Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Aki Versus Sun Go Kong


__ADS_3

USG tiga dimensi memperlihatkan Bayi yang ada dalam kandungan Rania. Jelas sekali bayi laki-laki yang terlihat di layar monitor, "Naaah ... itu bisa lihat, Dik. bayi laki-laki yang sehat."


Dokter Atha masih terus menggerakkan alat USG. Alfian dan Rania melihat dan memperhatikan dengan jelas bahwa yang di dalam rahim adalah bayi laki-laki.


Alfian mengecup pipi Rania, "Terima kasih Sayang, keturunan kurma jumbo sudah tercetak," bisik Alfian di telinga Rania.


Rania tidak menjawab ucapan Alfian. Dia hanya tersenyum dan menutup mulutnya. Takut keceplosan karena Alfian sengaja berbicara cepat di dekat telinganya.


Selesai Rania turun dari tempat tidur. Dokter Atha menjelaskan panjang lebar tentang kesahatan dan yang harus di lakukan Rania setiap hari. Demi kesehatan bayi dan ibunya sampai melahirkan nanti.


Rania mengajak suaminya ke kantin setelah selesai pemeriksaan. Baru pukul sepuluh pagi perut Rania sudah keroncongan minta di isi, "Bang, temani Rani makan yuk. Rani laper banget!"


Alfian langsung mengerutkan keningnya karena baru tadi pagi dia menghabiskan satu piring nasi goreng petai buatannya, "Sayang, tadi pagi sudah sarapan. Sekarang baru jam sepuluh sudah laper lagi?"


"Abang, yang sarapan tadi pagi bukan Rani, tetapi si Kasep yang ada di dalam perut."


"Si Kasep ...?"


"Iya Abang, putra Abang ini hobinya sama kayak Abang."


"Apa hobinya?"


"Abang suka menyedot tenaga Rani dari luar, tetapi si Kasep menyedot dari dalam."


"Tapi Rani suka, 'kan?" tanya Alfian dengan cepat sambil mengedipkan matanya.


"Banget ...."


Sambil bergelak Alfian menarik kursi yang ada di kantin rumah sakit. Mempersilahkan duduk dan memilih menu makanan dengan membaca daftar menu, "Rani mau pesan apa?"


"Rani mau makan soto Betawi."


"Abang pesankan, mau berapa porsi sotonya?"


"Tiga porsi."


"Banyak betul, Sayang."


"Yang satu buat si Kasep, satunya untuk Rani dan satu lagi untuk Kak Atha, tuuuh orangnya baru datang."


Dokter Atha duduk di samping Rania, "Kakak tidak usah di pesankan karena masih kenyang. Tadi dibawakan Nasi uduk oleh Dokter Zain."


"Cie ... cie Kakak, dibawain sarapan sama ...?" Rania sengaja tidak melanjutkan ucapannya, dia memilih mengedipkan matanya sambil tersenyum.


"Apa sih, Dik. Jangan menggoda Kakak ya!"


"Tumben Zain membawakan sarapan buat Kakak, ada angin apa?" tanya Alfian.


"Sun Go Kong itu sudah satu buan kebih selalu membawakan Kakak sarapan."

__ADS_1


"Ha ha ha, mengapa Kakak menyebut Zain dengan sebutan Sun Go Kong?" tanya Alfian.


"Dia menyebut dirinya jodoh dari langit."


"Tega banget sih, Kakak. dia jadi kera tampan dong, amit-amit jabang bayi." Rania menyebut itu lagi membuat Alfian semakin tertawa lebar.


"Jangan bahas dia tidak penting, Kakak ke sini mau tanya coba Adik lihat itu aki-aki tua. Mengapa dari tadi ngikuti Kakak terus?"


"Waaah ha ha ... Sun Go Kong punya saingan Aki Tua." Rania ikut tertawa setelah melihat ada Babe yang berdiri di samping pintu sedang memperhatikan area kantin.


Dokter Atha mengerucutkan bibirnya karena ke dua adiknya tertawa tanpa henti, "Apa lucunya coba, apakah Aki Tua itu naksir Kakak?"


Rania kembali tertawa sambil mengangguk. Diikuti Alfian yang tertawa lepas tanpa henti. Sampai dia lupa memesan soto Betawi pesanan Rania.


"Abang, soto Rani mana?"


"Maaf Abang sampai lupa, Abang pesan dulu ya!"


Alfian memanggil pramusaji untuk memesan soto Betawi yang diinginkan Rania. Di tambah kopi untuk dirinya sendiri dan dua jus alpukat serta air mineral.


"Abang, bagaimana caranya Babe tidak mengejar Kak Atha?" tanya Rania.


"Jangan ... tidak perlu itu, biarkan saja Sun Go Kong punya saingan. Kalau perlu kita adu Pahlawan Aki versus Sun Go Kong."


