Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Prewedding


__ADS_3

"Ada apa sih Umi, mengapa marah-marah?"


"Itu para fotografer sudah menunggu, jadi foto prewedding tidak?"


"Oya lupa hari ini ya foto prewedding nya?" jawab Alfarizi sambil menepuk keningnya sendiri.


"Cepetan turun sana, mereka sudah siap semua, seharusnya dari tadi Nak Mitha sudah make-up, bikin lama aja kamu Al!"


"Maaf Umi, jangn jadi ibu tiri terus." canda Alfarizi sambil tersenyum.


"Mengapa foto prewedding hanya di rumah aja, menapa tidak di pantai atau Bali gitu?" tanya Umi Anna sambil berjalan menuruni tangga.


"Aku maunya di pantai Ancol Mi, tetapi Mami Geulis maunya di rumah saja."


"Mengapa Nak Mitha?"


"Tidak apa-apa Umi, aku hanya tidak mau bertemu dengan media infotaiment sebelum acara resepsi di gelar."


"Jadi sebelum acara resepsi Al melakukan konfrensi pers sendirian dong?" tanya Umi Anna kepada Neng.


"Di wakilkan Umi saja, aku masih trauma sering di bully oleh masyarakat, di katakan pelakor, wanita murahan, menjual diri dan masih banyak lagi. aku harap Umi mengerti."


"Tentu Nak, Umi akan selalu mendukungmu."


Alfarizi hanya mendengarkan ucapan dari Neng merasa sangat bersalah. bertahun-tahun lamanya istrinya mengalami tekanan dan bully-an dari masyarakat. Rasanya ingin menghakimi mereka satu persatu atau ingin berteriak jika dia tidak bersalah yang seharusnya di salahkan adalah dirinya.


Jika saat itu dia kembali ke villa mungkin perpisahan tidak akan terjadi. Pengkhianatan Sinta akan terbongkar lebih cepat, tetapi Alfarizi menyadari dirinya saat itu juga selingkuh. Saat ini hatinya mulai menyedari kesalahan seutuhnya tidak hanya di Sinta saja, dirinya juga melakukan kesalahan besar yang membuat Neng mengalami trauma selama bertahun-tahun.


"Apakah aku boleh minta satu hal Umi?" tanya Neng mengagetkan lamunan Alfarizi.


"Apa itu Nak?"


"Saat melakukan konfrensi pers nanti apakah bisa jangan sebutkan nama lengkapku."

__ADS_1


"Jadi namanya hanya Paramitha saja?" jawab Umi Anna lagi.


"Iya boleh kan Pi?"


"Tentu Honey, di undangan juga hanya Paramitha putri Ibu Ani Safitri."


"Terima kasih."


Malam ini foto prewedding di lakukan di dalam ruang produksi Konfeksi AA, di ruang mini bar dan di rumah lama milik Beng. Saat di ruang Produksi Neng mengenakan setelan rok panjang dan blezer berwarna biru dongker, Alfarizi mengenakan stelan jas juga warna senada. Mereka berdiri di samping mesin jahit yang berjajar rapi saling berhadapan dan tersenyum.


Foto yang ke dua Alfarizi sedang bersimbuh menekuk kakinya di depan Neng sambil mengulurkan tangan memberikan cincin permata. Neng mengenakan gaun malam berwarna putih goll. Dan Alfarizi mengenakan setelan jas berwarna putih goll juga.


Untuk foto prewedding yang ke tiga, Alfarizi mengajak Alfian ikut serta mengenakan baju couple sekeluarga. Fotografer mengambil foto saat Alfian ada di tengah diangkat oleh Alfarizi dan Neng. Mereka tersenyum riang dan terlihat natural.


Tanpa terasa waktu cepat berlalu, pernikahan tinggal lima hari lagi akan di gelar. Undangan sudah tersebar ke seluruh kolega, teman dan keluarga atau rekan bisnis. Nama di undangan juga sesuai dengan permintaan Neng yaitu Paramitha putri dari Ibu Ani Safitri.


