Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Mas Kawin 2,3 M


__ADS_3

Alfian dan Zain sudah duduk di kursi kemudi mobil masing-masing saat Putri Siregar berteriak ingin ikut. Mobil mereka terparkir bersebelahan di dekat pintu keluar. Putri Siregar masih berada di pintu gerbang parkiran berlari sekencang mungkin.


Zain langsung berteriak, "Al ... ayo cepat kabuuuur!"


Sambil tersenyum devil Afian dan Zain menyalakan mesin mobil bersamaan tancap gas keluar parkiran dengan kecepatan tinggi. Untungnya pembayaran karcis parkir berada di dekat jalan raya, jadi ada jarak yang bisa mereka manfaatkan agar Putri Siregar tidak bisa mengejarnya.


Setelah keluar dari area toko dan melaju di jalan raya Zain dan Alfian tertawa terbahak-bahak karena bisa lolos dari Putri Siregar. Rasa lega di hati karena bisa lepas dari wanita yang selalu membuat kesal dan marah. Semakin tancap gas karena waktu sebentar lagi acara akad nikah akan segera di mulai.


Sedangkan di kamar, Rania hampir selesai di make-up oleh MUA artis. Mami Mitha dan Elfa juga ikut berdandan bersama Rania di kamar Alfian. Baju kebaya yang di pakai pengantin juga rancangan Mami Mitha sendiri.


Para tamu dan keluarga satu persatu datang di kediaman Papi Alfarizi dan Mami Mitha. Pak Penghulu dan pegawai KUA juga sudah tiba dan duduk di ruang keluarga. Termasauk Julio, Junaidi dan Surya juga sudah duduk menunggu mempelai pria.


Alfian dan Zain langsung masuk di halaman rumah setelah membunyikan klakson memerintahkan untuk membuka pintu gerbang. Alfian turun dan ingin berlari menuju rumah tetapi setelah ingat kejadian baru saja di toko perhiasan emas dan permata mendadak berhenti.


Alfian langsung menghentikan langkahnya dan berteriak kepada security, "Pak ... nanti kalau ada tamu seorang perempuan dan ingin bertemu dengan Mami, jangan di izinkan masuk ya!"


"Siap ... Siapa nama wanita itu, Tuan?"


"Namanya Putri Siregar. Bilang saja di tumah tidak ada orang, mengerti?"


"Ya Tuan, kami mengerti."


Alfian kembali berlari menuju rumah dengan kecepatan tinggi. Sampai di depan pintu sudah di tunggu olejh Julio dan MUA diajak ke kamar tamu untuk mempersiapkan diri. Diikuti oleh Zain yang menyusul setelah memberikan foto Putri Siregar kepada security lewat ponsel.


"Apakah semua sudah siap, Jul?" tanya Alfian sambil berganti baju.


"Beres Tuan, tinggal menunggu ke dua mempelai saja."


"Di mana Oma Anna dan Opa Ali, apakah mereka sudah bertemu dengan Rani?"


"Seluruh keluarga di sambut satu persatu oleh Nona tadi saat mereka datang."


"Bagaimana tanggapan mereka tentang Rani?"

__ADS_1


"Dia langsung menjadi idola di sini, orangnya supel dan ceplas-ceplos membuat mereka cepat akrab."


"Syukurlah ...."


Waktu semakin mendekati jam akad nikah. Kesibukan semakin terlihat di dalam rumah Papi Alfarizi. Waktu kurang seperempat jam gerbang di tutup agar orang yang tidak berkepentingan tidak masuk dan mengacaukan acara.


"Jul ... tolong sampaikan ayahmu, Jaga gerbang dari Putri Siregar takutnya dia menyusul ke sini!" perintah Zain.


"Apakah tadi bertemu dengan dia?"


"Ya ... dia ada di toko perhiasan emas dan permata bersama Eki."


"Waduh, apakah kemungkinan Eki berselingkuh dari mantan terindah elu Zain?" tanya Julio cepat.


"Kemungkinan iya sih, gue curiganya seperti itu."


"Sudahlah itu urusan mereka." Julio berlalu meninggalkan kamar untuk mencari ayahnya untuk memantau pintu gerbang.


