Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Berbeda


__ADS_3

Al sama sekali tidak mengenali wajah cantik dan anggun wanita dewasa yang sedang dicium pipinya oleh anak laki-laki yang mirip dengannya. penampilannya 360 derajat dari Neng yang pernah Neng kenal dulu. Sampai Al membesarkan foto profil itu untuk melihat lebih teliti.


"Berbeda sekali Surya, coba kamu lihat foto istriiku saat dia lulus SMK!" Al menunjukkan foto walpaper dari ponselnya yaitu Neng saat di wisuda menggunakan baju toga.


Berdua memperhatikan dua foto itu sampai keduanya menyipitkan matanya. Neng yang lugu tanpa make-up dan Neng yang terlihat cantik, anggun dan glamuor sangatlah berbeda. Saat di perhatikan dengan teliti hanya senyumnya yang terlihat sama.


"Iya Tuan, aku juga bingung, tetapi jika di perhatikan senyumnya terlihat sama, coba Anda perhatikan bibirnya Tuan!"


Al kembali memperhatikan lekat-lekat foto profil itu dengan teliti. Hanya senyumnya saja yang terlihat sama. Dadanya langsung berdegup kencang setalah berkali-kali memandang bibir yang terlihat merah dan ranum. Otak Al langsung trafeling membayangkan sedang berdua dengan Neng di kamar yang berada di villa.


Lamunan Al langsung buyar setelah mendengar ada beberapa orang security yang berteriak jika mall sebentar lagi akan di tutup. Melihat security melewatinya Al teringat dengan Junaidi dan istrinya Lilis. Mungkin bisa minta bantuan pasangan suami istri itu untuk mengenalinya.


Pagi harinya, Surya, Junaidi dan Lilis sedang melakukan meeting dadakan di sebuah kafe yang berada di samping mall. mereka bertiga adalah orang yang di percaya Al untuk pembelian mall yang sedang menjadi rebutan gono-gini oleh memiliknya. Dan menganalisa tentang siapa sebenarnya owner Butik AA.


Ada perdebatan antara Junaidi dan Lilis tentang foto profil milik ower Butik AA. "Bukan Nona ini, ini orangnya modern, dan cantik sakali." kata Junaidi sambil membesarkan foto profil Butik AA.


"Ini Neng Aa, coba lihat senyumnya!" Lilis tetap ngotot dengan pendiriannya.


"Sayangku, cintaku, lihatlah wajahnya terlihat cetar membahana, Nona itu orangnya anggun, sederhana tidak memakai make-up sama sekali!" Junaidi masih dalam pendirianya.


"Iiih Aa kalau di bilangin malah ngebodor wae, jangan atuuh, cetar membahana itu mah jargon artis."


"Tetap beda Lis, lihat aja bulu matanya, lentik pisan begitu, yang aku tahu Nona bulu matanya tebal tetapi tidak terlihat lentik!"

__ADS_1


"Tahu aah, terserah Aa aja, aku mau langsung menemui dia." Lilis kesal ingin berdiri menemui Neng di Butik yang di sebutkan oleh Surya.


"Tidak usah, Teteh; owner butiknya sedang pulang kampung."


"Dia sedang berada di rumah Ayah Asep kah?" tanya Lilis penasaran.


Surya menceritakan kepada mereka berdua tentang keterangan yang berbeda antara Neng yang dulu tinggal di Jawa Barat dan Bu Mitha yang sekarang ini memiliki Butik AA. Dia juga bercerita jika Tuan Al juga ragu dan belum bisa membedakan antara Neng dan Bu Mitha. Surya juga menceritakan tentang keyakinan Umi Anna tentang anak laki-laki yang sama persis dengan Tuan Al saat masih kecil.


Umi Anna dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Selama itu juga Al hanya bekerja melalui online dari ruang rawat inap Umi Anna. Yang mendesak di kerjakan oleh Surya dengan cekatan. Mall yang targetnya untuk di beli juga sudah hampir 90 % selesai tinggal tandatangan surat jual belinya saja.


