My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 190


__ADS_3

"Vanya." kanget sekaligus marah Vano yang melihat Vanya berada di tengah lapangan basket dan sudah siap dengan baju basket.


Vano akan menghampiri Vanya tapi segera di tahan oleh Rangga.


"Lo mau kemana Van?" tanya Rangga.


"Iya Van, pertandingan akan di mulai." timpal Galang.


"Gw- gw...."


"Sudah siap?" ucap wasit menghentikan ucapan Vano.


"Siap." jawab semua pemain selain Vano.


Wasit pun memulai permainan dengan sekarang bola berada di tangan lawan Vano.


"Van ayo fokus, kita harus menang jangan bikin malu kelas." ucap Galang pada Vano agar Vano fokus dalam pertandingan.


"Iya sorry." Vano pun mulai fokus dalam pertandingan, tapi sekali kali Vano juga masih kepikiran tentang Vanya. Vano takut Vanya kenapa napa, apalagi Vano baru ingat kalau sedari pagi perut Vanya belum kemasukan apa apa.


-


Sementara di posisi Vanya, pertandingan juga sudah di mulai dengan Vanya dkk vs Kia dkk. Tim Vanya sekarang memimpin permainan dengan jarak skor yang jauh.


"Van lo gak papa kan?" tanya Sonya pada Vanya, saat permainan berhenti sebentar.


"Iya gw gak papa, emang kenapa sih?" sambil meneguk air mineral yang di sediakan di sana.


"Tapi itu bibir lo pucet banget." khawatir Sonya.


"Ooh ini, tadi gw lupa gak pakai lip blam soalnya buru buru." ucap Vanya.


"Beneran lo gak papa?" tanya Sonya lagi memastikan.


"Iya Soy gw gak papa, tapi perut gw rada aneh sih rasanya, soalnya gw dari pagi belum makan."


"Lo gak sarapan tadi?"


Vanya mengelengkan kepalanya pertanda tidak.


"Kok bisa sih Van lo belum sarapan, ntar kalau lo pingsan gimana?"


"Ya tinggal pangil My Hero." jawab Vanya PD sambil menatap Vano yang tengah mendribble bola.


"Haduh kumat lagi kan. Udah ahh ayo permainan mau di mulai lagi." jengah Sonya.


Sementara Kia dia tengah membisikkan sesuatu pada Tasya.


"Lo udah siap kan?" tanya Kia.

__ADS_1


"Udah." jawab Tasya.


"Ehh guys, kalian gada niatan buat pakai hal licik apa?" tanya Kia pada teman segrup basket nya.


"Hal licik apa?"


"Ya seperti berbuat curang gitu. Secarakan tim kita udah kalah jauh sama mereka, masak iya kita kalah diem aja." pancing Kia, agar mereka mau membantu Kia dalam melancarkan misinya.


"Bener kata lo Ki, masak iya kita kalah diam saja." timpal anak yang lain menyetujui ucapan Kia.


"Bener kan, ya udah ayo kita buat hal curang." ajak Kia.


"Terus kita harus ngapain, emang lo ada ide?"


"Ya pasti ada dong Kia gitu Lo." sombong Kia.


"Apa?" tanya yang lainnya.


"Sini deh." Kia pun membisikkan sesuatu pada teman segrup basketnya yang lain dan mereka semua menyetujui rencana Kia.


"Gimana setuju gak?" tanya Kia.


"Setuju." jawab mereka.


"Ok, kalau gitu kita mulai dari sekarang."


Pertandingan pun di mulai kembali, tapi kali ini timnya Kia bermain sangat kasar. Mereka tak segan segan menjegal atau menyikut tubuh Vanya dkk. Tapi anehnya ketiga wasit di situ tidak ada yang memberikan kartu pelanggaran pada mereka, padahal itu sudah jelas di depan mata.


"Ups... sorry gak sengaja." ledek Tasya dan segera pergi dari sana.


"Soy lo gak papa kan?" tanya Vanya yang wajahnya semakin pucat aja kalau di lihat lihat.


"Kaki gw sepertinya terkilir deh." jawab Sonya sambil memegang pergelangan kakinya.


"Pak ini kaki teman saya luka gara gara di jegal masak iya mereka gak dapat pelanggaran?" protes Vanya.