Sambil menunggu pengantin wanita keluar dari kamar dan turunn tangga. Pegawai KUA mengulangi biodata yang masuk, dari identitas ke dua mempelai, saksi dan wali nikah. Dan kesediaan wali ayah kandung yang akan menikahkan secara langsung putri kandungnya.


Pengantin datang turun dari tangga di dampingi Abah dan Mami Mitha. Rania kini semakin bersinar dan cantik sempurna memakai rancangan kebaya Mami Mitha dan make-up MUA artis. Raut wajah bahagia karena keinginan di nikahkan langsung oleh ayahnya kini terkabul.


Tidak hanya Alfian yang terpana melihaat kecantikan Rania, Zain dan Julio juga memandangi Rania tanpa berkedip. Gadis sederhana yang jarang berdandan justru jika memakai make-up yang sesuai membuat dia lebih cantik dari yang sering berdandan.


Sampai Rania duduk di samping suaminya, Alfian masih terpaku dan terpana. Cinta dan harapan bahagia kini sudah terpampang nyata. Apalagi dukungan dan restu dari keluarga juga menyertai langkahnya kini.


"Abang Tuan ... jangan melamun terus!" bisik Rania di telinganya.


Alfian tersenyum dan menjawab juga sambil berbisik, "Istri Abang cantik sekali."


Pak penghulu memimpin dan membimbing jalannya akad nikah yang akan berlangsung. Terutama bagi Doni yang baru pertama kali menjadi wali nikah untuk putrinya, "Pak Doni, apakah Anda sudah siap?"


"Insyaallah siap, Pak."

__ADS_1


"Pengantin pria, apakah sudah siap juga?"


"Alhamdulillah siap, Pak."


"Baiklah mari kita mulai. Pak Doni silahkan jabat tangan pengantin pria!" perintah Pak Penghullu.


Alfian dan Doni berjabat tangan. Pak Penghulu membetulkan tangan ke duanya agar lebih kuat, "Silahkan Pak Doni!"


Doni sambil menatap wajah pemuda yang ada di depannya. Pemuda yang selama ini selalu di jaga dan bersamanya. Tidak menyangka sekarang menjadi menantunya, "Abang Alfian Alfarizi Zulkarnain, saya nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Rania Kirana binti Doni Surya dengan mas kawin perhiasan emas permata seharga 2,3 M dibayar tunai.


"Saya terima nikah dan kawinnya Rania Kirana binti Doni Surya dengan mas kawin tersebut tunai." Alfian menjawab dengan satu tarikan napas.


"Bagaimana sah?" tanya Pak Penghulu.


"Saaaah ...!" teriak mereka bersamaan.


Acara di teruskan doa, tanda tangan, pembacaan ikrar nikah, penyerahan mas kawin dan penyerahan buku nikah. Setelah selesai berfoto baik berdua atau bersama keluarga. Dilanjutkan dengan menikmati hidangan makan malam bersama.


Pukul sebelas malam saat keluarga sudah beristirahat dan tamu berpamitan pulang ingin keluar dari gerbang rumah. Ada mobil yang berhenti di depan gerbang ingin masuk dan bertamu. Salah satu security berlari mendekati mobil masuk dan mengetuk kaca mobil, "Permisi ... tok ... tok ... tok!"


Dari dalam mobil membuka kaca dan tersenyum manis, "Pak ... saya ingin bertemu dengan Nyonya rumah ini ya?"


Security langsung membuka ponsel dan melihat foto galeri. Melihat foto yang yang ada sama dengan wanita yang ada di depannya. Security langsung kembali dan menghadap atasannya, "Lapor Pak ... mobil yang ada di luar adalah wanita sesuai dengan foto."


"Ok, laporan di terima. Kamu panggil Julio ke sini sekarang!"


"Siap Pak."


Junaidi langsung berlari mendekati mobil yang menghalangi jalannya mobil yang akan keluar gerbang, "Permisi Nona, maaf Anda menghalangi mobil yang akan keluar, apakah Anda bisa mundur?"


"Tidak bisa dong Pak, saya yang lebih dulu datang ke sini ingin bertemu nyonya rumah ini!"


"Eeee ...!"

__ADS_1


__ADS_2