
Hari Senin pagi ini Neng membuat sarapan roti bakar, susu coklat hangat dan sandwich saos srowberry. Sarapan bertiga saja karena Ibu Ani masih berada di kampung. Kebahagiaan di hati Alfian semakin hari sempurna karena selalu di temani papinya.
Selesai sarapan Alfarizi mengantar sekolah Alfian setelah tadi malam pulang dari kampung menginap dan tidur di kamar Alfian. Duo Al langsung berpamitan pada Neng, "Mami, Al sekolah dulu, bye Mami I love you." pamit Alfian.
"Ya Nak, belajar yang rajin ya!"
"Berangkat juga ya, Neng Geulis; untuk hari ini jangan keluar rumah dulu, kita temui Rangga Siregar berdua, tunggu Surya memberikan kabar di mana posisi si Serangga itu berada, ok!"
"Ya hati-hati!" jawab Neng sambil menahan tawa dan meliriknya.
Mulut Alfarizi bergerak tetapi tidak bersuara, "I love you." Neng langsung mengalihkan pandangannya kearah lain diikuti Alfarizi yang tersenyum manis.
Alfian langsung ke kantor yang berada di mall setelah dari sekolah Alfian menemui Surya yang sudah menunggunya dari pagi, "Apa kabar Tuan, apakah misi Anda sukses?"
"Ya sangat sukses, walaupun aku hanya sekali menggenggam tangannya, aku sudah bisa membuat dia nyaman bersamaku."
"Maksudnya Anda sudah mengatakan cinta pada Bu Mitha?"
"Iya sudah tiga kali, tetapi tidak pernah di jawabnya."
"Yang penting sudah ada lampu hijau, Tuan."
"Bagaimana dengan si Serangga itu, Surya?"
"Biasanya dia akan masuk mall ini pukul sebelas, melewati butik terkadang dia nongkrong aja di parkitan menunggu mobil Bu Mitha, sesekali terkadang duduk di warteg depan konfeksi AA."
"Kamu awasi saja dia, jika sudah datang kami akan bertemu langsung dengannya!"
"Anda dan Bu Mitha akan menemui Pak Rangga, Tuan?"
"Ya kami sudah janjian."
Alfarizi mulai berkutat dengan pekerjaan yang menumpuk, sudah satu minggu di tinggal ke kampung. Tanpa terasa karena sangat sibuk waktu berjalan dengan cepat Alfarizi sudah menyelesaikan separuh pekerjaannya. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang.
Surya mendapatkan kabar dari anak buahnya yang mengawasi Konfeki AA melalui pesan WA. Sekarang ini Rangga sedang makan siang di warteng depan konfeksi. Bergegas Surya emberikn kabar kepada tuannya, "Tuan, Pak Rangga sekarang ini berada di warteg depan Konfeksi AA."
"Baiklah, ayo kita ke sana!"
__ADS_1
"Baik Tuan, tetapi saya jemput Desi dulu."
"Ok. cepatlah!"
Alfarizi bersiap siap dengan cepat sambil mengambil ponselnya mengirim pesan WA kepada Neng, "Neng Geulis, si Serangga ada di warteg depan Konfeksi AA, aku otw ke sana, tunggu aku jangan keluar sendiri!"
Alfarizi keluar kantor sambil berjalan dengan langkah panjang sambil menunggu dan melihat pesan dari Neng. Pesan itu hanya read aja olehnya tanpa di jawabnya. Alfarizi hanya menggelengkan kepalanya dan bermonolog sendiri, "Mengapa belum bisa mengakui hati sendiri sih Neng Geulis, langsung dibaca, tetapi masih tidak mau membalasnya?"
Alfarizi naik mobil dengan kecepatan tinggi, khawatir si Serangga datang terlebih dahulu darinya. Surya juga tidak kalah dari Alfarizi, mobilnya melaju di jalan raya dengan kecepatan penuh. Mobil mereka di parkirkan di depan rumah Neng dan kebetulan terhalang dengan bus wisata melintas di depan rumah Neng, sehingga Rangga Siregar tidak melihat saat mereka datang dan langsung masuk rumah Neng.
Neng menunggu di ruang tamu dengan gelisah, tidak berani keluar rumah juga takut si Rangga mendatangi sebelum Alfarisi datang. Hanya mondar-mandir sendiri dan terkadang mengintip luar di balik horden rumahnya. Mendengar ada suara mobil masuk halaman rumahnya, dua mobil yang behenti di depan rumahnya, Neng langsung mengintip melalui horden.
