
Neng dan Alfarizi saat ini sudah bergabung kembali dengan keluarganya yang ada di Riyadh termasuk putranya. Rasa rindu Neng kepada putranya padahal hanya tiga hari di tinggal. Bercengkrama dengan Alfian di kamarnya sambil bercerita pengalaman Al saat melaksanakan umroh.
"Papi, jam berapa berangkat wisata keluarganya, Al sudah tidak sabar lagi ingin jalan-jalan sama Mami dan Papi?"
"Nanti malam Nak, Mami masih capek, istirahat dulu, ok."
"Mami capek banget kah, apa saja yang di lakukan Mami selama tiga hari ini?"
Neng mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Alfian. Bingung mau menjawab apa, tidak mungkin akan jujur bercerita yang sebenarnya setiap malam selalu bergoyang bersama papinya, "Mami jalan-jalan melihat menara Eiffel, melihat bangunan bersejarah Taj Mahal."
"Mami dan Papi pergi ke India mewujudkan impian Enin?"
"Iya Sayang, sekarang semua impian Enin sudah terwujud, Mami sudah lega sekali."
"Impian Almarhum Mbah Kung belum Mami wujudkan."
"Oya kalau itu, belum saat dong Al."
Alfarizi yang semula duduk di sofa setelah mendengar perbincangan antara Alfian dan Neng ikut duduk bergabung di tempat tidur, "Apa impian Almarhum Mbak Kung yang belum terwujud, Al?"
"Yee Papi kepo, mau tahu Pi?" canda Al sambil mengedipkan mata kepada Neng.
"Iya dong Al, siapa tahu Papi bisa mewujudkan sekarang."
"No Papi, Al belum berani, nanti saja kalau Al sudah kelas lima atau enam sekolah dasar saja."
"Apa hubungannya impian Mbah Kung dengan keberanian Al?"
__ADS_1
"Impian Mbah Kung itu saat Alfian khitan harus di desa dan harus potong sapi untuk syukuran," jawab Neng.
"Al mau khitan sekarang, Papi belikan sapi nanti di Ngawi?"
"Nanti saja Pi, Al belum berani."
"Ok baiklah, tunggu Al siap saja deh."
Setelah makan malam seluruh keluarga berangkat ke Hongkong untuk wisata di disneyland yang sangat terkenal di sana. Dari Bandar Udara Internasional Raja Khalid Riyadh sampai di Bandar Udara Internasional Chek Lap Kok Hongkong hampir menjelang pagi. Seharian ini mereka hanya menghabiskan waktu untuk beristirahat di hotel dan menikmati kuliner setempat yang berlebel halal.
Keesokan harinya semua keluarga berwisata di disneyland Hongkong. Pesona Disney sebagai taman bermain memang sangat mengagumkan. Taman ini bukan sekadar pusat hiburan dan juga rekreasi, tetapi gambaran nyata film kartun dan dongeng yang sejak kecil di lihat dan baca.
Berkunjung ke Disneyland tentu akan memberikan pengalaman tersendiri. Serunya, hampir semua karakter film Disney di kita temukan di sini. Bahkan staf yang bertugas pun mengenakan atribut Disney yang lucu.
Bagi beberapa orang bermain ke taman bermain seperti Disneyland mungkin hal yang biasa. Bagi Alfian bisa berkunjung ke tempat ini merupakan impian yang langsung diwujudkan oleh papinya. Dari kecil sebelum sekolaah tokoh kartun Disney adalah tokoh favorit Alfian.
Meskipun kebanyakan tema wahana adalah kartun anak-anak, tetapi soal keseruan kita tidak perlu di ragukan lagi. Luasnya area taman bermain ini membuat Disneyland memiliki puluhan wahana seru yang cocok dinaiki oleh balita hingga orang dewasa. Beberapa wahana bahkan ada yang menawarkan pengalaman ekstrem dan merangsang adrenalin.
Wahana ini dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat seperti sedang berada di galaksi yang penuh dengan tata surya. Dengan kecepatan super kita akan merasakan keseruan di Space Mountain Tomorrow Land. Ibu Ani, Umi Anna dan Abi Ali hanya memperhatikan dari bawah. Mereka tidak berani meniki wahana ini karena terlalu tinggi dan menegangkan.
