
Hai apa kabar, bagaimana kabar kalian, semoga baik baik saja ya🥰
Oh iya aku mau kasih tahu kalian kalau aku ada cerita baru lagi yang berjudul Si Penipu Pacar Tuan Psikopat yuk buruan ramein.
...~...
ETHAN...." Pangil seseorang dengan kerasnya.
"Iya tuan." balas orang yang bernama Ethan menghampiri tuannya.
"Siapkan penerbangan sekarang, kita pergi ke Indonesia."
"Tapi tuan, habis ini kita ada...."
"Jangan bantah saya." potong si tuan tak menerima bantahan.
"Baik tuan." Ethan segera pergi kembali ke ruangan kerjanya untuk mengurus penerbangan jet pribadi tuannya.
"Iisss... si tuan mah, udah tahu habis ini ada meeting penting, ehh main minta pergi pergi aja." ngedumel Ethan dalam ruangannya.
-
Hahahaha, akhirnya dapat uang lagi." tawa gadis itu.
"Dasar bodoh banget sih, masak dengan mudahnya gw tipu." lanjut gadis itu.
"Ehh tapi baguslah kalau dia bodoh, kan gw jadi banyak dapat uang."
Diandra Safaluna, gadis cantik dengan postur tubuh yang ideal, atau lebih ke agak sexy sedikit. Dia adalah seorang penipu kelas kakap. Sudah ada banyak orang yang dia tipu, mulai dari ibu ibu dan juga kaum muda.
Dengan dalih berjualan online RH bag dengan sistem non cod membuat Diandra dengan mudah mendapatkan banyak uang. Tak hanya dalam berjualan online saja, bahkan dalam hubungan asmara pun Diandra sangat pintar membodohi si cowok.
Drrtt drrtt drrtt...
__ADS_1
Ponsel yang satunya milik Diandra berdering yang menandakan ada telefon masuk.
"Aduh siapa sih telfon, ganggu orang cari uang aja." gruntu Diandra.
Diandra beranjak mengambil handphone miliknya yang satunya lagi di atas nakas.
"Kebetulan nih." gumamnya sambil tersenyum senang.
"Ehem ehem." Diandra menetralkan suaranya agar terdengar lembut.
'Halo.' Diandra menyapa duluan dengan nada lemas yang dia buat buat.
'Hai sayang, kamu lagi ngapain?' Tanya orang di seberang telepon yang tak lain adalah pacar Diandra.
'Ini lagi tiduran.' jawab Diandra.
'Kamu kenapa, kok kayaknya lesu gitu?' tanya si cowok khawatir.
'Gapapa kok, ini cuma agak pusing aja.'
'Belum, aku gak ada uang buat pergi ke dokter. Kan kamu tahu akhir akhir ini aku gak kerja.' Diandra pura pura sedih.
'Sini nomor rekening kamu, biar aku transfer buat kamu berobat.'
Mendengar apa yang cowoknya katanya, seketika senyum Diandra terbit.
'Gak usah, aku gak enak sama kamu. Lagian juga kita kan gak pernah ketemu, emang kamu gak takut kalau aku nipu kamu?'
'Udah kamu gak perlu pikirkan hal itu, nanti kalau aku ada libur panjang aku bakal susulin kamu ke Pekalongan untuk ngajak kamu ke jenjang yang lebih serius. Aku percaya sama kamu, karena aku tahu kamu mencintai ku dan aku pun begitu.' balas si cowok yang sangat bucin angkut.
'Makasih sudah percaya sama aku, tapi gak usah uangnya, palingan nanti juga akan sembuh sendiri sakitnya. Udah biasa juga.' tolak Diandra.
'Gak, kamu harus periksa ke rumah sakit. Sini cepat mana nomor rekening kamu biar aku transfer sekarang.' paksa si cowok.
'Lewat ov* aja ya, soalnya aku belum bikin rekening.'
__ADS_1
'Ya udah sini cepat, biar kamu bisa cepat cepat ke rumah sakit.' paksa si cowok.
Diandra diam tak menjawab ucapan si cowok, membuat si cowok khawatir.
'Kamu kenapa kok diam? Apakah rasanya makin sakit?' tanya si cowok.
'Enggak, aku cuma kepikiran uang kontrakan aku aja, soalnya belum aku bayar. Mungkin nanti sehabis pulang dari rumah sakit aku harus beres beres pergi dari kontrakan ini.' jawab Diandra.
'Maksud kamu, kenapa kamu harus pergi dari kontrakan kamu. Sekarang nyari tempat kontrakan yang nyaman itu susah loh.'
'Ya mau bagaimana lagi, aku udah nunggak tiga bulan gak bayar kontrakan.'
'Tuga bulan? Kenapa selama itu kamu nunggaknya?' heran si cowok.
'Ya mau bagaimana lagi, gaji aku dari kerja selalu aku kirim ke kampung buat biaya sekolah adik adik aku. Trus juga kan bulan ini aku gak kerja karena udah kena PHK.' jelas Diandra.
'Ya udah kamu gak perlu pergi dari kontrakan itu, nanti pakai uangku aja dulu buat bayar biaya kontrakan kamu. Emang berapa totalnya?'
'Gak banyak sih, cuma satu juta lima ratus aja.' jawab Diandra.
'Ya udah sini nomor ov* kamu, biar aku transfer sekarang.' pinta si cowok.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Diandra segera mengirimkan nomor ov* miliknya ke cowoknya.
Klunting.
Diandra segera mengecek saldo miliknya, dan dengan penuh senyum Diandra lihat nominal yang tertera di sana. 2.500.000 ribu, ternyata membohongi cowok lebih mudah dari pada membohongi pembeli barangnya di online.
...*_*...
Itu lah sepenggal cerita SPPTP, yuk buruan mampir siapa tahu kalian suka.🥰🥰
Oh iya aku lupa ngucapin terimakasih buat kalian yang masih setia menempatkan novel ini dalam rak favorit kalian.
Udah gitu aja, sampai juga di novel novel baru author yang lain ya. Daaaa....
__ADS_1