Sebelum Alfarizi menekan bel, Neng sudah membuka pintu sedikit den mengeluarkan wajahnya di balik pintu. Ada rasa lega melihat ada papinya Al datang bersama Surya dan Desi.
Alfarizi tersenyum sendiri karena belum sempat menekan bel pintu sudah di bukakan pintu, "Sudah dari tadi menunggu di pintu, baru tadi pagi berpisah apakah sudah merindukanku?" bisik Alfarizi saat sedang melewati Neng.
Neng mengerucutkan bibirnya sambil mukanya cemberut, "GR banget sih!"
Alfarizi langsung duduk di sofa dengan santai. Surya dan Desi masuk rumah sambil membungkukkan badannya sedikit, Selamat siang, Bu!"
Surya dan Desi langsung ikut duduk di depan Alfatizi, "Apa rencana selanjutnya, Tuan?"
Ada berapa anak buahmu yang sedang mengawasi si Serangga itu?"
"Ada dua, sekarang ini mereka sedang duduk di belakang kursinya dan belum selesai makan nasi pesanannya."
"Kamu menyusul ke sana, bawa dia secara baik-baik ke sini tetapi jika dia menolak tarik paksa saja, Desi kamu mengawasi sekitar warteg, jika dia melawan teriaki maling saja biar sekalian di hajar masa!"
"Baik Tuan," jawab mereka kompak, keluar rumah milik Neng menyeberang jalan menuju warteg yang sedang ramai pengunjung karena jam istirahat siang.
"Neng Geulis, apakah kamu sudah makan?"
Neng menggelengkan kepalanya saja masih berdiri di samping pintu tidak berani mendekati Alfarizi yang duduk santai. Saat Alfarizi mengirim pesan WA tadi Neng sedang memasak. Setelah mengetahui ada ada Rangga Siregar dia tidak merasa lapar lagi dan malas makan.
"Aku lapar belum makan, kamu masak apa?"
"Sayur asem, ikan gurame goreng dan sambal terasi, mau?"
__ADS_1
"Mau banget, ayo kita makan dulu!"
"Nanti kalau mereka datang, bagaimana?"
"Biarkan mereka menunggu."
Dengan santai Alfarizi masuk ke ruang makan, seolah rumahnya sendiri, langsung duduk di kursi dan menunggu Neng. Neng mengambil satu set piring, sendok, garbu dan gelas. Rasa canggung masih saja di rasakan oleh Neng, sehingga dia berdiri terpaku.
"Neng Geulis, ayo duduk mengapa berdiri aja!"
"A ... aiya."
Neng langsung mengambil piring kosong milik Alfarizi, diisi dengan nasi, sayur asem dan satu ikan gurami goreng serta sambak terasi. Di letakkan di depannya tanpa kata. Menuangkan air mineral di gelas dan di letakkan di samping kanannya.
"Terima kasih." jawab Al dengan tersenyum melanjutkan ucapannya hanya dalam hati, "Semoga setiap hari aku bisa menikmati masakan kamu, dan bisa makan berdua."
Neng mengambil menu makan untuk dirinya sendiri. makan berdua tanpa bersuara hanya sendok dan garbu yang berdenting karena beradu dengan piring. Hanya Alfarazi sesekali melirik Neng yang sedang menikmati makannya dengan menunduk.
Sementara Surya, Desi dan dua orang laki- laki anak huahnya langsung menarik tangan Rangga Siregar setelah dia membayar makanannya, "Eee ada apa ini, siapa kalian?" tanya Rangga Siregar.
"Ikut saja, Tuan dan istrinya ingin bertemu dengan Anda!" jawab Surya.
Rangga langsung di tarik dan bawa menuju teras rumah Neng. Dia diapit oleh dua anak buah Surya kanan dan kiri agar tidak bisa kabur, "Tunggu disini dulu aku panggil Tuan Al!"
Surya masuk rumah Neng untuk mencari tuannya yang sedang makan berdua, saat Surya masuk ke ruang makan bertepatan Alfarizi makan tanpa sengaja ada duri ikan yang ikut tertelan sehingga dia berusaha mengekuarkan duri itu dengan berdehem dan batuk, "Hhmm ... uhuk!"
Dengan spontan Neng mengambil gelasnya sendiri yang isinya tinggal setengah di minumkannya, dengan sengaja Al memegang tangan Neng yang sedang memegang gelas.
Surya berlari keluar tidak berani mengganggu tuannya yang sedang makan, "Kurang asem, Tuan Al sedang makan suap-suapan dengan istrinya, kita tunggu saja sebentar lagi!"
" ...?"
j
jangan lupa mampir ya shobat, rekomen banget lo
__ADS_1