
Alfian hanya tersenyum mendengar Rania berbisik di telingannya. Tangan Alfian yang awalnya di bawah meja langsung menggenggam erat tanagan Rania. Membuat Rania gugup dan tersentak kaget, "Eeee ...!'
"Ada apa Neng Rani?" tanya Abah kaget mendengar Rania berteriak.
"Eeee ... anu tangan ...?" Rania terbata-bata ingin menjawab tetapi langsung di jawab oleh Alfian, "Tangannya di gigit nyamuk Kakek," jawab Alfian sekenanya.
Penghulu membetulkan duduknya sambil melihat semua sudah siap untuk memulai akad nikah, "Bagaimana semua sudah siap?"
"Ya sudah siap Pak," jawab Abah.
"OK kita langsung akad nikah. Sekali lagi saya pastikan apakah mempelai wanita tidak mengetahui nama lengkap ayah kandungnya?"
"Iya Pak, Ibu tidak pernah mau berterus-terang dan bercerita nama lengkah Ayah. di Ijazah dan akta kelahiran nama Ayah hanya Surya."
"Baiklah, pernikahan akan di wakilkan wali hakim oleh saya sendiri. saksi dari mempelai pria Julio Said dan mempelai wanita Pak RT Gani dan Abah Asep, betul?"
"Betul ...." jawab mereka serentak.
Mendengar pertanyaan Pak Penghulu kepada Rania, Julio berbisik di telinga Alfian dari belakang, "Bang kok namanya seperti asisten Tuan Alfarizi, apakah Nona adalah putri dari Asisten Surya?'
"Tidak mungkin dong Jul, Paman Surya menikah Abang sudah besar. Di dunia tidak cuma satu yang memiliki nama yang sama." Alfian juga menjawab dengan berbisik.
Pak Penghulu mengulurkan tangannya bersalaman dengan Alfian, "Sudah siap Bang Alfian?"
"Siap Pak."
"Alfian Alfarizi Zulkarnain bin Alfarizi Zulkarnain saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Rania Kirana binti Surya dengan wali hakim dengan mas kawin perhiasan emas 50 gram di bayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Rania Kirana binti Surya degan mas kawin tersebut di bayar tunai."
"Bagaimana sah?" tanya Pak Penghulu.
__ADS_1
"Saaaaaaah!" jawab serempak lagi oleh mereka.
"Alhamdulillah," Abah bernapas lega setelah ke dua cucunya telah bersatu walaupun hanya pernikahan sirri. Setidaknya bisa membantu cucu kandungnya mendapatkan jodoh yang baik untuknya. Merasa yakin jika gadis yang di tolongnya adalah gadis yang baik dan cocok untuk jodoh Alfian.
Hidangan menu nasi ayam bakar yang di pesan Julio datang tepat waktu setelah akad nikah selesai. Rania sendiri yang mempersiapkan menu makanan untuk tamu dan suami. Satu persatu Rania menyiapkan minum air mineral untuk tamu.
Para tamu mengambil menu makanan prasmanan yang sudah di persiapkan Rania di meja. Rania mengambilkan satu pirung untuk Abah, "Ini Bah ... silahkan!"
"Terima kasih Neng Rani, jangan lupa ambilkan suamimu juga?"
"Iya Bah." Rania hanya melirik Alfian yag masih berbincang dengan Julio setelah Julio mengambil satu piring menu nasi ayam bakar.
Dengan ragu-ragu Rania mengambil satu piring menu makan untuk Alfian, "Silahkan makan dulu, Tuan!"
"Terima kasih ... boleh dong di suapin sekalian!"
Rania mengerucutkan bibirnya sambil cemberut dan tidak menjawab ucapan Alfian. Melirik Julio yang tersenyum mendengar ucapan suaminya. Selalu saja membuat hati salah tingkah dengan sikap sok akrabnya padahal belum satu hari bertemu.
Rania mengambil satu piring lagi menu nasi ayam bakar untuk dirinya sendiri. Dia berniat duduk di sebelah Abah yang makan dengan lahap. Tangannya di tarik oleh Alfian dengan cepat, "Mau ke mana, duduk sini saja temani kami makan!"
"Dari mana gue mencari keberadaan Ayah dari Nona Rani, Bang?"
"Tanya saja sama istri Abang." jawab Alfian sekenanya.
