My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 276


__ADS_3

"Ssttt.... udah jangan nangis ya, aku gak papa kok. Aku ngerti gimana perasaan kamu saat tau itu semua. Aku gak marah kok, udah ya gak usah nangis. Aku gak suka liat kamu kayak gini." ucap Galang melerai pelukannya.


Galang menghapus air mata Sonya yang mengalir di kedua pipinya.


"Tuh jadi jelek kan kalau nangis." goda Galang.


"Iih apaan sih."


Bug.


Sonya memukul dada Galang.


"Auw sakit yank." keluh Galang.


"Hah mana yang sakit, maaf aku gak bermaksud nyakitin kamu." khawatir Sonya.


"Hahahaha aku cuma bohong."


Cup.


Galang mencium kening Sonya.


Cup cup.


Setelah itu pindah ke kedua mata Sonya.


Kalian jangan berharap kalau Galang mau mencium bibir Sonya ya, itu gak akan mungkin.


"Udah gak usah nangis lagi, tuh lihat mata kamu udah kayak panda." ucap Galang melihat ada lingkar hitam di bawah mata Sonya.


"Ini gara gara kamu."


"Iya aku minta maaf ya, udah gak usah marah marah." balas Galang.


Ceklek.


Pintu terbuka dan muncullah kepala Farrel di sana.


"Gimana udah baikan? Kalau udah ayo ke belakang yang lain udah nungguin." ucap Farrel dan setelah itu dia pergi meninggalkan kedua sejoli yang baru saja baikan itu.


"Yuk." ajak Galang di angguki Sonya.


Mereka berdua pun pergi menuju taman belakang Vano sambil berpegangan tangan erat seperti perangko.


"Cieee... yang udah baikan." sorak Lucas.


"Cieee... jomblo." ledek Galang balik.


"Si*lan Lo, gw baru aja di tinggal mati sama yayang." sedih Lucas.


"Udah gak usah gitu mukanya gak cocok. Bukannya lo gak mau ada hubungan sama cewek ya?" sahut Vano.


"Kayaknya mulai sekarang gw akan kembali ke prinsip awal deh, gak akan percaya sama yang namanya perempuan." balas Lucas.

__ADS_1


"Baguslah, biar gak ada cewek cewek yang tersiksa gara gara lo." balas Vano.


"Udah udah kalian gak usah berantem. Galang sini kamu, enak aja baru datang mau numpang makan doang. Nih panggang." perintah Vanya pada Galang.


"Baik yai ratu." balas Galang.


"Aku ke sana dulu ya." pamit Galang pada Sonya, setelah mendapatkan anggukan dari Sonya Galang pun segera pergi ke tempat pembakaran.


Mereka semua asik melakukan kegiatannya masing-masing, ketiga perempuan bergosip ria, sedangkan para lelaki terlihat sangat sibuk memanggang daging serta sosis dan yang lainnya.


"Gimana udah baikan?" tanya Vanya di balas cengiran oleh Sonya.


"Kalian nginap sini ya." pinta Vanya pada Fira dan juga Sonya.


"Kita liat nanti ya, gimana kakak kamu." balas Fira.


"Kalau aku sih oke oke aja." balas Sonya.


"Nanti biar aku yang minta sama kak Farrel agar mau nginep di sini." ucap Vanya.


"Tara... makanan datang." ucap para laki-laki membawa makanan yang sudah matang.


"Wah...." seru ketiga cewek itu.


Vano duduk di samping Vanya, Farrel juga duduk di samping Fira. Begitu juga dengan Galang, dia duduk di samping Sonya. Tapi ada satu makhluk yang duduk sendiri tak ada yang menemaninya, siapa lagi kalau bukan si jomblo Lucas.


"Nasib dah kaum jomblo." ucap Lucas yang melihat semua temannya pada punya gandengan.


"Makanya cari cewek." balas Galang.


"Lo belum tahu aja, hidup jadi berwarna karena ada cewek." ucap Farrel.


"Bener tuh kak, gw setuju ama lo. Dulu hidup gw cuma gitu gitu aja, tapi semenjak ketemu Vanya hidup gw jadi makin berwarna." setuju Vano.


"Oh iya aku lupa, kamu selama ini kemana Lang kok sering sibuk. Bahkan Sonya bilang dia udah jarang sama kamu di luar sekolah?" tanya Vanya kepo.


"Dia sibuk berbisnis yank." balas Vano.


"Lo tahu Van?" tanya Galang pada Vano, dia tak menyangka kalau Vano akan tahu kegiatannya selama ini.


"Lo lupa Lang siapa Vano, jangankan kehidupan Lo, kehidupan presiden pun mungkin Vano tahu." balas Lucas.