Hampir empat hari berlalu Al baru ingat dengan teman SMP yang tinggal di Bekasi dan bekerja di rumah sakit di mana Umi Anna dirawat. Al akhirnya mengirim pesan WA saja karena ini sudah hampir senja. Di samping takut menganggu quality time dengan keluarga, juga tidak ingin meenggangu waktu istirahatnya.


"Bro, aku ada di rumah sakit di mana kamu kerja sudah hampir empat hari yang lalu, maaf belum sempat mampir bertemu keluargamu." Tulis Al dalam pesannya.


"Selamat malam Dok, apakah sekarang visit Dokter di ganti malm hari?" tanya Umi Anna heran.


"Selamat malam Bu, saya bukan mau memeriksa Ibu, tetapi saya ingin bertemu dengan Alfarizi," kata Dokter Harry.


Yang awalnya Al sedang konsentrasi melihat laptopnya. Dia langsung menengok dan melihat kearah dokter yang datang sendirian tanpa didampingi suster. "Hai Bro, aku kira kamu sudah pulang bersama keluarga."


"Hai juga, kebetulan aku shift sore jadi saat dapat pesanmu aku langsung ke sini."


"Oya Bro, perkenalkan Umiku yang dirawat disini."

__ADS_1


"Umi, kenalkan aku Harry teman Al saat SMP."


"Apa kabar Nak, kamu tinggal di mana?"


"Baik Umi, aku tinggal di komplek perumahan yang tidak jauh dari rumah sakit sini."


"Baiklah silahkan kalian lanjutkan ngobrolnya."


Mereka berbincang di sana tidak lama, karena Dokter Harry masih bekerja. Al meminta tolong kepada Harry untuk mencarikan rumah tinggal yang nyaman dan aman. Al mulai berencana ingin mulai tinggal di Bekasi agar lebih mudah untuk mencari informasi tentang Neng dan putranya.


Setelah lima hari di rawat di rumah sakit, Umi Anna diperbolehkan pulang. Dua hari setelah itu terpaksa Umi Anna dan Isya harus kembali ke Riyadh karena ada keluarga yang sedang sakit. Umi Anna hanya berpesan akan selalu mengabari perkembangan tentang Neng ataupun Sinta.


Waktu berjalan dengan lambat bagi Al menunggu satu Minggu lagi sampai owner dari Butik AA datang dari kampung. Al seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta. Sering mengawasi Butik AA dari kejauhan hanya ingin melihat sosok yang dirindukan datang. Padahal dia tahu bahwa rencana yang disebut Bu Mitha akan datang satu Minggu lagi tetapi hatinya tidak bisa menerima, terus saja dia mengawasi butik itu.


Lima hari sebelum kedatangan owner Butik AA datang, mall sudah resmi milik Alfarizi Zulkarnain. Banyak sekali yang dibenahi tentang mall itu, dari karyawan, menagement, peraturan dan gaji. Al merenovasi kantor yang akan di tempatinya dengan teliti terutama ruang pribadinya, bagian depan seperti kantor direktur seperti umumnya tetapi di bagian belekang ada kamar pribadinya yang di rancang persis kamar yang ada di villa.


Pagi ini jam sembilan Al mulai bisa memeriksa seluruh data dari seluruh pemilik toko dan owner yang ada di mall. Al hanya fokus pasa biodata dari owner Butik Aa saja. Senyum Al mengembang setelah membaca dari biodata itu, disana disebutkan nama Paramitha, suami Alfarizi, dan memiliki satu putra bernama Alfian Alfarizi serta ibu kandung bukan nama Ibu Ani seperti cerita dari Desi asistennya.


Senyum Al semakin mengembang setelah membaca ada nomor kontak yaang bisa di hubungi. Yang pertama di lakukan disimpan di ponselnya dengan tulisan "Istriku". Dan Al langsung menghubungi nomor kontak itu tanpa menunggu lama, setelah terhubung. "Halo, bisa bicara dengan Ibu Mitha?"


"... !"


Promo novel milik teman jangan lupa mampir yo

__ADS_1



__ADS_2