
Infotaiment pukul sepuluh pagi ini, sedang menayangkan gambar kebersamaan Sinta Zulkarnain dengan Dokter Mario di sebuah resort di dekat pantai di Bali. Dari mulai bergandengan tangan, ada yang sedang berciuman dan ada yang berpelukan. Bak bola yang di tendang dengan kuat berita itu bergulir tanpa terkendali menjadi tranding di berbagai acara gosip baik televisi nasional ataupun swasta.
Ada juga berita di media sosial tentang perselingkuhan itu. Para wartawan infotaiment dengan cepat mengendus keberadaan mereka berdua yang masih di sekitar pantai Bali. Semakin memojokkan nama Sinta tetapi nama Alfarizi Zulkarnain semakin diburu pewarta saat ini sebagai korban dari perselingkuhan istri.
Seolah pergerakan Sinta saat ini sangat sempit, selalu dikejar oleh pewarta infotaiment yang selalu ingin mengorek tentang masa lalunya. Semakin hari berita itu semakin besar, semakin banyak yang terkuak pribadi dan kehidupan rahasianya. Sudah hampir dua Minggu berlalu berita Sinta Zulkarnain masih menjadi tranding topik.
Neng, Ibu Ani dan Al melihat acara infotaiment di ruang keluarga saat sore hari. Mata Neng langsung terbuka lebar saat melihat tayangan infotaiment itu. Ibu Ani dan Al pun juga memperhatikan acara infotaiment tanpa berkedip.
"Mami, bukankah itu Maminya Kakak Cantik?"
"Iya Nak, itu istri dari Papinya Al."
"Dia sama seperti Dhea, tukang selingkuh," kata Al dengan kesel.
"Al cucu Nenek, masih kecil sudah tahu tentang selingkuh?"
"Al tahu dari peristiwa Dhea pacarnya Zain, Nenek."
"Ada-ada aja sih Al, anak pintar belajar dulu, jangan pacaran!"
"Mami, pasti Papi marah sama seperti Zain kemarin?"
"Coba kita dengarkan beritanya dulu!" kata Ibu Ani dengan bijak.
Mereka memperhatikan tayangan telavisi dengan serius. Ada seorang presenter cantik sedang berkomentar tentang perselingkuhan itu. Di tayangan itu banyak sekali foto Sinta Zulkarnain dan Dokter Mario mulai dari saat Sekolah Menengah Atas sampai sekarang.
"Pemirsa kuat dugaan Sinta Zulkarnain dan Dokter Mario memang sudah pacaran sejak di bangu abu-abu putih, walaupun Sinta menikah dengan seorang pengusaha terkenal Tuan Alfarizi Zulkarnain tetapi hubungan terlarang mereka terus berjalan sampai sekarang," kata Presenter cantik sambil menujukkan bukti foto di layar televisi.
"Al kesal dengan mereka, bagaimana perasaan Papi saat mengetahui ini ya Mi?"
"Mami tidak tahu Al."
Kembali presenter itu berkomentar dengan lugas dan jelas. "Pemirsa Sudah dua Minggu ini para wartawan mencari informasi tentang suami dari Sinta Zulkarnain, tetapi tidak seorangpun yang bisa bertemu dengan beliau, asistennya pernah mengatakan satu Minggu yang lalu, bahwa Tuan Alfarizi jatuh sakit karena berita ini, sampai sekarangpun beliau belum memberikan konfirmasi tentang berita tentang istrinya."
__ADS_1
"Mi, Papi sakit kasihan dia!" Alfian menjadi tidak tega mendengar Alfarizi jatuh sakit.
"Al pingin besuk Papi?" tanya Neng kemudian.
"Pingin sih Mi, tapi takut aaah."
"Mengapa takut cucu Nenek yang ganteng?"
"Jangan besuk sekarang, Nak; masih banyak wartawan, jika Al bertemu dengan Papi, dan mereka tahu Al putra Papi persoalan akan semakin rumit."
"Iya Mi, Al ngerti."
"Lebih baik Al berdoa saja, semoga Papi Al sehat kembali, ok!" nasehat Ibu Ani dengan bijak.
"Ya Nenek."
Sudah hampir satu bulan berita tentang Sinta Zulkarnain bergulir, setiap hari ada saja berita yang mengejutkan dan membuat geleng-geleng kepala. Mulai dari saat pacaran waktu SMA, kuliah bersama, biaya kuliah Mario dari hasil modeling Sinta, liburan di dalam negeri dan luar negeri berdua. Satu persatu perselingkuhan itu tercium puplik.
