Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Klik dengan Bintang


__ADS_3

Musim hujan telah tiba, Rania hobinya bermain hujan saat umur kandungnya memasuki bulan terakhir. Sekitar tiga atau empat minggu lagi dijadwalkan akan melahirkan.


Pagi ini Rania berjalan-jalan di depan rumahnya sendirian. Tanpa alas kaki hanya mondar-mandir tidak kurang dari lima meter dari rumahnya. Tiba-tiba gerimis turun perlahan membuat hati Rania sangat bahagia.


Rania berputar-putar sambil merentangkan tangan dan mendongakkan wajahnya. Tawa yang ceria tanpa beban siapa saja yang melihat pasti bahagia. Perut Rania yang membuncit terkadang susah menyeimbangkan tubuhnya.


Rania oleng karena terlalu lama berputar, "Eee ... aduh!"


Ada gadis yang sedang berolahraga di dalam halaman rumah. Yang dari tadi memperhatikan Rania yang ceria. Awalnya gadis itu tersenyum sendiri melihat tingkah Rania.


Saat Rania oleng dengan spontan gadis itu melompat pagar rumahnya sendiri yang tidak terlalu tinggi, "hug ... hap, hati-hati Teteh!" teriaknya sambil menangkap tubuh Rania yang hampir terjatuh.


"Ha ha ha terima kasih, terkadang suka tidak sadar diri kalau perut sudah membuncit." Rania tetap ceria walaupun hampir terjatuh.


Bersamaan saat gadis itu menangkap Rania, datang Julio dengan motor gedenya menyaksikan peristiwa itu. Julio langsung memarkirkan motor gedenya dan mendekati mereka, "Teteh ... Anda tidak apa-apa?"


"Iya tidak apa-apa, untung ada dia yang membantu,"Jawab Rania.


Julio yang pertama kali mengulurkan tangannya berkenalan dengan gadis yang telah menolong Rania, "Terima kasih telah menolong Teteh Rani, perkenalkan aku Julio."


"Sama-sama Aa ... namaku Bintang."


"Bintang hebat banget bisa melompati pagar sekali langkah?" tanya Rania.


"Bintang anggota Parkour, Teteh."


"Ooo pantesan." Rania membulatkan bibirnya.


Rania melihat gerak-gerik Julio yang mulai kesengsem dengan wajah manis Bintang. Terus saja Dia bertanya dan berbincang banyak hal. Rania seolah hanya menjadi nyamuk pengganggu bagi mereka berdua.


Hujan juga mulai deras sehingga Rania ingin pulang, "Asisten Jul, Teteh sudah capek mau pulang duluan!"


"Oya Teteh, nanti Jul menyusul sebentar lagi."


"Bintang ... Teteh pulang dulu terima kasih sudah membantu."


"Iya Teteh sama-sama."


Hampir satu jam Julio berbincang di depan rumah Bintang. Untung sekarang hari Minggu sehingga Julio tidak terlalu terikat dengan jadwal kerja yang padat. Datang ke rumah Alfian karena empat sahabat akan berkumpul seperti biasa.


Zain lewat menggunakan mobilnya melihat motor Julio yang terparkir di kiri jalan. Tidak menemukan sosok pemilik motor gedenya. Sampai dia berdiri berbincang dengan seorang wanita yang menggunakan baju olahraga.


"Hai pengemis cinta ...!" teriak Zain.

__ADS_1


Julio langsung menengok arah Zain yang sedang menyetir dan melambaikan tangan, "Kenapa Bro, apakah pakar cinta sedang terluka?"


Zain hanya melambaikan tangan tanpa menjawab pertanyaan Julio. Dia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum devil. Langsung melajukan mobilnya yang sebentar lagi tiba di rumah Alfian


Hanya berselang lima menit Eki Darsono melewati Julio yang masih asyik berbincang dengan Bintang. Eki langsung berteriak, "Bro ... jangan di pinggir jalan merayunya. langsung masuk untuk melamar!"


"Aaaais ... Brisik lo!" teriak Julio.


Julio sudah mendapatkan data lengkap Bintang. Dari nama kegiatan keseharian sampai nomor ponsel. Dia bergegas melanjutkan perjalanan menuju rumah Alfian.


Yang sangat bahagia saat masuk halaman rumah Alfian adalah Zain. Ada mobil Dokter Atha terparkir di samping mobil milik Abi Ali, "Ini namanya rezeki nomplok berkunjung ke rumah adiknya sekaligus ngapelin kakaknya." monolog Zain sambil tersenyum dan membuka mobil setelah parkir di belakang mobil milik Dokter Atha.


Zain masuk rumah sudah ada Alfian yang sedang bercanda dengan Rania di depan ruang keluarga. Tidak menemukan sosok pemilik hati di sana, "Bro ... di mana Kakak elu?"


