Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Treatment


__ADS_3

Seperti saran dari Dokter Maria kemarin, hari Sabtu dan Minggu ini Alfarizi mengajak Neng untuk babymoon. Tidak hanya berdua tetapi Alfian, Ibu Ani, Umi Anna dan Abi Ali juga ikut. Walaupun awalnya Alfarizi keberatan tetapi Neng bisa meyakinkan suaminya untuk mengajak keluarga.


Berangkat menggunakan pesawat pribadi hanya dalam satu jam perjalanan dari Bandar Udara Sukarno Hatta sampai Bandar Udara Ngurah Rai Bali. Menyewa villa di dekat pantai Kuta Bali dengan fasilitas legkap. Tiba di villa hampir tengah hari langsung di sambut para pegawai dengan menyediakan makan siang dengan khas menu Bali.


"Papi, ini namanya apa, ayamnya masih utuh tidak di potong begini?" tanya Alfian saat duduk di kursi meja makan di depannya ada menu ayam yang masih utuh.


"Ini namanya ayam betutu, Nak. Masakan khas Bali rasanya enak lo," jawab Afarizi.


"He he he, Al teringat baby Faiz saat mau mandi tidak pakai baju." Alfian terkekeh sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


Keluarga tertawa mendengar Afian yang nyeleneh dan absurd ketularan papinya. Alfarizi membantu memotong ayam betutu untuk Alfian, "Ayo di coba, Nak!"


"Terima kasih Papi, Al juga mau yang itu."


"Ini namanya sate lilit, Al mau berapa?" tanya Neng.


"Dua aja Mami."


Menu yang di meja makan komplit khas makanan Bali, di tambah cah kangkung kesukaan Neng. Hidangan minuman juga khas bali yaitu teh jahe dan es tambring. Es tambring adalah es yang berisi kelapa muda, putih telur ayam kampung, asam jawa, gula jawa dan es batu.


Selesai makan siang Alfian langsung mengajak oma dan opanya jalan-jalan ke pantai yang tidak jauh dari villa. Neng lebih memilih untuk beristirahat di kamar karena siang hari udara terasa panas. Memilih untuk berwisata sore hari agar tidak terlalu panas.


"Apakah perlu di pijit seperti biasa, Mami?"


"Tidak perlu, palingan Papi modus aja maunya, Mami capek banget Papi bolehnya hanya memeluk saja."


"Tega banget sih." Alfarizi hanya mengerucutkan bibirnya saja belum beraksi sudah di skak olehnya.


Neng merebahkan tubuhnya dan miring membelakangi suaminya. Alfarizi langsung memeluknya dari belakang dengan erat. Keduanya terlelap dalam mimpi sampai menjelang sore.


Alfian langsung mengetuk kamar ke dua orang tuanya setelah pulang dari pantai Kuta Bali, "Tok ... tok ... tok!"


Alfarizi membuka matanya mendengar ada pintu yang di ketuk. Turun dari tempat tidur perlahan agar Neng tidak terbangun, "Al, sudah jalan-jalannya, Nak?"

__ADS_1


"Sudah Papi, apakah Mami masih tidur?"


"Iya masih, Nak. capek katanya tadi, apakah Al perlu sesuatu?"


"Tidak juga sih, ini Al bawa cangkang keong buat adik cantik."


Al menunjukkan cangkang yang di genggamnya di tangan kiri kepada papinya. Cangkang yang berwarna hitam dan putih berbentuk lonjong. Neng juga terbangun setelah mendengar percakapan antara suami dan putranya.


"Coba bawa sini Al, Mami juga mau lihat dan pasti adik cantik akan suka di bawakan Abangnya hadiah!"


"Apakah adik cantik suka Mami?"


"Tentu dong Abang Ganteng."


Alfian tersenyum senang bisa memberikan sesuatu untuk adiknya walaupun dia masih di dalam kandungan. Neng ikut tersenyum bisa menyenangkan putranya walaupun dengan cara sederhana. Menghargai dan memberikan sambutan hangat atas usahanya membuat Alfian bahagia.


Sore harinya seluruh keluarga kembali menyusuri pantai Kuta yang eksotis sambil menikmati indahnya senja. Sambil menunggu terbenamnya sang surya mereka duduk di pinggir pantai melihat indahnya pantai dan para wisatawan.


