
"Trus kita mau makan di mana?" greget Vano.
"Eeemmm..." Vanya berfikir sambil melihat jalanan sore hari yang ramai.
"Nah itua aja." unjuk Vanya pada sebuah warung lesehan di pinggir jalan yang bertuliskan mie ayam.
"HAH." cengoh Vano.
"Kenapa gak boleh ya?" menatap Vano.
"Boleh kok boleh banget malahan." jawab Vano yang tak abis pikir dengan kelakuan Vanya.
'Sabar Vano sabar.' Batin Vano.
Sedangkan Vanya dia tersenyum kemenangan dalam hati, lantaran berhasil membuat Vano kesal.
Vano pun membelokkan mobilnya dan parkir di lahan yang luas supaya tidak menggangu pendengaran yang berlalu lalang.
"Stop jangan turun dulu.". larang Vano saat Vanya akan membuka pintu mobil.
"Kenap..." belum selesai Vanya bertanya Vano sudah keluar dari mobil dan berlari memutari mobil sampai di samping pintu mobil tempat Vanya duduk.
Vano membukakan pintu mobil untuk Vanya dan setelah Vanya keluar Vano segera mengandeng tangan Vanya dengan mesra.
Hati Vanya pun menghangat melihat perlakuan Vano kepadanya meskipun itu sederhana.
"Makasih." ucap Vanya setelah Vano mempersilahkan Vanya duduk di lesehan yang di balas senyuman manis oleh Vano.
"Permisi mbak sama mas nya mau pesan mie ayam dengan toping apa?" tanya ibu ibu penjual mie ayam.
"Aku mau mie ayam yang full ayamnya trus di tambah bakso kasar 2 buah, trus minumnya teh anget jangan manis manis." pesan Vanya.
"Kamu mau apa Van?" tanya Vanya pada Vano.
"Mie nya sama in kayak kamu aja tapi toping nya jangan bakso kasar tapi bakso yang halus 2, trus minumnya juga sama." jawab Vano.
"Silahkan di tunggu sebentar mbak." ucap ibu penjual itu.
Vanya dan Vano menjadi perhatian orang orang yang makan di sana, bagaimana tidak mereka tampan dan cantik di tambah tadi mereka menggunakan mobil sport terbaru yang tidak sembarang orang bisa membelinya karena selain harganya yang mahal, pajak mobil itu juga mahal. Dan bisa bisanya mereka makan mie ayam pingir jalan. Isi pikiran para pengunjung.
"Van kayaknya mereka semua liatin kita deh." ucap Vanya saat menyadari pandangan orang orang menuju dirinya dan Vano.
"Biarin aja, mungkin mereka terpesona dengan kecantikan kamu dan kegantengan aku." jawab Vano pede.
"Dih, pede banget kamu."
"Ya harus lah, dari pada minder kan mending pede."
__ADS_1
"Iya dah terserah kamu." Vanya mengalah berdebat dengan Vano, karena nanti ujung ujungnya juga dia kalah kalau membicarakan tentang kepedean.
"Permisi mbak, mas ini pesanannya." meletakkan pesanan Vanya dan Vano di meja.
"Makasih buk." ucap Vanya.
"Sama sama mbak." jawab ibu penjual itu.
Vanya dan Vano pun segera melahap mie ayam itu, karena selain rasa mie ayam nya yang enak, mereka juga sudah kelaparan terutama Vano, dia belum makan sama sekali dari pagi. Tapi Vanya juga lapar kan habis di gempur Vano buat cocok tanam tadi.😂😂
"Van bakso halusnya enak gak?" tanya Vanya melihat mie ayam Vano dengan bakso halus yang sepertinya sangat menggoda.
"Enak, kenapa mau coba?" tawar Vano yang langsung di angguki Vanya.
Saat Vanya akan mengambil sendiri bakso dari mangkok Vano, Vano segera melarangnya dan segera menyuapi Vanya mengunakan sendok bekas dirinya.
"Gimana enak kan?" tanya Vano.
"Enhak." jawab Vanya masih dengan mengunyah suapan Vano.
"Habisin dulu makanannya baru ngomong."
Vanya menjawab dengan cengiran saja yang menampilkan deretan giginya.
"Aku mau juga dong cobain punya kamu." pinta Vano.