"Iya juga sih."


"Emang kamu bisnis apa?" tanya Sonya.


"Aku bilang sama papa kalau lulus nanti aku mau nikahin kamu, jadi papa kasih aku pekerjaan biar nanti aku bisa kasih kehidupan yang layak buat kamu. Aku bantu bantu papa di perusahaan, dan Alhamdulillah akhir ini aku dapat memegang proyek besar. Makanya aku jarang ada waktu buat kamu, maaf ya." jelas Galang yang membuat Sonya terharu.


Ternyata selama ini dirinya sudah banyak menuduh Galang yang enggak enggak, padahal Galang lagi berjuang untuk bisa hidup bersama dirinya. Sonya merasa dirinya sangat berdosa banget sama Galang.


"Udah gak usah di pikirin, ini salahku juga gak ada bilang sama kamu." lanjut Galang yang tahu kalau Sonya pasti merasa bersalah.


"Maaf...." lirih Sonya.

__ADS_1


"Dari tadi minta maaf mulu, ini belum lebaran." balas Galang.


"Ahh kalian berdua ini, jangan mesra mesraan di depan gw napa. Hargai dong gw yang jomblo ini." sela Lucas.


"Makanya cari cewek." balas Galang.


"Si*lan Lo, di kira nyari cewek gampang apa?"


"Gampang kok, tuh patung di toko baju kan banyak yang cewek."


"Heh, lo kira gw apaan?"


"Tauk."


"Lang gelud yok." canda Lucas.


"Ogah, mendingan gw pacaran dari pada gelud sama lo gada faedahnya." tolak Galang mentah mentah yang membuat Lucas ingin sekali menguntal Galang.


"Sabar, mungkin itu derita jomblo." ucap Farrel memenangkan Lucas dengan kata kata mutiara yang sangat menyentuh hati sekali.


"Hahahaha iya makasih." balas Lucas dengan raut wajah yang sebelumnya tertawa menjadi serius.


"Udah ahh, ayo kita makan nanti keburu dingin." lerai Vanya.


"Gas."


Mereka semua pun makan dengan di iringi candaan. Hingga tiba tiba raut wajah Vanya dan Sonya berubah menjadi sendu dan menghentikan kegiatan makannya.


"Kenapa yank?" tanya Galang di balas gelengan oleh Sonya.


"Kamu kenapa, gak enak makanannya?" tanya Vano pada Vanya di balas gelengan juga oleh Vanya.


Mereka semua pun bingung, kenapa kedua orang itu tiba-tiba berubah kayak gini, padahal kan tadi mereka happy happy aja.


"Biasanya kalau kayak gini Sisil yang paling banyak makannya." ucap Vanya tiba tiba.


Mendengar itu, mereka semua pun mengerti kenapa Vanya dan Sonya seperti tadi. Mereka teringat dengan sahabatnya yang baru saja pergi meninggalkan mereka semua.


"Biasanya Sisil yang paling heboh saat makan. Aku kangen mengata ngatai Sisil." sambung Sonya sedu.


"Kalian berdua gak boleh berlarut dalam kesedihan seperti itu, nanti Sisil di sana juga ikut nangis loh." ujar Fira.


"Kalian doain aja dia supaya tenang dan di tempatkan di tempat yang terindah di sana." lanjut Fira.


"Sini." pinta Vano pada Vanya untuk mendekat kearah nya.


Vano menenangkan Vanya dengan mengelus rambut Vanya agar merasa lebih tenang. Sedangkan Galang hanya mengelus pundak Sonya saja untuk menenangkannya.


"Udah dong masak kalian nangis sih, katanya malam ini kita mau healing." ucap Lucas.


"Ayo lanjut makannya, anggap aja kalian perwakilan dari Sisil." lanjut Lucas.


Sonya dan Vanya pun mulai berseri lagi wajahnya, mereka semua pun berusaha menghibur kedua sahabat itu agar tetap happy kiyowo. Terutama Lucas, dia sangat aktif bila di suruh hibur orang. Banyak tingkah yang dia perbuat hingga membuat Vanya dan Sonya kembali bisa tertawa.

__ADS_1


Malam semakin larut, seperti permintaan Vanya tadi. Dia meminta Sonya dan Fira menginap di sana, dan beruntungnya para pasangan mereka mengizinkan. Alhasil semuanya pun menginap di mansion Vano, Vanya, Sonya dan Fira mereka menginap di kamar Vanya. Sedangkan para laki laki entah tidur di mana author tidak tahu. Mungkin tidur di genteng.


...***...


__ADS_2