
Shobat
untuk pemberian give away insyaallah awal bulan depan ya
jangan lupa persiapkan alamat dan nomor ponselnya
jangan lupa folow ig miftaannabalikpapan
pengumuman juga akan di umumkan di sana
Trims sehat selalu
Muda Anna
********
Promosi dong, novel author yang ada di sebelah
mampir yok masih sepi nich, jangan lupa gratis jg lo
bab 1 Lamaran di Tolak
Noah dan Ibu Sari duduk di ruang tamu yang sangat mewah milik keluarga Pengusaha Zainal. Sekarang ini mereka sedang menunggu pasangan Pengusaha Zainal dari luar kota. Hanya ada Bibi Yanti yang menemani tamu dengan sabar.
Rissa sedang mondar-mandir di kamar dengan gelisah. Menunggu papa dan mamanya yang sekarang ini dalam perjalanan pulang. Kenekatan kekasihnya Noah yang ingin melamar dirinya membuatnya gelisah.
Pintu yang di buka dengan kasar membuat Noah dan Ibu Sari tersentak kaget, "Apakah kamu yang bernama Noah?" tanya Pak Roni Zaenal Ayah kandung Rissa.
"Benar Pak, saya ingin ...?" Noah tidak berani melanjutkan ucapannya saat melihat mata calon ayah mertua memerah menahan amarah.
"Cukup anak muda, jangan dilanjutkan lagi ucapan kamu. Aku sudah tahu apa tujuan kamu ke sini!"
Ibu Monika berlari masuk ruang tamu menyusul suaminya dan langsung bertolak pinggang di depan Noah, "Kamu jangan mimpi akan bisa menikah dengan Rissa Putri kami ya!"
__ADS_1
"Tetapi Bu, saya ...?" Kembali Noah tidak diberikan kesempatan untuk berbicara karena kembali di potong oleh Pak Roni Zaenal.
"Kamu mempunyai uang mahar berapa berani melamar putriku?"
Ibu Sari berdri sambil melipatkan tangan di dada sambil tersenyum, "Maaf Bu .. Pak, apakah saya bisa berbicara sebentar untuk mengutarakan maksud kami?"
Ibu Monika kembali bertolak pinggang dengan pandangan mata yang merah, "Sudahlah Bu, aku sudah tahu siapa kalian dan apa tujuan kalian ke sini."
"Maksud Ibu apa?" tanya Ibu Sari dengan heran.
"Sebaiknya kalian pulang saja. aku tidak akan menerima anak kamu sebagai menantuku."
"Ibu tahu adat sebagai orang suku kita, seorang laki-laki harus membawa mahar yang sesui dengan standar seorang gadis yang akan di lamar, dari pendidikan, gaya hidup dan semua keperluan acara pesta pernenikahan nanti." Gantian Pak Roni Zaenal menambah keterangan.
"Kami akan meminta uang mahar 500 juta bagi siapa saja yang akan melamar Rissa, apakah kalian sanggup?" tanya Ibu Monika lagi.
Ibu Sari berlinang air mata mendengar Ibu Monika meminta uang mahar yang sangat besar. Dari mana uang sebanyak itu di dapatkan. Ucapan mereka juga membuat hati miris dan sedih.
"Kamu mempunyai apa berani mencintai Rissa putriku, Hah?"
"Sa .. saya ingin melamar Rissa putri Anda, Pak."
Pak Roni Zaenal dan Ibu Monika tertawa mengejek mendengar Noah melamar Rissa putrinya. Seolah mereka jijik ada dua orang yang berada di ruang tamu mewah milik mereka. Menganggap mereka tidak pantas untuk bersanding dengan keluarga terpandang.
"Dengar ya Noah, aku sudah tahu kamu hanya seorang pelayan mall. Ibumu hanya seorang buruh cuci, jangan bermimpi masuk menjadi keluarga kami," kata Pak Roni Zainal.
"Dan satu lagi, aku juga tahu jika kamu anak yang tidak jelas asal-usulnya. Bisa dikatakan anak haram kata masyaraakat di luar sana." Ibu Monika melanjutkan ucapan suaminya.
"Satu lagi, kalian hanya orang miskin, jangan bermimpi ingin masuk di keluarga kami yang kaya-raya."
Ibu Sari semakin tergugu mendengar hinaan dari kedua orang tua Rissa. Mulutnya seolah kelu karena ucapan mereka yang sangat menyakitkan hati. Ingin rasanya berteriak dan marah tetapi masih bisa menahan diri demi putranya Noah.
