Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Memo Kecil


__ADS_3

Memo yang di tulis Dokter Atha membuat Syok hati dan pikiran Zain. Tulisan singkat tetapi sangat jelas dan membuat Zain frustasi. Cinta belum terucap tetapi sudah tertolak duluan.


"Mungkin kita tidak berjodoh, sebaiknya jangan lagi mendekati saya." Berkali-kali tulisan memo dari Dokter Atha dibaca berulang kali.


Rasanya ingin berteriak dan marah. Berlari mengejar waktu tengah malam hanya ingin melihat wajah cantiknya. Sekarang ini terasa sia-sia.


Zain menarik napas panjang sambil membuka kotak box sarapan. Marah juga membutuhkan tenaga. Dilahapnya nasi goreng dengan wajah tanpa ekspresi.


Hanya bisa menyemangati diri dan mengingat pesan Alfian serta saran Julio. Harus mencari jalan lain agar bisa menakhlukkan hatinya. Semakin di tolak hati semakin penasaran dan masih tetap ingin berjuang.


Menikmati kopi setelah sarapan nasi goreng. Otak rasanya mulai bisa berpikir positif. Tidak mungkin jika dia tidak menyukai karena adanya bukti.


Sarapan, kopi dan selimut adalah tanda perhatian darinya. Meyakinkan hati lagi semua belum berakhir. Menutup kotak sarapan dan termos kopi di letakkan kembali di meja serta di balas memo itu di belakangnya, "Jodoh dari langit telah tiba, tunggu saja waktunya datang."


Zain tersenyum sambil menarik koper turun menggunakan lift untuk pulang ke rumah. Seharian ini dia masih bisa off dan tidak masuk kerja. Menata hati dan merencanakan strategi untuk mendapatkan tambatan hati.


Doter Atha di rumah sakit seharian ini banyak melamun dan tidak bekonsentrasi. Masih baru tinggal di Indonesia tidak ada yang bisa diajak berbagi cerita. Dia hanya akrab dengan Rania dan El adiknya saja.


Saat pulang kerja Dokter Atha memilih mengunjungi Rania di kedimannya. Hari ini pukul dua siang dia bisa pulang karena pukul lima pagi dia sudah mulai bekerja. Berharap Alfian belum pulang dan bisa berceritaa dengan Rania dari hati ke hati.


"Kak Atha ...?" Rania kaget ada kakak tirinya datang tanpa memberi kabar.


Dokter Atha langsung memeluk Rania dengan erat. Rasa bahagia memiliki saudara kini baru dirasakan olehnya. Dia sangat menyukai Rania yang supel dan sederhana.


"Apa kabar dikbay, Dik?"


"Sehat banget." Rania memandangi wajah Dokter Atha yang terlihat sayu dan pucat.


"Kakak tidak menggangu, 'kan?"


"Tentu tidak, Kak. Rani malah senang, mengapa wajah Kakak pucat?"


"Iya Kakak kurang tidur dan banyak pikiran."


"Apa yang dipikirkan sih, Kak. Cerita sama Rani!"


Rania mengajak Dokter Atha duduk di ruang keluarga. Meminta Bibi Sri untuk membuatkan es jeruk dan menghidangkan buah-buahan segar. Camilan sehat untuk teman berbincang berdua.

__ADS_1


"Adik Al belum pulang, Kan?"


"Belum Kakak tenang saja, Bang Al kalau pulang senja terkadang malam."


"Jangan cerita sama Adik Al ya, Kakak cerita sesama wanita saja, ok!"


"Tentu Kakak, mulut Rani tertutup rapat dan akan menjadi rahasia kita berdua."


Dokter Atha menceritakan semua tentang keresahan hati. Mulai dari dia masih keci. pertengkaran orang tua, perpisahan dan pernikahan lagi. Tentang cerita Papa Mario sampai kehidupan di Autralia.


Tentang niatnya tidak ingin mengenal cinta. Zain yang selalu berusaha mendekati dan ingin menyatakan cinta. Sampai terakhir melihat kenekatan Zain yang ada di depan apartemennya.


Rania tersenyum saat mendengar cerita Zain yang nekat tidur di depan apartemen kakaknya. Tidak banyak mengenal sahabat dari suaminya. Hanya sering mendengarkan saat mereka berkumpul saling bercerita dan curhat tentang cinta.


"Kakak mau saran dari Rani yang mandulu tentang Bang Zain atau tentang Kakak?"


"Tentang Kakak dulu boleh."


"Kakak ini cantik, pintar dan mandiri. Rani sangat suka dengan ketegasan Kakak. Tetapi setiap orang walaupun itu satu garis keturunan tidak mungkin bernasib sama, Kak."


"Pengalaman orang tua bisa di jadikan pelajaran, Kakak. Contohnya seperti Rani."


