
Mobil berjalan keluar pintu pagar dengan kaca nako mobil tertutup rapat. Mama Putri dan Putri berdiri melihat mobil yang baru saja kejuar tanpa mengucapkan kata. Ibu Ani langsung berlari mendekati tamu yang berdiri di depan pintu gerbang dengan tergesa-gesa, "Anda sedang mencari siapa ya?"
"Saya temannya Alfian nama saya Putri, apakah Al ada di rumah?"
"Ooo maaf Alfiannya baru saja berangkat menyusul papinya ke Riyadh Arab Saudi, ada perlu apa Putri mencari Al?"
"Putri mau mengembalikan buku Al, tadi ketinggalan di kelas."
"Ooo terima kasih banyak, sini Nenek saja yang menerima."
"Kapan Al pulang Nenek,?"
"Nenek belum tahu Nak, Opanya sedang sakit di sana."
Akhirnya Putri dan mamanya pulang tanpa bisa bertemu dengan Alfian dan keluarganya. Hanya menitipkan buku yang dibawanya kepada Ibu Ani. Sebenarnya saat istirahat siang tadi dengan sengaja Mama Putri mengambil satu buku Alfian saat dia berada di perpustakaan.
Setelah delapan jam perjalanan Neng dan Alfian sampai bandara dan langsung di jemput oleh Alfarizi dan Umi Anna. Menempuh perjalanan dua jam darat sampai rumah Umi Anna. Melihat Abi Ali menyambut sambil tersenyum dan sehat kembali hati Neng merasa lega dan bahagia.
"Sudah sehat, Abi?" tanya Neng sambil meraih punggung tangannya bersalaman bergantian dengan Alfian.
"Sudah sehat, Al ... Opa sangat merindukanmu kemarilah!" Abi Ali langsung memeluk putranya dengan erat.
"Papi sangat merindukan Mami," bisik Alfarizi di telinga Neng menggandengnya masuk rumah.
Alfian langsung beristirahat di kamarnya di temani oleh Abi Ali dan Umi Anna. Alfarizi langsung mengajak Neng untuk berisitahat di kamarnya, "Bagaimana perkembangan perusaahaan Abi, Papi?"
"Sudah beres semua Mami, semuanya sudah clear. Sekarang ini tinggal Papi yang belum beres."
"Papi kenapa, apanya yang tidak beres?"
"Coba lihat ini, sudah satu minggu di anggurin, bisa melihat tetapi tidak bisa merasakan, rasanya lebih tersiksa, Mami?"
"Papi lebai, setiap malam mengganggu Mami tidur, kok belum puas juga sih!"
"Beda Honey, rasanya tidak senikmat kalau senjata onta arab bergoyang langsung."
Alfarizi mulai menarik tangan Neng dan mulai mencium bibirnya dengan lembut. Rasanya tidak sabar lagi untuk melepas kerinduan selama satu minggu berjauhan. Ingin cepat tancap gas mengajak istrinya berboyang.
__ADS_1
"Pi, tunggu dulu kenapa, Mami masih bau, belum mandi dan belum ganti baju!" Neng melepaskan tautan bibirnya setelah oksigen hampir habis.
"Nanti saja Honey mandinya, buat apa juga ganti baju, palingan nanti Papi lempar entah kemana." Kembali Alfarizi bergerilya menyusuri tempat favorit tanpa jeda.
Mengabsen seluruh tempat favoritnya dan meninggalkan jejak kiss mark di sana. Sambil tersenyum memandangi wajah Neng yang mulai terbawa suasana, "Kenapa berhenti Papi?" Spontan Neng bertanya karena sedang menikmati sentuhannya.
"Eee Mami kangen juga ya?" Alfarizi mengedipkan matanya sambil memulai bergerilya lagi.
Sampai keduanya melakukan penyatuan dan sampai merasakan surga dunia berdua. Merebahkan tubuhnya di samping Neng setelah ke duanya mencapai puncak. Alfarizi melingkarkan tangannya di pinggang sambil tersenyum simpul.
"Tidak boleh ada ronde dua kali ini, Papi!"
"Yaaah, Honey ... ini tangan sudah melingkar di pinggang tandanya mau bersambung ke ronde ke dua, kenapa tidak boleh?"
"Coba lihat ini jam berapa?"
"Oya ini waktunya makan malam pasti Umi memanggil kita untuk makan."
Baru selesai Alfarizi berucap pintu di ketuk dari luar, "Tok ...tok ...tok!"
