Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Alashraf Ihsan Zulkarnain


__ADS_3

Dokter Atha semakin panik mendengar teriakan Rania. Dia sampai tidak sadar menarik baju Alfian agar cepat sampai di brankar tempat tidur yang khusus untuk bersalain. Alfian menjadi kesulitan berjalan karena kakinya hampir menginjak kaki kakaknya.


"Kakak ... jangan menghalagi Al jalan, ayo cepat!" teriak Alfian dengan suara napas yang sudah ngos-ngosan.


"Aaaaargh sakit cepatan Abang!" teriak Rania membuat semua semakin panik.


Setelah Rania berbaring di brankar khusus. Tim medis langsung memposisikan pada tugas masing-masing. Di dalam hanya ada satu laki-laki yaitu Alfian, sisanya semua perempuan yang bertugas saat ini.


"Kakak ... Rani rasanya uf ...uf ... uf!" Rania mulai ingin buang air besar.


"Tunggu dik ... ambil napas panjang dulu. jangan langsung mengejan!" perintah Dokter Atha.


"Ambil napas Sayang, ayo Abang bantu!"


Rania mengambil napas bersamaan dengan Alfian. Keduanya kompak dan saling mendukung. Sesekali mengusap perutnya saat sedang anteng tidak berteriak.


"Adik Al yakin akan tetap di sini?"


"Tentu Kak. sangat yakin."


"Baiklah ... Dik Al naik diatas branker dan posisinya memangku kepala Dik Rani. Jangan lupa kaki di buka!"


"Baiklah."


Setelah posisi Alfian berada di atas kepala Rania. Rasanya Rania semakin mendapatkan dukungan penuh. Dokter Atha di bantu Tim memeriksa jalan lahir dengan teliti.


"Ini sudah pembukaan sempurna, ingat jika Dik Rani seperti ingin buang air besar seperti tadi. Jangan lupa ambil napas dulu setelah itu mengejan sekuat tenaga, Mengerti?"


"Mengerti Kak." Sayangnya yang menjawab Alfian bukannya Rania.


"Huss yang menjawab bukan Papinya, tetapi Mami yang akan melahirkan!" Dokter Atha menjawab dengan bercanda agar tidak terlalu tegang.


Sambil tersenyum Rania mencoba mengambil napas panjang. Sambil tangannya mencengkeram lengan Alfian dia langsung mengambil napas panjang, "Aduuuuh Abang, ini mulai lagi!"


"Tarik napas dulu Sayang, ayo bareng bersama Abang!"


"Iya bagus, Dik. cepat diorong dan mengejan sekuat tenaga!" teriak Dokter Atha memberikan semangat.


"Aaah ... uf ... uf ... istirahat dulu capek."


Rania mengambil napas dengan perlahan. Alfian mengusap keringat Rania yang mulai bercucuran. Mengecup keningnya berkali-kali untuk menambah kekuatan selanjutnya.


"Masih semangat, Sayang. Demi si Kasep?"

__ADS_1


"Tentu .. Bang. Ayo kita mulai lagi aaaaaah!"


"Bagus ambil napas dik .. iya satu dua tiga, dorong yang kuat, Diik!"


"Aaaargh .... Oek ... oek ... oek!"


Suara tangisan bayi menggema di ruangan. Rania meneteskan air mata sambil tersenyum. Alfian mengusap airmatanya sambil berkaca-kaca.


"Terima kasih, Sayang si Kasep sudah lahir dengan selamat, I love you." Berkali-kali Alfian mengecup dahi Rania.


Alfian turun dari branker tempat tidur. Sekarang gantian mencium punggung tangan istrinya berkali-kali. Rasa sakit, bingung dan khawatir terbayarkan menjadi rasa bahagia yang tidak terhingga.


Kebahagiaan mendengar tangis bayi yang menggema di dalam ruangan. Kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan dengan apapun juga saat ini. Kebahagiaan menjadi orang tua dari bayi laki-laki yang sehat.


Dokter Atha langsung membawa bayi tampan yang selesai dibersihkan oleh perawat mendekati Alfian dan Rania, "Sekarang waktunya bayi berkenalan dengan Mami."


Rania di bantu oleh satu perawat membuka gaun longgar miliknya dan membuka bra. Dokter Atha meletakkan Bayi di dada Rania dengan hati-hati, "Biarkan keponakan Auntie mencari sendiri asupan makanan yang di perlukan."


"tega banget sih, Kakak. Baru lahir sudah disuruh mencari makan sendiri?" Alfian cemberut menjawab perkataan kakaknya.


"Jangan berpikir yang macam-macam, Dik. Maksud Kakak bayi akan mempunyai naluri untuk mencari sumber ASI sebagai asupan makanan perdana."


"Ooo kirain ..."


Alfian dan Rania terus memandangi gerakan bayi yang ada di dada Rania. Bayi sangat aktif dan bergerak mencari apa yang diinginkan. Hanya kurang dari sepuluh menit bayi sudah bisa mendapatkan sumber ASI yang di cari.


"Eeee ...!" Alfian kaget mendengar candaan kakaknya.


