Apa Salahku Tuan?

Apa Salahku Tuan?
Goncangan Pesawat


__ADS_3

Zain yang sudah tidak sabar lagi berdiri dan mendekati Atha yang sedang membersihkan wajahnya. Memeluknya dari belakng. Menciumi tengkukknya dengan lembut.


"Abang, awas dulu ... Atha tidak bisa bergerak ini!"


"Abang di sini tidak mengganggu kok, lanjutkan saja memberesihkan mukanya!"


Zain mulai mencium pipi Atha dari samping. Bibirnya sengaja di tempelkan di pipi sebelah kanan bagian belakang. Atha sedang membersihkan pipi bagian kiri.


Atha mempercepat membersihkan muka. Dia langsung melatakkan kapas di meja begitu saja. Aksi dari Zain membuat dia semakin gugup.


"Sudah selesai, Darling?"


Atha hanya mengangguk tetap terdiam dan terpaku di kursi. Zain berputar berjalan dan berjongkok di depan istrinya. Menggenggam tangan Atha sambil mendongak, "Cantik sekali sih istri Abang kalau polos seperti ini, apalagi polos dalam artian yang sebenarnya."


Atha tersenyum dan tersipu malu. Ikut memandangi wajah Zain yang masih berjongkok. Berkali-kali Zain menciumi punggung tangan istrinya, "I love you, Darling."


Zain menekuk lutut dengan bedan sejajar dengan wajah istrinya. Matanya tertuju pada bibir yang selalu menggoda. Tangan Zain pertama hanya mengusap bibir itu dengan lembut.


Atha hanya tersenyum sambil sesekali menunduk. Hati masih saja gugup dan berdegup kencang. Sudah sedekat ini hati semakin gelisah.


Zain memajukan badannya mulai mencium bibir istrinya dengan lembut. Hanya sayangnya Atha diam dan terpaku. Zain langsung melepaskan tautan itu dan bertanya, "Jangan diam saja dong, Darling!"


Atha menjawab dengan menggelengkan kepala. Mengusap bibirnya sendiri sambil melamun. Sampai sekarang ini baru pertama kali merasakan namanya di cium di bibir.


"Darling, mengapa melamun?"


"Maaf, Bang. Atha baru pertama kali di cium di sini," jawab Atha sambil mengusap lagi bibirnya.


Zain tersenyum mengusap pipi istrinya lagi, "Terima kasih, Abang sangat bangga dan bahagia menjadi satu-satunya laki-laki dalam hidup Atha. Abang sangat dan sangat mencintai Atha."


Zain mengulangi mencium bibir Atha dengan lembut dan penuh penghayatan. Walaupun istrinya belum bisa membalas dan belum bisa cara berciuman. Zain bisa merasakan jika istrinya mulai bisa merasakan aksinya.


"Abang ajarin ya nanti jangan lupa dibuka sedikit mulutnya, ok"


Zain mulai melakukan reka adegan mulai lagi mencium bibir Atha. Setelah beberapa saat Atha mulai membuka sedikit mulutnya. Zain mulai bisa mengeksplor rongga yang ada di sana.


Atha sampai gelagapan hampir tidak bisa bernapas saat Zain semakin dalam bisa menikmati tautan, "Uff ...?" napas Atha tersengal.


"Maaf, Daring sangkin semangatnya sampai lupa diri, bernapaslah!"


"Abang pindah saja saja ya?"

__ADS_1


"Pindah kemana, Bang?"


Awalnya maksud Zain pindah mencium dari bibir ke leher. Setelah mendengar pertanyaan istrinya. Zain memiliki ide untuk berpindah ke tempat tidur.


"Pindah ketempat tidur dulu yuk!"


"Iya ...."


Zain dan Atha berjalan bergandengan ke tempat tidur. Berbaring bersamaan Atha terlentang dan Zain miring menhadap keaerah istrinya. Tangan Zain melingkar sempurna di pinggang Atha.


Zain mengajak berpincang agar Atha tidak terlalu tegang, "sampai Australia, kita wisata di mana pertama, Darling?"


"Terserah Abang mau ke mana nanti Atha antar?"


"Kalau seandainya berdua saja seperi ini di kamar boleh tidak?"


Atha mengerucutkan bibirnya kalau hanya berdua di kamar. Di Bogor bisa melakukan itu. Tidak perlu harus ke Australia.


"Tidak usah di pikir dulu deh, lebih baik kita lanjutkan yang tadi!"


Zain mulai berpindah di atas Atha namun dengan tumpuhan dua siku. Badannya tidak menyentuh Atha sedikitpun. Matanya tertuju pada senyum Atha yang mengembang.


Atha terkadang membuka sedkit dan Zain mengeksplor di dalamnya. Zain mulai lagi dari mencium bibir bagian luar. Atha mulai mengambil napas. Sampai puas bermain di sana Zain merebahkan tubuhnya ke samping Atha lagi.