"Mami, mau treatment malam ini atau besok, ini orang rumah kecantikan menghubungi Papi."


"Jangan jelous dong, Honey. walau yang menghubungi wanita tetapi hati Papi hanya untuk Mami seorang."


"Papi GR banget sih, maksud Mami harusnya Mami aja yang memesannya, kalau Papi yang menghubungi pasti semua treatment Papi pesan bisa sehari semalam baru selesai."


"He he he iya, Papi sudah pesan semuanya."


"Bilang mereka besok pagi saja, nanti Umi Anna dan Ibu Ani juga harus ikut, kalau perlu Abi dan Alfian juga biar tidak kelamaan, Papi memang kebiasaan."


"Mana mau Abi diajak ke rumah kecantikan, Honey."


Umi Anna dan Abi Ali yang mendengar percakapan mereka ikut duduk di sebelah Alfarizi, "Abi tidak mau ikut, takut ada wanita jadi-jadian di sana."


"Tidak ada Abi, salon yang biasanya ada cowok gemulai, kalau rumah kecantikan biasanya cewek cantik semua," jawab Neng tersenyum sabil melirik Umi Anna.

__ADS_1


"Ok deh, Abi mau cuci mata kalau gitu."


"Coba aja kalau berani, nanti Abi akan Umi cuci dengan air capai," jawab Umi Anna kesal.


"Sadis banget sih Umi sama suami sendiri, Abi cuma bercanda." Abi Ali mengerucutkan bibirnya diikuti Alfarizi dan Neng yang tertawa lepas.


Keesokan harinya seluruh keluarga masuk di rumah kecantikan yang berada di sebelah villa. Rumah kecantikan yang sudah terbiasa melayani ibu hamil yang sedang babymoon. Hanya bedanya saat ini yang melakukan perawatan tidak cuma ibu hamil saja tetapi seluruh keluarga.


Pegawai rumah kecantikan di buat sibuk karena ulah Abi Ali dan Alfarizi yang selalu memilih terapis yang akan melakukan perawatan. Saat akan melakukan menikur pedikur mereka memilih pegawai laki-laki yang terlihat rapi dan pendiam. Saat mereka berada di ruang pijat dan urut mereka harus memeriksa tangannya kasar atau halus.


Neng hanya menggelengkan kepalanya melihat kekompakan Abi Ali dan Alfarizi. Ternyata keduanya memiliki pikiran yang sama. Sangat bucin dengan pasangannya.


Umi Anna, Ibu Ani dan Neng selalu mendapatkan perawatan yang terbaik. Dari fecial, chemical peeling, microdermabrasi, dermal filler, totok wajah dan mesotherspy. Ini hanya terapi wajah belum terapi badan, menikur pedikur, serta terapi untuk rambut.


Hari minggu ini seharian hanya di habiskan berada di rumah kecantikan tidak sempat keluar dari villa. Semua gara-gara Alfarizi yang sudah memesan segala treatment yang ada di rumah kecantikan. Padahal Alfian ingin melihat tari kecak yang di pentaskan di pinggir pantai.


"Papi, kapan selesainya di sini, Al mau lihat tari kecak yang akan segera di pentaskan sebentar lagi?"


''sebentar lagi ya Al, selesai Papi dan Opa di pijat nanti Papi antar ke sana, ok!"


"Iya Papi, Al mau menyusul Mami saja."


Alfian menyusul dan melihat Neng, umi Anna dan Ibu Ani sedang creambath di ruang khusus. Alfian memutuskan untuk keluar sendiri karena mendengar suara tari kecak sudah dimulai. Dia langsung berlari mendekati rombongan penari kecak dan bergabung para turis yang sedang melihat pertunjukan tari.


Setelah Alfarizi dan Abi Ali selesai dan menyusul istrinya berniat akan mengantar Alfian melihat tari kecak, "Mami kemana Alfian, kok tidak ada di sini?"


"Al tidak ada ke sini Papi, dari tadi kan selalu bersama Papi dan Abi."


"Tadi katanya menyusul Mami."


"Jadi bagaimana ini, ke mana Alfian Papi?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


hari ini author promo punya sendiri ya di sebelah



__ADS_2