"Dik Rani sebagai contoh, maksudnya bagaimana Kakak kurang faham?"


Gantian Rania menceritakan kisah hidupnya yang pahit. Dari kecil hanya mendapatkan kasih sayang dari ayahnya sekejap. Hidup berdua dengan ibu yang sering tidak sejalan dengan prinsipnya.


Sampai akan di jodohkan paksa dan melarikan diri. Pertemuan dengan Alfian dan Abah. Menjadi cucu Abah dan menjadi sopir angkot.


Rasa cinta yang terpendam tanpa tahu identitas siapa yang di cintai. Sampai pertemuan kembali dengan Alfian. Mendadak menikah tanpa di duga.


"Rani menjadikan guru semua pengalaman yang pernah Rani hadapi. Rani sangat menyadari seperti bumi dan langit sifat Rani dan ibu Titin, tetapi Rani yakin nasib Rani dan Ibu tidak sama."


Dalam hati, Dokter Atha merasa bersyukur. Ternyata cerita masa lalunya yang menyedihkan, lebih pedih cerita Rania. Sekarang lebih mensyukuri masih bisa mengenyam pendidikan tinggi.


"Mengapa Dik Rani lebih dewasa ya pikrannya, apakah Kakak masih seperti anak Kecil?"


"Tidak juga sih, Kakak. Bagi Rani ... Kakak adalah Kakak terbaik yang Rani punya."

__ADS_1


Dokter Atha tersenyum da memeluk Rania dengan erat, "Sekarang ceritaan tentang Dokter Zain!"


"Dari yang Rani dengar, Bang Zain memang paling pandai merayu dibandingkan dengan empat sahabat, tetapi dia jika sudah cinta dia rela melakukan apa saja."


"Empat sekawan, Alfian, Asisten Julio, Dokter Zain satu lagi siapa?"


"Namanya Bang Eki Darsono, dia juga sudah menikah. Yang Rani dengar istri Bang Eki Darsono juga mantan Bang Zain."


Medengar cerita Rania tentang Zain hati Dokter Atha terasa terisis. Mengapa laki-laki yang suka berganti pacar yang dia suka? Ingin menjauhi dia tetapi hati rasanya tidak rela.


"Kakak, Yang sering Rani dengar, biasanya jika seorang laki-laki yang play boy setelah jatuh cinta beneran laki-laki itu akan setia melebihi laki-laki yang setia."


"Betulkah itu, dari mana Dik Rani mendapatkan informasi seperti itu?"


"Dari teman Rani saat SMA, Kakak."


Dokter Atha lega setelah bisa menuangkan kegundahan hati. Bisa berbicara panjang lebar dengan Rania. Kini semakin lega baik pikiran ataupun hati.


Hanya satu yang masih di pertahankan yaitu niatannya untuk melupakan rasa cintanya. Masih belum percaya dengan adanya analisa Rania. Itu karena hanya sekedar pendapat dan tidak adanya bukti yang menyertainya.


Setelah berpamitan pulang, tersenyum saat melihat apa yang ada di meja. Setelah diperiksa isinya ludes tanpa sisa. Ingin membawaanya masuk ke apartemen dan segera di cuci.


Mata Dokter Atha melihat kertas memo yang di tulisnya tadi pagi. Tulisannya berbeda setelah di perhatikan dengan seksama. Ada balasan memo yang ditulis di balik kertas memonya.


Membaca tulisan yang tidak difahami apa maskudnya, membuat Dokter Atha sampai mengerutkan keningnya dan bermonolog sendiri, "Apa artinya jodoh dari langit, memangnya Sun Go Kong akan jadi jodohku, dasar gila!"


BERSAMBUNG


Yok mampir Shobat sambil menunggu AST up lagi


ini rekomen banget lo



blurb Anyelir


Anyelir adalah bunga paling kuat yang dapat bertahan selama dua minggu setelah di letakkan dalam vas bunga, bahkan bunga ini akan semakin terbuka kelopak nya saat berada lama di vas bunga. Begitulah sang pemeran utama dalam kisah ini. Tentang dia gadis kuat yang berusaha terlihat baik-baik saja di tengah luka yang di alaminya. Tanpa siapa yang tahu jika gadis tersebut memiliki gangguan Psikologis Self Injury. Setelah di hancurkan oleh keluarganya yang brokenhome gadis tersebut juga di hancurkan olah orang yang di cintainya. Tidak berhasil dalam percintaan memang, tapi ia memiliki sahabat yang selalu ada untuknya. "Akulah pemeran utama ini, pemeran utama yang hanya menjadi pemeran figuran untuk dia yang ku anggap akan menemaniku dalam setiap jalan kisahku,"

__ADS_1


__ADS_2