
Setelah makan malam romantis di lantai dua Menara Eiffel. Alfian harus hunting kuliner Asia karena makan di restoran tidak membuat Rania merasa puas. Lidah asli Indonesia yang tidak puas jika tidak makan nasi, Alfian terpaksa mencari nasi padang.
Keluguan Rania selalu saja membuat Alfian bisa memanfaatkan situasi untuk mengajaknya bercinta kembali, "Abang carikan nasi padang di sini tetapi ada syaratnya, Rani mau?"
"Apa syaratnya, Bang?"
"Nanti setelah kenyang dan tenaga Rani sudah kuat, apakah boleh kurma jumbo Abang menyedot tenaga Rani lagi?" tanya Alfian cepat
"Iya boleh ... eee habis lagi dong nanti tenaga Rani."
"Nanti Abang belikan lagi nasi pecel." Alfian tersenyum devil setelah berhasil membuat Rania setuju.
"Apakah ada orang jual nasi pecel di sini, Bang?"
"Tidak tahu juga sih, nanti kalau tidak ada Abang pesankan ke Bogor lewat online."
"Tidak ada gofood yang sanggup membelikan nasi pecel dari Bogor sampai Paris, Abang Tuan ini ada-ada saja."
Malam ini setelah mendapatkan nasi padang yang diinginkan. Rania harus membayar hutang modus suaminya di kamar villa. Tenaganya sudah tersedot oleh kurma jumbo yang selalu on sampai menjelang pagi. Tidur hanya dua jam matahari sudah mengintip di langit cerah diatas kota Paris.
Pukul sepuluh pagi Alfian mengajak Rania mengelilingi kota teromantis di dunia. Dari hanting kuliner khas, oleh-oleh sampai tempat nongkrong kawula muda yang sedang viral. Tempat wisata di Paris, laksana surga bagi pasangan yang sedang memadu asmara. View alam, arsitektur bangunan, semuanya sangat mendukung suasana kian hanyut dalam rasa cinta.
Setiap sudut Kota Paris layaknya keindahan tanpa batas, wajar saja jika di Kota Paris memiliki tempat wisata yang terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Yang pertama Alfian dan Rania kunjungi pagi itu adalah montparnasse tower Paris, Perancis. Tower ini adalah gedung perkantoran yang memiliki ketinggian 210 meter, dan 59 lantai.
Meskipun kawasan perkantoran, namun sebagian lantainya dijadikan sebagai tempat wisata yang populer di Paris, khususnya area restoran, dan spot untuk menikmati keindahan Kota Paris dari ketinggian. Salah satu lantai yang dibuka untuk umum adalah lantai yang paling atas. Suasana akan terlihat lebih indah, dan romantis karena berpadu dengan gemerlap lampu kota Paris, serta view Menara Eiffel yang saling berhadapan dengan Montparnasse Tower, Paris, Perancis.
Duduk berdampingan saling mengenggam tangan dengan erat. Ke duanya larut dalam indanya cinta di atas ketinggian montparnasse tower. Sambil menikmati kue croissant yang terkenal di kota Paris Perancis.
Kue atau roti croissant ini dibuat dari adonan tepung terigu, mentega, telur dan ragi. Karena itu adonannya berlapis tipis dibuat dengan cara digilas berlapis-lapis dari adonan tepung. Ada yang polos, berisi cokelat, keju, atau almond. Pilihan Rania yang bentuknya bundar menggembung di tengah dan mengecil dibagian ke dua ujungnya.
__ADS_1
Kali ini Rania tidak mencari nasi setelah makan roti croissant yang berisi keju. Roti dari bahan tebung yang mengandung karbohidrat tinggi. Membuat Alfian tidak bisa melancarkan modusnya.
"Yakin tidak mau cari nasi, Sayang?"
"Rani sudah kenyang."
"Sudah penuh dong tenaga Rani sekarang?"
"Jangan bilang mau menyedot tenaga Rani lagi lewat kurma jumbo, Rani tidak mau?"
"Eee mengapa tidak mau, katanya enak?"
"Rani harus makan nasi dulu biar Abang Tuan puas ...?" Rania menutup mulutnya dengan cepat agar tidak keceplosan.