"Maaf tapi tadi dia gak sengaja." ucap wasit.


"Sengaja ataupun gak sengaja tapi kaki teman saya sampai luka kayak gitu. Apakah itu wajar?" selidik Vanya.


"Cepat bawa di kepinggir, kita lanjutkan pertandingan lagi." perintah wasit itu pada petugas kesehatan yang sudah di sediakan oleh sekolah kalau ada yang terluka nanti, dan ternyata kepake juga.


"Si*l mereka seperti mau main main sama kita." ujar Vanya pada temannya yang lain setelah Sonya di bawa pergi.


"Bener Van, kita harus hati hati sepertinya mereka ada niat jahat." timpal yang lainnya.


"Pokoknya kita harus saling menjaga satu sama lain, kita gak boleh kalah. Kita harus buktikan pada semuanya kalau kita bisa menang tanpa menggunakan kecurangan."


"Ayo semangat."

__ADS_1


Pertandingan pun di mulai lagi, semenjak Sonya sudah tidak mengikuti permainan. Vanya lah yang menjadi incaran Kia dan Tasya, tapi Vanya selalu bisa menghindari serangan yang mereka berdua berikan pada Vanya.


-


Sementara di posisi Vano dia juga sama dengan Vanya, yaitu timnya yang memimpin permainan dengan skor yang beda tipis dari lawan.


"Van lempar sini." teriak Galang.


Vano pun melemparkan bola yang ada di tangannya pada Galang.


"VANYA..." teriakkan kencang dari lapangan sebelahnya, dan Vano pun segera menengok ke sana.


Dan apa yang dia lihat, istrinya tengah terbaring di lantai lapangan dengan di kerubungi beberapa temannya. Tanpa memperdulikan pertandingan yang tengah berlangsung Vano berlari menghampiri Vanya yang sudah pingsan tak berdaya di sana.


"Vano lo mau kemana?" teriak Rangga dan Galang.


"Pertandingan kita hentikan sejenak karena ada masalah sebentar." pemberitahuan wasit.


"Si*l, gagal lagi gw mau celakain Vano." umpat seseorang yang tadi sudah bersiap akan mencelakai Vano setelah Vano melemparkan bola ke Galang.


"Yank bangun yank." ucap Vano menepuki pipi Vanya.


Tak ada respon dari Vanya, Vanya masih tetap setia memejamkan matanya.


Vano pun segera mengangkat tubuh Vanya, dia akan membawa Vanya ke rumah sakit sebelum terlambat.


"Minggir." teriak Vano agar kerumunan yang ada di sana minggir.


Mereka semua pun segera memberikan jalan buat Vano yang tengah mengendong Vanya. Vano segera berlari keluar dari sekolah tanpa memperdulikan panggilan petugas kesehatan yang hendak menolong Vanya. Vano tidak terlalu mempercayai mereka karena Vano melihat ada keanehan dalam pertandingan tadi.


-


Flashback on:


Vanya terus mengiring bola ke arah keranjang bola, saat hendak melompat dan melempar bola tiba tiba Kia datang dan dengan kasar mendorong Vanya hingga jatuh dan setelah itu dia mengambil bola yang terjatuh bareng Vanya.


"VANYA..." teriak semua orang yang menyaksikan hal itu kecuali tim Kia.


"Perut aku..." lirih Vanya mencengkeram perutnya yang sangat sakit dan setelah itu Vanya tak sadarkan diri.


Flashback off.


Pertandingan terus berlanjut tanpa kehadiran Vanya, Vano dan Sonya. Cabang basket putra di menangkan oleh tim Vano sedangkan tim basket putri di menangkan oleh tim Vanya yang tadi semakin semangat membara untuk memenangkan pertandingan. Mereka akan persembahan kemenangan ini buat Vanya.


-


Sementara itu Vano tengah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi setinggi tingginya bagai orang yang kesetanan. Banyak pengendara yang meneriaki Vano, tapi Vano tak menghiraukan itu yang ada di pikirannya adalah cepat sampai di rumah sakit.


...***...

__ADS_1


...Tiga part untuk hari ini, besok lanjut lagi ya😁🤭 Jangan lupa tinggalkan jejak....


__ADS_2