Setelah undangan tersebar, banyak infotaiment yang mengabarkan di media sosial tentang pernikahan kedua dari mantan suami model terkenal Sinta. Banyak juga para pewarta yang mencari informasi di mana istri ke dua Alfarizi tinggal. Ada juga yang langsung berkunjung ke kantor Alfarizi untuk meminta informasi.


Neng tidak pernah mau menemui para pewarta seperti rencana awal. Jika ada yang ingin bertemu atau wawancara Umi Anna atau Ibu Ani yang selalu menemui mereka. Dan memberikan keterangan yang sama yaitu akan ada konfrensi pers nanti tiga hari sebelum hari H.


Para pewarta ada juga yang mendatangi mantan istri yaitu Sinta. Hari ini juga terkuak bahwa setelah mundur dari dunia model, Sinta menikah dengan Dokter Mario dan saat ini Sinta sedang hamil empat bulan. Mereka bahagia dan tinggal di rumah kedua orang tua Sinta.


Waktu dulu banyak yang membully Sinta karena telah berselingkuh selama bertahun-tahun. Ada juga yang mengatakan Alfarizi bod*h karena tidak melaporkan tindakan Sinta ke pihak yang berwajib. Kini berita itu mulai wara-wiri lagi di infotaiment membuat Neng sering termenung dan melamun.


Alfarizi sering memergoki Neng sedang melamun dan termenung. Saat di tanya akan selalu menjawab tidak apa-apa. Istri cantiknya itu belum sepenuhnya terbuka padanya, seperti masih ada yang di sembunyikan dan masih ada yang di pikirkan.


Seperti sore ini saat Alfarizi pulang kantor dan selesai mandi melihat Neng sedang melamun di gazebo yang ada di samping kolam renang, "Honey ada apa, mengapa selalu termenung akhir-akhir ini?"


"Tidak apa-apa kok Pi."


"Ayolah Mami, ceritakan apa yang masih membuat Mami gelisah!"


"Entahlah susah di ucapkan, tetapi terus terang Mami tidak nyaman dalam situasi ini."

__ADS_1


Alfarizi menarik napas panjang, saat ini dia mulai sedikit demi sedikit memahami kegelisahan istrinya. Berita yang simpang siur, statusnya di masyarakat yang selalu di remehkan membuat pikirannya kalut dan tidak percaya diri.


"Jangan khawatir Honey, tunggu besok sore saja saat Papi mengadakan konfrensi pers semua akan jelas, ok!"


"Maksud Papi apa sih, Mami tidak faham?"


"Besok akan Papi jelaskan semua kepada orang yang penasaran di luaran sana, bahwa Papi ini hanya cinta mati pada Mami, Papi ini laki-laki yang sangat beruntung memiliki istri yang setia."


"Bagaimana cara menjelaskan pada mereka?"


"Lihat besok saja, untuk sekarang ini cukup memikirkan senjata onta arab Papi yang minta di goyang," jawab Alfarizi sambil memeluk Neng dari belakang dan dengan sengaja Alfarizi menggesek-gesekkan senjata onta arab yang mulai menegang.


"Eee no ... big no no, Mami tidak mau di sini!" teriak Neng dan mencoba untuk berdiri serta mencoba melepaskan diri dari pelukan Alfarizi.


Alfarizi tertawa lepas bukan karena Neng yang kaget karena ulah absturd nya tetapi tertawa bahagia melihat istrinya tertawa dan tidak memikirkan tentang berita yang simpang siur di infotaiment.


"Emang mengapa Honey, tidak mau bergoyang di sini?"


"No Papi, kemarin di kamar saja hampir ketahuan oleh Umi, di sini tempat terbuka, bagaimana kalau Al datang, apa tidak jadi berabe?"


Belum sempat Alfarizi menjawab pertanyaan Neng, Alfian betul datang dengan berlari mendekati kedua orang tuanya. Bahkan anak kecil itu melihat dengan jelas Papinya sedang memeluk Maminya dari belakang dengan erat. Alfian menjadi heran karena baru pertama kali melihat papinya memeluk maminya.


"Papi ngapain peluk-peluk Mami, Papi mengajak Mami pacaran ya hayo ngaku?"


"Eeee ha ha ha ...!"



Hai jangan lupa mampir yo


ini rekomen banget lo


I love all

__ADS_1


__ADS_2