Rania tergelak mendengar candaan Dokter Atha sambil meringis. Dokter Atha tersenyum sambil memperhatikan Rania yang mulai memejamkan mata, "Awalnya memang terasa sakit dan sedikit geli, tetapi lama-lama pasti akan terbiasa. Nikmatilah menjadi seorang ibu."


"Kok Kakak tahu rasanya?" tanya Alfian.


Dokter Atha memukul pundak Alfian sambil menggelengkan kepalanya, "Kakak tahu karena Kakak ini Dokter kandungan, tidak harus merasakan dulu. Teorinya seperti itu Adik Al jangan berpikir macam-macam, mulai sekarang harus rela berbagi dengan si Kasep."


Rania kembali tergelak, Kakaknya semakin menggoda Alfian. Alfian yang mulai mengerti arah pembicaraan kakak tirinya, "Tentu Kakak, pasti akan semakin asyik jika berbagi. Kalau Kakak mau segeralah menyusul bisa merasakan sendiri tidak hanya teori."


"Jangan mulai lagi," jawab Dokter Atha.


Setelah si Kasep kenyang, dikenalkan suara Azan dan Iqomah. Saatnya diperkenalkan dengan seluruh keluarga. Terutama Papi Alfarizi dan Mami Mitha yang sudah menunggu duduk di kantor Alfian.


"Grandma ... Grandpa si Kasep datang!" teriak Alfian menggendong bayinya diikuti Rania diatas brankar tempat tidur di dorong keluar ruang bersalin dan dipindahkan di kamar pribadinya yang bersebelahan dengan ruang bersalain.


"Waaah ganteng banget si Kasep. Ini wajahnya bukan seperti Bang Al tetapi mirip Grandpa Alfarizi." Celetuk Mami Mitha mengambil bayi Alfian dan digendongnya.

__ADS_1


"Iya ini seperti Opa buyut Ali." Umi Anna juga ikut mengusap pipi si Kasep.


"Mau diberi nama siapa, Abang Al penerus Zulkarnain ini?" tanya Papi Alfarizi tidak kalah antusias.


Rania yang sudah berbaring di tempat tidur dan Alfian duduk di sampingnya langsung menggenggam tangan, "Siapa Sayang, Abang dari kemarin belum juga mendapatkan nama yang cocok untuk si Kasep?"


Rania teringat dengan Abah Asep setelah keluarga menanyakan nama si Kasep. Si Kasep sering di sebut saat Almarhum Abah ingin memiliki cicit keturunan Alfian dan Rania. Walaupun saat itu belum nengetahui suatu saat nanti keturunan laki-laki atau perempuan.


Abah pernah bercanda saat berdua dengan Rania dahulu sebelum menikah dengan Alfian. Belum mengetahui jika suami halu Rania adalah Alfian cucu kandungnya sendiri. Karena rania sering menyebut suami halu, Abah juga pernah menyebut cicit halu.


Abah sering mengatakan jika suatu saat nanti memiliki cicit ingin memberikan nama Alashraf yang artinya anak laki-laki yang terhormat. Nama itu yang sekarang ini terlintas di hati Rania, "Apakah boleh Rani memberikan nama amanah dari Abah?"


Mami Mitha yang pertama antusias, "Tentu Sayang. Katakan nama dari Ayah Asep!"


"Beliau sering menyebut cucu halu dengan panggilan Alashraf."


"Abang setuju bagus banget itu, karena bisa juga ada nama dari Alfian Rania."


"Papi juga setuju, boleh Papi tambah nama belakang sedikit?"


"Tentu, Pi. apa itu?" tanya Alfian dan Rania bersamaan.


"Alashraf Ihsan Zulkarnain."


******


Shobat Anna baru 6 orang yang mengirim alamat jadi mohon segera di kirim, di tunggu minggu ini trims


BERSAMBUNG


jangan lupa mampir Shobat sambil menunggu AST up lagi, ini rekomen banget lo



Young Mommy


Author: Sa Ekha


Ayana murid baru di sekolah Wismagara jatuh cinta pada anak sulung pemilik sekolah. Ayana pikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata Gama juga menyimpan rasa yang sama.


Mereka pacaran dan menjadi pasangan ter the best di sekolah mereka. Kisah cinta mereka sangat manis. Tapi cinta mereka menemui kendala ketika Gama sebentar lagi lulus sekolah. Ayana Taku menjalin hubungan jarak jauh dengan Gama, karena pria itu berencana melanjutkan studi di luar negri. Namun Gama selalu meyakinkan Ayana jika ia akan setia kepadanya.


Ayana pun percaya, hingga di hari kelulusan Gama. Pria itu mengajak Ayana makan malam romantis. Tapi keduanya kebablasan hingga melakukan one night stand hingga Ayana hamil.

__ADS_1


Lalu bagaimana kisah selanjutnya, apakah Ayana akan mempertahankan janinnya ? Apakah Gama akan bertanggung jawab ?


Yuk saksikan kisah mereka dalam novel yang berjudul "Young Mommy"


__ADS_2