
Hari ini umur si Kasep Alashraf empat belas hari. Bertepatan hari Minggu, keluarga besar Alfian sedang mengadakan syukuran dan aqiqah. Semua keluarga berkumbul berbagi kebahagiaan.
Sampai istirahat siang hanya satu yang belum menampakkan batang hidungnya. Si pakar cinta yang terkena karma yaitu Zain. Netra Dokter Atha terus aja melihat pintu gerbang. Berharap ada seseorang yang muncul dan tersenyum dari sana. Sayangnya dari pagi tidak muncul sama sekali.
Sejak saat mengantar si Kasep Al pulang Zain tidak pernah sama sekali menemui Dokter Atha. Dia hanya bisa mencuri pandang saat dia melintas di depan kantornya beberapa saat. Atau saat melihat dia di parkiran akan pulang pada sore hari.
Pikiran Dokter Atha selalu berperang sendiri. Dalam hati ingin selalu bertemu dan melihatnya. Dalam pikiran selalu menanamkan jika dia sudah ada yang punya.
Alfian yang melihat kakaknya gelisah, dia langsung duduk di sampingnya, "Kakak sedang menunggu Zain?"
"Iiiiis ngawur aja, tidaklah. Ngapain nunggu Sun Go Kong Itu?"
"Tidak perlu menghindar, Kakak. Al sangat tahu hati Kakak."
Dokter Atha mengambil napas panjang. Matanya diarahkan pada tamu yang sedang menikmati hidangan makan siang. Menyembunyikan rapat-rapat perasaan hati.
"Buat apa mengharap laki-laki milik orang Lain, Dik. Kayak tidak ada laki-laki lain saja."
Alfian bergelak mendengar jawaban kakak tirinya. Dia masih saja mengelak tentang perasan dan hati. Padahal gestur dan tindakannya mengatakan sebaliknya.
"Itu Zain datang!" teriak Alfian menggoda Dokter Atha.
"Alhamdulillah mana dia, Dik?"
"Ha ha ha ... tetapi bohong!" Alfian mendekati wajah Dokter Atha yang kembali melihat wajah Dokter Atha sedang menunggu Zain.
"Dasar usil." Dokter Atha memukul bahu Alfian sambil cemberut.
"Apakah masih tidak mengaku?" tanya Alfian lagi.
"Kagak ... permisi, Kakak mau menemui si Kasep Al saja!" Dokter Atha melenggang pergi meninggalkan Alfian.
Tidak berjarak lama, Zain datang bersama seluruh keluarganya lengkap. Papa Harry, Mama Rianti, Bang Zaqi dan serta Mbak Mega. Dengan membawa kado yang besar dan banyak untuk si Kasep Al.
Alfian langsung mempersilahkan merak masuk dan merangkul Zain sambil berbisik, "Dari tadi pagi di tunggu oleh Kak Atha."
"Benarkah ... di mana dia sekarang?"
__ADS_1
"Baru saja masuk, apa yang elu lakukan sampai dia selalu gelisah seperti itu?"
Zain tergelak sambil ikut merangkul pundak Alfian, "Gue sudah hampir dua minggu ini menghidar darinya. gue sering lihat saat dia mengintip dari jendela saat gue lewat."
"Elu kagak kangen sama Kakak gue?"
"Banget ... gue hanya bisa melihat dia dari CCTV saat dia visit di ruangan."
"Dasar menguntit, apakah elu tidak pernah menyatakan cinta pada Kakak gue?"
"Pernyataan cinta gue sering dianggap angin lalu sama dia. dia menganggap gua hanya merayu saja, padahal gue mengatakan tulus dari dalam hati."
"Kapok lu, kerjaannya modusin cewek sih, Kakak gue jadi tidak percaya."
"Tenang saja, Adik Ipar. Tunggu tanggal mainnya, dia akan berlari memeluk gue sebentar lagi."
"Tunggu tanggal mainnya saja kata elu dari Rani hamil sampai sekarang elu belum juga berhasil."
Zain hanya nyengir kuda denga ejekan Alfian. Sambil memasuki rumah sambil matanya jelalatan mencari wanita pujaan hati. Mulai dari lantai dasar dan mendongak ke lantai atas.
"Dia ada di kamar si Kasep Al, percuma elu mencarinya. Sono makan dulu!" perintah Alfian.
Hampir dua jam Zain menunggu, yang diharapkan turun tidak kunjung datang. Ingin menyusul naik ke lantai dua rasanya tidak berniat. Sampai terdengar ada suara tawa renyah Dokter Atha bersama Mami Mitha turun dari tangga.
Zain memandang wajah Dokter Atha tanpa berkedip. Hati pikiran dan perasaan seakan tidak bisa di kendalikan saat sedang memandang wajahnya. Sorot mata yang menggambarkan rasa cinta yang menggebu tetap saja tidak bisa di kendalikan.
