
Keesokkan harinya pukul sembilan pagi Alfarizi membangunkan Neng berkali-kali tetapi enggan untuk bangun. Setelah makan romantis tadi malam Alfarizi selalu mengajak bergoyang karena senjata onta arabnya selalu on sampai menjelang pagi. Sampai Alfarizi selesai mandi dan berganti baju Neng tetap masih memejamkan matanya dan tertidur pulas tanpa mengenakan sehelai benangpun di badaannya hanya berselimutkan tebal menutupi tubuhnya.
"Honey, ayo bangun sudah siang ini!"
"Aeeh jam berapa sih Pi, Mami masih ngantuk?"
"Sudah jam sembilan, jadi jalan lagi tidak sih?'
"Boleh tidur setengah jam lagi tidak?"
Alfarizi menggelengkan kepalanya sambil mengambil baju tidur Neng dan perlengkapan lainnya yang masih berserakan di lantai akibat ulahnya sendiri tadi malam. Dengan tersenyum devil memiliki ide agar istrinya cepat bangun setelah meletakkan baju tidur itu di samping kaki Neng. Tangan Alfarizi menyusup ke balik selimut lewat kaki Neng yang di tekuk karena tidur miring membelakangi dirinya.
"Kalau tidak bangun sekarang Papi mau minta goyang saja, mumpung Papi selesai mandi dan belum memakai baju!" bisik Alfarizi di telinga Neng dan tangannya sudah di area intimnya.
"No Papi ... iya Mami bangun sekarang," jawab Neng sambil menendang tangan Alfarizi tanpa sengaja karena ingin duduk dengan cepat.
"Auw ... sakit Mami, pagi-pagi sudah mengeluarkan senjata maut aja sih!" teriak Alfarizi sambil mengibaskan tangannya.
"Maaf Pi, sakit ya tidak sengaja, maaf." Spontan Neng meraih tangan Alfarizi dan tanpa sadar selimut terjatuh dari tempat tidur membuat Alfarizi tersenyum mengembang melihat tubuh Neng yang polos.
"Mami sengaja memancing dan mengajak senjata onta arab bergoyang lagi ya?'
"Enak aja tidak Papi, awas mau mandi di larang ngiler sekarang ini Papi hanya boleh melihat di larang merabanya!" Tanpa malu Neng berlari ke kamar mandi dalam keadaan polos diikuti tawa Alfarizi sambil menggelengkan kepalanya.
Alfarizi kali ini yang mempersiapkan baju untuk istrinya, demi menciptakan keromantisan Alfarizi tidak keberatan melakukan hal ini. Tidak harus melulu dilayani ada kalanya bergantian melayani akan membuat semakin terjalin hubungan yang kuat. Neng keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang dililitkan di badan dan handuk kecil menutupi rambutnya yang basah.
__ADS_1
"Ini bajunya Honey, sudah Papi persiapkan, sini Papi bantu!"
"Mengapa Papi yang menyiapkan, Mami bisa sendiri jadi tidak enak?"
"Tidak apa-apa Honey, tidak harus dilayani, kan? Boleh dong sekali-kali Papi memanjakan istri tercinta."
"Oooo cakep deh kalau gitu, terima kasih."
Alfarizi membantu mengeringkan rambut Neng menggunakan handuk kecil setelah Neng memakai baju couple yang sudah di persiapkan oleh suaminya. Memakai make-up mempersiapkan tas dan sepatu setelah itu keluar dari kamar untuk sarapan yang ada di lantai satu hotel.
Selesai sarapan Alfarizi dan Neng berwisata ke Istana Versailles. Istana ini merupakan destinasi wisata di Prancis yang bernuansa sejarah dengan rekam jejak sejarah kerajaan. Terdapat banyak peninggalan monarki yang dapat dilihat dalam istana itu yang membuat Neng sangat terkagum-kagum.
Istana yang di sebut juga Château de Versailles yang awalnya Versailles merupakan pedesaan di daerah Place d’Armes dan kini Versailles adalah suburban Paris sangat membuat Neng terpana karena keindahan bangunan yang terlihat kokoh dan megah. Istana yang termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1979 berada di daerah suburban dari kota Paris dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Neng memandangi kemegahan arsitektur dan juga suasana khas kerajaan yang sangat memukau.
