Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Perhiasan Permata


__ADS_3

Hanya dalam waktu tiga jam Julio, Junaidi dan Surya di sibukkan dengan permintaan Abah Asep. Mereka bertiga membagi tugas untuk bia mewujudkan pernikahan resmi dadakan Alfian. Bahkan ke tiganya tidak sempat mendatangi rumah Papi Alfarizi demi mempercepat proses administrasi.


Mereka hanya menggunakan tegnologi sebagai alat komunikasi untuk memperlancar semua urusan. Dari bertemu penghulu, memanggil dekorasi, memanggil MUA artis di kerjakan dengan cepat. Semua berjalan dengan lancar karena menggunakan nama pengusaha terkenal Papi Alfarizi dan dana yang mengucur deras.


Hanya baju pengantin saja yang tidak memesan karena mengambil langsung dari Butik AA. Dan tidak lupa Mami Mitha memanggil keluarga, teman dekat untuk menghadiri acara sakral akad nikah dadakan.


Alfian di sibukkan dengan pemesanan mas kawin yang akan di pakai nanti. Kemarin Julio yang memesannya tetapi sekarang Alfian sendiri yang memesannya. Bahkan dengan waktu yang sempit Alfian datang sendiri untuk barang yang sudah di pesannya.


Mengajak Zain untuk mengambilnya dan mereka bertemu di tempat tujuan yang Alfian tuju, "Hai Bro ...!"


"Hai ... tidak di sangka elo yang pertama menikah diantara kita bertiga, padahal dari dulu elo tidak punya gebetan." Zain merangkul pundak Alfian saat bertemu di parkiran sebuah toko permata.


"Jodoh yang mengatur bukan gue, Bro. Allah memang maha baik, gue bertemu gadis impian dan tidak berniat pacaran kayak elo."


"Jadi tidak pacaran langsung menikah?"


Alfian mengangguk dan berjalan menuju toko emas dan permata milik teman mereka saat SMP. Dulu pernah pacaran dengan Zain istri dari pemilik tokonya. Hanya sayangnya dia tidak pernah ke toko, padahal Zain ingin bertemu dengan mantannya.


Baru saja ingin memasuki pintu masuk Alfian dan Zain melihat pemilik toko yang bernama Eki Sardono sedang berdua dengan Putri Siregar. Mereka sedang duduk di sofa saling berhadapan dan berbincang serius. Jika di lihat sekilas mereka sedang bersitegang dan saling mempertahankan argumennya.


Mereka terlihat gugup saat Alfian dan Zain masuk toko. Apalagi Putri Siregar yang terlihat salah tingkah dan malu-malu. Walaupun berusaha menunjukkan sikap biasa, tetapi sangat terlihat jika mereka terlihat ada sesuatau yang di sembunyikan.


Zain menilai jika ke duanya memiliki hubungan terlarang. Status Eki yang sudah menikah dan Putri Siregar masih sendiri saat berdua dan terlihat akrab, siapapun akan curiga. Apalagi Putri Siregar yang matre dan tipe gadis yang suka berfoya-foya, pasti akan senang jika mempunyai pacar tajir.


"Al ... Zain selamat datang, Apa kabar kalian?" tanya Eki Sardono gugup sampil menyalami Alfian dan Zain bergantian.


"Al ... kamu kapan tiba di Indonesia?" tanya Putri Siregar.

__ADS_1


"Baik ...!" jawab Alfian dan Zain bersamaan.


Putri Siregar menunggu jawaban Alfian sambil melirik Eki Sardono. Seolah hatinya tertuju pada Alfian tetapi pikirannya pada Eki Sardono. Sayangnya Alfian tidak kunjung menjawab pertanyaannya sehingga Putrri Siregar kembali bertanya, "Al, apakah sekarang akan menetap di Indonesia?"


"Belum ada rencana," jawab Alfian singkat.


Setelah melifat Putri Siregar masih bersikap seperti dulu. Dia bersikap seolah Alfian adalah miliknya, Alfian berbisik kepada Zain, "Zain, jangan bilang kalau kita ambil mas kawin ya, bilang saja kita mengambil perhiasan Mami Mitha!"


"Mengapa tidak berterus-terang kalau perhiasan utuk akad nikah?" tanya Zian sambil kembali melirik Purti Siregar.


"Tidak perlu, nanti takutnya dia membuat ulah dan drama."