"Ngapain cari Kak Atha?" tanya Alfian jutek.


"Galak banget sih, itu ada mobilnya diluar."


"Kak Atha sedang shoping sama Mami dan Oma." Rania yang menjawab pertanyaan Zain.


"Teh Rani kok tidak ikut?"


"Tidak, Rani tidak kuat kalau mengikuti shoping mereka."


"Waaah yang baru dapat gebetan baru," celetuk Zain sambil duduk di samping Alfian.


"Julio untung hari ini, karena Rani dia yang untung," cerita Alfian.


Julio langsung bercerita tentang gadis tetangga yang bernama Bintang. Dia baru saja lulus kuliah sarjana pendidikan. Sedang mengajar di Sekolah Dasar swasta yang ada di Bogor.


Dari kuliah ikut organisasi Parkour sebagai kegiatan tambahkan. Hobi olahraga dan membaca. Tinggal bersama kedua orang tua dan satu adik laki-laki.


"Elu baru kenal, apakah langsung kesengsem begitu, Jul?" tanya Alfian.


"Iya Bang, rasanya langsung klik sama dia, gue ingin seperti Abang aja, tidak mau jadi penjaja cinta dulu. Gua mau langsung kawin."


"Gile lu, itu lebih kejam dari penjaja cinta kalau maunya hanya kawin!" teriak Eki Darsono.


"Menikah maksudnya, Bro. tidak ingin jadi penjaja cinta."


"Elu nyindir gue?" Zain melempar bantal kursi kepada Julio.


"Syukur deeeh kalau elu tersindir."Julio semakin mengejek Zain.

__ADS_1


"Penjaja cinta yang terkena karma, ha ha ha." Alfian menyahut ejekan Julio.


"Jangan bilang elu belum bisa menakhlukkan hati Kakaknya Al, Bro?" tanya Eki Darsono dengan tersenyum devil.


Zain hanya nyengir kuda, kenyataannya memang benar. Sudah berusaha dengan berbagai cara sekarang ini status dengan Dokter Atha hanya sekedar teman tapi mesra.


"Tenang aja gue masih tetap berjuang dan pantang menyerah." Semangat Zain dengan mengepalkan tangan.


"Sampai kapan?" tanya Julio.


"Sampai tumbuh uban kali," celetuk Eki Darsono.


"Gue harus yakin kalau gue ini jodoh yang dikirim dari langit untuk dia," jawab Zain dengan penuh keyakinan.


Alfian langsung tertawa teringat jodoh dari langit. Teringat saat kakaknya mengatakan jodoh dari langit adalah Sun Go Kong. Tetapi sebutan itu Zain tidak mengetahuinya.


Alfian bercerita jika Babe yang sudah hampir dua bulan sering berkunjung ke rumah sakit. Dia berkunjung hanya untuk sekedar melihat dari jauh Dokter Atha. Walaupun Babe sepertinya sadar diri dan tidak mungkin mendekati.


Zain tidak bertindak atas aksi Babe karena saran Alfian. Agar Zain mendapatkan nilai plus dari Dokter Atha atas kesabaran dan tidak cemburu berlebihan. Padahal amarah sudah di ubun-ubun setiap melihat Babe ada di sekitar rumah sakit.


"Kok gue kagak yakin ya kalau elu jodoh yang di kirim dari langit untuk kakaknya Al?" tanya Eki Darsono


"Apa alasannya? padahal gue yakin banget." Zain membela diri.


"pikir aja sendiri, sudah berapa lama elu mengejar dia, tetapi belum berhasil?" tanya Eki Darsono lagi.


"Belum ada satu tahun, Bro. Gue tetap yakin dia adalah jodoh gue yang dikirim dari ...!"


Zain tidak melanjutkan ucapannya karena orang yang di bicarakan datang masuk rumah bersama Umi Anna dan Mami Mitha, "Siapa jodoh Kamu, Zain?" tanya Mami Mitha.


BERSAMBUNG


Yok mampir Shobat jangan lupa ini rekomen banget lo



Marriage With(Out) Love


Author: MinNami


Elnara wanita cantik yang begitu pandai hingga dikagumi oleh banyak orang terutama kaum Adam. Sayangnya, kecantikan dan kepintaran Elnara tidak bisa menaklukan hati Zayan. Segala cara Elnara lakukan demi bisa menikah dengan Zayan, termasuk menggunakan kekuasaan keluarganya agar Zayan mau menikah dengannya.


Mampukan Elnara menaklukan hati Zayan? Atau justru Elnara memilih menyerah dan membebaskan Zayan dari belenggu pernikahan tanpa cinta?

__ADS_1


__ADS_2