My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 13


__ADS_3

"Apa Om dijodohin."kaget Vano.


"Iya kamu mau kan jaga Vanya dan menerima perjodohan ini?"tanya papa Wijaya penuh harap.


"Gimana ya Om kalau buat jagain Vanya sih aku bisa bantu tapi kalau buat perjodohan itu aku belum bisa jawab Om."


"Vanya nya juga belum tentu mau sama saya."ucap Vano merendah.


"Vanya pasti mau lah sama anak kayak kamu. Siapa juga yang gak mau sama kamu Van. Udah baik, sopan,kaya raya, ganteng apa lagi."puji Om Wijaya.


"Ah Om bisa saja. Saya mah gak sesempurna yang Om bilang."Ucap merendah Vano lagi. Padahal mah dalam hati nya seneng bukan main di puji kayak gitu.


"Om itu udah percaya banget loh sama kamu. Om percaya kamu bisa jaga Vanya dan kamu juga bisa membahagiakan Vanya."


"Wijaya kamu jangan terus terusan memuji anak itu nanti dia malah kepedean."sahut tiba tiba papa William dari kursi kerjanya.


"Iih papa mah gitu bukannya senang anaknya di puji."ucap Vano pada papanya.


"Ya bukannya apa apa Van tapi papa itu tau sifat kamu yang sebelas dua belas sama adek kamu "ucap papa William.


"Gak salah tuh Wil bukannya kamu juga sama ya." ucap Om Wijaya memotong pembicaraan mereka.


"Hahahhhh benar tuh Om."


"Papa ini gimana sih aku punya sifat yang kayak gini juga warisan dari papa tauk."ucap Vano sambil tertawa.


"Bukan dari papa tapi dari kakek kamu."bela papa William.


"Sama aja pa. Papa kan anaknya."ucap Vano.


"Kamu juga anak ku. Jadi jangan menghina papa itu sama aja kamu menghina dirimu sendiri."skak mat papa William.


"Udah udah kalian ini sama saja gak ada yang mau ngalah "sela om Wijaya.


"Hehehe kamu tahu saja."jawab papa William sambil terkekeh.


"Apa sih yang aku gak tau tentang kamu. Udah sekarang kita kembali ke masalah Awal gimana kamu mau gak Vano Om jodohin dengan Vanya."


"Maaf Om bukannya menolak ajakan Om Wijaya tapi Vano mau mengikuti takdir yang ada saja Om." Jawab Vano.


"Kamu yakin Van menolak di jodohkan dengan Vanya."tanya papa William.


"Kalau kamu menolaknya juga gak papa kok Van Om gak maksa. Om bakal nyari cowok lain saja yang mau Om jodohkan dengan Vanya."ucap papa Wijaya yang langsung mendapatkan teriakan dari Vano.


"Ya jangan gitu dong Om. Om tadi udah nawarin ke Vano masak mau di tawarin ke cowok lain sih."sanggah Vano.


"Om juga butuh kepastian Van. Om mau putri Om satu satunya di jaga dan di cintai orang yang tepat."ucap Om Wijaya.


"Lah tadi kata Om Vano orang yang tepat gimana sih Om."jawab Vano.


"Tapi kamu barusan menolaknya Van. Om butuh menantu yang berani ambil jawaban yang pasti bukan plin plan "terang Om Wijaya.

__ADS_1


"Tuh Van emang kamu mau nanti Vanya yang cantik itu di embat cowok lain."ucap papa William tiba-tiba kembali nimbrung di obrolan tersebut.


"Ya-ya gak mau lah. Vanya bolehnya hanya dekat dengan aku seorang."ucap mutlak Vano.


"Ya udah berarti kamu mau kan di jodohkan dengan Vanya."tanya papa William.


"Gimana Van, Om serius ini. Kalau kamu gak mau yang sudah, pasti di luar sana juga banyak kok yang mau."ucap Om Wijaya seraya memanas manasi Vano.


"Jangan dong Om. Vano kan sudah bilang kalau Vanya itu hanya milik Vano titik."jawab Vano.


"Berarti kamu mau dong menerima perjodohan ini."tanya papa William.


"Iya Vano mau."jawab mutlak Vano.


"Nah gitu dong dari tadi tinggal jawab iya aja susah banget."ucap papa William.


"Tapi aku gak mau kalian bilang pada Vanya kalau kita di jodohin."syarat Vano.


"Maksud kamu "tanya Om Wijaya.


