
Alfian hanya menjawab pertanyaan papinya tentang nama gadis yang ada di dalam hatinya. Dia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan selanjutnya dari ke dua orang tua ataupun Elfa. Alfian beralasan karena setelah datang dari Riyadh belum sempat bertemu lagi.
"Maaf ... Abang akan bercerita dan menjawab semua pertanyaan Papi, Mami dan Elfa setelah Abang pertemu dengan dia."
"Dari kemarin Abang belum menemui dia, Papi kirain Abang langsung tancap gas ke sana?"
"Belum Papi, Abang belum sempat ke sana."
"Apakah Abang tidak kangen?" tanya Mami Mitha.
"Ya kangen Mi."
Alfian termenung sesaat, belum berani bercerita dan tidak akan berbohong kepada orang tuanya. Berencana akan bercerita setelah Julio menemukan gadis itu. Akan bercerita setelah mengetahui bagaimana keadaan statusnya sekarang ini.
"Ya sudah nanti Abang bercerita setelah bertemu dengan dia, kalau perlu Mami ingin berkenalan dengannya."
"Iya Mi ... nanti Abang ajak ke sini."
Pagi ini Alfian di ajak Papi Alfarizi ke kantor yang berada di mall. Berangkat bertiga bersama Mami Mitha dalam satu mobil. Setelah sampai mall Papi Alfarizi dan Alfian langsung menuju kantor sedangkan Mami Mitha ke butik AA.
Mami Mitha berpapasan dengan Desi dan berjalan beriringan menuju butik. Ada seorang wanita seksi berjalan dari arah berlawanan yang berjalan tergesa-gesa dan sambil menunduk melihat ponselnya menyenggol dan menabrak Mami Mitha, "Bruuuk ... maaf Tante saya tidak sengaja!" kata wanita itu sambil tersenyum.
"Kalau jalan lihat depan Nona," kata Desi dengan ketus karena Desi melihat seolah wanita itu dengan sengaja menabrak Mami Mitha.
"Maaf, aku terburu-buru, tunggu dulu bukankah Anda Maminya Alfian?" tanya wanita itu.
"Iya benar, kamu siapa?"
"Aku teman Alfian dari SD sampai SMA, perkenalkan namaku Putri Darmayanti Siregar."
Putri langsung mengulurkan tangannya mencium punggung tangan Mami Mitha kemudian cipika-cipiki sok akrab.
Desi yang tidak suka dengan wanita itu langsung teringat siapa dia sebenarnya. Dia langsung bisa menebak bahwa dia adalah putra dari Rangga Siregar yang dulu pernah menyukai Mami Mitha. Desi langsung berbisik di telinga Mami Mitha, "Dia itu putrinya Rangga Siregar, Bu."
"Iya aku juga menebaknya seperti itu," jawab Mami Mitha juga ikut berbisik.
"Tante apa kabar?" tanya Putri sambil ikut berjalan mengikuti Mami Mitha kearah butik.
"Baik Alhamdulillah, katanya tadi terburu-buru mengapa ikut kami kearah sini?"
"Aku ingin tanya tentang Al, apakah dia sudah pulang ke Indonesia, Tante?"
Desi langsung menyenggol tangan Mami Mitha memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya. Berharap Mami Mitha tidak berbicara jujur tentang Alfian. Desi sudah bisa menebak sifat Putri pasti akan seperti papanya Rangga Siregar.
__ADS_1
Mami Mitha langsung memahami maksud kode dari Desi dan tersenyum sambil mengangguk. Dia bergumam dalam hati berbohong demi kebaikan semoga tidak berdosa, "Abang Al belum pulang, apakah ada perlu dengan dia?"
"Tidak sih Tante, aku hanya kangen saja sudah lama tidak bertemu, salam ya Tante untuk Al."
"Baiklah nanti aku sampaikan."
"Oya Tan, apakah boleh aku minta foto selfi berdua dengan Tante?"
"Tentu saja silahkan."
Putri mengambil beberapa foto selfi bersama Mami Mitha. Desi hanya menunggu dengan tatapan mata yang tidak suka. Pengalaman masa lalu yang di alami sahabat sekaligus atasannya membuat Desi bisa menilai kemungkinan Putri dan papanya hanya sebelas dua belas sifatnya.
