
Pintu diketuk semakin kencang selama beberapa saat. Dengan kesal Zain turun dari tempat tidur. Untung baju masih terpasang sempurna, hanya kancing baju saja yang terbuka.
Saat Zain berjalan dan membuka pintu, bersamaan Atha duduk mengancingkan baju dengan cepat. Pintu terbuka setelah Atha terlihat rapi seperti semua.
"Maaf saya mengganggu, Tuan." Seorang pramugari cantik berdiri di depan pintu.
"Ada apa mengganggu saja?" tanya Zain dengan suara jutek.
"Cuaca sedang tidak bersahabat, Tuan. Anda di minta untuk berkumpul dan memasang sabuk pengaman. Demi keselamatan seluruh penumpang dan kru."
"Baiklah ..."
Zain berbalik badan mendekati istrinya, "Darling ...?" Zain cemberut memanggil dengan suara manja.
"Sabar ya, Bang. Masih banyak waktu untuk kita berdua."
"Abang sudah tidak sabar lagi, Darling. Atha belum sempat kenalan dengan kujang milik Abang, 'kan?"
Atha mengerutkan keningnya, tidak memahami apa maksud perkataan suaminya. Dia menjadi termenung dan melamun mengulang berkali-kali dalam hati. Tetap tidak mengerti maksud dari perkataan Zain.
"Atha tidak mengerti, apa maksud, Abang. Ayo kita keluar dulu!"
Dokter Atha menarik tangan Zain mengajak keluar dari kamar. Zain tersenyum devil, dengan usil mengarahkan tangannya pada senjata kujangnya, "Ini namanya kujang, Darling."
"Auuw ... Abang!" teriak Atha menarik tangannya dengan cepat.
Zain tergelak melihat istrinya kaget dan gugup. Otaknya mulai mesum gara-gara gagal beraksi. Dia berjalan mengikuti Atha yang berjalan cepat dengan wajah yang memerah.
"Darling, jangan cepat-cepat jalannya!"
"Ayo sepat, Bang coba rasakan goncangan pesawat semakin terasa!"
"Tidak terasa, Daring. Lebih terasa goncangan kujang Abang, kalau tidak percaya ayo dipraktekkan segera!"
Atha mencupit pinggang Zain dengan keras karena gemas. Otaknya semakin ngeres dan mesum, "Auw ... Ampun Darling sakit!" teriak Zain mengusap pinggangnya dengan cepat.
Zain dan Atha duduk bersama seluruh kru dan saudara Atha yang tinggal di Australia. Wajah mereka tampak tegang dengan adanya goncangan demi goncangan yang terjadi.
__ADS_1
Sambil memasang sabuk pengaman dengan sempurna. Zain memeluk Atha dengan erat. Sesekali dia menciumi keningnya agar tidak telalu takut atau khawatir.
Cuaca sebagai kondisi alam yang mudah berubah adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran dan keamanan selama penerbangan. Cuaca adalah faktor alam yang tidak dapat dikontrol oleh manusia.
Hujan disertai petir yang dilewati pesawat saat ini. Menghadapi cuaca yang sangat ekstrim dan berbahaya. Seluruh kru dan penumpang hanya bisa berdoa sambil berpegangan dan berpelukan.
Sebagaian penumpang tidak menyadari beragam persiapan ekstra harus dilakukan oleh kru dan pilot. Pilot saat ini sedang mempersiapkan penerbangan yang akan dilakukan dalam cuaca buruk. Pilot harus bisa menghindari awan-awan kumulonimbus.
Suara co pilot sedang mengumumkan jika goncangan yang terjadi karena pesawat sedang menghindari awan kumulonimbus. Saran dari penerbangan internasional merekomendasikan pesawat setidaknya harus berada pada jarak 20 mil laut dari awan kumulunimbus.
Ada dua bahaya yang mengintai ketika pesawat terbang terlalu dekat dengan awan kumulunimbus. Yang pertama adalah adanya efek pergeseran udara. Pengerasan ke atas dan kebawah dengan dorongan yang kuat yang dapat merusak sayap dan mesin pesawat.
Efek pengerasan ini menyebabkan ketidakseimbangan yang dinamakan ketidakseimbangan Kelvin-Helmholtz. Hal ini dapat menyebabkan pusaran udara ekstrim yang bisa menghancurkan pesawat.
Bahaya kedua adalah adanya hisapan kuat ke atas dan tersedot masuk ke dalam inti supercell kumulunimbus. Akibatnya dapat mengacaukan orientasi serta referensi visual dan arah. Hisapan kuat awan kumulunimbus dapat juga merusak sayap pesawat.
Hampir setengah jam cuaca buruk dilewati. Hujan mulai mereda setelah pesawat memasuki wilayah Australia. Ada suara co pilot yang mengabarkan jika cuaca sudah membaik dan seperti sedia kala.
