Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Teror Ponsel


__ADS_3

"Mami ... apa-apan ini?"


Mata Alfian terlihat memerah karena kesal setelah melihat kiriman SS foto dari Zain. Tanpa izin dan tanpa konfirmasi terlebih dahulu Putri membuat story menganggap maminya adalah calon ibunya. Kemungkinan story itu sudah banyak yang melihat dan menganggap itu benar.


"Ada apa sih Bang?" tanya Mami Mitha kaget.


"Coba Mami lihat ini?" Alfian menunjukkan foto yang di kirim oleh Zain.


Mami Mitha dan Papi Alfarizi melihat bersamaan foto yang di tunjukkan oleh Alfian. Ke duanya saling pandang setelah melihat dan membaca tulisan story milik Putri, tidak menyangka prediksi dari Desi benar terjadi.


"Mami tidak menyangka Putri mengajak Mami selfi untuk di pasang di story begini."


"Bagaimana ini Papi, Abang malas menanggapi wanita seperti itu?"


Papi Alfarizi teringat masa lalu saat Rangga Siregar mengejar cinta istri tercinta. Dia akan melakukan segala cara agar bisa mendapatkan semua yang di inginkan. Harus di waspadai dan harus di lakukan dengan serius agar tidak terjadi seperti masa lalu.


"Abang konsentrasi saja dengan pekerjaan baru dan dengan kekasih Abang, urusan Putri akan Papi serahkan kepada Surya dan anak buahnya."


"Baik Papi ... mulai hari ini lebih baik Abang pindah dekat perusahaan yang ada di Bogor saja."


Dua tahun lalu Papi Alfarizi membeli rumah di komplek perumahan elit yang ada di kota Bogor. Karena hampir setiap bulan sering melihat kegiatan ayah Asep, Papi memutuskan membeli rumah. Hanya setahun terakhir ini rumah di renovasi belum juga selasai.


Sudah satu tahun terakhir ini Mami Mitha dan Papi Alfafizi tidak pernah mengawasi Ayah Asep lagi. Setelah Beliau pensiun dan menyerahkan angkot kepada anak buah sesama sopir. Ayah Asep hanya mendapatkan uang setoran setiap hari dari ke lima angkotnya.


"Rumah yang berada di Bogor belum selesai di perbaiki Bang, coba hubungi Om Junaidi sampai mana renofasinya, Mami sudah lama tidak mengecek ke sana!"


"Tidak apa-apa Mami, mungkin Abang juga akan sering ke villa."


"Terserah Abang saja, Nanti Mami minta tolong Oma dan Opa untuk tinggal di sana bersama Abang."


"Ya Papi setuju."


Surya datang setelah di panggil oleh Papi Alfarizi melalui telepon kantor, "Apa yang bisa saya bantu, Tuan?"


"Coba kamu hubungi Roy, jangan sampai wanita ini membuat ulah!" Papi Alfarizi mengirim foto Putri bersama Mami Mitha.


"Siapa dia Tuan?"

__ADS_1


"Namanya Putri Darmayanti Siregar, Om. dia teman Abang dari SD sampai SMA," jawab Alfian.


"Apakah dia putrinya Rangga Siregar?" tanya Surya lagi.


"Iya dia Putri dari istri ke tiga Rangga Siregar."


"Tunggu dulu, mengapa semua mengenal papanya Putri?, hanya Abang yang tidak faham tentang cerita masa lalu keluarga Putri."


"Papi akan cerita sekilas, ini semata-mata agar Abang lebih berhati-hati dengan Putri."


Papi Alfarizi menceritakan dari awal pertemuan Rangga Siregar saat Alfian kecil. Berusaha mendekati Mami Mitha dengan segala cara. Sampai peristiwa mama kandung Putri meninggal karena papa dan pamannya sendiri.


Sampai sekarang Rangga Siregar masih ada di penjara Nusa Kambangan sampai sekarang. Di hukum seumur hidup karena terbukti telah membunuh istrinya sendiri dengan rencana yang matang. Pembunuhan itu di bantu oleh saudara sepupu yang tidak tidak lain adalah papa kandung Marta.


Bercerita juga tentang papa kandung Marta yang sampai sekarang masih di rumah sakit jiwa. Tidak ada perkembangan yang berarti pada kesehatan jiwanya. Sampai sekarang bahkan Dokter Mario sudah di vonis oleh dokter tidak akan sembuh untuk selamanya.


