
Setelah Zain dan Julio mengusir Putri Siregar dari kafe dengan alasan akan segera pulang. Zain dan Julio menghubungi Alfian akan berkunjung ke Bogor. Mereka berniat untuk merencanakan bagaimana cara mengatasi Putri Siregar saat hari pernikahan nanti.
Waktu hampir tengah malam saat mereka tiba di rumah Alfian. Dengan terpaksa mereka masih menunggu lagi selama setengah jam. Alfian tak kunjung keluar dari kamar.
Sambil menikmati kopi dan camilan Zain dan Julio duduk di depan televisi bermain game. Alfian turun dari lantai dua dengan mengenakan celana pendek dan kaos berlengan pendek. Berjalan santai mendekati mereka sambil tersenyum devil.
"Lama betul sih lo, ngapain aja?" tanya Zain dengan kesal.
"Biasalah ... perang badan dengan istri. Kalian aja yang bertamu tidak tahu waktu." Alfian langsung duduk di samping Zain.
Zain melempar bantal sofa kearah Alfian. Jawaban dia membuat otaknya treveling sendiri. Membuat jiwa jomblo dia meronta-ronta.
"Kenapa ngiri ya, kawin sono!" Alfian langsung menebak aksi Zain.
"Kawin dengan siapa, gue lagi jomlo nich?"
Alfian dan Julio menjawab bersamaan, "Putri ...!"
"Ogah banget dia sudah banyak terkontaminasi dengan berbagai barang milik macam laki-laki."
Ha ... ha ...da!" mereka tertawa bersama.
"Sudah aah bahas itunya, langsung ke topik permasalahan, apa usulan kalian tentang wanita itu?" tanya Alfian.
Belum sempat Zain dan Julio memberikan masukan usulan cara mengatasi Putri Siregar yang masih berniat mendapatkan Alfian. Ada pesan WA di ponsel Zain dari Eki Darsono padahal waktu sudah lebih dari tengah malam, "Tunggu dulu, ada pesan WA dari Eki."
"Baca yang keras, gue juga ingin tahu apa pesan Eki!" perintah Julio.
Zain langsung membaca pesan itu, "Bro ... tolongin gue dong, gue ada problem besar dengan Putri Siregar."
Alfian langsung mengusulkan, "Zain, cepat elo telepon sekarang saja dia!"
Zain langsung menghubungi Eki Darsono saat itu juga. Untuk menanyakan masalah apa dengan Putri Siregar. Eki Darsono mengajak bertemu karena masalah yang berat.
Zain bercerita jika saat ini sadang berada di rumah Alfian yang ada Bogor. Tanpa di duga Eki Darsono menyusul mereka ke Bogor. Akhirnya mereka menunggu Eki Darsono satu jam lebih baru tiba di Bogor.
__ADS_1
Tepat pukul tiga pagi, Eki Darono tiba di rumah Alfian. Kebetulan besok hari Minggu tidak masalah semalaman tidak tidur. Sambil minum kopi Eki Daesono mulai bercerita tentang Putri Siregar.
Eki Darsono bercerita mulai awal pertemuan tidak sengaja dengan putri Siregaar saat wanita itu sedang menemani temannya membeli emas permata untuk mas kawin. Selanjutnya Putri mendekati Eki karena tahu dia seorang pemilik dan owner toko. Dan dia berhasil menjebak melakukan hubungan intim berdua di sebuah hotel.
Tanpa di duga oleh Eki ternyata kesalahan satu malam itu di rekam oleh Putri. Sampai sekarang Putri selalu mengancam akan dikirim kepada istrinya jika tidak diberikan uang tutup mulut. Dan terakhir pukul sepuluh malam tadi Putri Siregar menghubungi Eki.
Putri Siregar mengatakan jika dia Besok pagi membutuhkan uang untuk operasi ke Belanda. Saat di tanya opersai apa dia tidak mengatakan dan merahasiakan. Harus di sediakan uang dalam jumlah besar dengan ancaman seperti biasa.
"Dia mau operasi agar virgin lagi di Belanda." Julio langsung menebak setelah Eki Darsono selesai bercerita.
"Jadi bagaimana ini solusinya?" tanya Eki Darsono bingung.
"Gue punya solusi tetapi ini sangat beresiko," jawab Alfian.
"Apa itu Al, cepat katakan gue tidak sabar lagi."