Hanya beristirahat sejenak Zain kembali pada posisi semula. Bedanya kali ini Zain mulai mengeksplor di leher Atha yang jenjang.


Zain menelusuri lehar dengan bibirnya. Terkadang berhenti sejenak dan menyesap sengan lembut. Sehingga ada tanda merah di sana.


Atha mulai menggeliat merasakan sensasi bibir Zain yang beraksi lembut. Yang di rasakan Atha ada rasa geli dan nikmat bersamaan. Sampai tidak sadar tangan Atha melingkar di leher.


Zain kembali merebahkan badannya di samping Atha. Tersenyum dan beristirahat sejenak sambil kembali berbincang, "Kita di Australia tinggal di hotel aja, 'Kan?"


Atha memiringkan badannya kearah Zain, "hari pertama menginap di tempat Uncle dulu ya, Bang!"


"Ada apa di tempat Uncle?"


"Rumah Uncle itu adalah rumah Oma. Atha dari kecil tinggal di sana, Atha masih mempunyai kamar di sana."


"Sehari saja menginap di sana ya?"


"Baiklah, Abang maunya menginap di hotel mana?"

__ADS_1


"Terserah Atha saja, yang penting bintang empat atau bintang lima."


Sambil berbincang tangan Zain membuka kancing baju Atha satu persatu secara perlahan. Yang punya baju tidak terasa karena tangan Zain yang satunya sesekali mengusap pipi atau bibir.


Saat Atha menyadari kancing sudah terbuka semua. Zain langsung beraksi di dada. Seperti menyusuri leher tadi bahkan Zain semakin mengintenskan gerakananya.


Yang awalnya Atha ingin mendorong kepala Zain. Kini Atha meremas rambut Zain setelah aksi suaminya semakin dalam. Sensasi yang di rasakan semakin membuat Atha merasa di atas awan.


Zain menciumi tengah dua gunung kembar yang masih tertutup sempurna. Atha tidak bisa membayangkan lagi sensasi yang sangat disukainya. Sensasi yang dirasakan semakin menggila.


Tangan Zain melingkar ke belakang badan Atha. Bibirnya masih beraksi di sana. Tangannya membuka kaitan kecil penutup gunung kembar milik Atha. Kali ini Atha mengetahui aksi tangan Zain yang membuka kaitan kecil itu..


Atha masih menikmati sentuhan bibir Zain yang beraksi di dada. Setelah terbuka dari belakang Zain hanya menggeser kebawah penutup gunung kembar. Zain mulai mendaki dan menuruni lembah tanpa jeda.


Awalnya Atha ingin menjerit saat penutup gunung kembar turun ke bawah. Dia menutup mulutnya menggunakan satu tangan dengan cepat. Setelah Zain berhenti di puncaknya dan menikmati ujung dari gunung kembar dengan bibirnya.


Saat Zain menikmati puncak gunung kembar bergantian kanan dan kiri. Terasa ada goncangan pesawat seperti mobil sedang melewati polisi tidur. Semakin waktu semakin cepat gonsangan itu.


Zain menhentikan aksinya, posisi mulut masih di depan ujung puncak gunung kembar. Goncangan pesawat semakin terasa, "Ada apa, Bang?"


"Entahlah, kita lanjutkan saja yok!" ajak Zain ,


"Terserah Abang saja."


Mulut Zain hanya mangap dan memasukkan puncak gunung kembar. Goncangan pesawat semakin terasa. Bahkan badan mulai sedikit bergeser ke tengah tempat tidur.


Ada ketukan pintu dari luar dengan cepat, "Bagaimana ... Ini, Bang?"


BERSAMBUNG


yok mampir Shobat sambil menunggu AST up lagi


Ini rekomen banget lo di NT juga kok



Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas


Author: Alinatasya21


Tsamirah Zahrana Az Zahra adalah seorang gadis Desa berparas Ayu penuh dengan pesona yang mampu membius kaum Adam bertekuk lutut di hadapannya dan berlomba-lomba untuk memantaskan diri mendapatkan Cinta dari Seorang Zahrana. Satu persatu kaum Adam datang silih berganti dalam kehidupan Zahrana, berawal dari ia duduk dibangku SMP. Sampai akhirnya ia lulus pendidikan SMK akhir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, ia memilih bekerja dan mencari Jati dirinya.Ia berjuang untuk bisa menjadi seorang Muslimah yang di Ridhoi Allah, namun siapa sangka di tengah proses Hijrahnya dia jatuh hati dengan seorang laki-laki bernama Muhammad Zaid Arkana, hingga ia terjerat dalam lumpur dosa yg tak berkesudahan dan melemahkan biduk iman dan kesucian hati Zahrana. Akankah Zahrana berjodoh dengan Muhammad Zaid Arkana atau akan hadir sosok Pria lain yang akan menjadi sosok Cinta Sejati Zahrana? mari simak kisahnya dalam novel Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas!

__ADS_1


__ADS_2