Sampai pukul dua siang Alfarizi mengajak Neng keluar dari lingkungan istana untuk makan siang. Hunting makanan yang berlebel halal di sana tidak terlalu sulit apalagi restoran timur tengah atau pakistan, ada juga masakan Asia termasuk nasi padang juga tersedia, "Makan apa siang ini, Honey?"
"Ada, sebentar kita minta rekomendasi dari sopir yang mengantar kita saja, Ok!"
"Iya Pi."
Alfarizi meminta sopir yang menjadi tuor guide rekomondasi dari hotel tempat dia menginap. Sopir itu mengantar mereka di restoran milik warga Paris keturunan Pakistan yang menjual hidangan khas Paris tetapi dengan lebel halal. Sampai di restoran Neng memesan hidangan dua porsi soup hangat khas Paris yang bernama Soupe a l'oignon.
Hidangan Soupe a l'oignon terbuat dari rebusan kuah kaldu sapi kental yang dicampur dengan potongan bawang putih. Dipresentasikan dengan suwiran daging ayam dan keju parut sebagai penambah cita rasa. Bila dilihat dari kualitas dan nilai gizi, makanan tersebut berhak menyandang gelar sebagai kuliner terenak di dunia. Dimakan menggunakan roti panggang yang garing dan renyah.
Alfarizi memesan hidangan khas Perancis yang bernama Confit de Canard. Bahan utamanya adalah daging bebek yang dimatangkan selama 36 jam. Untuk memperkaya rasa diberi campuran bawang putih, garam dan thyme yang dimarinasi selama 24 jam lebih supaya aromanya bisa terserap. Kemudian daging bebek bisa digoreng atau dipanggang sebelum dihidangkan bersama kentang dan bawang putih.
__ADS_1
Neng memilih makanan penutup yang bernama Clafoutis. Hidangan ini adalah makanan penutup yang terbuat dari buah yang dilapisi dengan adonan dari telur, gula, susu, dan tepung. Hidangan yang secara tradisional diberi hiasan ceri hitam. Clafoutis biasanya disajikan hangat, ditaburi dengan gula bubuk atau sesendok krim di sampingnya.
"Bagaimana Honey apakah masih ada yang mau di pesan lagi?" tanya Alfarizi setelah selesai menikmati hidangan makan siangnya.
"Tidak Papi sudah kenyang, terima kasih."
"Ini tidak ada nasinya lo, biasanya tidak kenyak kalau tidak makan nasi kebiasaan kata orang Indonesia."
"Mami kenyang kok, ada roti kering dan kentang yang menjadi karbo pengganti nasi."
Setelah menikmati makan siang Alfarizi mengajak ke fashion week yang menjadi trend mode dunia yang sering di kunjungi para desainer muda untuk belajar atau melihat pertunjukan di sana. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi Neng bisa duduk di sana bisa melihat show para desainer dunia. Ini menjadi pengalaman Neng yang sangat berharga karena bisa mempelajari dan meliahat pergelaran fashion show terbesar di dunia.
Pada malam harinya Alfarizi mengajak Neng mengunjungi tempat wisata di Paris yang romantis terutama saat malam hari, sambil hunting kuliner khas yaitu di Montparnasse Tower, atau disebut juga Maine Montparnasse. Maine Tower adalah gedung perkantoran yang memiliki ketinggian 210 meter, dan 59 lantai. Dan dulu pernah dinobatkan sebagai gedung tertinggi di Eropa, sebelum hadir bangunan lain yang lebih tinggi.
Meskipun kawasan perkantoran, namun sebagian lantainya dijadikan sebagai tempat wisata yang populer di Paris, khususnya area restoran, dan spot untuk menikmati keindahan Kota Paris dari ketinggian. Salah satu lantai yang dibuka untuk umum adalah lantai yang paling atas. Suasana saat malam hari akan terlihat lebih indah, dan romantis. Berpadu dengan gemerlap lampu malam kota Paris, serta view Menara Eiffel yang saling berhadap-hadapan dengan Montparnasse Tower, Paris Perancis.
"Waaah cantik sekali pemandangananya ya Pi?"
"Ya Honey, secantik wanita yang ada di samping Papi, I love you."
"I love you too."
ayo mampir jangan lupa ya
__ADS_1
trims, I love you all