
Kia kembali ke tempat duduknya dan di sambut dengan antusias oleh Cindy.
'' Gimana?" tanya Cindy.
"Beres tinggal tunggu aja reaksinya saat makan nanti." jawab Kia sambil mengacungkan jempolnya.
"Kia... makanan kita mana?" tanya Tasya.
"Tar di bawain ke sini."
"Oh gitu." jawab Tasya.
Vanya kembali dari kamar mandi tapi tidak langsung menyantap makanan nya melainkan memainkan ponselnya.
"Van kok gak lo makan sih?" tanya Sonya.
"Kalian duluan aja."
Di tempat Cindy dkk pesanannya baru di antar oleh mang Agus.
"Akhirnya cacing cacing ku makan juga." ucap Tasya yang langsung makan pesanannya.
Cindy menatap kearah Vanya, dia melihat Vanya akan menyuapkan makanan ke mulutnya pun tersenyum penuh arti dan segera mengikuti menyuapkan makanan tanpa menatap makanannya.
Setelah Vanya menyuarakan satu suapan pertama yang tidak ada reaksi apapun darinya membuat Cindy terheran-heran.
Tiba-tiba Cindy merasa makanan yang dia makan rasanya ada yang aneh, segera saja dia memuntahkan makanan itu ke dalam mangkok kembali dan segera mencari minum yang kebetulan minuman pesanan mereka belum datang.
"Hah hah hah... pedas, minum minum mana minumnya anj*"g." Cindy berlari ke meja sebelahnya dan segera mengambil minuman milik orang di sebelahnya.
glek glek glek..
Cindy minum dengan rakus yang membuat semua orang yang ada di kantin terheran-heran dengan tingkah lakunya terutama teman temannya yang segera menghampiri Cindy.
"Lo kenapa cin?" tanya Sonya panik.
Cindy tidak menjawab melainkan menatap ke arah Vanya dengan tajam.
Vanya yang melihat itu pun hanya tersenyum mengejek ke arahnya. Dan Sonya yang mengerti akan keadaan di sekitarnya berucap.
"Yang mana nih yang mau di bantai?"
"Ooh yang itu, Izzy.."
ucap Sonya yang diikuti Sisil dengan gaya slow motion tangan memenggal kepala.
"Asekk engkolnya mbak jangan lupa." timpal Rangga yang sedari tadi memperhatikan kegaduhan di kantin sambil makan.
"Pargoy-nya juga jangan lupa." tambah Galang.
"Hahahaha.... "
tawa seisi kantin melihat tingkah Rangga dan Galang yang tengah engkol dan pargoy.
Brak
"DIAM." bentak Cindy sambil berjalan menghampiri Vanya.
"Lo kan yang ngasih cabe ke makanan gw?" tuduh Cindy sambil menunjuk muka Vanya.
__ADS_1
"Gw," sambil nunjuk mukanya sendiri. "Gak salah tuh?" tambah Vanya.
"Emang lo kan yang udah ngasih cabe ke makanan gw."
"Bukan gw sih yang ngasih, gw cuma nuker aja."
Semua orang yang ada di kantin memperhatikan tempat Vanya yang tengah berdebat dengan Cindy.
"Tuh kan lo ngaku."
"Eemmm... gimana aku bisa jelasin nya!!" jawab Vanya sambil mengetuk-ngetuk dagunya.
Hahahahahhh...
Tawa semua murid yang ada di kantin.
"Lo.." Cindy greget dengan Vanya berniat menjambak rambut Vanya tapi terlebih dahulu di tahan oleh Vanya.
"Eist.. main jambak jambak aja, santai dong kalem." ucap Vanya.
Cindy melotot mendengar ucapan Vanya dan segera menghempaskan tangannya.
"Lo mau ngerjain gw, gak bisa sayyy." ucap Vanya.
"Ma-maksud lo apaan?" tanya Cindy yang curiga bahwa Vanya mengetahui rencananya.
Vanya mengambil handphone yang ada di saku jas seragamnya.
"Tasya sini deh, gw punya video bagus nih!" Vanya memanggil Tasya yang sedari tadi memperhatikan keadaan yang ada.
"Video apaan?" jawab judes Tasya tanpa mau menghampiri Vanya.
"Ini video nya bang J-Hope pakai tas bebek."