Neng berlari ke kamar mandi polos tanpa sehelai benangpun. Alfarizi memakai baju dengan cepat, memunguti baju Neng yang berserakan di lantai di tempatkan di tempat baju kotor. Dan membukakan pintu kamar dan melihat siapa yang mengetuk pintu.
"Umi, ada apa?"
"Mengapa dari tadi tidak ke ruang makan, sudah di tunggu Abi di ruang makan?"
"Maaf Umi, masih menunggu Mami di kamar mandi."
Umi Anna menggelengkan kepalanya setelah melihat penampilan Alfarizi. Tersenyum sendiri melongok dan melihat tempat tidur yang terlihat berantakan. Kamar dan tempat tidur yang biasanya terlihat rapi sekarang bantal dan seprainya berantakan.
"Ada apa sih Umi, kok tersenyum sambil memperhatikan kamar sampai segitunya?"
"Coba lihat penampilan kamu, ketahuan aja habis ngapain, apakah sekarang ada tren baru pakai kemeja terbalik?" Umi Anna kembali memggelengkan kepalanya sambil melenggang meninggalkan kamar Alfarizi.
"Ini model terbaru Umi." seloroh Alfarizi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengar-cengir sendiri.
Semua persoalan perusahaan Abi Ali sudah teratasi. Abi Ali sudah pulih seperti sedia kala walaupun masih harus banyak beristirahat. Alfarizi dan keluarga kembali ke Jakarta setelah menginap satu malam bersama Neng dan Alfian.
__ADS_1
Hari Senin ini Alfarizi kembali mulai mengantar Alfian ke sekolahnya seperti biasa. Neng harus meeting pagi-pagi dengan pelanggan butik sehingga tidak ikut mengantar Alfian.Alfarizi tidak sempat mengantar Alfian sampai kelas karena dia juga harus meeting bersama klain penting.
"Papi tidak bisa mengantar Al sampai kelas ya Nak."
"Iya Papi, tidak apa-apa."
"Belajar sungguh-sungguh, ok!"
Alfarizi langsung menuju kantornya yang ada di mall. Surya dan klain sudah menunggu di ruang meeting. Waktu tanpa terasa berlalu dengan cepat, bahkan makan siang saja terlewat karena pekerjaan Alfarizi yang sangat menumpuk.
Alfarizi hanya mengirim pesan WA kepada istrinya karena tidak sempat makan siang, "Mami sudah makan siang belum, tolong belikan makan siang untuk Papi karena Papi tidak sempat keluar!"
Neng yang awalnya ingin makan di kafe yang letaknya tidak jauh dari butiknya. Akhirnya memilih membeli nasi padang tiga bungkus di dekat pintu masuk mall. Neng langsung menuju kantor suaminya setelah membeli tiga gelas jus alpokat dan air mineral.
Memberikan satu porsi lengkap dengan minumannya untuk Surya kemudian Neng bergegas masuk kantor milik Alfarizi, "Papi ayo makan dulu!"
"Eee Mami belum makan juga?"
"Belum, ayo Mami sudah lapar nich!"
"Sebentar naaah Mi, lagi tanggung." Alfarizi tetap fokus pada berkas yang di pegangnya.
Neng dengan telaten menyuapi suaminya yang fokus mengerjalkan pekerjaan yang menumpuk, "Terima kasih, Mami jangan lupa makan juga!"
Sampai menu makan nasi padang ludes dua bungkus unrtuk berdua Alfarizi tetap saja konsentrasi pada berkasnya yang menumpuk. Tanpa terasa ini saatnya menjemput Alfian pulang sekolah, "Pi ayo jemput Alfian pulang sekolah!"
"Sudah waktunya pulangkah?"
Hari ini Neng dan Alfarizi lupa ada mamanya Putri yang dari kemarin ingin pertemu dengan Alfarizi. Ini karena kesibukan yang sangat padat. Setelah turun dari mobil yang di parkirkan di depan sekolah. Alfarizi berjalan bergandengan tangan memasuki area halaman sekolah.
Wanita muda datang berjalan dengan cepat kearah Alfarizi dan Neng sambil menunduk konsentrasi pada ponselnya. Sengaja menabrak badan Alfarizi "Bruuuk ..aduh!" dengan cepat wanita muda itu merangkul pinggang Alfarizi agar tidak terjatuh.
Alfarizi mendadak pusing dan mual seolah perutnya seperti diaduk. Dia langsung muntah di badan dan mengenai gaun wanita itu, "Huueek ... Huuueek!"
"Papi, nasi padangnya keluar semua!"
"Bau serangga Mami...!"
__ADS_1