Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Alun-alun Ngawi


__ADS_3

Hari ke dua di kampung, Alfian mengajak Abi Ali dan Umi Anna untuk bermain di sungai belakang rumah Mbah Buyut. Air sungai yang jernih, Udara yang segar menambah suasana menjadi lebih ceria dan bahagia. Banyak juga para tetangga yang sedang mencuci baju, Mandi ataupun mengambil air untuk minum ternak mereka yang ada di pinggir sungai.


Umi Anna berdiri di tengah sungai sambil bermain gemerciknya air yang terlihat jernih. Abi Ali asyik bermain bola bersama Alfian bersama teman sebayanya. Samapi ada sesuatu yang ikut mengalir hampir menabrak kaki Umi Anna, "Aaaaa Al itu apa warna kuning banyak sekali?" Umi Anna loncat-loncat sambil bergeser berjalan ke pinggir sungai.


Alfian langsung berlari mendekati Umi Anna sambil tersenyum devil, "Itu namanya kuning ngambang Oma, minggir aja cepat kalau ada yang lewat."


"Iiiih Oma geli, Al ...!"


"Sudah tidak ada lagi sekarang Oma tuuuh dia sudah mengalir jauh, ayo main sama Al saja!"


"Ogah ... Oma mau naik saja, takut nanti ada lagi."


Umi Anna langsung naik dan berdiri di pinggir sungai. Abi Ali yang tidak melihat apa yanag tadi lewat membuat heran dan bertanya, "Ada apa sih Umi?"


"Itu Abi, ada kotoran manusia lewat hampir terkena kaki Umi. Iiiiih Umi jadi merinding."


"Ha ha ha, emang ada orang yang buang air besar di sungai?"


Belum selesai Abi Ali bertanya ada lagi yang melewati Abi Ali dan hampir saja terinjak olehnya, "Ee ha ha ha betul kata Umi," jawabnya sambil tertawa lepas.


Abi Ali langsung berlari mendekati Umi Anna yang tertawa lepas diikuti oleh Alfian. Rasa geli ikut di rasakan oleh Abi Ali setelah menyaksikan sendiri apa yang dia lihat, "Umi ayo kita jalan-jalan lihat sawah yang menghijau saja!" ajak Abi Ali.


Alfian menemani Abi Ali dan Umi Anna berjalan melihat sawah yang menghijau karena baru dua minggu setelah tanam. Suasana yang bersahaja dan udara yang sejuk membuat mereka lebih sehat dan bahagia. Beristirahat dan duduk di gubuk yang berada di tengah sawah yang paling berkesan di hati Abi Ali dan Umi Anna.

__ADS_1


Hari ke tiga Alfarizi mengajak seluruh keluarga ke Alun-alun Ngawi di Provinsi Jawa Timur ternyata menjadi alun-alun terbesar se-Jawa Timur pada malam hari. Alun-Alun Ngawi menjadi salah satu Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) bagi pengunjung dari luar Kabupaten Ngawi. Luas Alun-Alun Ngawi sekira 68.310 meter persegi.


Alun-Alun Ngawi berada di Lingkungan Kluncing, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Pemerintah daerah berharap dapat memberikan fasilitas terbaik bagi masyarakat yang mengunjungi Alun-Alun Ngawi. Masyarakat yang mengunjungi Alun-Alun Ngawi terbesar se-Jawa Timur tidak perlu mengeluarkan biaya.


Alun-Alun Ngawi memiliki bermacam-macam fasilitas. Seperti, arena permainan anak yang rekreatif dan atraktif. Tak hanya menjadi kawasan publik, Alun-Alun Ngawi juga dapat menjadi tempat konser musik berbagi genre. Konsep Alun-Alun Ngawi terbuka sehingga cocok bagi masyarakat, terutama kawula muda yang ingin beraktivitas di tanah lapang. Masyarakat bisa sekadar duduk-duduk melepas penat, berbincang santai bersama teman maupun keluarga, olahraga, atau bersua foto.


Alfian yang sering berkunjung di alun-alun ini langsung berlarian di area rumput lapang yang menghijau. Neng hanya duduk meluruskan kakinya di pinggir lapangan. Diikuti Alfarizi yang juga duduk di sampingnya sambil menggenggam erat jemari tangannya.


