
Hari jum'at sore ini Neng sibuk mempersiapkan keberangkatan untuk bulan madu alias wisata keluarga yang sudah di persiapkan sejak tiga minggu yang lalu. Neng dan Alfian belum tahu jika Alfarizi membeli pesawat pribadi untuk perjalanan kali ini. Memang di rencanakan Alfarizi untuk memberikan kejutan kepada istri dan putranya sampai di bandara nanti. Yang mengetahui tentang pesawat pribadi itu hanya Umi Anna dan Ibu Anni.
Setelah semua siap mereka berangkat di antar oleh Surya, desi dan Mpok Atun menggunakan mobilnya sendiri. Tiba di bandara mereka langsung melewati pintu khusus menuju pesawat yang sudah stanbye di tempatnya. Yang awalnya Neng tidak curiga dan menyangka menggunakan pesawat komersial Neng mulai bingung dan bertanya-tanya setelah melewati pintu khusus dan tidak cek-in dulu seperti biasanya.
Neng langsung memandangi wajah Alfarizi yang ternyum manis sambil mengenggam tangannya setelah Neng mulai curiga, "Papi mengapa lewat sini dan tidak cek-in dulu?"
"Ini kejutan untukmu dan putra kita, Honey. ayo jalan saja sebentar lagi sampai!"
Neng memandangi daerah sekitar jalan yang dilaluinya dengan penasaran. Tanpa bertanya lagi kepada suaminya karena Alfarizi selalu tersenyum dan memandangi wajahnya dengan penuh cinta. Sampai di depan pesawat yang yang sudah siap terbang dan di sambut para kru, pramugari dan pilot yang berdiri berjajar di kanan kiri pintu masuk pesawat.
Ada tulisan "SELAMAT BERBULAN MADU DAN WISATA KELUARGA" di badan pesawat dengan tulisan yang besar. Neng hanya menggelengkan kepalanya setelah menyadari ternyata ucapan bercanda saat itu langsung di wujudkan oleh suaminya. Memandang wajah suaminya kembali seolah bertanya tanpa kata karena masih belum percaya akan yang di lakukan olehnya untuk surpise sore ini.
"Ini sudah Papi kabulkan salah satu impian Mami."
"Mami cuma bercanda waktu itu Papi, ini bereran Papi membeli pesawat?'
"Ya Honey, ini spesial atas nama NIngtiyas Paramitha Zukarnain."
"Mengapa harus berlebihan seperti ini, Papi?"
"Tidak Honey, ini sepadan dengan kebahagiaan yang Papi dapat dari Mami yang tidak ada batasnya, I love you so much."
Seluruh kru, pramugari dan pilot mengangguk hormat dan mengucapkan selamat datang saat Neng dan rombongan mulai masuk pintu pesawat satu persatu, "Apakah mereka juga pegawai Papi?"
"Tentu Honey, sekarang mereka adalah pegawai Mami, karena yang mereka tahu pesawat ini milik Mami."
"Tapi gaji Papi yang bayarin, kan?"
__ADS_1
Alfarizi hanya terkekeh sambil mengangguk dan mengacungkan jempolnya. Sampai di dalam pesawat para pramugari menjelaskan satu persatu ruangan yang ada di dalam pesawat. Selain ada kursi penumpang yang berjajar, ada tiga kamar tidur lengkap dengan kamar mandi ada di dalamnya. kamar mandi umum, Dapur dan mini bar lengkap dngan bartender yang bertugas di sana.
Khusus kamar pribadi Neng dan Alfarizi ada tempat tidur ukuran big size lengkap dengan kamar mandi dan isinya termasuk baju rancangan Neng sendiri. Ada kamar Alfian lengkap dengan mainan PS dan mainan khusus anak laki-laki. Satu kamar lagi di rancang seperti kamar tamu pada umumnya.
Alfian yang baru menyadari setelah melihat kamarnya yang di rancang khusus untuknya langsung melompat kegirangan, "Betul Papi, ini pesawat Papi yang beli?"
"Iya Nak, Papi beli pesawat pribadi khusus untuk Mami dan Al."
"Waaaah Papi memang keren, Al sangat suka, trima kasih Papi."