Aksi mereka berdua pun membuat iri para pengunjung warung itu.
'Aduh mak jiwa jomblo ku meronta ronta.'
'Mau juga dong di suapin.'
'Cowoknya ganteng banget sih, jadi pengen peluk.'
'Ceweknya juga cantik banget sih.'
Dan bla bla bla..
Vano dan Vanya tidak menghiraukan ucapan ucapan itu, bagi mereka hal seperti itu sudah biasa karena di mana pun mereka berada pasti ada saja yang membicarakannya. Baik itu memuji atau mencela.
"Berapa buk?" tanya Vano setelah selesai makan.
"Semuanya totalnya empat puluh enam ribu mas." jawab ibu penjual setelah mentotal pesanan Vano dan Vanya.
Vano mengambil uang dari dalam dompetnya satu lembar uang dengan gambar bapak Soekarno Hatta dan segera menyerahkannya kepada ibu penjual.
"Kembaliannya ambil aja buk." ucap Vano.
__ADS_1
"Makasih mas, mbak." ucap terimakasih ibu penjual itu.
Seperti tadi Vano sekarang juga membukakan pintu mobil untuk Vanya dan setelah itu dia menyusul masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana lagi Van?" tanya Vanya karena Vano melajukan mobilnya ke arah jalan yang bukan menuju mansion atau pun apartemen mereka.
"Nanti juga kamu tahu." jawab Vano yang membuat Vanya berdecak kesal.
Vanya diam saja tak banyak bertanya lagi karena nanti pasti juga tidak akan mendapatkan jawaban.
Hingga mobil mereka memasuki lapangan parkir masjid dan berhenti di sana.
"Kita sholat dulu ya kan tadi belum sholat magrib mumpung masih ada waktu." ucap Vano yang setujui Vano.
Mereka sholat berjamaah dengan Vano yang menjadi imam sholat Vanya, karena mereka sholat maghrib di saat waktu jamaah sholat di masjid itu sudah selesai jadi mereka hanya sholat berdua saja.
Setelah sholat Vano melajukan mobilnya lagi membelah jalanan malam yang di hiasi lampu lampu kota yang indah.
"Oh iya Van, buku buku dan barang barang kita di apartemen gimana?" tanya Vanya.
"Kamu tenang aja, sekarang orang suruhan ku lagi membereskan apartemen dan akan menatanya di mansion baru kita." jawab Vano menoleh sebentar ke Vanya.
'Oh jadi ini alasan Vano gak langsung ajak aku pulang ke apartemen setelah kita makan.' Batin Vanya.
"Dah sampai." ucap Vano membelokkan mobilnya ke dalam pasar malam.
Vanya melihat sekitar dia jadi teringat terakhir kali dia datang ke sini sama kakak Farrel waktu dia masih kelas 5 SD.
"Wah pasar malam." cengoh Vanya.
Vano turun dan sama seperti tadi dia membukakan pintu mobil untuk Vanya.
"Gimana kamu suka?" tanya Vano dan di angguki antusias oleh Vanya.
"Ya udah yuk masuk." ajak Vano mengandeng tangan Vanya agar tidak lepas darinya.
Kek bapak lagi ngater anaknya ke pasar malam takut anaknya ilang.😂😂
"Van mau itu." tunjuk Vanya pada penjual gula kapas.
Vano mengikuti arah telunjuk Vanya, dia tersenyum. Ternyata Vanya sama aja kayak cewek cewek yang ada di artikel yang dia baca tadi. pikir Vano.
Oh iya demi mendapatkan maaf dari Vanya, tadi Vano harus mencari caranya di aplikasi g**gle, banyak cara yang dia dapat tapi tak ada yang masuk di kriterianya, hingga dia nemu sebuah artikel jika cewek itu suka bila di bawa ke pasar malam atau wahana tempat permainan. Dan Vano pun langsung teringat saat dia pulang dari bandara dia melihat ada pasar malam yang sedang buka, akhirnya Vano pun memutuskan untuk membawa Vanya ke pasar malam. Dan benar dugaannya bahwa Vanya akan suka.
...***...
Hai readers ketemu lagi dengan saya setelah 2 hari libur gak update 😂
__ADS_1
Setelah masih tetap setia bacanya 🥰