
Sudah hampir satu jam Alfarizi mencari Umi Anna tidak juga di temukan. Surya, Lilis, Alfian dan Abi Ali juga ikut mencari keberadaannya. Mereka berpencar mencari ke seluruh area hotel sampai kafe ataupun minimarket yang berada di lingkungan hotel.
Surya yang mencari di area pintu masuk hotel mendekati security untuk menanyakan keberadaan Umi Anna. Jika beliau keluar hotel kemungkinan ada salah satu dari security itu bisa mengenali beliau. Umi Anna wajahnya terlihat oriental kemungkinan akan mudah di kenali.
"Permisi Pak, apakah Anda melihat Ibu kami, ini fotonya!" Surya menunjukkan foto Umi Anna dari ponselnya.
"Nyonya itu, tunggu aku melihatnya keluar satu jam yang lalu, tetapi tidak jauh dari sini kok!"
Security itu menengok ke kanan dan kiri karena tidak lama dia melihat seorang wanita berwajah oriental, sedang menunggu seseorang saat di tanya oleh security satu jam yang lalu. Setelah melihat orang yang di maksud berada di samping kedai roti bakar yang berada di seberang jalan hotel, "Pak, lihatlah di seberang jalan, apakah Nyonya itu yang Anda maksud?"
Surya langsung menengok kearah yang di maksud oleh security. Umi Anna sedang berbincang serius dengan seorang laki-laki berumur sekitar tiga puluh tahun. Bergegas dia menghubungi Alfarizi menggunakan ponselnya.
"Tuan, saya menemukan Nyonya Anna ada di seberang hotel sedang berbincang dengan seorang laki-laki!"
" ...."
"Baik Tuan."
Hanya dalam waktu lima menit Alfarizi sudah bergabung dengan Surya dan Lilis yang sudah menunggunya di depan hotel, "Mana Umi, Surya?"
"Itu di sana Tuan, dia berdua dengan seorang laki-laki."
"Ayo kita ke sana saja!"
Mereka menyeberang jalan mendekati Umi Anna yang masih serius berbicara dengan orang yang ada di depannya. Sampai mereka tiba di dekat Umi Anna, beliau masih belum menyadari kedatangan mereka bertiga. Di tangan Umi Anna memegangi kertas foto yang lumayan banyak.
"Umi ... !" panggil Alfarizi mengagetkan Umi Anna yang sedang memperhatikan foto yang di pegangnya.
"Eee, kebetulan kamu ke sini Al, duduklah!"
"Ada apa Umi, aku mencari Umi, mau bertanya mengapa istriku Umi izinkan pulang sendiri?"
"Apakah Nak Mitha pulang?"
__ADS_1
"Umi tidak tahu?"
"Tidak Al, saat Umi berpamitan, dia beristirahat dan berbaring di tempat tidur."
"Sekarang ini Umi ngapain dan siapa dia?" tanya Alfarizi menunjuk laki-laki yang sedang duduk dan memperhatikan mereka yang sedang berbincang.
"Dia yang membantu Umi menyelidiki tentang dia, coba kamu lihat!"
Umi Anna memberikan foto tentang Rangga Siregar yang berada di sekitar hotel mengikuti Neng dari kejauhan. Dia juga ikut masuk di resepsi pernikahan Isya saat Neng masuk balroom hotel dan naik ke panggung pelaminn. Umi Anna juga melihat Rangga Siregar saat dia akan memasuki kamar hotel di mana Alfarizi, Alfian dan Neng di kamar hotel saat itu.
"Dari mana Umi tahu laki-laki pengganggu ini?" tanya Alfarizi lagi.
"Kamu mengenalnya Al?"
"Ya umi, dia laki-laki yang suka sama istriku, tapi tidak usah khawatir Umi, istriku itu tidak mau dan tidak suka sama dia!"
"Kamu yakin, kamu saja sampai sekarang tidak bisa menakhlukkan hatinya Nak Mitha, bagaimana jika laki-laki itu mendahului melamar dia?"
"Coba kamu lihat laporan dan foto Rangga Siregar!" perintah Umi Anna .
"Ya Mi, sini aku baca sebentar."