"Sama-sama, apakah Al bahagia?"
"Sangat Papi, Al sangat bahagia."
Perjalanan dari bandara Sukarno Hatta Jakarta sampai bandara Raja Khalid Riyadh Arab Saudi di tempuh dalam perjalanan delapan jam sampai di sana. Kemudian menempuh jalan darat menuju rumah Umi Anna di tempuh dalam perjalanan dua jam. Perbedaan waktu Jakarta Riyadh adalah adalah empat jam, sehingga mereka tiba sampai rumah Umi Anna pukul lima pagi.
Hanya satu jam beristirahat, Umi Anna dan Abi Ali duduk di samping Alfian kanan dan kiri, "Al tiga hari lagi kita akan berwisata ke disneyland Hongkong, Al ikut Nenek dan yang lainnya umroh selama tiga hari di sini, ok!" rayu Umi Anna sanbil mengelus pipi cucunya.
"Papi dan Mami tidak ikut umroh dalam rombong awal kita ini." tambah Abi Ali ikut merayu Alfian.
"Apakah Papi dan Mami ada meeting Opa?"
"Ya semacam itu, bagaimana Al mau ikut umroh ke Mekah dan Madinah?"
"Ya Opa, Al mau, apakah ke Mekah dan Madinah kita naik pesawat lagi?"
"Tidak cucu Ganteng Opa, perjalanan dari sini menggunakan mobil hanya sepuluh jam saja, kita berangkat dari sini setelah makan malam, sedangkan Papi dan Mami akan berangkat setelah istirahat siang."
__ADS_1
Neng yang mendengarkan percakapan antara cucu, oma dan opanya jadi mengerutkan keningnya sambil memandang wajah Alfarizi yang hanya tersenyum sambil mengdipkan matanya. Pasti ada rencana yang terselubung yang sudah di rencanakan suami dan ibu mertuanya. Neng langsung mendekati Umi Anna karena tidak mungkin Alfarizi mau bercerita tentang rencana modusnya.
"Umi, aku juga ingin umroh bersama dong!"
"Nak Mitha dan Papinya Al nanti ikut rombongan kedua, mertua dari Isya dan keluarga juga akan ke sini satu minggu lagi, Nak Mitha tidak usah khawatir Nanti Umi yang akan menemani."
Neng hanya menjawab dengan mengangguk ragu sambil memandang wajah Alfarizi yang selalu tersenyum devil. Sebenarnya merasa kesal ternyata membawa keluarga untuk bisa membuat alasan agar bisa berdua tanpa adanya Alfian. Sekarang tinggal mengetahui kemana rencana selanjutnya tetapi enggan untuk bertanya pasti Alfarizi tidak akan mengaku dengan alasan surprise bulan madu.
"Umi, maaf aku mau ke kamar mandi sebentar." pamit Neng berpamitan dan meninggalkan Alfarizi dengan perasaan kesal.
Neng berjalan ke kamar milik Alfarizi dengan langkah panjang sambil cemberut dan dongkol. Alfarizi mengikuti Neng ke kamar juga dengan langkah panjang. Ada rasa khawatir di raut wajah Alfarizi saat melihat wajah Neng yang cemberut.
"Honey, mengapa cemberut gitu, apa salah Papi?"
"Salah Papi banyak, Mami lagi kesal jangan mengikuti Mami."
"Katakan apa salah Papi?"
"Mami tidak suka, Papi main rahasia-rahasiaan."
"Honey, kemarin Papi sudah bilang kan, kalau bulan madu yang menentukan tempatnya Papi, mengapa sekarang Mami marah?"
"Mami tiidak marah Mami hanya kesal aja." jawab Neng dengan jawaban jutek.
"Itu bagian rencana surprise setelah surprise pesawat pribadi untuk Mami."
"Mami tidak mata duitan, mentang-mentang Papi membeli pesawat untuk Mami terus ikut aja kata Papi, Mami tidak suka Papi mau meninggalkan Al di sini tidak cerita dulu dengan Mami, minggir jalan halangin Mami mau ke kamar mandi!"
__ADS_1
""Eeee ... Honey tunggu!"