Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Hari ke Dua


__ADS_3

Hari ke dua Alfian dan Rania berada di NusaTenggara Timur di awali pukul sepuluh pagi. Alfian ingin menikmati sensasi berada di sebuah tempat wisata. Ingin seolah-olah berada di atas awan berdua dengan Rania, dengan menikmati destinsi wisata Wae Rebo.


Wae Rebo adalah sebuah desa yang berada di tengah pegunungan. Berkat keunikannya membuat Alfian menyukai kawasan ini karena udara yang sejuk dan daerah yang asri. Masyarakat yang masih menggunakan rumah adat untuk melakukan kegiatan sehari-hari sehingga menambah daya tarik tersendiri.


"Sayang, seandainya kita tinggal di sini Rani mau?"


"Asal ada Abang di mana saja Rani pasti mau."


"Abang tetap di Bogor, setiap Minggu Abang berkunjung ke sini."


"Tidak mau kalau berpisah sama Abang."


"Satu minggu sekali kita bertemunya."


Rania menggelengkan kepalanya, tidak mungkin sanggup jika berpisah terlalu lama. Apalagi dengan kurma jumbo yang setiap hari di towel saat dia lagi anteng. Bahkan setiap hari suaminya selalu menggangu ketika terlelap ataupun terjaga.


Rania teringat saat Alfian terjebak di Pulau seribu selama sehari, hati gelisah tidak menentu. Jika berada di Wae Rebo yang berada di pegunungan. Pasti akan semakin kurus harus naik atau turun gunung jika akan bertemu.


"Rani tidak sanggup harus naik turun pegunungan ketika ingin bertemu Abang."


"Memang Rani tahu di Wae Rebo ini berapa ketinggiannya?"


"Tahu dong Bang, tadi Rani baca di Abah goegle sebelum ke sini."


Wae Rebo termasuk salah satu desa tertinggi di Indonesia yang memiliki ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut yang kerap dihiasi dengan kabut tipis setiap pagi. Desa ini memiliki rumah adat Mbaru Niang yang memiliki bentuk unik, yaitu seperti lumbung kerucut dan lima lantai. Jumlah rumahnya hanya tujuh buah saja, di mana setiap rumah dihuni oleh enam hingga delapan keluarga.


Sedangkan Zain dan Julio memilih berwisaa ke Air Terjun Cunca Wulang. Wisata bak surga tersembunyi yang berada di Desa Wersawe, Mbeiling, Kabupaten Manggarai Barat. Posisi air terjun ini berada di 26 km sebelah Timur Labuan Bajo. Di sekitar air terjun, pengunjung dapat melihat bongkahan tebing yang memiliki aliran air dari air terjun di bagian bawah.


Air Terjun Cunca Wulang terletak di antara Labuan Bajo dan Ruteng. Berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut membuat Zain dan Julio menyukai kawasan yang memiliki udara yang sejuk dan menyegarkan.


Beberapa aktivitas bisa dilakukan oleh mereka antara lain berenang, mendaki tebing, hingga melompat dari tebing. Julio dan Zain ingin melakukan kegiatan yang memacu adrenalin. Mereka melompat dari tebing di beberapa spot yang tersedia.


Walau jantung serasa copot, Julio terutama sangat menikmati lompat tebing dengan menegangkan. Zain mencoba berkali-kali panjat teping yang belum pernah di lakukannya.


Sore harinya semua rombongan diajak Alfian ke Pulau Kanawa. Mereka ingin snorkeling di Pulau Kanawa yang berjarak 15 km dari Labuan Bajo. Pulau ini memiliki luas kurang lebih 35 hektare yang memiliki keindahan alam yang sangat memesona.

__ADS_1


Pulau yang memang menawarkan petualangan seru yang tidak akan pernah di lupakan. Salah satunya adalah snorkeling atau driving. Keindahan bawah laut dengan terumbu karang yang tumbuh subur dan ikan berwarna-warni yang berenang ke sana dan kemari.


Hal menarik yang bisa di saksikan saat berada di pulau Kanawa adalah ketika sore hari seperti sekarang ini. Air laut sedang surut di mana kepiting dan bintang laut akan dengan mudah terlihat di tepian pantai. Ini adalah kesempatan langka yang jarang ditemukan di tempat lain dan sangat sayang untuk tidak mengabadikannya dalam sebuah foto.