"Nih."
"Loh ini bukan J-Hope tapi ini Kia. Ehh, tapi ini Kia masukin apa nih ke makanan?"
"Kia lo masukin apa sih ini ke makanan lo, kenapa punya ku gak di kasih."
Hancur sudah rencana yang di buat Cindy dan Kia.
"Aduh Tasya bego." ucap Kia sambil menimpuk jidatnya sendiri.
"Tasya." ucap Cindy sambil melotot ke arah Tasya.
"Lah aku kenapa?" bingung Tasya dengan otak lemot bin loading.
"Tau ahh." ucap Cindy dan segera beranjak dari sana karena rencananya sudah gagal total.
"Eitt, tunggu dulu dong. Mau kemana sih buru buru amat." Cegah Sonya sambil menarik kerah seragam Cindy.
"Tau tuh amat aja gk buru buru." timpal Sisil.
"Apaan sih lo narik narik baju gw najis tau gak."
"Wee.. kalem mbak kalem, jangan marah marah nanti cepet tua." ucap Sonya sambil melepaskan tarikannya.
"Kan sekarang udah tua mukanya kek Tante-tante yang mau godain Om Om."
__ADS_1
"Upss... maaf sengaja." ucap Sisil.
Hahahaha...
"Bukan Tante Tante lagi tapi kayak emak emak mau ke pasar." timpal Galang.
"Lo kok gitu sih Lang kalau ngomong, tapi emang bener sih." jawab Rangga.
Hahahaha...
Tawa anak anak yang ada di kantin dan memandang rendah ke arah Cindy dkk.
Vanya hanya menatap mereka semua dengan tenang setelah memperlihatkan video tadi.
Sama dengan Vanya, Vano juga hanya menatap Cyndi dkk dan tersenyum bangga kepada Vanya karena bisa menggagalkan rencana Cindy.
"Jadi gimana hmm, siapa yang udah masukin cabenya?" tanya Vanya dengan tenang dan jangan lupakan wajah datar yang menatap Cindy.
"Ngapain lo natap gw kayak gitu. Orang yang masukin cabenya Kia bukan gw." jawab Cindy.
"Lah, kok gw sih. Kan lo yang nyuruh gw nambahin cabe di makanan si Vanya." ucap Kia yang tanpa di sengaja telah mengakui kesalahannya.
'Aduh kenapa temen temen gw gada yang pinter sih, kenapa be*o semua.' keluh Cindy.
"Ya kan lo yang masukin cabenya."
"Kan lo yang nyuruh."
"Kenapa kalian jadi berantem sih, tapi lanjutin aja gak papa rumayan kan tontonan gratis." ucap Sisil yang membuat Cindy dan Kia diam.
"Aduh sakit beg*" keluh Sisil karena Sonya menyentil jidatnya.
"Lo tuh kalau ada orang berantem tuh di pisahkan bukan malah di dukung." peringat Sonya.
"Udah udah, kalian udah tau kan semuanya siapa di sini korban sama tersangkanya."
"Tapi sialnya yang ada senjata makan tuan." ucap Vanya yang sedari tadi diam.
"Gimana sih rasanya kena karma, enak ya?" Sonya menimpali omongan Vanya.
"Mangkanya jangan cari gara gara sama gw tau sendiri kan akibatnya." ucap Vanya.
Cindy mengepalkan tangannya karena tidak terima kalah dari Vanya.
"Lo liat aja apa yang bakal gw lakuin sama lo." ucap Cindy dan berlalu pergi meninggalkan kantin di ikuti Kia yang sama sama kehilangan muka.
"Lah kok gw di tinggal sih." Tasya berlari mengejar Cindy dan Kia.
"Woy kok pergi sih belum selesai ini." teriak Sisil.
"Udah biarin aja mereka pergi ganggu acara makan siang gw aja." ucap Vanya sambil melanjutkan acara makan.
"Ehh btw kok lo bisa sih tukar tuh makanan." tanya Sonya.
Vanya tidak segera menjawab melainkan memilih menghabiskan makanannya, setelah habis dia minum dan menatap kedua temennya.
"Jadi tadi tuh gw ....."
Flashback on
__ADS_1
...***...
...Hai readers lama tak jumpa. Maafin author yang beberapa hari ini ngilag gak ada kabar ya😁🙏...