Alfarizi membaca biodata dari Rangga Siregar. Seorang mengusaha rental mobil yang sering gonta-ganti pasangan. menikah tiga kali dan memiliki tiga anak dari ketiga istrinya.
Saat ini Rangga Siregar masih berstatus menikah dengan istri ketiga. Mereka hanya pisah ranjang. Istrinya tinggal di apartemen sedangkan Rangga Siregar tinggal di rumahnya sendiri.
Dari laporan itu Alfarizi mengetahui jika Rangga Siregar adalah seorang casanova yang pandai merayu wanita. Dia akan pantang menyerah sampai mendapakan wanita idamannya. Dia juga selalu berhasil menakhlukkan targetnya dengan berbagai cara.
"Apakah kamu tidak khawatir Al?" tanya Umi Anna setelah selesai Alfarizi membaca biodata Rangga Siregar.
"Tentu saja aku khawatir Umi, aku akan lebih berusaha lagi untuk mengambil hatinya."
"Baiklah, kamu harus bisa menikah lagi secara resmi dengan Nak Mitha, kamu mengerti Al?"
__ADS_1
"Ok, Umi."
Mereka kembali bergabung di resepsi pernikahan Isya sampai pukul lima sore. Pasangan pengantin baru langsung berangkat bulan madu ke Eropa. Umi Anna dan Abi Ali pulang ke rumah Alfarizi yang berada di belakang konfeksi AA.
Alfarizi mengantar Alfian pulang ke rumah Neng, memarkirkan mobilnya di halaman rumah Neng paling ujung. Dia berharap bisa bertemu dengan Neng walaupun hanya sejenak. Sampai di rumah Neng, Alfarizi di sambut oleh Ibu Ani sedangkan Neng tidak ada di rumah.
"Mami kemana, Nek?" tanya Alfian.
"Mami sedang menghadiri seminar di Jakarta." jawab Ibu Ani.
"Papi, ayo ke kamar Al saja, istirahat dulu!"
Seharian Alfarizi berdiri dan mondar-mandir menemui tamu, membuat Alfarizi sangat lelah. Membersihkan diri mandi bergantian dengan Alfian dan langsung beristirat, awalnya hanya tiduran berdua di kamar Alfian sambil bercanda. Lama-kelamaan mereka tertidur pulas tanpa di sadari.
Sampai menjelang waktunya makan malam, Alfian dan Alfarizi masih terlelap tidur. Ibu Ani tidak berani membangunkan mereka. Ibu Ani akhirnya makan malam sendiri, karena Neng juga belum sampai rumah.
Pukul sepuluh malam Neng baru sampai rumah karena jalanan macet. Dia langsung masuk kamar setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Ibu Ani tidak sempat memberitahu jika ada papinya Al sedang tidur lelap di kamar putranya.
Biasanya Neng mengecek Alfian sebelum tidur, tetapi kali ini Neng tidak melakukannya karena sangat lelah. Dia langsung membersihkan diri mandi di kamar mandi. Setelah selesai dia langsung tidur terlelap sampai pagi.
Pagi harinya Alfian dan Alfarizi bangun tidur, mandi secara bergantian. Alfian berganti baju seragam sekolah. Alfarizi memakai baju dan Jas seperti kemarin karena dia tidak sempat unruk membawa ganti baju.
Neng bangun tidur juga langsung membersihkan diri dengan mandi di kamarnya sendiri. Langsung memakai baju kerjanya karena pagi ini ada meeting bersama klien di butik AA. Dia langsung turun dan duduk di meja makan menunggu Alfian turun.
"Bu, tadi sore jam berapa Alfian pulang?"
"Jam enam Neng Mitha, dia langsung tidur tanpa makan malam terlebih dahulu." jawab Ibu Ani.
Alfian dan Alfarizi keluar kamar dengan keadaan fres memakai seragam masing-masing. Alfarizi terseyum saat melihat ada Neng duduk di meja makan sambil mempehatikan laptopnya. Rasa lega di hati bisa melihat Neng dalam keadaan sehat.
"Selamat pagi!" kata Al menyapa Neng dan Ibu Ani.
"Salamat pa ... ?" Neng tidak melanjutkan ucapannnya karena bingung ada Alfarizi di rumahnya dan turun dari tangga.
__ADS_1