Rania sangat menikmati pemandangan bawah laut yang baru pertama kali dikunjungi. Berenang bedua dikelilingi ikan yang warna-warni adalah mengalaman yang tak terlupakan.


Sebelum pulang Rania mengajak oleh-oleh khas Labua Bajo, "Bang, Rani mau cari oleh-olleh dulu sebelum pulang."


"Tentu Sayang, Rani boleh membeli apapun yang Rani inginkan, tetapi ...?" Alfian tersenyum sambil melirik dada Rania yang terbuka satu kancing bajunya.


"Idih Abang ini, tidak bisa melihat kancing baju terbuka satu. Nanti saja setelah membeli oleh-oleh, Rani tidak mau sekarang."


"Sayang ... kurma jumbo Abang sudah berpikir sendiri, ingin bertemu dengan itu!"


"Nanti tokonya keburu tutup, Abang. Ayo berangkat sekarang!"


"Baiklah, Abang antar sekarang dengan syarat Rani harus bayar dobel nanti setelah pulang beli oleh-oleh."


"Rani tidak punya hutang mengapa harus bayar?"


Alfian mengajak Rania ke sentra pusat oleh-oleh di Labuan Bajo. Dari membeli kain songke, tas dan sepatu berbahan kain songke sampai mutiara di borong oleh Rania. Sudah di daftar untuk Mami Mitha dan Papi Alfarizi dan seluruh keluarga.


Alfian mengajak Rania berpindah ke toko makanan khas yang ada. Rania melihat botol madu yang terlihat cantik dan berwarna hitam, "Abang apa rasanya madu ini kok warna hitam?"


"Rasanya pahit cocok ini untuk kakek atau nenek, beli Sayang!"


"Kasihan dong Abang, Abah harus minum madu yang rasanya pahit."


"Tapi sangat berkhasiat, Sayang. Coba Rani baca manfaatnya!"


Rania membaca manfaat dari madu hitam. Menurunkan kadar gula darah, mengatasi nyeri sendi, menurunkan kolesterol. Bahkan bisa juga untuk obat lambung atau maag dan menyembuhkan asma dan paru-paru.


"Waaaah bagus, Bang. Beli juga untuk Ibu Titin ya Bang?"


"Ibu Titin sakit apa?"

__ADS_1


"Ibu itu sering sakit asma apalagi lihat bandot tua yang tajir."


"Itu maaah namanya penyakit asmara, Sayang!"


"He he he, tidak lucu ya Bang?"


"Ho'o garing ... lebih lucu Rani saat tidak memakai benang sehelaipun."


"Itu parno, Bang!"


Alfian hanya bergelak mendengar Rania yang mencoba melucu. Dia mengerucutkan bibirnya karena tidak berhasil membuat candaan. Dia kembali mencari oleh-oleh selanjutnya di etalase kaca yang ada kopi dan sambal Roa khas Labuan Baju.


"Bang, pilih kopi atau sambal?"


"Pahit atau manis kopinya?"


"Pahit dong, Bang. Yang manis itu Rani."


"Eee Abang tidak mau Rani manis?"


"Abang tidak suka kalau Rani manis, kenapa?"


"Kalau Rani manis nanti semut selalu datang, Abang tidak rela."


"Ciek ... ciek Abang cemburu ya?"


"Hhhmm!"


Alfian dan Rania melanjutkan memilih oleh-oleh. memutari pusat jajanan khas yang beragam jenisnya. Alfian mendorong troli dan berjalan di sambing Rania.


Ada seorang wanita berdiri membelakangi Alfian dan Rania. Dia berada di pojok toko tak jauh dari posisi meraka sekarang. Siluet tubuhnya seperti tidak asing bagi Rania karena baru kemarin melihat saat akhir acara resepsi yaitu Putri Siregar.


"Abang, sepertinya Rani kenal wanita yang ada di pojok itu?"


"Mana Sayang?"

__ADS_1


"Itu Bang ... yang terlihat punggung saja. Apakah dia mengikuti kita?"


__ADS_2