Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Terkena Karma


__ADS_3

"Papi, jangan mulai rahasia-rahasiaan lagi ya, mau Mami marah?"


"Iya Mi, ampun jangan marah bukannya Papi tidak mau cerita, ini baru dugaan Junaidi katanya istri baru Rangga adalah putri kandung dari istri Ayah Asep."


Neng mengambil napas dalam-dalam sambil teringat semua cerita Alfian. Teringat juga saat itu dia memanggilnya teteh dan abang ganteng pada suaminya. Teringat juga dengan Rangga Siregar yang teropsesi pada dirinya.


"Sekarang katakan apa rencananya?"


"Belum ada Mami my Honey, kita tunggu kabar dari Bandung dulu, tetapi jangan marah ya, please!"


"Dari dulu Ibu sering bilang berkali-kali Nak, dalam suatu hubungan harus saling percaya dan terbuka, jangan peristiwa yang kalian alami dulu terulang lagi, karena kurang komunikasi dan tidak saling terbuka akan mengakibatkan salah faham."


"Tuuuh Papi dengerin Ibu, kebiasaan tidak mau cerita, Mami jadi kesal tahu!"


"Iya maaf, janji tidak akan mengulangi lagi."


Surya datang dengan langkah cepat, wajahnya terlihat cemas. Masuk rumah tanpa mengetuk pintu atau mengucapkan salam. Dia langsung bergabung duduk di samping Ibu Ani.


"Bagaimana kabarnya mereka, Surya?" tanya Alfarizi.


"Parah Tuan, sepetinya mereka terkena karma, semua gara-gara Rangga dan Mario yang sedang mabuk berat, misteri sudah terungkap sebelum di selidiki."


"Maksudnya?"


"Menurut keterangan pihak yang berwajib Rangga dan Dokter Mario keluar dari bar kemarin saat milihat mobil milik Nyonya Sinta datang dari arah berlawanan," cerita Surya.


"Terus ...?" Neng langsung bertanya saat Surya mengambil napas.


Surya melanjutkan ceritanya bahwa yang sedang menyetir mobil saat itu adalah Rangga Siregar. Setelah Dokter Mario mengenali mobil yang di kendarai Sinta istrinya menuju kearah mereka, Dokter Mario langsung merebut setir mobil yang di pegang oleh Rangga. Dengan sengaja mereka menabrak mobil Sinta dengan kekuatan penuh.


Setelah menabrak mobil Sinta, Dokter Mario dan Rangga Siregar terus merancau walaupun terluka parah. Seolah mereka tidak merasakan sakit sama sekali. Ada polisi pun mulut mereka terus merancau mengatakan rahasia yang mereka lakukan beberapa bulan terakhir ini.

__ADS_1


Dengan bergantian dan seolah mereka sedang bercerita ke dua orang mabuk itu cerita jika mereka telah merencanakan kematian istri dari Rangga Siregar sendiri. Rangga meminta saran kepada sepupunya itu bagaimana cara melenyapkan istrinya yang selalu membuat ulah. Dokter Mario mengaku memberikan obat gagal jantung kepada istri Rangga dalam jumlah besar.


Mereka selalu tertawa dengan memanggil istri masing-masing. Tidak merasakan sama sekali tentang keadaan dirinya sendiri. Mungkin karena pengaruh akohol yang sangat banyak tidak merasakan sakit sama sekali. Padahal badan mereka penuh dengan tetesan darah dan luka.


Dokter Mario kedua kakinya dari lutut ke bawah hancur. Rangga Siregar mengalami gagar otak karena kepalanya terbentur dengan keras. Mereka langsung di operasi saat itu juga setelah selesai di periksa dokter ortopedi untuk Dokter Mario dan dokter syaraf untuk Rangga Siregar.


Dokter Mario harus di amputasi kedua kakinya dari batas lulut ke bawah. Rangga Siregar di operasi untuk mengeluarkan darah beku yang ada di dalam otaknya. Mereka di letakkan di satu kamar rawat inap agar mudah di awasi oleh pihak yang berwajib. Setelah sembuh nanti mereka langsung akan di tahan oleh polisi untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan jahatnya.


"Bagaimana dengan Marta, Nak Surya?" tanya Ibu Ani.


"Sampai sekarang Marta masih belum sadarkan diri di ICU, ini saya sempat mengambil foto Marta saat dia di ICU," jawab Surya sambil menunjukkan foto Marta yang berbaring diatas brankar tempat tidur dengan di pasang infus, oksigen dan ada perban di dahi.