"Vano mau Vanya jatuh cinta sama Vano karena perlakuan Vano sendiri bukan campur tangan kalian."syarat yang di ucapkan Vano.


"Tapi ..."ucap papa William yang langsung di potong Om Wijaya.


"Ok om setuju dengan itu. Asal kamu janji sama Om harus jagain Vanya."setuju Om Wijaya.


"Baik Vano janji."jawab Vano.


"Tapi bagaimana..."ucap papa William yang lagi lagi dipotong sama om Wijaya.


"Baiklah terserah kalian saja "menyerah papa William.


Yes Vanya jadi milik gw. Gw harus bisa bikin Vanya klepek klepek sama gw. Vanya hanya milik gw satu satunya kalau ada yang berani mengambilnya dari ku, Akan aku abisin.


Suara hati Vano.


"Kamu lagi mikirin apa Van."tanya Om Wijaya


"Eh enggak mikirin apa apa kok Om."jawab gugup Vano.


mereka melanjutkan obrolan mereka hingga ada suara pintu ruangan terbuka secara kasar dan teriakan seorang bocah.


"Anak paling ganteng papa datang."teriak Vino sambil berjalan masuk sendirian.


"Assalamualaikum."sindir Vano.


"Hehehe lupa."


"Assalamualaikum anak paling ganteng papa datang."ucap Vino mengulangi perkataannya.


"Waalaikum salam."jawab serempak orang yang ada di dalam.

__ADS_1


Vino berjalan menuju kursi kerja papa William dan duduk di sana dengan elegan. Papa William dan Vano sudah tidak kaget dengan tingkah Vano tetapi Om Wijaya yang melihat itu di buat melongo karena kelakuan anak sahabatnya itu.


"Kamu ke sini sama siapa nak "Tanya papa William.


"Diantar mama tadi."Jawab santai Vino tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone yang menampilkan video di aplikasi toktok.


"Trus mama kamu mana?"tanya papa William.


"Gak tau, cari papa baru mungkin yang lebih muda dan tampan."jawab Vino yang langsung mendapatkan teriakan dari Vano.


"Pak cepak cepak jeder."ucap Vano sambil menirukan dance yang ada di aplikasi toktok yang tangannya menembak di samping kepalanya.


Sedangkan papa William hanya mengelus dadanya.


"Wow anak kamu memang beda Wil."ucap Om Wijaya sambil tertawa.


"Hmmm."Jawab papa William.


Vino pun melihat ke arah papanya.


"Papa kenapa, kena mental ya..."ucap Vino.


"Astaghfirullah hallazim mimpi apa aku ya Allah kok bisa punya anak anak kayak gini."ucap sedih papa William.


"Papa tuh seharusnya bersyukur punya anak kayak aku dan kak Vano. Udah tampan,kaya, otaknya cerdas kapan lagi coba papa punya anak kayak kita. Ya gak kak."ucap Vino lagi.


"Hmmm."ucap Vano menjawab pertanyaan adiknya.


"Hahahahhhh anak kamu ini benar benar beda dari yang lain."ucap Om Wijaya yang sedari tadi memperhatikan kegiatan Vino.


"Ya iyalah beda kalau sama itu namanya kembar. Gimana sih Om ini udah tua masak gak tau."jleb. bagai di hujam pisau sampai menembus hati omongan Vino benar benar gak di filter.


"Hahahaha Rasain kena juga akhirnya kamu."tawa pecah papa William karena temannya juga kena mental karena omongan anak bontotnya.


"Papa juga sama. Papa itu udah tua ngapain masih ngurusin perusahaan sebesar ini, mending kasih ke aku sama kak Vano saja biar aku jadi CEO kecil."


"Kan kalo CEO mudah udah biasa tuh di aplikasi tempat orang orang halu yang suka baper sama tulisan. Aneh orang orang jaman sekarang baper kok sama tulisan"ucap Vino panjang lebar.


"Astaghfirullah hallazim anak siapa ini..."


.....


Hhhhh ada yang kena mental gak nih sama perkataan vino "Baper kok sama tulisan."😂



(si Vino gak ada akhlak)



...(calon menantu idaman papa Wijaya nih bos)...

__ADS_1


...Hai readers ketemu lagi di hari yang sama jangan lupa like komen vote dan favoritnya ya biar gak ketinggalan kalo author update 😁🙏...


Follow Ig author:@adhilla_021


__ADS_2