Zain mengangguk dan teringat saat dulu masih di sekolah. Putri Siregar akan melakukan apapun untuk menggagalkan seorang gadis yang menyukai Alfian. Takut hal itu juga akan dilakukan oleh Putri Seregar saat mengetahui jika Alfian akan menikah.


"Ayo Al, gue antar elo mengambil permata yang elo pesan!" ajak Eki Sardono berjalan menuju etalase toko miliknya.


Putri Siregar bergegas berjalan mengikuti langkah Alfarizi dan berusaha berjalan di sampingnya walau terhalang ada Zain dan Eki diantara Alfian. Putri Siregar berusaha masuk diantara Alfian dan Eki, "Al ... kamu memesan permata buat siapa?"


Alfian tidak menjawab pertanyaan Putri Siregar. Dia tetap melangkah mengikuti langkah panjang Eki dan Zain. Dia juga melirik wajah Eki yang terlhat tidak suka saat Putri Siregar bertanya padanya.


"Al ...?" Kembali Putri Siregar bertanya lagi.


Eki terlihat semakin kesal dan emosi sehingga dia langsung menjawab, "Tidak usah sok tahu dengan pelanggan toko gue. Elo pulang sana!" Eki mengusir Putri Siregar dengan suara jutek.


"Eee ... galak banget sih, yang di tanya aja santai kok."


"Siapa bilang santai, dia saja malas menjawab pertanyaan elo yang sok ingin tahu!" Gantian Zain yang menjawab pertanyaa Putri Siregar.

__ADS_1


Putri Siregar tetap berjalan mengikuti tiga laki-laki gagah yang berjalan dengan langkah panjang. Bahkan dia rela berlari agar bisa sejajar dengan mereka. Padahal dia menggunakan sepatu high heels dan rok panjang.


Setelah sampai etalase mereka berdiri sambil melihat perhiasan yang berjajar di dalam etalase, "Bu ... tolong ambilkan pesanan perhiasan permata satu set atas nama Tuan Alfian Alfarzi Zulkarnain!" perintah Eki kepada salah satu pegawainya.


Pegawai yang di perintah Eki langsung mengambil kotak perhiasan yang berada di laci etalase, "Atas nama Tuan Alfian dengan harga 2,3 M sudah di bayar lunas, ini silahkan, Tuan!"


Mata Putri Siregar langsung terbuka lebar mendengar harga perhiasan yang mimiliki digit nol yang tidak bisa di bayangkan. Saat Alfian membuka kotak untuk mengeceknya, Putri Siregar langsung mendekati Alfian dan melihat perhiasan permata itu dengan cepat, "Waaah cantik sekali, Al. Seperangkat perhiasan permata ini, seandainya itu aku yang pakai pasti aku semakin cantik."


Zain langsung berkomentar sambil tersenyum devil, "Ngarep lo ... jangan menghayal yang tidak mungkin!"


"Jangan syirik Zain, Al pasti setuju, iya kan Al?" tanya Putri Siregar ingin meraih tangan Alfian.


Alfian langsung menepis tangan Putri Siregar dengan cepat. Menarik tisu yang ada di atas etalase dan di usap tangannya bekas sentuhan tangan Putri. Alfian memundurkan badannya menjauhi Putri dan mengantongi perhiasan permata di kantong celananya.


Eki Sardono langsung menarik tangan Putri Siregar membawanya menjauhi Alfian dan Zain. Matanya memancarkan amarah dan rasa cemburu yang amat sangat. Putri Siregar berjalan mengikuti Eki Sardono sambil memandangi Alfian dengan sendu.


"Bro, ayo kita tinggalkan tempat ini. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri!" ajak Zain.


"Zain ... apakah kemungkinan Eki selingkuh dengan Putri ya?"


"Sepertinya seperti itu, ayo kita pulang!"


"Eki ... gua cabut dulu ya!" teriak Alfian sambil berjalan keluar toko diikuti oleh Zain.


"Ya Bro ... terima kasih!" Eki juga berteriak sambil masih berjalan menarik tangan Putri Siregar.


Alfian dan Zain bergegas berjalan menuju parkiran. Waktu akad nikah kurang dari satu jam lagi. Dia harus bergegas pulang agar tidak terlambat sampai rumah.

__ADS_1


Sayangnya tanpa diduga Putri Siregar menyusul mereka berlari menuju parkiran sambil berteriak, "Al ... tunggu aku ikut kamu ya, aku ingin bertemu dengan Ibu Mitha!"


__ADS_2