
"Hai...I know you, yau Alfarizi Zulkarnain, alright?"
Spontan Alfarizi dan Neng menengok kearah wanita yang seumuran dengan Alfarizi. Ibu Ani dan Ibu juga memandangi wajah wanita khas melayu tetapi rambutnya di cat pirang. Dia tersenyum sambil mendekati Alfarizi sambil merentangkan tangannya.
"Apakah kamu lupa danganku Al?" Dia semakin mendekati Alfarizi ingin memeluknya.
Alfarizi melirik Neng yang cemberut dan memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin mellihat adegan pelukan suaminya dengan wanita itu, "Maaf tunggu dulu, saya tidak mengenal Anda!" jawab Alfarizi memundurkan badannya dan tidak ingin membalas pelukan wanita itu.
"Eee maaf, aku terlalu bersemangat bertemu dengan orang satu negara, aku Lily teman SMP saat di Jakarta." cerita wanita itu dengan riang.
Alfarizi mengerutkan keningnya mengingat saat sekolah menengah pertama. Saat reuni beberapa tahun lalu tidak bertemu dengannya sehingga tidak mengenalnya. Sudah mencoba untuk mengenalinya tetapi Alfarizi tetap tidak mengenalnya.
"Masih belum ingat ya, aku pacarnya Harry saat duduk di kelas sembilan?"
"Oooo pacarnya Harry, maaf aku sudah lupa," jawab Alfarizi dengan suara datar.
Neng hanya tersenyum saat wanita yang bernama Lily itu tersenyum menyapa. Dari tadi diam saja mengira wanita itu adalah wanita di masa lalunya. Ternyata pacar dari abang angkatnya Dokter Harry.
"Hai ... Sinta cantik sekali istri kamu Al." Lily melambaikan tangannya kepada Neng yang dari tadi diam saja.
"Eee ... ?" Neng tidak menjawab lambaian tangan Lily karena kesal dia memanggil dengan nama mantan istri pertamanya.
Neng kembali cemberut melirik Alfarizi yang masih berdiri di sampingnya. Alfarizi langsung spontan memeluk Neng, "Maaf Lily, perkenalkan nama Istriku Mitha, bukan Sinta."
"Oya maaf, aku dulu pernah baca biodata kamu di media sosial nama istri kamu Sinta, apakah sekarang sudah ganti?" tanya Lily terus terang.
Neng semakin cemberut dan kesal mendengar di media sosial istrinya masih bernama sang mantan. Neng tidak jadi menikmati makan siangnya. Mengambil ponsel dan mencari biodata yang di maskud oleh Lily.
"Maaf Mitha, selamat menikmati hidangan yang kami sediakan, Al aku tinggal dulu ya jangan lupa mampir lagi di restoran kami jika masih lama di sini."
Neng hanya tersenyum dan mengangguk tanpa menjawab sepatah katapun. Dia kembali berselancar mencari informasi tentang biodata suaminya. Hanya Alfarizi yang menjawab Lily yang berpamitan, "Ya silahkan, terima kasih."
Alfarizi menyondongkan badannya mendekati Neng yang sedang berselancar di dunia maya. Melirik ponsel milik istrinya ingin tahu apa yang sedang di lakukan. Sambil melirik Ibu Ani dan Ibu Yuni yang sedang berbincang tentang menu masakan padang.
__ADS_1
"Honey, maaf mungkin benar kata Lily, Papi belum sempat mengubah nama itu sampai sekarang!"
Neng tetap masih menunduk memperhatikan ponselnya tidak mendengarkan ucapan suaminya. Hatinya merasa kesal ternyata di media sosial masih banyak berita tentang Sinta saat masih menjadi model. Nama Sinta masih memakai nama belakang suminya yaitu Sinta Zulkarnain.
"Ibu Ani, Ibu Yati tolongin Al kali ini, lihatlah Neng Geulis kesayangan Ibu cemberut." Afarizi meminta bantuan kepada ibu angkatnya dengan suara manja.
"Ibu tidak ikut-ikut masalah mantan, tanya saja sama Neng Mitha sendiri," jawab Ibu Yuni.
"Nak, itu hanya masa lalu, tidak usah memperpanjang masalah yang tidak penting." Ibu Ani menasehati untuk keduanya.
