
Sementara di tempat lain, Fira tengah berusaha membujuk Vanya agar mau makan.
"Van ayo lah, kamu makan ya dikit aja. Kasian loh babynya pasti kelaparan." bujuk Fira.
"Iya kakak taruh di situ aja, nanti aku makan." balas Vanya.
"No, kamu makan sekarang. Sini kakak suapin."
"Aku sekarang masih kenyang kak, nanti kalau aku lapar baru aku makan."
"Gak, pokonya kamu harus makan sekarang. Gimana nanti kalau Vano tahu kamu gak makan, bisa marah dia nanti."
"Tapi Vano gak ada kak." sedu Vanya.
"Udah kamu tenang aja, sekarang Om William, Farrel, Lucas dan yang lainnya lagi berusaha buat selamatin Vano. Jadi sekarang kamu harus makan supaya nanti kalau Vano udah pulang dia gak khawatir liat keadaan kamu yang lemes kayak gini." bujuk Fira dengan berbagai macam cara.
"Tapi kak..."
"Aaa." Fira menyodorkan satu sendok makanan pada Vanya dan mau tak mau Vanya pun akhirnya menerimanya.
"Nah gitu dong, itu baru Vanya yang aku kenal. Habis makan nanti kamu minum susu ya!"
"Siapa yang buatin?" tanya Vanya sambil mulutnya penuh dengan makanan.
__ADS_1
"Tadi mama yang buat." jawab Fira.
"Oh, biasanya Vano yang buat." balas Vanya yang teringat akan kebiasaan Vano sehari hari setiap pagi, siang, dan juga malam hari sebelum dia tidur, yaitu membuatkannya satu gelas susu ibu hamil.
"Untuk sementara mama atau kakak dulu yang buat, nanti kalau Vano udah kembali dia pasti akan selalu buatin kamu susu."
"Kak." pangil Vanya.
"Hmm." balas Fira.
"Apakah mereka semua akan berhasil menyelamatkan Vano?" tanya Vanya.
"Kamu banyak banyak berdoa aja, semoga mereka bisa bawa pulang Vano dengan keadaan yang sehat seperti semula."balas Fira.
"Hustt gak boleh ngomong yang jelek-jelek. Kamu doa yang baik baik aja buat Vano."
"Iya kak maaf."
"Ya udah sekarang kamu minum susunya dulu." menyodorkan satu gelas susu ibu hamil rasa strawberry setelah Vanya menghabiskan semua makanan yang ada di atas piring.
Entah karena haus atau apa, sampai sampai satu gelas susu itu tandas tak tersisa.
"Pinter, sekarang kamu tidur dulu udah malam." perintah Fira.
__ADS_1
"Kakak tidur di sini kan?"
"Iya kakak tidur di kamar kamu, sekalian kakak mau awasin kamu."
"Ya udah kalau gitu kakak ke bawah dulu ya, mau balikin piring." lanjut Fira.
"Iya kak, jangan lupa balik ke sini lagi." peringat Vanya.
"Iya, kakak cuma naruh piring ini aja kok." balas Fira.
Fira pun segera pergi dari kamar Vanya menuju dapur untuk mengembalikan piring yang sudah kotor.
"Gimana sayang, Vanya mau kan?" tanya mama Vani menghampiri Fira.
"Iya Alhamdulillah ma, Vanya mau menghabiskan makanan sama susu yang Fira antarkan ke kamarnya tadi." jelas Fira.
"Syukurlah kalau gitu, mama sangat khawatir kalau Vanya kekeh hak mau makan. Iya kalau dia gak hamil, lah ini dia lagi hamil kok. Kan bahaya buat janinnya." lega mama Vani.
"Ya udah ma, Fira mau kembali ke kamar Vanya lagi. Dia tadi minta temenin Fira tidur." pamit Fira.
"Oooh ya udah sana, mama titip Vanya sama kamu ya." balas mama Vani.
"Iya ma." setelah itu Fira pun pergi menuju kamar Vanya untuk mengistirahatkan tubuhnya juga yang sudah lelah.
__ADS_1
...***...