"Bagaimana dengan keluarga mereka, apakah sudah datang ke rumah sakit?" tanya Alfarizi.


"Sudah semua Tuan, sebelum ke sini saya bertemu dengan ke dua orang tua Nyonya Sinta."


"Apakah kalian sempat ngobrol dengan mereka?" tanya Neng.


"Selain kamu bertemu dengan oma dan opanya Marta kamu bertemu dengan keluarga siapa lagi, Surya?" tanya Alfarizi.


"Saya juga bertemu dengan ke dua orang tua istrinya Rangga Sisegar yang meninggal karena serangan jantung, kata mereka akan melaporkan atas meninggal putrinya dan akan meminta membongkar makam untuk di visum."


Alfarizi memegangi kepalanya mendengar cerita dari Surya. Rasanya kepalanya mau pecah mengingat Marta yang tidak bersalah mengalami koma. Mengingat bayi yang ada di dalam kandungan juga meninggal bersama Sinta rasanya perasannya sangat terluka tidak rela anak yang tidak berdosa mengalami musibah yang sangat besar.


"Surya, apakah jenazah Sinta sudah di bawa pulang oleh keluarganya?" tanya Alfarizi mencoba untuk tidak selalu terbawa perasaan terus.


"Kata Opanya Marta jenazahnya hari ini juga akan di terbangkan ke Australia, Omanya Nyonya Sinta yang meminta jenazahnya akan di makamkan di sana, dan satu lagi Tuan, Marta juga akan di pindahkan ke rumah sakit yang ada di Australia hari ini juga, mungkin dia akan di rawat oleh keluarga yang ada di sana."


"Berarti Marta tidak akan kembali ke Indoonesia lagi, Nak?" tanya Ibu Ani.


"Iya Bu, kata mereka tidak ingin lagi mempertemukan Marta dengan ayah kandungnya."

__ADS_1


Ada rasa lega di hati Alfarizi setelah mendengar Marta di pindahkan ke Autralia. Alfarizi tau betul jika Oma dari Sinta itu sangat menyayangi Sinta dan Marta. Mungkin Marta akan lebih terjamin masa depannya saat bersama dengan mereka di banding dengan ke dua orang tua Sinta.


Setelah Surya berpamitan dan pulang, Ibu Ani memasak di dapur. Alfarizi menghubungi mantan mertuanya untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Sinta. Dia tidak berkunjung ke rumah mantan ibu mertuanya karena mereka dalam perjalanan menuju bandara.


Alfarizi mulai baper lagi saat mengingat tidak bisa menengok Marta dan tidak bisa melihat keadaannya. Hanya bisa melihat foto yang ada di galeri ponsel Surya tadi. Dia hanya termenung teringat sepak terjang mereka yang baru saja mengalami musibah. Di hatinya merasa antara kasihan, iba, dendam dan kesal campur aduk menjadi satu.


Neng yang baru keluar dari kamarnya Alfian jalan menuruni tangga mendekati Alfarizi yang melamun ada cairan bening di sudut matanya dan pandangan wajah yang sayu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Emosinya yang mudah berubah tekadang membuatnya tersenyum dan selalu menggemaskan. Neng langsung memeluk dan mendekapnya, "ada apa lagi, Papi?"


Alfrizi kembali membenamkan wajahnya diantar dua gunung kembarnya membuat Neng terkekeh sambil mencubit tengkuk Alfarizi, "Aaauw ... Mami sakit Tahu!" teriak suara Akfarizi tetapi dengan suara manja.


Alfian yang turun dari tangga kaget mendengar suara papinya berteriak. Apalagi ada air mata yang terlihat menetes di pipi papinya langsung mendekati mereka, "Mami mengapa Papi menangis, Mami jahat sama Papi ya?"


"Al ... Eeee?"


BERSAMBUNG


****


Promo lagi ya shobat jangan lupa mampir



EX MAFIA HOT DADDY


(Bhebz)


Aku adalah Alexander Smith, seorang bos mafia terbesar di Rusia. Dunia mengenalku sebagai pria kejam, dingin, dan tak punya perasaan. Hingga suatu peristiwa besar yang menghilangkan nyawa seseorang yang aku cintai membuatku memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam. Dunia yang banyak memberiku kemewahan dan kenikmatan dunia.


Aku memutuskan untuk menjadi hot Daddy bagi putriku seorang.


Ternyata bayangan hitam masa laluku kembali membayangiku. Akankah aku bertahan untuk tidak terjun kembali ke Dunia gelap itu???

__ADS_1


__ADS_2