"Tidak usah berisik cepat di makan Papi, nanti Al kelamaan menunggu kita."
"Iya baiklah, maafkan Papi, ok!"
"Hhmm ...."
Sampai keluarga berkumpul kembali di hotel Neng tidak banyak bicara. Dia hanya menjawab sekedarnya saja saat di tanya oleh keluarga. Sampai menjelang senja dia tetap masih dalam mode diamnya.
Sebelum meminta maaf lagi dengan serius Alfarizi menghapus kenangannya dengan mantan. Hampir semua foto di ganti mulai dari foto yang di dapatnya di ponsel jadul milik Neng yang tertinggal di villa jaman dulu. Foto Almarhum ibunya sampai fota pernikahan dan saat bertiga dengan Alfian sampai bulan madu berjajar rapi.
Alfarizi langsung duduk di belakang Neng dan memeluknya dari belakang, "Al, bisa tolong bantu fotokan Papi dan Mami sekarang?"
"Tentu Papi, sini ponselnya, Mami senyum dong jangan cemberut gitu!"
Dengan terpaksa Neng tersenyum saat di ambil fotonya. Padahal hatinya masih kesal, rasanya hanya seperti mimpi bahagia itu datang. Dia merasa belum diakui oleh Alfarizi sepenuhnya menjadi seorang istri.
Pikiran Neng mulai lagi seperti masih sendiri dulu, merasa rendah diri dan sendiri. Hatinya mulai gamang menata masa depan, inginnya pengakuan secara utuh tidak hanya setengah jalan. Dia tidak melihat lagi postingan di media sosial milik suaminya padahal sudah diganti semua.
"Mami, kok malah melamun, senyum!" Kembali Alfian berteriak sambil mengambil foto ke dua orang tuanya.
"Sudah, ini Pi ponselnya. Mami kenapa, kok melamun?"
"Tidak apa-apa Al, Mami baik-baik saja."
__ADS_1
Alfarizi langsung memandangi wajah Neng yang terlihat murung dan tidak bersemangat. Menatapnya sendu tanpa kata, larut dalam kebahagiaan bersamanya membuatnya lupa akan segalanya. Sampai tanpa sengaja melukai hatinya lagi.
"Mami ... maafkan Papi please!"
"Papi mengapa Mami sedih, apakah setelah wisata keluarga Papi akan meninggalkan Al lagi?"
"Eee tidak Al, Papi sangat sayang Al dan Mami, tidak mungkin Papi bisa jauh dari Al dan Mami, kita akan selalu bersama-sama sampai kapanpun."
"Janji ya Pi, jangan tinggalkan kami lagi!"
"Tentu Al, Papi janji, Al bisa tolong Papi ambilkan air mineral di kamar Papi!"
"Ya Pi, maaf tempat Al sudah habis air mineralnya."
Saat Alfian keluar kamar hotel dia langsung menggenggam ke dua tangan Neng dengan erat, "Honey, please bukan maksud Papi untuk tetap menyimpan nama mantan di media sosial, Papi terlalu larut dalam kebahagaiaan bersama Mami dan Al sampai lupa mengubah tentang nama itu."
"Terserah Papi aja, apalah Mami ini hanya wanita dari kampung yang dulu di ju ...!"
"Stop Mami, jangan itu yang di bahas yang jelas Papi sangat mencintai Mami dengan segenap jiwa raga, tolong jangan ragukan lagi."
"Papi cuma ngomong aja, nyatanya di media sosial belum move on dari mantan."
"Sudah Papi ganti Honey, Papi ingin menunjukkan pada dunia bahwa istri Papi itu Mitha bukan mantan, kalau boleh di putar ulang, Papi ingin langsung menikah dengan Mami aja tidak ingin melewati cobaan yang membuat Mami trauma, Maafkan Papi ngaku salah."
"Baiklah, Mami maafkan tetapi Papi harus dapat hukuman."
"Iya apapun akan Papi lakukan hukumannya, katakan apa hukumannya?"
"Janji ya, apapun itu!"
"Iya Honey, Papi janji katakan apa hukumannya."
"Mulai dari sekarang sampai kita selesai umroh dan sampai kembali ke rumah, onta arab Papi di larang bergoyang, dia harus di sarungin dulu!"
__ADS_1
"Waduh... bisa-bisa mati berdiri nich."