
Tanpa pamit dan bercerita kepada siapapun. Zain meninggalkan acara lamaran Julio begitu saja. Yang ada dipikiran Zain saat ini Atha sedang marah dan cemburu ada seorang wanita mencarinya.
Melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Memakirkan mobilnya di sembarang tempat dan berlari secepat kilat sampai di lobi rumah sakit, "Atha, aku bisa menjelaskan tentang ...?" Zain tidak lagi melanjutkan perkataannya saat melihat Dokter Atha dan temannya tertawa lebas tanpa beban.
"Itu sang pangeran sudah datang, saya tinggal dulu ya, Dok. Senang berkenalan dengan Anda." Dokter Atha langsung meninggalkan lobi.
Zain hanya terpaku melihat Dokter Atha yang pergi tanpa kata. Dia hanya melirik Zain tanpa ekspresi. Wajah yang datar dan tidak bereaksi apapun.
Dokter May teman satu kampus dan satu angkatan dengan Zain langsung tergelak melihat Zain yang terpaku dan termenung, "Kok kayaknya gue sudah tidak mengenal seorang Zain yang casanova dulu."
Zain langsung duduk lesu dan cemberut di samping Dokter May, "Elo ngapain ke sini tidak menghubungi dulu, hancur deh usaha gue hampir satu tahun."
"Apakah pesona seorang Zain yang terkenal pakar cinta sudah meredup?" tanya Dokter May lagi.
"Sudah jangan bahas itu dulu, buat apa jauh-jauh dari Pulau Borneo ke sini, sono lu balik merawat buaya muara saja!" Zain masih kesal dengan sahabatnya.
"Tega banget sih, Zain. Gue beli tiket tidak murah, menempuh perjalanan melewati lautan hanya begini sambutan elu. Kalau hanya tentang Dokter Atha nanti gue bantuin setelah kasus gue selesai."
"Baik ... deal, Gue bantuin elo. Tetapi ingat jika gue tidak bisa menikah dengan dia gue lempar lu ke ke sungai Mahakam dekat rumah elu itu."
"Diiiih elu kira gue akan diam saja sungai Mahakam itu setiap hari tongkrongan gue. Dia akan melindungi pawangnya dari laki-laki gila seperti elu. Ayo cepat kita bekerja!"
Maysa Danurendra adalah wanita keturunan Suku Dayak teman Zain saat dulu kuliah. Setelah mengambil spesialis forensik seperti Zain kini dia kembali ke kampung halaman. Bekerja di rumah sakit sawasta sebagai tenaga ahli sesuai bidangnya.
Tiga hari yang lalu paman May di temukan tidak bernyawa di pinggir jalan tol yang baru di bangun. Mobilnya ada di rest area sedangkan pamannya berada di bawah pagar berjarak tiga meter dari pagar. Paman May adalah salah satu anggota dewan yang baru dilantik satu bulan yang lalu.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh jenazah. Dalam pemeriksaan awal pihak yang berwajib mengatakan dia terpeleset dan jatuh saat duduk di pinggir pagar. Hanya saja May menemukan ada kejanggalan pada kaki yang terlihat memar.
May meminta bantuan Zain karena dia tahu kemampuan Zain saat bekerja. Kecakapannya dalam menyelidiki kasus sangat bisa diandalkan. Maka itulah May berkunjung ke rumah sakit yang Zain pimpin.
Zain dan May melakukan penyelidikan setelah jam kerja Zain. Hampir tiga hari Zain dam May selalu bersama. Menyelesaikan misteri terbunuhnya paman.
Zain jadi jarang bisa bertemu dengan Dokter Atha. Jarang bisa merayunya dan tidak sempat membawakan sarapan seperti biasa. Dokter Atha juga selalu menghindari Zain saat bekerja.
Setelah semua terungkap dan Dengan gamblang kasus biisa dibuktikan dengan temuan ilmiah. May berpamitan kembali pulang ke pulau Kalimantan. Kasusnya harus segera di selesaikan agar yang bersalah mendapatkan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.
__ADS_1
Sebelum May berpamitan dia mengatakan hal yang membuat Zain bahagia, "Gue tahu sekarang elu sudah berubah. Dokter Atha memeng wanita yang cocok dan bisa mengendalikan seorang Zain si pakar cinta."
"Maksud elu apa, katanya mau membatu gue mendapatkan dia."