Alfian kembali tertawa diikuti oleh Dokter Atha yang cemberut. Kembali melirik Babe yang masuk dan duduk di pojok kantin. Memesan makanan yang di layani oleh pramusaji.


Pesanan soto yang Alfian pesan datang dan diletakkan di meja. Rania langsung menikati dua porsi soto di jadikan satu mangkok tanpa nasi. Di tambah dengan sambal dan jeruk nipis.


"Enak Bang ... Rani suka."


"Nanti kalau kurang Abang belikan lagi, jangan buru-buru makannya!"


"Rani mau cepat habis, Rani mau ngerjain Babe."


"Tidak usah, kasihan Babe sudah tua."


"Kakak setuju, Dik. mau di kerjain apa?"


"Sebentar Rani habiskan soto dulu."


Dokter Atha menunggu Rania sambil menikmati jus alpukat. Pikirannya tiba-tiba terlintas Zain yang sering membawakan jus alpukat kesukaannya. Sampai Dia menggelengkan kepala agar Zain keluar dari pikirannya.


Menu soto sudah habis di nikmati oleh Rania. Dokter Atha masih termenung teringat Zain. Rania menepuk pundak kakaknya dan dia tersentak kaget, "Eeee ... bikin kaget saja sih, aaah!"


"Apa yang dipikirkan?" tanya Rania.


"Tidak penting, katakan apa yang akan di lakukan agar Aki-aki itu tidak mengikuti Kakak?"


"Setalah ini Kakak mau ke mana?" tanya Alfian.

__ADS_1


"Kamar pemulasaran jenazah, Adik Al mau ikut?"


"Bukan Abang Al yang mau ikut, Kak. Ajak aja Aki tua itu ke sana!"


"Maksudnya bagaimana?"


"Kak Atha masuk lewat pintu depan, keluar pintu yang lain. Pasti itu si Aki akan menunggu sampai Kakak sampai keluar." Usul Rani panjang.


"Di tunggu sampai kapan dia sanggup menunggu Kak Atha keluar, begitu maksud Rani?" tanya Alfian.


"Abang pintar, seperti itu maksud Rani."


"Baik ... ayo kita lakukan rencana Rani."


Alfian dan Rania pergi ke kantor dan Dokter Atha berjalan ke lantai bawah menuju kamar pemulasaran jenazah. Babe tetap mengikuti Dokter Atha sampai depan kamar yang sebagian orang menghindarinya.


Dokter Atha keluar melalui pintu kepala bagian pemulasaran jenazah tanpa diketahui oleh Babe. Dia melanjutkan visit ke ruang rawat inap satu persatu dibantu oleh suster. Sampai waktu istirahat tiba Babe masih setia menunggu di sana.


Bergegas Dokter Atha ke kantor Alfian untuk memberikan laporan. Sayangnya Alfian sedang meeting bersama Julio, Surya dan satu orang tidak di kenal olehnya. Ingin bercerita dengan Rania mengirim pesan WA tetapi tidak di baca.


Kemungkinan Rania sedang beristirahat dan terlelap di kamar yang ada di kantor Alfian. Dengan cepat Dokter Atha masuk kantornya sendiri takut si Aki Tua mengikutinya lagi. Hampir satu jam Dokter Atha mengerjakan tugas laporan.


Dokter Atha kembali mengunjungi kantor Alfian setelah satu jam berlalu. Mengintip Aki Tua terlebih dahulu sebelum ke kantor. Dia masih ada di sana sambil duduk memandangi pintu utama kamarpemulasaran jenazah.


Dokter Atha langsung mendorong pintu kantor Alfian tanpa mengetuk pintu terlabih dahulu. Dia tahu jika meeting sudah selesai karena melihat Julio dan Surya sekilas saat setelah keluar dari kantornya sendiri.


"Adik ... dia masih setia menunggu di sana!" teriak Dokter Atha.


"Siapa yang setia menunggumu selain aku, Dok?" tanya Zain.


BERSAMBUNG


jangan lupa mampir Shobat sambil menunggu AST up


ini rekomen banget lo



Judul : Back To Mantan


Blubr: Kata orang, mantan itu seharusnya dilupakan dan dibuang di tempat yang sewajarnya.


Tapi bagi Hazel Almondo, mantan harus diraih kembali untuk memperbaiki ketidaksempurnaan hubungan dimasa lalu.


Dan Bagi Vanila Granola, kembali ke mantan adalah hal yang sangat luar biasa jika itu bisa terjadi dalam hidupnya. Karena ia bahkan tidak pernah lagi menjadikannya tujuan.


Sakit hati pada sang mantan membuatnya jadi perempuan kuat dan tangguh.


Perempuan itu ingin memulai lembaran baru yang lebih berwarna.

__ADS_1


Mampukah mereka merajut kembali kisah yang pernah hancur?


__ADS_2