Rania masih asyik menikmati nasi ayam bakar tanpa ikut menjawab atau menaggapi percakapan mereka. Alfian hanya melirik Rania yang masih menikmati nikmatnya ayam bakar. membiarkan dia makan dengan lahap menunggu sampai menu di piring habis tanpa sisa.
Abah masih berbincang dengan pak RT setelah pak penghulu dan perias pengantin berpamitan. Alfian meminta Rania untuk menceritakan tentang ayah kandungnya agar segera bisa di cari keberadaannya, "Coba ceritakan tentang ayah!"
"Rani tidak banyak tahu tentang Ayah."
"Ceritakan apa adanya saja, sesuai cetita ibu Anda!" perintah Julio.
__ADS_1
"Baiklah ... Rani cerita."
Rania bercerita bahwa dia hanya teringat saat kelas empat sekolah dasar ibu bercerai dengan ayah tirinya. Ayah menceraikan ibu karena tidak kuat dengan gaya hidup ibu yang glamaur dan tidak mau hidup susah. Saat itu Rania tidak mengetahui jika ayahnya hanya ayah sambung.
Saat Rania berniat ingin ikut ayah setelah bercerai tetapi ayah mengatakan bahwa dia bukan ayah kandungnya. Rania harus ikut ibu karena ibu adalah ibu kandung yang melahirkan . Padahal ayah sangat menyayangi Rania seperti anak kandung sendiri.
Setelah mengetahui bahwa ayahnya bukan ayah kandung Rania bergegas bertanya kepada ibu. Nama dan di mana ayah kandung tinggal saat itu. Hanya sayang ibu tidak pernah mau bercerita tentang ayah kandungnya.
Ibu hanya bercerita sekilas bahwa ayah yang bersama Surya masih hidup. Ibu meninggalkan ayah begitu saja setelah beliau tidak bisa memberikan nafkah sesuai keinginan ibu. Ayah Surya hanya bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan.
Tanpa menuntut carai ibu memilih menikah lagi dengan seorang duda yang tidak memiliki keturunan. Ayah sambung keturunan sunda dan tinggal di desa. Setelah bercerai ayah sambung lebih memilih meninggakan desa dan memberikan rumahnya untuk di tinggali ibu dan Rania.
"Bang, mengapa Nona bercerita banyak tentang ayah sambung, sedagkan ayah kandung hanya sedikit saja?" tanya Julio setelah Rania selesai bercerita.
Alfian menggelengkan kepalanya dan mengerutkan keningya berpikir sejenak. Rania bercerita sekilas tentang ayah kandung yang tidak pernah di kenalnya sama sekali. Yang dia kenal ayah sambungnya saat dia sudah kelas empat sekolah dasar.
Rania langsung menjawab sekenanya pertanyaan Julio, "Tanya aja sama ibu Rani di desa."
"Nah betul juga tuuuh, Jul. Sebaiknya elo ke sana saja sekalian cek villa yang akan di sewa oleh pimpinan perusahaan selama tiga bulan.
Rania langsung pucat dan takut setelah Alfian meminta asistennya untuk menemui ibunya, "Aduuuh ... ja jangan bilang Ibu kalau Rani ada di sini, Rani takut."
Dengan spontan Alfian menarik tangan Rania digenggamnya erat, "Jangan khawatir mulai saat ini Rani tanggung jawab Abang sekarang, Abang akan selalu melindungi Rani dari siapapun termasuk Ibu sekalipun."
Mata Rania berkaca-kaca sambil mengangguk pelan. Antara bahagia dan trauma jika membicarakan tentang ibu kandung yang sudah satu tahun tidak di temui. Sampai sekarang rasa rindu hanya di simpannya di dalam hati tanpa berani menemuinya.
Tanpa di sadari air mata Rania menetes saat dadanya terasa sesak mengingat ibu yang jauh di sana. Alfian langsung mengusap dengan lembut air matanya sambil tersenyum, "Semua akan baik-baik saja serahkan semua pada Abang, ok!"
BERSAMBUNG
Jangan lupa author ingatkan lagi, dengan give away setelah akhir AST nanti. Give away juga ada di novel yang asa di pf Fizzo yang berjudul "Gadis Jenius Milik CEO Depresi.
__ADS_1
Ini penampakan tas untuk give away dua novel, jadi jangan lupa like, komen setiap hari, trims salam sehat selalu