"Mudah saja, biarkan untuk sementara elu jauhi dia sekitar satu bulanlah. Biarkan saja isu jika kita ada hubungan."
"Gila lu, gue tidak mau, bagaimana jika dia ...?" Zain tampak marah.
May langsung memotong ucapan Zain, "Tunggu dulu dodol, gue belum selesai bicara!"
Zain mengambil napas panjang karena May memberikan saran yang sangat berat di lakukan, "Baiklah lanjutkan!"
"Jika dia menghindari Elu, marah, jutek dan sebagainya itu tandanya dia sudah ada rasa."
"Terus apa tidakan gue selanjutnya, May?"
"Setelah satu bulan pasti dia mulai tidak bisa membedakan antara cemburu dan logika."
Zain mulai memahami saran dan strategi May. Ini semacam tarik ulur layangan kata orang jaman dahulu. Sesaat di lepas, ditarik atau di ulur tetapi masih terkendali di tangan, "Dia akan mengakui kalau memang cita sama gue, begitu?"
"Belum ... masih ada satu lagi yang harus elu kerjakan agar dia mau mengakui perasannya."
"Caranya menghilanglah selama beberapa hari, tanpa kabar dan berita. Pasti di akan kelimpungan mencari elu."
"Ke mana gue harus menghilang?"
"Gampang datang ke sungai mahakam, gue mandiin elu pakai kembang tujuh rupa agar julukan pakar cinta elu luntur terbawa buaya."
Zain hanya tergelak dan mengangguk. Saran dari May mungkin petunjuk bertindak seperti yang Rania sarankan, Ingin di jalankan tetapi terasa sangat berat.
"Kenapa elu merasa berat?" yanya May.
"Sangat ...."
"Cuma satu bulan Bro, jika dibandingkan elu berjuang selama satu tahun tidak mendapatkan hasil."
__ADS_1
Zain mengangguk, benar juga katanya. Sudah hampir satu tahun tidak ada hasil sama sekali mendekati dia. Rasa trauma masih dipendamnya dalam-dalam sehingga dinding itu terlihat nyata.
"Percama sama gue, sebenarnya dia juga suka sama elu. Karena predikat elu dan masa lalu dia mungkin yang masih menghalangi."
"Kok elu bisa tahu dia mempunyai masa lalu yang buruk?"
"Gue ini perempuan Bro, sangat tahu saat dia berbicara, dia seolah selalu membentengi diri agar tidak keluar dari zona nyaman."
Setelah May pulang ke Kalimantan, ternyata benar kata May. Dokter Atha semakin menjauhinya. Menghindar dan selalu beralasan agar tidak bisa bertemu langsung.
Zain mulai bersikap biasa, tidak merayu, tidak membawakan sarapan. Tidak membelanjakan keperluan anak panti. Bahkan terkadang Zain bersikap dingin dan agak cuek terhadap Dokter Atha.
Tanpa terasa dua Minggu berlalu. Hari ini adalah hari bersejarah bagi Julio. Acara akad Nikah dan resepsi yang dilakukan di hotel bintang lima.
Seperti biasa semua berpasangan saat acara akad nikah. Walau Zain duduk di samping Dokter Atha, tetapi mereka jarang bicara. Hanya saling pandang tanpa kata.
Akad nikah akan segera di mulai, cincin pernikahan dipegang oleh Dokter Atha. Emas kawin ditugaskan Zain yang membawa. Keduanya harus berdekatan dengan kedua mempelai saat acara akad nikah hampir di mulai.
Masih menunggu sekitar sepuluh menit sebelum acara di mulai. Zain berbincang dan bergeser mendekati Alfian dan Rania yang ada di sampingnya. Dokter Atha langsung menyenggol lengan Zain, "Jangan jauh dariku, sebelah sini saja!"
" ...?"
BERSAMBUNG
jangan lupa mampir Shobat
ini rekomen banget lo
DIKIRA MELARAT TERNYATA KONGLOMERAT
Author : Nirwana Asri
Apa jadinya jika gadis yang berasal dari keluarga kaya tiba-tiba memilih untuk menjalani hidup tanpa kemewahan dari orang tuanya?
__ADS_1
Kristal Quenara ingin membuktikan pada keluarganya kalau dia bukanlah gadis manja dan bisa hidup mandiri. Di tengah penyamarannya dia bertemu dengan Ruli Megantara, pemilik restoran tempatnya bekerja.
Akankah terjalin hubungan percintaan di antara mereka?