
Pesawat pribadi yang membawa pasangan pengantin baru, sore ini tiba di Bandar Udara Internasional Charles de Gualle Paris Prancis. Alfian, Rania dan rombongan langsung menuju villa yang sudah di boking selama dua hari selama di Prancis. Papi Alfarizi memerintahkan para kru tinggal di villa bersama pasangan pengantin baru.
Rencana awal sore ini Rania ingin langsung mengajak ke menara yang sangat terkenal yaitu Menara Eaffel. Acaranya molor dan gagal karena modus Alfian saat Rania sedang mandi di kamar mandi. Dia menyusul masuk kamar mandi dengan diam-diam saat Rania sedang berendam di buthup.
Setelah menanggalkan seluruh benang yang menempel di tubuhnya. Alfian masuk dan memeluk Rania dari belakang. Rania yang awalnya memejamkan mata menikmati hangatnya air aroma terapi tersentak kaget karena ada suaminya yang bergabung.
"Abang Tuan ... Rani belum selesai mandi, mengapa menyusul?"
"Abang ingin di mandikan oleh Rani," jawab Alfian sekenanya.
"Abang Tuan ini sudah besar, mengapa minta di mandikan?"
"Eee tidak hanya anak kecil yang harus di mandikan, suami juga pinginnya di mandikan oleh istri."
Rania mengerutkan keningnya karena memikirkan ucapan Alfian. Belum bernah memandikan anak kecil apalagi laki-laki dewasa, "Bagaimana cara Rani memandikan Abang?"
"Gampang ... begini caranya, Rani menggosok dengan menggunakan sabun dari punggung ke depan dan seluruh tubuh Abang."
"Baiklah ...."
Rani berbalik badan menggosok punggung Alfian dengan lembut. Berpindah ke depan dari dada perut sampai bawah. Dia tersentak kaget saat menyenggol kurma jumbo yang menegang di dalam buthup yang berisi air.
Rania mengira suaminya masih memakai CD saat masuk buthup seperti dirinya yang masih memakai CD dan bra. Alfian langsung menahan tangan Rania untuk terus mengusap kurma jumbo di dalam air. Sambil membelalakkan matanya Rania spontan memegang kurma jumbo dengan erat, "Eeee Abang Tuan, nanti kalau Rani tadak tahan bagimana?"
"Rani ketagihan dengan kurma jumbo Abang ya?" tanya Alfian cepat.
"Ya iyalah kurma jumbo Abang ternyata rasanya enak, ups keceplosan!" Bergegas Rania menutup mulutnya walaupun penuh dengan busa sabun.
"Ha ha ha ... berarti ini yang pingin Rani ya, jangan salahkan Abang kalau nanti mandinya lama."
Dengan lugu Rania mengangguk setuju. Dengan tersenyum devil Alfian langsung melancarkan aksinya yang tadi sedikit di tahan. Modusnya berhasil dengan memanfaatkan kepolosan sang istri.
__ADS_1
Dalam buthup Alfian mengajak Rania bercinta. Tempat yang sempit dan basah menjadi sensasi tersendiri bagi Rania. Pengalaman pertamanya bercinta di kamar mandi membuat Rania semakin terlena dan melayang ke langit ke tujuh.
Hampir dua jam Alfian dan Rania menghabiskan waktu di kamar mandi. Mereka keluar kamar mandi setelah membersihkan badan dan mandi besar berdua. Belum sempat memakai baju setelah berada di kamar mandi, Rania baru menyadari waktu sudah mulai malam, "Abang Tuan ... mengapa sudah malam?"
"Memangnya mengapa kalau sudah malam, Sayang?"
"Rani mau ke Menara Eiffel jadi terlambat, 'kan!" teriak Rania.
Alfian sengaja memeluk dan menggesekkan badannya dari belakang. Tersenyum devil karena saat di kamar mandi tadi dia tidak menyadari apa yang di katakan, "Tadi Abang sudah bilang, yang mengajak nganu di kamar mandi siapa?"
"Rani," jawabnya jujur.
"Bukan salah Abang dong berarti tetapi salah Rani sendiri. Atau kita lanjutkan nganu lagi aja karena sudah malam?'" Alfian semakin mengeratkan pelukannya dan menggesekkan kurma jumbo mulai terlihat menegang.
"Tidak mau ... Rani lapar."
"ya sudah ... Rani berdandan menggunakan gaun yang cantik kita makan malam romatis di Menara Eiffel."