Dengan sengaja Alfian bertanya dengan cepat, "Puas apanya?"
"kurma jumpo abang puas menyedot tenaga Rani ... ups!" Kembali Rania menutup mulutnya.
"Ada hal menarik apa di museum itu, Bang?"
"Nanti Rani juga tahu, ayo kita ke sana!"
Museum terbesar yang ada di dunia, yang dilengkapi dengan puluhan ribu karya seni tingkat dunia, legendaris, dan bernilai sejarah yang sangat tinggi adalah Louvre Museum Paris. Musoiun ini menjadi rumah bagi salah-satu lukisan termahal, dan legendaris di dunia, yaitu lukisan Mona Lisa, karya Leonardo da Vinci pada abad ke 16.
Walau Rania tidak banyak mengetahui tentang lukisan, tetapi merupakan kebanggaan tersendiri bagi Rania bisa melihat langsung lukisan yang legendaris dan terkenal. Berjalan bergandengan sambil melihat satu persatu lukisan yang tersusun rapi. Seakan dunia hanya milik berdua saat menikmati indahnya lukisan yang menempel di dinding.
Keluar dari musium rencananya masih ada satu lagi tempat yang akan di kunjungi, "Sayang mau makan dulu atau ke Place Des Vosges?"
"Tempat apa itu, Bang?"
__ADS_1
"Seperti alun-alun atau lapangan."
"Makan di sana saja, Rani belum lapar."
"Tuuuh 'kan ... tenaga Rani jadi sia-sia. Seharusnya di sedot sama kurma jumbo Abang."
"Jangan modus ini di tempat umum, Abang Tuan!"
"Nanti malam saja ya di rapel?" tanya Alfian cepat.
"Iya boleh saja, ups. Abang Tuan iiiih!" teriak Rania terjebak lagi dengan modus suaminya.
"Ha ha ha ... tidak boleh menolak kalau sudah mengizinkan."
"Abang Tuan curang," jawab Rania dengan suara manja.
Dengan tergelak Alfian menggandeng Rania menuju tempat wisata keluarga di Paris, Perancis yang sangat terkenal. Lokasinya berada di alun-alun tertua Kota Paris, yang bernama Place Des Vosges, atau disebut juga Place Royale.
Tempatnya sangat nyaman, tenang, dikelilingi oleh bangunan klasik nan megah, adalah daya tarik dari Place Royal, Place Des Vosges.
Di tempat itu terdapat juga patung Henri IV. Di kawasan Place Des Vosges didominasi juga oleh taman-taman indah yang tertata secara baik. Berkunjung ke Place Des Vosges, Paris, sekaligus menjadi sebuah pertanda bahwa wisatawan telah mengunjungi sebuah tempat wisata. Tempat yang pernah dinobatkan sebagai tempat tinggal bergengsi, dan termahal. Tepatnya pada abad ke 17, dan 18.
Place Des Vosges di bangun dari bata merah dengan potongan batu quoin di atas arcade berkubah yang berdiri di atas pilar persegi. Atap batu tulis biru bernada curam ditusuk dengan atap kecil berpanel kecil di atas atap pediment yang berdiri di atas cornice. Ada air mancur yang mengalir berada di tengah-tengah alun-alun dan bunga yang tertata rapi melingkar di sana menambah suasan semakin lerlihat asri dan romantis.
Setelah bersantai hampir satu jam, Rania melihat ada pertunjukan dan di kerumuni banyak wisatawan, "Abang Tuan, Rani mau melihat pertunjukan itu!"
Ada pertunjukan amal anak muda yang sedang menggalang dana untuk anak yang terkena penyakit jantung bawaan. Anak muda yang sebagian mahasiswa itu menunjukkan freestyle bola. Ada yang menggunakan bola basket ada juga yang menggunakan bola sepak.
Rania langsung tertarik saat melihat masih ada bola basket yang tersisa diantara para anak muda sedang melakukan pertunjukan, "Abang Tuan, Rani izin ikut membantu mereka mencari dana kemanusiaan ya!" Tanpa menunggu jawaban Alfian sudah berlari mengambil satu bola basket.
__ADS_1
"Rani ...?"