Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Laporan Julio


__ADS_3

Alfian sedang fokus membaca laporan yang di kirim Julio melalui email. Data lengkap tentang kehidupan gadis itu sebelum pergi dari desa. Di sertai foto ibu kandung, tempat tinggal dan biodata kartu keluarga.


Gadis itu bernama Rania Kirana. Sekarang ini berumur sembilan belas tahun. Lulusan SMA satu tahun yang lalu mendapatkan juara satu saat lulus sekolah.


Memiliki tinggi badan 165 cm, rambut panjang dan berkulit putih. Memiliki kemampuan taekwondo walaupun belum sampai tingkatan tertinggi. Dan dia juga juara dalam basket dari awal masuk sekolah sampai lulus sekolah.


Rania menjadi idola di sekolah dan di rumah karena gadis itu sangat ramah dan pandai bergaul. Banyak mengikuti kegiatan di desa ataupun di sekolah. Selalu menjadi panutan untuk adik kelas karena prestasi yang di raihnya.


Tinggal di rumah sederhana bersama ibu kandungnya tanpa di dampingi seorang ayah. Ibunya memiliki usaha salon kecil di rumah dengan peralatan seadanya. Gaya hidup ibunya yang terlihat seperti orang kaya membuat usaha salonnya sering kehabisan modal karena untuk kebutuhan sehari-hari.


Sering terjadi perselisihan antara Rania dan ibunya tentang cara pandang hidup keduanya. Ibunya selalu ingin terlihat hidup mewah sedangkan putrinya Rania selalu berpenampilan sederhana. Rania tidak pernah terpengaruh oleh gaya hidup ibunya, dia selalu menerima keadaan hidup pas-pasan.


Ibunya mendapatkan tawaran 4 M untuk menikahkan sirih putrinya dari wanita paruh baya yang berkunjung di salon. Wanita paruh baya yang sering mencari gadis desa yang masih virgin untuk di jadikan pemuas nafsu para hidung belang yang berkantong tebal. Dengan alasan takut dosa menikah sirih jalan yang mereka tempuh dan uang mahar dengan jumlah fantastis.


Ibu kandung Rania yang gila harta langsung menyetujui tawaran wanita paruh baya tanpa melihat siapa yang akan menikahi sirih putrinya. Ternyata laki-laki yang berniat mempersunting Rania berumur 65 tahun. Laki-laki itu bertubuh pendek, perut buncit, rambut keriting dan memiliki tahi lalat di bawah mata sebelah kiri.


Rania tanpa sengaja mendengar pembicaraan antara ibunya dan laki-laki tua di saksikan oleh wanita paruh baya. Mereka sedang bernegosiasi tentang jumlah mahar yang akan di terima ibu dan bonus yang akan di terima wanita paruh baya. Pertemuan mereka di salon milik ibunya Rania dan saat itu Rania pulang dari latihan taekwndo.


Setelah kesepakatan mereka ada lima bodyguard yan selalu menjaga ketat rumah Rania. Rania pernah melawan dan menantang mereka tetapi kalah jumlah dan kalah kuat sehingga selama tiga hari Rania tidak bisa keluar rumah. Hanya ibunya Rania yang boleh keluar masuk rumahnya sendiri tanpa pengawalan.


Sampai tiba waktunya acara akad nikah yang akan dilakukan pukul sembilan malam. Rania berhasil melarikan diri dari pengawasan lima bodyguard dengan cara lompat melewati jendela kamar mandi yang berada di kamar ibunya sendiri. Para bodyguard mengawai pintu depan, pintu belakang, jendela kamar Rania, sedangkan kamar ibunya tidak diawasi.


Mahar yang diberikan oleh bandot tua itu akhirnya di minta kembali setelah Rania kabur. Ibunya Rania juga harus mengganti uang yang sudah di belanjakan untuk keperluan akad nikah yang gagal walau dengan cara di cicil. Bahkan uang bonus untuk wanita paruh baya juga di minta kembali oleh laki-laki tua itu setelah gagal dan mempelai wanitanya kabur.


Hanya saja ibunya Rania tidak pernah berhubungan dengan Rania lagi sejak saat itu baik langsung ataupun tidak langsung. Kemungkinan besar Rania tidak pernah mengirim foto berdua dengan Alfian kepada ibunya. Ponsel milik Rania tidak pernah bisa di hubungi sama sekali sampai sekarang.