Abi Ali dan Umi Anna sangat antusias melihat banyak pedagang kaki lima yang menjajakan beragam kuliner di kawasan alun-alun terbesar se-Jawa Timur ini. Seperti, tahu tepo, sate, martabak, serabi, dan masih banyak lagi. Hampir semua di beli dan di cobanya satu persatu. Mereka membeli jajanan itu karena sangat murah dan enak.


Alun-Alun Ngawi juga menyiapkan arena olahraga, seperti jogging dan mengendarai sepeda hias. Alfarizi bahkan mengajak putranya Alfian berkeliling alun-alun dengan sepeda yang di sewanya. Wisata sederhana tetapi sangat membuat Alfian sangat bahagia bisa bersepeda berdua.


"Papi, dari dulu Al pingin banget lo bersepeda sama Papi."


"Sekarang senang sudah bisa berdua di sini sama Papi?"


"Maafkan Papi ya Nak, Papi sangat menyayangi Al dan Mami."


"Al juga sayang Papi," Mereka melanjutkan lagi mengayuh sepeda memutari alun-alun.


Selesai menikmati kuliner yang beragam Abi Ali megajak Umi Anna melihat Konsep Gapura Alun-Alun Ngawi yang menawarkan pemandangan yang Instagramable. Gapura itu akan terlihat ciamik dan cantik pada malam hari. Mereka berdua mengambil foto selfi dengan berbagai gaya bak ABG yang sedang jalan dengan gebetan.


Neng, Ibu Ani, Mbah Buyut, Pakde Sarto dan Bude Marmi sedang menikmati hidangan khas Ngawi yaitu tahu tepo. Jika di Surabaya punya tahu tek, Solo punya tahu kupat, maka Ngawi punya tahu tepo. Tahu tepo pada dasarnya juga memiliki kesamaan dengan dua sajian kreasi tahu tek dan tahu kupat.

__ADS_1


Tahu tepo terdiri dari tahu yang dicampur dengan kocokan telur dan digoreng hingga garing kemudian diisi dengan lontong dan beragam sayuran seperti irisan kubis. Tekstur tahu tidak begitu garing, tetapi telur dadarnya sangat krispi. Kemudian lontongnya lembut dan tak begitu padat.


Setelah itu isian tahu tepo disiram dengan kuah kacang yang dicampur dengan air asam dan kecap manis. Tak lupa taburan kacang goreng utuh. Sensasi rasa kacang dan manis dari kecap berpadu dengan seimbang bersama gurihnya tahu serta telur. Agar lebih nikmat kemudian bisa menyantapnya dengan kerupuk.


Di tambah dengan minum yang bernama wedang cemue yaitu salah satu minuman khas Ngawi. Wedang ini bisa jadi satu-satunya wedang yang memadukan berbagai unsur gurihnya santan. Dipadukan dengan gula tebu, pedasnya jahe, gurih dan legitnya potongan-potongan roti tawar dan kacang.


Selesai bersepeda Alfarizi dan Alfian ikut bergabung dan memesan dua menu yang sudah terlebih dahulu di nikmati oleh Neng, "Mami, coba Papi nyobain satu suap aja, haaa!"


Neng menyuapi satu sendok tahu tepo miliknya kepada suaminya. Alfian juga tidak mau kalah, "Mami, Al juga mau di suapi, haaa!"


"Enak Mami, Al mau disuapi lagi," kata Alfian setelah sekali di suapi oleh maminya.


"Kene tak dulang Cah Bagus, mbah Yut ora entek iki tahu tepo-ne!" (Sini di suapin Anak Ganter, Mbah Yut tidak habis ini tahu teponya).


"Mboten Mbah Yut, iku pesanan Al wes dadi." (Tidak Mbah Yut, itu pesanan Al sudah jadi).


"Mbah Yut dulang Brad Pitt aja, tuuh dia lagi ada di Gapura!" canda Alfarizi menunjuk Abi Ali yang sedang foto selfi bersama Umi Anna.


"Emoh ... mengko Mbah Yut di gawakne parag karo Ummi," (Tidak mau, nanti Mbah Yut dibawakan parang sama Umi).


BERSAMBUNG


********

__ADS_1


Jangan lupa mampir shobat di novel teman yg rekomen



__ADS_2