Zain hanya memalingkan pandangannya saat Dokter Atha memandang kearah dirinya. Pura-pura tidak memperhatikan agar debaran jantung terus berjalan normal. Hanya mengalihkan pandangan untuk mengurangi debaran hati.
Sayangnya Mami Mitha sengaja mendekatinya sambil menggandeng Dokter Atha, "Zain ... di mana Papa dan Mama?"
"Itu Mami ada di deretan sate dan gulai kambing." Zain menunjuk tempat deretan menu makan yang ada di ujung teras.
"Mengapa kalian datang terlambat hari ini?" tanya Mami Mitha lagi.
"Papa ada jadwal operasi yang tidak bisa di tinggal, Mami."
Dokter Atha hanya melirik Zain yang mengambil dan mencium punggung tangan Mami Mitha. Walau tanpa kata seolah mata Dokter Atha mengisyaratkan rindu yang mendalam. Sayangnya kata, tindakan dan ucapan tidak pernah di tunjukkan atau di lakukan.
__ADS_1
Mami Mitha bergabung dengan Dokter Harry berbincang dalam lingkaran satu meja. Bersama Mama Rianti, Dokter Atha dan baru bergabung Papi Aifarizi. Walau Dokter Atha jarang ikut bercanda tetapi mereka terlihat akrab.
Pukul Empat sore Zain beranjak dari tempat duduknya. Memdekati Mama Rianti dan berbisik di telinganya, "Mama ... Zain ada urusan sebentar."
"Ya hati-hati, Nak. Nanti Mama dan Papa mampir ke apartemen saja." Mama Rianti mengusap lembut pipi Zain sebagai restu.
Zain mengedipkan mata pasa Dokter Atha sebelum meninggalkan tempat. Berlari menuju parkiran yang ada di luar gerbang rumah Alfian.
Sebelum melajukan mobilnya Zain mengirim pesan WA kepada Dokter Atha, "Aku mencintai kamu tulus dari hati, jika kamu belum juga percaya padaku, aku akan ke langit menyongsong jodohku, tunggu kedatanganku!"
Zain sudah memprediksi satu hari ini kemungkinan Dokter Atha tidak banyak membuka ponselnya. Kemungkinan setelah acara syukuran dan aqiqah si Kasep Al baru akan di periksa ponselnya. Berharap malam atau besok pagi pesan itu baru di buka dan di baca.
Acara syukuran dan aqiqah si Kasep Al tepat pukul enam sore baru berakhir. Papa Harry dan keluarga menunggu Zain tidak kunjung datang kembali ke rumah Alfian. Akhirnya mereka langsung pulang ke apartemen Zain.
Dokter Atha menginap di rumah Alfian bersama keluarga. Pada malam hari dia melihat pesan WA dari Zain yang isinya aneh dan tidak masuk nalar dan pikiran, "Apalagi ini maksudnya .. dasar Sung Go Kong gila?" gumam Dokter Atha lirih.
Dokter Atha tidak memperdulikan pesan dari Zain yang menurutnya aneh. Dia tetap santai tidak menanggapi tentang pesan itu. Sampai pagi hari Papa Harry kembali datang ke rumah Alfian kembali, "Abang Al, apakah Zain menginap di sini, Dia tidak pulang ke apartemen semalam, sekarang ponselnya juga tidak bisa di hungungi?"
"Tidak ada Uncle, dari tadi sore Abang juga tidak bisa menghubungi dia," jawab Alfian.
Dokter Atha yang melihat orang tua Zain kebingungan dia baru teringat dengan pesan itu, "Atau jangan-jangan dia ...?"
BERSAMBUNG
yok mampir Shobat di Novel teman author
ini rekomen banget lo
Kurebut Calon Suamimu
Author Yeni Sri
Silvia Lestari tertabrak mobil yang di kendarai oleh Devan Alvandra, seorang Pria yang ia kenali adalah calon suami dari mantan sahabat lamanya. Mantan sahabat yang pernah membuat hidup dan reputasinya hancur seketika. Di tinggalkan oleh kekasih sekaligus kehilangan Ayah tercintanya.
Karena kecelakaan yang tak disengaja membuat tulang kaki Silvia mengalami keretakan parah dan tak mampu lagi berjalan dalam waktu yang lama, sehingga Silvia memanfaatkan kondisi itu dan meminta Devan untuk menikahinya sebagai pertanggungjawabannya dan juga sebagai jalan untuk membalaskan dendamnya terhadap sang mantan sahabat.
__ADS_1
Akankah Silvia mampu membuat Devan mencintai dirinya, dan berpaling dari Cathrine, mantan sahabatnya sendiri?