__ADS_1


Rania di nyatakan hilang dan tidak di temukan jejaknya walau ibunya sudah melaporkan kehilangan kepada pihak yang berwajib. Rania hilang bagai di telan bumi tanpa jejak sama sekali, bahkan dia lari dari rumah hanya membawa diri tanpa membawa baju, ijasah ataupun barang- barang miliknya. Dia hanya membawa baju yag melekat di badannya dan dompet yang berisi identitas diri dan uang lima puluh ribu rupiah.


Setelah Alfian selesai membaca laporan lengkap dari Julio tersenyum sendiri. Rasa lega kini yang dia rasakan dalam hati karena masih ada kesempatan dan kemungkinan gadis itu masih sendiri. Hanya tinggal mencari di mana gadis itu tinggal.


Alfian langsung mengirim pesan WA kepada Julio, "Kamu harus menemukan gadis itu di manapun dia berada!"


Tanpa menunggu jawaban dari Julio Alfian beristirahat dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Memejamkan mata mencoba untuk tidur, berharap bisa bermimpi bertemu dengan pujaan hati. Sayangnya hingga pagi hari Alfian tidak bertemu dengan dia walau hanya dalam mimpi.


Papi harinya Alfian bersiap-siap untuk pergi ke kantor bersama Papi Alfarizi. Saat sarapan bersama keluarga Alfian berpamitan kepada kedua orang tuanya, "Papi ... Mami, Abang istirahat sampai hari minggu ya!"


"Kapan Abang Al mulai membantu Papi di kantor?"


"Hari senin saja ya Pi, karena Abang menunggu Julio."


"Baiklah, Papi akan mempersiapkan kantor untuk Abang dan Julio."


Alfian kembali menikmati sarapannya sambil tersenyum sendiri. Mami Mitha yang melihatnya menjadi curiga, "Abang, mengapa tersenyum sendiri, apakah akan bertemu dengan si dia?"


"Mami ... apaan sih?, Abang tidak tersenyum sendiri kok."


"Iya Abang senyum-senym sendiri, El juga lihat."


"Apakah Papi juga lihat Abang tersenyum sendiri?" tanya Mami Mitha.


"Tidak sih Papi tidak memperhatikan."

__ADS_1


"Kalau Nenek lihat tidak?" tanya Elfa.


Ibu Ani tersenyum sambil mengangguk, "Nenek juga melihatnya, wajah Abang terlihat berseri-seri. Apakah Abang akan bertemu gebetan?"


"Nenek bisa saja, Abang belum ...?" Alfian tidak jadi melanjutkan ucapannya. Hampir saja dia keceplosan bicara jujur tentang gadis itu.


Alfian langsung menutup mulutnya, kebiasaan jujur kepada orang tua dan neneknya membuatnya hampir menceritakan tentang gadis itu. Masih meyakinkan hati berniat bercerita nanti setelah menemukan gadis itu. Tidak ingin berbohong dan mengarang cerita sebaiknya di rahasiakan untuk sementara.


Mami Mitha yang tahu betul sifat putranya yang selalu jujur masih memberikan kesempatan menunggu Afian bercerita sendiri. Papi Alfarizi yang selalu tidak sabar ingin mengenal kekasih putranya, "Apakah Abang habis bertemu dengan tambatan hati?"


"Tidak Papi, Abang baru datang dari Riyadh, kapan bertemu dia?"


Hati Alfian sudah gelisah tidak menentu takut di introgasi oleh ke dua orang tuanya tentang gadis itu. Dulu berjanji setelah lulus kuliah akan bercerita tentang gadis yang di katakan seperti maminya. Hanya bisa berharap tidak di minta untuk cerita sekarang sampai bisa menemukan keberadaan gadis itu sekarang.


Melihat Alfian terlihat termenung Elfa yang suka usil langsung bertanya kepada abangnya tanpa ragu-ragu, "Kalau Abang benar punya pacar, siapa namanya?"


"Sok tahu, anak kecil di larang bertanya!" jawab Alfian jutek.


"Abang tega banget." Elfa mengerucutkan bibirnya kesal.


"Papi juga ingin tahu siapa nama gadis yang menakhlukkan hati Abang?"


"Namanya Rania Kirana ....!"


BERSAMBUNG

__ADS_1


Sambil menunggu AST up baca dulu novel teman yang rekomen banget lo, mampir ya, trims



__ADS_2