"Terima kasih Tante, Putri pamit dulu."
"Sama-sama silahkan Putri."
"Oya Tante, apakah boleh Putri kapan-kapan berkunjung ke butik atau rumah Tante?"
Mami Mitha hanya tersenyum dan me gangguk. Sedangkan Desi langsung bertanya dengan spontan, "Mau ngapain berkunjung?"
"Mau silaturrahmi aja," jawab Putri sambil menatap tajam kearah Desi.
"Baik Putri kami permisi ya." Mami Mitha dan Desi meninggalkan Putri yang masih berdiri terpaku sampai mereka masuk Butik AA.
"Bu, sebaiknya jauhi si Putri itu. Aku lihat mukanya saja sudah bisa menebak jika dia punya maksud tertentu."
"Apa maksudmu, Desi?"
"Kemungkinan dia suka sama Abang Al, hanya dia saja yang di tanyakan."
Mami Mitha mengerutkan keningnya teringat Putri hanya bertanya tentang Alfian saja. Jika dia tidak memiliki maksud tertentu, seharusnya dia bertanya juga Zain dan Julio. Mereka selalu bersama saat SMP dan SMA pasti Putri juga mengenal mereka.
"Kalau dugaan kamu benar, bahaya berarti."
"Iya Bu, jangan biarkan Abang Al berhubungan dengan dia. Aku yang pertama akan menantang jika itu terjadi."
Mami Mitha tertawa lebar mendengar ucapan Desi. Dia selalu menyayangi Alfian seperti putranya sendiri. Tidak mungkin rela jika gadis seperti Putri yang akan mendekati Alfian.
"Tenang saja Desi, Abang Al sudah punya pasangan. Semoga Abang segera berjodoh dengan gadis impiannya."
"Aamiin."
Siang hari sebelum istirahat Mami Mitha menyusul suami dan putranya. Kekhawatiran tentang Putri yang baru saja di temuinya tadi pagi. Masuk kantorpun Mami Mitha harus mengawasi sekitar kantor terlabih dahulu untuk memastikan ada yang mengawasi atau tidak.
__ADS_1
Saat Alfian melihat maminya datang sebelum istirahat langsung bertanya, "Mengapa ke sini, Papi dan Abang mau ke kantor Mami saat istirahat?"
"Mami cepat-cepat ke sini mau tanya sama Abang?"
"Tanya apa Mi?"
"Tadi pagi Mami ketemu Putri Siregar. Apakah Abang pernah ada hubungan spesial dengan dia?"
"Putri Siregar anak dari Rangga Siregar, Mami?" tanya Papi Alfarizi.
"Iya Papi, dia tadi menanyakan Abang. Desi yang marah-marah katanya Putri sifatnya hanya sebelas dua belas dengan papanya."
"Mami jawab apa?" tanya Papi Alfarizi.
"Kalau bisa jangan cerita kalau Abang sudah ada di Indonesia ya Mi!"
"Tadi Mami juga bilang begitu."
"Syukurlah ...!"
"Memang ada apa Bang?" tanya Papi Alfarizi lagi.
"Dari SMP dia suka sama Abang, tetapi Abang tidak suka sama dia. Bahkan saat SMA dia selalu mengejar Abang."
"Jangan sekali-kali Abang dengan anaknya serangga penganggu itu ya, Papi tidak suka!"
"Iya Papi ... Abang juga tidak suka, bahkan Zain cerita kalau Putri sudah bolong dan los dol."
"Ha ha ha Abang bisa aja," jawab Mami Mitha sambil tertawa lebar.
Saat asyik berbincang bertiga, Alfian hendapatkan SS foto melalui pesan WA dari Zain. Zain mengirim story WA milik Putri Siregar. Story itu ada foto Putri bersama Mami Mitha.
Foto Mami Mitha dan Putri tampak akrab bahunya menempel. Tangan Putri melarangkul pundak Mami, dengan tulisan, "Bertemu dengan calon Ibu."
Ada juga tulisan pesan WA dari Zain, "Sejak kapan Putri menjadi calon menantu Mami?, apakah elo sudah bertemu dengan dia?"
"Mami ... apa-apan ini?"
BERSAMBUNG
Jangan lupa mampir shobat, sambil menunggu AST up,
di novel teman yang rekomen banget di NT juga.
__ADS_1