kajol dan kawan-kawan termasuk Neng. Neng terlihat sangat menikmati gerakaan dalam jogetnya. Tetap kompak dengan rombongan wanita walaupun jarang berlatih. Tawa Neng terdengar renyah dan wajah yang sangat bahagia.


Joget mereka sangat membangkitkan suasana seolah orang yang melihatnya langsung ikut berjoget mengikuti irama. Sambil terus berjoget Alfarizi memandang wajah Neng yang sangat bahagia. Baru kali ini Alfarizi melihat sisi lain dari Ningtiyas Paramitha. Tertawa bahagia, berjoget mengikuti irama tanpa ada beban pikiran, semua lepas bebas tanpa ada batasan.


Tepuk tangan bergemuruh setelah lagu berakhir. Neng di rangkul oleh Alfarizi kembali ke panggung sambil berbisik di telinga, "Papi sangat menyukai goyangan Mami, tetaplah selalu bahagia seperti ini, I love you Mami my Honey."'


"Terima kasih, Papi. Mami bahagia sekali, ternyata impian ibu terwujud hari ini."


"Tetapi ini tidak gratis lo Mi!"


ALfarizi membantu Neng duduk di pelaminan dan dia duduk di sampingnya, "Mami harus membayar dengan bernyanyi satu lagu untuk Papi!"


"Ayolah sekali ini saja, Papi tahu Mami pandai bernyanyi lagu India yang menyatakan cinta untuk Papi."


Alfarizi mengangkat tangan dan memanggil putranaya Alfian untuk naik panggung pelaminan. Alfian berlari ke panggung sambil membawa mikrofon tanpa kabel untuk Neng, "Ini Mami, Al mau Mami bernyanyi untuk Papi dan Al, ok!"


Neng mengangguk dengan ragu dan menerima mikrofon dari Aalfian, "Baiklah aku akan menyanyikan lagu yang berjudul "Bahot Pyaar Karte Hain" yang di populerkan oleh Anuradha Paudwal, lagu ini spesial untuk dua pria tampan yang ada di depanku saat ini."


Lilis berlari naik panggung dan berdiri di samping Neng sambil memegang gitar. Gitar langsung di petik mengiringi Neng bernyanyi dengan lagu yang mendayu syadu. Lampu di matikan hanya ada cahaya temaram semakin menambah syadu suasana.


Kasam Chaahe Le Lo


-Jika kau memintaku bersumpah


Khudaa Kee Kasam

__ADS_1


-Aku bersumpah demi Tuhan


Bahot Pyaar Karte Hain Tum Ko Sanam


-Aku sangat mencintaimu sayang


Humare Gazal Hain, Tasawor Tumhara


-Puisiku adalah gambaran dirimu


Tumhare Bena Ab Naa Jeena Gawaanra


-Aku tidak tahan untuk hidup tanpamu


Saagar Ke Baahon Me Mauje Hain Jitne


-Sebanyak ombak yang ada di lautan


Hum Ko Bhi Tum Se, Mohabbat Hain Utne


-Aku sebanyak itu pula aku mencintaimu


Ke Ye Bekarar Naa Ab Hoge Kam


-Sekarang kegelisahan tak pernah hilang



ini promo hari ini ya shobat


semoga suka, rekoman lo

__ADS_1


trims I love you all


__ADS_2