Hari ini juga Alfian pindah ke rumah yang berada di Bogor di temani Oma Anna dan Opa Ali. Rumah sudah hampir selesai di renovasi, hanya tinggal membersihkan bekas bahan bangunan yang masih ada di belakang rumah. Sisanya rumah siap di tempati termasuk para pegawai rumah tangga yang akan bekerja.


Zain ikut Alfian pindahan pada sore harinya. Berbincang di kamar Alfian berdua membicarakan tentang Putri yang membuat ulah memposting story WA tentang kebohongannya tentang pertemuan dengan Mami Mitha. Setelah Alfian bercerita, Zain memiliki ide untuk bisa menjawab postingan story Putri.


"Bagaimana caranya, gue ogah berhubungan dia."


"Tenang saja Gue tidak akan melibatkan elo secara langsung, gue akan menggunakan nomor ponsel milik teman dia yang kecelakaan dua minggu yang lalu."


"Maksud elo, Zain?"


"Satu bulan yang lalu gue putus dengan pacar gue, ternyata mantan pacar gue itu teman satu kampus Putri. Mereka sering bersaing di kampus tetapi sayangnya mantan mengalami kecelakaan dua minggu lalu dan meninggal dunia."


"Jadi maksudnya elo mau memakai nomor ponsel milik si mantan yang sudah meninggal dunia?"


"Iya Al, gue mau neror dia dengan nomor ponsel itu."


"Elo masih memegang ponsel milik mantan yang sudah meniggal?"


"Ya tidak dong Al, gue masih menyimpan foto profil dan semua cerita tentang mantan, semoga saja Putri tidak menyimpan nomor ponsel mantan, gue mempunyai nomor ponsel yang nomornya hanya berbeda di angka belakang dengan mantan."


Kurang dari sepuluh menit Zain mengubah ponselnya seperti memilik mantan. Menyimpan nomor milik Putri di ponsel yang baru di pasang. Ingin langsung menanggapi postingan story WA milik Putri Siregar.

__ADS_1


"Tunggu Zain, kurang greget kalau elo meneror dia sekarang?"


"Kenapa Al?"


"Lebih baik nanti malam saja saat hampir tengah malam dan saat dia sedang online, bagaimana?"


"Waaah ide cemerlang, gue setuju dengan ide elo."


Lebih dari tengah malam Zain dan Alfian duduk di kamar sambil tertawa devil mengirim beberapa pesan WA menanggapi story Putri saat dia sedang Online. Meneror dengan tulisan sederhana tetapi cukup membuat bulu kuduk merinding.


Sebenarnya tulisan pesan yang di kirim Zain adalah kata yang biasa saja. Di dukung oleh waktu dan profil milik mantan yang sudah meninggal dunia membuat siapa saja yang menerima akan menjadi merinding. Zain mengirim pesan WA beberapa kali dengan tulisan yang sama sambil di sertai profil foto yang di perbesar.


"Kamu jangan menganggap ibuku menjadi ibu mertuamu, aku akan menghantui kamu selamanya!"


Saat ada tanda centang biru dua garis tanda Putri telah memjawab, Zain dan Alfian tertawa lepas. Kembali Zain mengirim dengan tulisan yang lebih horor lagi, "Kalau kamu tidak hapus sekarang juga tentang ibuku, kamu aku bawa ke alamku!"


Hanya dalam lima menit Zain membuka story WA Putri sudah terhapus termasuk tulisan juga sudah hilang. Melihat statusnya sudah off kemungkinan dia telah mematikan ponselnya. Mereka tertawa terbahak-bahak sambil membayangkan betapa takutnya Putri malam ini.


"Cepat matikan juga ponsel elo, Zain!"


"Baiklah ... semoga dia kapok."


"Dasar bod*oh, mengapa orang kuliah jurusan hukum takut dengan teror ponsel."


"Semoga saja dia tidak menyadari apa yang gue lakukan, Al!"


"Semoga gue tidak bertemu lagi dia seumur hidup."


"Ha ha ha segitunya sih benci?"


BERSAMBUNG


Hai sobat mampir juga yok di novel teman


Rekomen banget lo ... Ini di NT juga lo


__ADS_1


__ADS_2