Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Hak Paten Pengemis Cinta


__ADS_3

Minggu siang rombongan Julio berangkat dari rumah Alfian menuju ke rumah Bintang. Hanya berjarak tiga rumah saja dari rumahAlfian. Membawa seserahan, makanan khas serta roti buaya sebagai simbul lamaran orang keturunan betawi.


Di sambut oleh keluarga besar orang tua bintang. Perebincangan ringan dan resmi melamar. Perbincangan yang hangat, dari Julio di wakili oleh Bapak Endang Kusnandar dan Papi Alfarizi sebagai yang di tuakan.


Sebagian besar datang dengan pasangan masing-masing. Hanya Asisten Leo, dan Zain saja yang tidak ada pasangan. Dokter Atha tidak bisa hadir karena ada jadwal operasi di rumah sakit.


Setelah acara resmi di sepakati dan hari pernikahan sudah di tentukan. Yaitu dua Minggu lagi akan dilangsungkan acara akad nikah dan resepsi. Para tamu menikmati hidangan makan siang.


Zain tidak ada pasangan langsung mengambil menu yang sudah di sediakan. Berbarengan Alfian yang sedang mengambilkan soto Betawi untuk Rania, "Adik ipar, kira-kira Kakak tercinta bisa nyusul ke sini tidak ya. Gue merana seorang diri tanpanya nich?"


"Nyusul sono di ruang operasi, jangan mengeluh di sini," jawab Alfian dengan jutek.


"Galak banget sih, Bro. Tidak kasihan apa gue yang tidak punya pasangan nich?"


"Itu dari tadi berpasangan dengan Asisten Leo."


"Ogah gue berpasangan dengan dia, gue bukan pemakan teman."


"Apa maksud pemakan teman?"


"Itu si lekong sukanya sesama teman di embat juga."


Alfian hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Jika di pikir memang kasihan nasib si Zain. Sahabat yang sudah seperti saudara itu dari Sekolah Dasar sudah terkenal pandai merayu cewek.


Dari kecil Zain belum bernah sekalipun gagal merayu cewek. Semua selalu berhasil dipacari walau paling lama hanya lima bulan saja. Sekarang ini baru terkena batunya sudah hampir satu tahun mengejar Marta Inayah belum juga berhasil.


Untungnya dia pantang menyerah untuk mendapatkan kakak tirinya. Usahanya memang patut diacungi jempol. Mungkin sudah saatnya membantu Zain walaupun secara diam-diam.


Alfian berpikir mungkin lebih tepatnya Rania yang bisa meyakinkan kakaknya untuk bisa menerima Zain. Selama ini kakak tirinya itu paling dekat dengan istri. Mereka sering menghabiskan waktu luang di rumah saat libur.


Alfian duduk di samping Rania setelah membawa dua porsi soto Betawi untuk Rania, "Ini Sayang, Abang bawakan dua porsi soto yang satu untuk Rani dan satu lagi untuk si Kasep."


Rani tersenyum simpul, "Tahu aja Abang ini, terima kasih banyak."


Alfian memilih menu lain untuk makan dirinya sendiri. Dia mengambil nasi dengan lauk urap dan ayam goreng beserta mi goreng. Di tambah dua air mineral dan teh hangat untuk melengkapi menu makan.


"Sayang, Kak Atha pernah curhat tentang Zain tidak?" tanya Alfian saat Rania beru menghabiskan manguk pertama soto betawinya.


"Sering ... memang kenapa, Bang?"


"Apakah hati Kak Atha tidak terketuk dengan usaha Zain untuk mendapatkan dia?"

__ADS_1


Rania tersenyum penuh arti. Dari pertama kali kakak tiri suaminya itu bercerita tentang masa lalu dan Zain. Hatinya sudah terpaut dengan Zain tanpa di sadari.


"Sayang ... di tanya malah senyum-senyum begitu?"


"Mengapa Abang tanya tentang Bang Zain dan Kak Atha?"


"Abang ini kasihan sama dia, hampir satu tahun dia mengejar Kakak, tetapi belum juga Kakak menerima Zain."


"Kurang sungguh-sungguh kali Bang Zain-nya?"


"Maksud Rani apa?"


Rania tersenyum simpul lagi sambil tetap menyuap soto betawi kesukaannya, Janjinya untuk merahasiakan tentang percakapan dengan kakak Atha sampai sekarang masih di pegangnya.


"Apakah Bang Zain pernah langsung mengajak nikah seperti Asisten Julio, Bang?"


"Boro-boro mengajak nikah, cinta saja belum di terima sama Kak Atha."


Rania bergelak dengan jawaban Alfian, "Mau Rani berikan saran?"


"Boleh nanti Abang sampaikan kepada Zain."