Rasa lega di rasakan oleh seluruh penumpang dan kru pesawat. Terutama Zain dan Atha yang terus berpelukan sampai cuaca membaik. Tetap berpelukan saat mendengaar perintah dari co pilot lagi.
Perintah agar penumpang dan kru tidak meninggalkan tempat duduk. Tetap harus memakai sabuk pengaman. Sampai pesawat mendarat di Bandara Internasional Kingsford Smith Sydney Australia.
Pengantin langsung berganti baju dan di make-up rias pengantin modern. Harus menerima tamu dan ucapan selamat dari tamu. Kado dan Hadiah mengalir deras tanpa di duga. Undangan terus datang silih berganti sampai pukul delapan malam.
Rasa lelah dan kesal sesaat ada dalam hati Zain. Saat melihat istrinya tertawa bahagia. Lelah dan kesal itu hilang seketika menjadi kebahagian yang sempurna.
Cara Atha memandang Zain dengan penuh cinta. Cara Atha memperkenalkan pasangan hidup kepada sahabatnya. Sangat membuat Zain seperti laki-laki yang paling beruntung di dunia.
Menerima tamu hampir empat jam lamanya tanpa jeda. Atha selalu menggandeng suaminya tanpa di lepas sedikitpun. Seolah tidak rela sahabat dan para tamu undaangan akan menggodanya.
Sekarang ini sudah pukul delapan malam. Hanya tinggal keluarga besar yang sedang makan malam bersama sambil berbincang dan berkenalan dengan pengantin pria. Mereka berbincang bertanya dan bercanda di ruang makan.
Atha yang sering menjawab pertanyaan dari keluarga besar. Walau mereka mengerti bahasa Indonesia. Sebagian dari mereka selalu menggunakan bahasa Inggris.
Zain sebenarnya juga pandai berbahasa Inggris. Dia lebih memilih tersenyum dan mengangguk saat di tanya. Menahan rasa karena tertunda di pesawat tadi yang membuat Zain tidak berkonsentrasi.
Bayangan saat sudah setengah jalan memadu kasih selalu terbayang di angan. Senjata Kujangnya selalu terbangun dan terbangun lagi. Mencobaa untuk diajak santai dan menahan diri tetapi kujang tidak mau mengerti.
__ADS_1
Atha masih betah bercerita kepada keluarga di Australia tentang keluarga yang di Jakarta. Kasih sayang Papi Alfarizi, cinta Mami Mitha. Cinta yang di tunjukkan Alfian, Elfa dan Rania.
Otak Zain semakin lama semakin tidak bisa di kendalikan. Zain yang duduk di samping Atha, awalnya hanya memeluk pinggang. Terkadang mengusap pinggang atau perutnya.
Atha hanya tersenyum memandang Zain dengan penuh cinta saat tangan Zain mengelus perutnya. Atha bercerita lagi sambil bercanda dengan keluarga. Tangan Zain berpindah di pinggang sebelah bawah.
Cerita mereka seolah tak berujung, sedangkan otak Zain semakin mentok tak tersalurkan. Tangan Zain berpindah di kaki bagian atas lutut. Dielusnya naik turun tanpa henti. Saat Atha memandang Zain, dia hanya tersenyum devil.
Atha dan keluarganya kembali bercerita, Zain juga kembali bergerilya. Tangan yang awalnya hanya mengusap kaki yang diatas lutut kini tangannya berhenti di tengah diantara dua kaki.
Atha memindahkan tangan Zain perlahan, "Abang ...!"
"Yes, Daring." Zain pura-pura mengambil minum dan menegukknya.
Kembali Atha dan keluargaa melanjutkan ceritanya. Zain mulai putus asa dan dengan sengaja menarik tangan Atha yang di bawah meja untuk dipegangkan pada senjata kujang yang mulai mengeras, "Auw kujang Abang ...!"
BERSAMBUNG
Ayo mampir di Novel temen author
ini rekomen banget lo sambil menunggu AST up lagi
ingat di Novel toon juga
Menjadi Madu Sahabatku
Author: Ayu Andila
Dia tidak menyangka kalau akan menjadi pemeran antagonis dalam kehidupan sahabatnya.
Viola Rinjani, seorang gadis muda berusia 23 tahun harus terpaksa menikah dengan seorang pria yang merupakan suami dari sahabatnya sendiri.
Awalnya, Viola menolak tawaran pernikahan itu. Namun, keadaan yang terus memburuk terasa mencekik leher Viola hingga membuatnya harus mengambil keputusan untuk menjadi istri kedua.
Biduk rumah tangga pun dimulai, akankah Viola berhasil melewatinya ?
__ADS_1
Atau terpuruk dengan segala siksaan dan hinaan yang dilayangkan oleh semua orang ?