"Baiklah Pak, Bu ... cukup, kami memang orang miskin, tetapi jangan hina saya anak haram. saya ...!" Noah tidak melanjutkan ucapannya setelah mendapatkan kode dari Ibu Sari dengan menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Aku tidak perduli, sekarang silahkan kamu bawa Ibu kamu pergi dari sini!"
"Baiklah kami permisi, Assalamualaikum." Ibu Sari menarik tangan Noah keluar dari rumah keluarga pengusaha Zaenal.
Rissa menangis tersedu-sedu di balik pintu ruang tamu dalam pelukan Bibi Yanti. Dia tidak berani membantah dan tidak berani keluar dari tempatnya karena di tahan oleh Bibi Yanti pengasuhnya sejak kecil.
Noah keluar dari rumah kekasihnya dengan tangan yang di kepal. Ingin rasanya tangan memecahkan sesuatu untuk meredamkan emosi. Hanya genggaman tangan Ibu Sari yang bisa menahan emosinya.
Hinaan dan cemoohan ke dua orang tua Rissa selalu terngiang di telinga sampai Ibu Sari sampai di rumah. Ibu Sari duduk termenung di ruang tamu memikirkan nasib putranya. Tidak berdaya karena keterbatasan ekonomi, membuatnya merasa bersalah pada Noah putranya.
Noah juga termenung di kamar sambil memutar ponselnya. Dari tadi mencoba menghubungi Rissa kekasihnya tetapi ponsel dia tidak aktif. Mengirimi puluhan pesan WA juga tidak sampai menambah emosi semakin meninggi.
Noah terus saja termenung , mencari ide bagaimana cara untuk bisa bertemu dengan Rissa. Sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa mempersunting sang kekasih. Kecuali jika bisa membawa mahar yang di minta kedua orang tua Rissa.
Uang mahar yang tidak mungkin di dapatkan dalam waktu dekat. Sedangkan ketakutan tentang apa yang akan terjadi jika akibat yang di lakukan dua minggu lalu selalu menghantui pikirannya. Membuat noah teringat peristiwa yang seharusnya tidak di lakukannya bersama kekasih hati.
Noah mereda emosinya saat teringat peristiwa dua minggu yang lalu. Peristiwa ketika dirinya berulang tahun yang ke 21 tahun. Menghabiskan waktu berdua dengan kekasih hati di salah satu rumah milik papinya Rissa yang tidak di tempati.
Terbawa suasana bahagia dan rasa cinta yang menggebu membuat keduanya larut dan melakukan hubungan badan. Hal yang seharusnya belum boleh dilakukan oleh keduanya. Hanya sayangnya semua sudah terjadi dan hanya bisa menyesali diri.
Noah berniat ingin bertanggung jawab dengan melamar ke rumah Rissa sebelum terjadi yang tidak diinginkan. Walau menyadari belum memiliki modal untuk menuju jenjang pernikahan terutama tentang ekonomi. Yang terpenting niat bertanggung jawab apa yang telah di lakukan.
Emosi Noah kini mulai memuncak saat niatnya melamar di tolak mentah-mentah. Di sertai dengan hinaan keluarga yang sangat menyakaitkan hati. Meremehkan ekonomi keluarga yang hanya hidup pas-pasan rasanya sangat menyakitkan hati.
Sampai menjelang pagi, Noah tidak bisa memejamkan mata saat tidak bisa menghubungi kekasih hati. Kini harus beersiap-siap untuk berangkat kerja. Berharap bisa bertemu dengan dia di sela-sela bekerja di mall.
Harapan Noah terkabul saat jam istirahat melihat Rissa masuk pintu mall dengan tergesa-gesa. Ada perasaan lega saat bisa melihat wajah dan senyum Rissa. Ingin sekali berlari dan memeluknya jika tidak ada banyak temannya yang sedang beristirahat disampingnya.
Noah berdiri menunggu sambil tersenyum saat Rissa sudah tinggal dua meter lagi berdiri di hadapannya. Tanpa di duga ada dua orang laki-laki tegap langsung meghadang langkah Rissa dan langsung menariknya keluar mall. Rissa hanya mampu berteriak memanggil nama Noah sambil menangis, "Kakak ... Noah ...!"
Ada dua orang lagi mendekati Noah dan menariknya juga tetapi ke kamar mandi. Noah langsung di hajar oleh dua orang laki-laki itu sampai babak belur setelah sampai kamar mandi, "Janngan sekali-kali kamu mendekati Nona Rissa, kamu mengerti?"
__ADS_1