Alfian mengangguk faham selama ini Zain hanya mendekati kakaknya dengan sering merayu. Melayani saat ada di rumah sakit. Membantu saat melakukan kegiatan sosial selebihnya tidak pernah.


Acara lamaran sudah selesai. Sekarang ini Julio sedang memperkenalkan keluarga besar pada Bintang, "Kenalkan Beliau itu suami Teteh Rani Abang Al namanya sekaliguis bos perusahaan Aa bekerja." Julio memperkenalkan Alfian.


"Salam kenal Bang Al, saya Bintang." Alfian melipat tangan di dada tanpa mengulurkan tangan untuk bersalaman.


"Salam kenal," jawab Alfian singkat.


Zain datang bergabung setelah dia dari kamar mandi. Julio langsung memperkenalkan calon istrinya padanya, Dia si pakar cinta Zain namanya."


Bintang menerima uluran tangan Zain untuk bersalaman, "Salam kenal Bang Zain."


Julio langsung memisahkan jabat tangan antara Bintang dan Zain, Bahkan mulut Zain belum berucap. Julio langsung berkomentar duluan, "Di larang berjabat tangan terlalu lama, dilarang juga merayu yang sudah menjadi hak paten pengemis cinta."


Zain tidak jadi bertanya dan bercanda. Dia hanya nyengir kuda karena sudah di batasi cemburu. Padahal niatnya ingin merayu unyuk menguji cinta pasangan yang di pilih sahabatnya.


Sengaja Julio menggandeng tangan Bintang dan di tunjukkan kepada Zain. Sengaja memanas-manasi sahabatnya yang seperti kebakaran jenggot kemarin. Walau kini sekarang dia lebih tenang, ingin memancing Zain agar ngiri lagi.


"Bro, gue sekarang bisa begini, elu kapan bisa menggenggam tangan dia?" Julio memamerkan tautan tangannya kepada Zain.

__ADS_1


Zain hanya tersenyum dan tidak mau kalah, "Lihat saja tanggal mainnya gue akan menyusul elu!"


"Mimpi di siang bolong lu, mana buktinya?" Julio berlalu meninggalkan Alfian dan Zain yang terlihat kesal dan ngiri.


Julio berpindah memperkenalkan diri kepada keluarga yang lain. Alfian menyampaikan usulan Rania kepada Zain saat Rania sudah berpindah berbincang dengan Mami Mitha dan Umi Anna. Menceritakan pula jika kakaknya sering curhat ke Rania.


Hanya sayangnya Rania tidak banyak mengungkapkan terntang perasaan dan hati Kak Atha. Alfian memberikan pendapat sesama wanita biasanya lebih melindungi perasaan. Lebih memilih merahasiakan pembicaraan berdua agar yang yang mencinati lebih berusaha jika memang berniat sungguh-sungguh.


"Beri gue contoh satu, seperti maksud Teh Rani dong Bro!" perintah Zain.


"Tindakan Bro tindakan, contohmya seperti Julio itu, gue dulu juga begitu. Wanita itu butuh kepastian bukan cuma rayuan."


Zain menunduk sambil berpikir, usahanya selama ini ternyata tidak membuat traumanya menghilang. Harus mencari jalan lain yang lebih ampuh dan lebih jitu selain merayu. Jika langsung melamar kemungkinan akan di tolak sebelum trauma hilang.


Sedang melamun, ada notivikasi ponselnya masuk. Seorang wanita teman kuliah satu profesi yaitu dokter fosensik. Dia meminta secara pribadi bukan melewati instansi untuk menyelidiki kasus keluarga.


Saat ini dia menunggu di lobi rumah sakit dan kebetulan bertemu dengan Dokter Atha, "Waduh bagaimana ini?" monolog Zain.


BERSAMBUNG


hai Shobat sambil menunggu AST up lagi


mampir yok Ini rekomen banget lo



Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar


Author: Oktavia Hamda Zakhia


Apa jadinya seorang casanova berstatus duda itu terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mullet.


Pertemuannya itu terjadi saat ia sedang melakukan suatu hal di ruangan kerja kantor miliknya. Namun, sialnya kepergok oleh seseorang yang bekerja di kantornya.


Bahkan gadis tersebut mampu membuat putranya yang berhati dingin bisa tertawa lepas. Setelah tujuh tahun ia mengabaikannya.


Yang mana ia di hadapan kenyataan bahwa gadis yang bekerja di kantornya itu tak mudah ditaklukkan. Mengingat ia sendiri yang mendapat julukan duda casanova.


Bisakah ia mendapatkan hati dari gadis bar-bar yang telah berhasil membuat putranya tersenyum kembali.


Kisah perjalanan mereka di warnai dengan tingkah laku dari gadis bar-bar yang melekat di dalam dirinya

__ADS_1


__ADS_2