"Elu harus berterus terang pada istri elu dengan sebenarnya."
"Aduuh ... kalau itu gue tidak sanggup Al, gue tidak sanggup berpisah dengan bini. Gue sangat mencintai bini, kalian tahu itu."
"Gue mempunyai ide yang lebih baik tetapi kemungkinan membutuhkan biaya lebih," kata Julio cepat.
Julio memberikan usul untuk mencari informasi CCTV kejadian di hotel saat mereka melakukan hubungan intim. Meminta secutity atau pegawai yang bersangkutan. Bisa menggunakan polisi atau uang lelah untuk melancarkan usaha.
"Naah gue setuju dengan usulan Julio, Zain kalau elu punya ide juga?" tanya Eki Sardono lagi.
"Biasanya elu ngasih uang ke Putri cash atau transfer?"
"Cash, gue tidak mau mengambil risiko."
"Berikan saja dia cek kosong, apalagi dia mencairkan cek itu di Belanda pasti dia tidak bisa kembali ke Indonesia."
Alfian juga ikut menambahkan usulan Zain, "Cek yang di berikan tanggal pencairan."
"Gue mu lakukan keduanya, apakah kalian bisa bantu?" tanya Eki Darsono.
__ADS_1
"Kalau masalah CCTV hotel itu ahlinya Julio, tergantung elo wani piro." jawab Alfian dengan tersenyum devil.
"Elo tega banget sih, sama teman sendiri di komersilkan juga." Eki Darsono cemberut sambil mengerucutksn bibirnya.
"Bercanda ... Bro."
"Ok Gue bantu tetapi dengan satu syarat." Julio mempunyai ide dua masalah dengan satu solusi.
"Aapa syaratnya, Jul?" tanya Zain penasaraan.
"Waktu pemberian cek kosong saat Bang Al mengadakan resepsi, jadi Putri tidak perlu menghadiri pernikahan."
"Waaah elo memang brilian, gue setuju. Kita sudah tidak capek untuk mencari ide lagi untuk menghadapi wanita gila itu." Zain tersenyum devil dengan ide julio.
"Deal ... gue setuju, yang penting CCTV hotel secepatnya di dapatkan." Eki Darsono mengulurkan tangan dan di sambut oleh Julia untuk bersalaman.
Julio memang paling ahli untuk mencari keterangan atau menyelidiki sesuatu. Berguru pada Surya asisten Papi Alfarizi dan bimbingan Roy detektif swasta sahabat Surya dan Junaidi. Hanya dalam satu hari Junaidi sudah mendapat rekaman CCTV hotel dengan membayar security yang kebetulan teman Ayah Junaidi.
Dilihat di rekaman ternyata saat Eki masuk kamar hotel dalam keadaan teler dipapah oleh dua orang laki-laki. Masuk kamar hotel diikuti oleh Putri Siregar dari belakang. Putri terlihat membayar dua laki-laki itu di depan kamar hotel.
Saat itu Eki Darsono diberikan obat perangsang oleh Putri Siregar. Hanya sayangnya rekaman CCTV yang di dalam hotel tidak ada. Akan melanggar privasi seseorang jika ada di dalam kamar.
Tanpa bertemu lagi ke empat sahabat itu langsung melancarkan aksinya. Rekaman CCTV adalah senjata terakhir untuk jaga-jaga. Yang pertama di lakukan Eki Darsono bertemu dengan Putri di sebuah kafe berdua.
"Maaf Put, ini uang cash hanya segini saja, sisanya aku ada cek tetapi harus tunggu jatuh tempo." Eki Darsono memberikan uang dan cek kepada Putri.
"Cek jatuh tempo bagaimana?"
"Ini cek akan bisa cair minimal hari Minggu besok, tetapi tenang saja bisa dicairkan di luar neegeri."
"Baiklah tidak masalah yang penting aku bisa operasi."
"Maaf Putri, aku buru-buru. aku tinggal dulu ya."
"Hhhmm ...."
__ADS_1
Karena sangat bahagia Putri tidak melihat saat Eki Darsono keluar kafe. Dia masih konsentrasi melihat cek dalam jumlah yang fantastis. Putri Siregar kaget setelah melihat tanggal pencairan cek tenyata bertepatan dengan hari pernikahan Alfian.
"Waduh bagaimana ini?" ucapnya lirih.