"Iya ... awas lepaskan pelukan Abang Tuan, nanti Rani pingin lagi!"
Rania diam sesaat, rasanya tetap saja otaknya mesum saat suaminya memanfaatkan situasi. Keinginan ingin sekali melihat Menara Eiffel membuat menjernihkan pikirannya. Dan idak ingin terpancing oleh modus suaminya.
Alfian berjingkrak dalam hati sambil kembali tersenyum devil. Berharap Rania terpancing dengan modusnya dan mengajak kembali memadu kasih. Menunggu jawaban istri sambil termenung berharap terwujud kembali modus kali ini.
"Rani mau makan dan ke Menara Eiffel dulu."
"Baiklah...."
Di bantu oleh salah satu pramugari yang merangkap penata rias, Rania berdandan cantik memakai gaun malam. Gaun berwarna hitam panjang tanpa lengan rancangan Mami Mitha pas di badan. Rani terlihat semakin cantik dan anggun setelah rambut di tata sanggul sederhana.
Saat Rania sedang berdanan, Alfian mereservasi di sebuah restoran mewah dan romantis yang ada di lantai dua Menara Eiffel. Restoran Le Jules Verne merupakan salah satu restoran romantis di Paris. Restoran yang terletak di lantai dua Menara Eiffel, yang akan menyambut tamu dalam suasana romantis dan elegan.
__ADS_1
Berangkat menggunakan fasilitas mobil mewah dari villa menuju restoran. Alfian dan Rania langsung melewati pintu khusus menuju restoran dan di sambut ramah para pramusaji. Duduk di dua singgasana yang berhadapan dengan lampu lilin. Suasana semakin terlihat romantis dengan adanya bunga yang ada di antara ke duanya.
Rania sempai terpana setelah Alfian bercerita akan menikmati kelezatan hidangan yang dibuat oleh salah satu koki paling terkenal di dunia. Menikmati salah satu pemandangan kota yang paling indah pada malam hari pemandangan yang menakjubkan.
Menu makanan langsung di pesan oleh Alfian yaitu bebek Confit de Canard. Menu makanan yang berbahan dasar daging bebek. Dan cara memasaknya dimatangkan dulu selama 36 jam.
Tak heran jika teksturnya empuk dan lembut di mulut. Semakin nikmat karena dibumbui dengan bawang putih, garam, dan thyme. Daging bebek tersebut bisa disajikan dengan cara dipanggang.
Menu makanan ke dua yang di pesan Alfian adalah Soupe a l’oignon. Soup ini merupakan sup bawang Perancis dengan nilai gizi yang tinggi. Cara membuatnya adalah dengan merebus kuah kaldu sapi kental dicampur dengan potongan bawang putih. Kemudian disajikan dengan daging ayam yang disuir serta parutan keju di atasnya.
Untuk makanan penutup Alfian memilih Creme Brulee. Jenis dessert ini terbuat dari campuran susu, buah-buahan, serta vanilla yang dimasak dalam oven. Rasanya manis dengan tekstur lembut dan sensasi segar buah-buahan. Makan dessert ini tidak akan merasa kecewa mencicipinya sebagai hidangan penutup karena sangat nikmat.
"Ayo Sayang di nikmati hidangannya!" ajak Alfian setelah semua menu tersedia di meja.
"Abang Tuan ... cantik banget makanannya, rasanya sayang banget kalau mau di makan."
"Eee ... jangan makanan di sayang, yang perlu di sayang itu Abang."
"Narsis Abang iiih." Rania mengerucutkan bibirnya.
Rania menikmati makan makan dengan lahap, rasa nikmat yang dirasa seperti ada yang kurang di lidah Rania, "Abang Tuan, apakah tidak ada nasi?"
"Kenapa Sayang, apakah tidak terasa makan sebelum makan nasi?" tanya Alfian sambil berbisik.
"Iya Bang, rasanya Rani masih belum kenyang karena tenaga Rani sudah habis di sedot sama kurma jumbo Abang."
"ha ha ha!'
BERSAMBUNG
Hai Shobat ... author promo novel terbaru author ya. ceritanya novel karena tantangan ikutan lomba. jangan lupa mampir, tetapi ada di sebelah, sama di "Gadis Jenius Milik CEO Depresi" jadi disana ada dua yang on going.
__ADS_1
khusus untuk kak DINAR KASIH, izin memakai nama kakak sebagai tokoh pendamping ya. trims