Sayangnya Sinta, Dokter Mario dan Alfarizi sendiri tidak pernah tampil di publik. Satu persatu kontrak dengan Sinta mulai dibatalkan karena Sinta tidak pernah muncul saat sesi pemotretan atau fasion show. Saat ini Sinta dan Dokter Mario berada di Australia di rumah oma dan opanya.
Flashback On
Saat Alfarizi datang Sinta sedang dalam pelukan Dokter Mario menangis tersedu karena berita sudaah tersebar ke seluruh pelosok negeri. Al langsung membuka pintu resort tempat mereka menginap tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Membuat sepasang kekasih itu kelabakan.
"Ooo ternyata berita itu benar, apa artinya semua ini Sinta?"
"Al, aku ... aku!"
"Cukup Sinta, kebusukan kamu semua sudah terungkap, aku juga sudah menduga sejak lama, sejak Marta berumur dua tahun dan kamu kembali ke dunia modeling." Al langsung menyerang Sinta dengan kata-kata yang tidak bisa di bantah oleh Sinta.
"Sebenarnya dari dulu aku merasa bersalah kepadamu karena aku tidak bisa memberikan keturunan, aku selalu bersabar dan mencoba menerima kamu walau kamu selingkuh, tetapi sekarang tidak karena ...!"
"Tunggu Al, tunggu dulu!" kata Sinta memotong perkataan Al takut terungkap tentang surat palsu yang di keluarkan oldh Dokter Mario.
__ADS_1
"Apa, kamu takut kebusukan kamu yang lain terungkap, lihat ini aku baru saja cek kesehatan aku ke Singapura, dokter di sana menyatakan kalau aku sehat dan bisa memiliki keturunan." Al mengeluarkan selembar kertas yang berlogokan rumah sakit Singapura tetapi Al menyembunyikan tanggalnya.
Sinta langsung pucat pasi tanpa berani membaca surat keterangan yang ditunjukkan oleh Al. Dokter Mario hanya berdiri mematung dengan wajah yang pucat pasi juga. Keduanya tidak ada yang berani membuka mulutnya seolah terkunci rapat.
"Berarti surat keterangan yang dulu kalian buat adalah palsu, sekarang ini aku sedang mengumpulkan bukti tentang ini, aku akan melaporkan kalian ke polisi tentang kasus ini," ancam Alfarizi dengan suara tegas.
Sinta langsung menangis tergugu, duduk melorot di lantai dengan wajah yang pucat pasi. Dokter Mario berjongkok di samping Sinta dengan nata yang berkaca-kaca. Al hanya memandang mereka dengan tatapan mata yang datar.
"Ampun Al, jangan laporkan aku ke kantor polisi, bagaimana dengan Marta putri kita?" rayu Sinta menangis dan memelas.
"Ciiih, putri kita katamu, sudah satu minggu ini aku memperhatikan wajah Marta dengan wajah kalian, aku curiga kalianlah orang tua biologis dari Marta!" Teriak Al dengan emosi.
Dokter Mario berdiri dengan tatapan mata yang memerah karena marah. "Ya memang Marta putri kami, kamu saja yang bod*h, bahkan nama Marta adalah singkatan dari Mario dan Sinta!"
"Sayang, jangan bilang begitu, aku tidak mau di penjara!" Sinta menarik tangan Dokter Mario untuk duduk di lantai kembali.
"Aku beri waktu kalian paling lambat dua bulan untuk mengakui perselingkuhan ke publik, aku tidak akan menuntut kalian ke jalur hukum, setelah itu aku akan menuntut cerai, aku akan memberikan saham perusahaan yang menjadi hak orang tuamu dan kamu, tetapi ingat jangan menuntut yang lebih dari itu tentang gono-gini!" teriak Al lagi karena amarah.
"Apakah Marta tidak mendapatkan saham perusahaan?" tanta Sinta lirih karena takut.
"Tidak, Marta adalah tanggung jawab kalian, kamu sudah terlalu banyak mengambil uang perusahaan untuk kalian berfoya-foya."
"Tapi Al ...!"
"Cukup, kalau kamu tidak menerima syarat ini aku juga akan membeberkan siapa sebenarnya Marta ke publik!" Al langsung keluar resort meninggalkan mereka berdua.
Flashback of.
Hai hai hai
promo lagi novel bagus dari teman author
jangan lupa mampir ya, trims
__ADS_1