Alfian langsung di temani Alfarizi dan Fano naik Roller coaster di Mountain Runaway Mine Big Grizzly. Wahana ini rutenya keluar masuk gua dan berkelok di atas kereta tambang yang melaju cepat dan menderu-deru melalui Grizzly Gulch. Melewati terowongan yang gelap dan saat keluar dari terowongan akan disambut oleh keluarga beruang.
Baru naik dua permainan Al semakin merasa tertantang dan sangat bahagia, "Boleh naik yang itu, Papi?"
"Itu tinggi sekali Al, lebih dari 25 meter, memang berani?"
"Berani asal di temani Papi."
__ADS_1
"Mami mau ikut naik RC Raser itu?" tanya Alfian.
"Tidak aah, Mami takut ketinggian temani Papi dan Uncle Fano saja sana!"
Mereka naik RC Racer, wahana ini bergerak maju mundur melewati lintasan naik turun setinggi 27 meter. Bagi Alfarizi dianggapnya sebagai wahana tempat yang tepat untuk melepas stress karena setiap meluncur, secara otomatis dia akan berteriak kencang dan meluapkan semua perasaan.
Setelah puas menemaani Alfian menaiki wahana yang ada di Disneyland rombongan menuju acara pagelaran musikal di Mickey’s Phillar Magic. Mereka menikmati pagelaran musikal yang akan memainkan lagu-lagu legendaris Disney mulai dari Part Of Your World-nya film Little Mermaid hingga A Whole New World-nya Aladdiin.
Pergelaran musikal berakhir pada jam dua siang rombongan kemudian masuk restoran yang berada di area itu untuk makan siang. Ini susahnya jika mengajak orang tua yang jarang belibur Ibu Ani tidak mendapatkan makanan yang cocok untuk di santapnya. Dari hari pertama tiba di Hongkong Ibu Ani belum makan nasi sama sekali.
Alfian dan Isya melilih menu pizza dan spagetti. Umi Anna dan Abi Ali memesan dim sum dan egg tart. Neng dan Alfarizi memilih makanan khas Hongkong yaitu mie Wonton dan stik panggang bebek. Ibu Ani dan Ibu Yati masih bingung untuk memilih menu apa yang akan dipilihnya.
"Apakah tidak ada yang jualan nasi di sini Neng Mitha?" bisik Ibu Ani saat mereka sedang duduk di sebuah restoran western.
"Tidak ada Bu, di sini nasinya di ganti roti, sebentar ya Bu, siapa tahu ada restoran timur tengah atau Asia di sekitar sini."
Neng melihat map yang yang berada di ponselnya, mencari informasi tentang restoran yang ada di sekitar restoran yang saat ini dia berada. Ada restoran Asia yang jaraknya tidak jauh dari restoran yang sekarang ini di kunjunginya. Neng memastikan menu makanannya terlebih dahulu sebelum mendatangi restoran itu.
Ada menu nasi padang di restoran Asia itu bergabung dengan masakan melayu, "Papi, ini ada menu nasi padang di restoran yang tidak jauh dari sini, Mami mau ke sana membelikan nasi padang untuk Ibu Ani dan Ibu Yati, Papi bisa antar?"
"Kita bagi dua aja, yang sudah pesan di sini makan aja di sini, Papi dan Mami ntar Ibu Ani dan Ibu Yuni ke restoran Asia." Alfarizi memberi usul.
"Ini menu makanan Papi apakah bolen Al makan?"
"Tentu Nak, makan saja."
Sampai di restoran Asia Ibu Ani dan Ibu Yuni memesan nasi padang untuk makan di tempat dan di bungkus untuk di bawa ke hotel. Neng dan Afarizi memesan sate dan gulai kambing menggunakan lontong. Baru akan menikmati hidangan ada seorang wanita mendekati Alfarizi.
__ADS_1
"Hai...I know you, yau Alfarizi Zulkarnain, alright?"
" ... "