My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 191


__ADS_3

Mobil Vano sampai di rumah sakit, Vano segera turun dan membopong tubuh Vanya masuk dalam rumah sakit.


"Suster, dokter tolongin istri saya." teriak Vano saat memasuki rumah sakit.


Para suster yang ada di sana pun segera membawa bangkar ke arah Vano dan Vano pun segera membaringkan Vanya di sana. Mereka membawa Vanya yang pingsan ke UGD.


"Sayang, kamu harus kuat ya." ucap Vano sambil mendorong bangkar yang di atasnya ada Vanya.


"Maaf mas tidak boleh masuk. Silahkan tunggu di sana." larang seorang suster pada Vano yang hendak mengikuti masuk ke dalam ruangan UGD.


"Tolongin istri saya." mohon Vano.


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien."ucap dokter itu dan segera menutup pintu UGD.


Vano mondar mandir di hadapan pintu UGD, penampilan Vano saat ini sangat kacau. Rambut yang acak-acakan dan keringat yang membasahi tubuhnya. Tapi hal itu semakin membuat Vano makin wow.


Saking paniknya Vano, dia sampai lupa untuk mengabari kedua orang tuanya serta mertua dan sahabat sahabatnya.


"Lama banget sih." gumam Vano gak sabaran.


Ceklek.


Pintu ruangan itu terbuka dan keluarlah seorang dokter beserta suster di belakangnya.


"Gimana keadaan istri saya dok?" tanya Vano.


"Mas nya tenang dulu, kita bicara di ruangan saya." ucap dokter itu.


"Baik dok, tapi sebelum itu saya minta agar istri saya di pindahkan ke kamar rawat VVIP."


"Baik mas akan segera kami proses, mari..."


Vano pun mengikuti langkah dokter itu menuju ruangannya.


"Silahkan duduk dulu mas." ujar dokter itu mempersilahkan Vano buat duduk.


"Jadi gimana keadaan istri saya dok, dia gak papa kan?" tanya Vano.


"Keadaan istri anda tidak ada yang perlu di khawatirkan. Dia hanya kecapekan dan perutnya kosong. Apakah istri anda sedari pagi belum makan?" tanya dokter itu setelah menjelaskan keadaan Vanya.


"Belum dok." jawab Vano dengan nada yang lirih. Vano menyesali perbuatannya yang melupakan Vanya dan juga tidak bisa melarang Vanya untuk mengikuti pertandingan tadi.

__ADS_1


"Lain kali saya harap anda harus lebih memperhatikan pola makan istri anda, karena ini demi kebaikan mereka berdua."


"Mereka berdua? Maksudnya apa dok?" tanya Vano yang tidak mengerti apa yang di maksud dokter itu.


"Loh, apakah anda tidak tahu kalau istri anda tengah hamil?"


"Ha-hamil dok?" tanya Vano memastikan apakah pendengarannya ada yang salah.


"Iya, istri anda tengah hamil. Untuk lebih jelasnya lagi silahkan anda bawa ke dokter obgin."


"Dokter gak becanda kan?" tanya Vano yang masih belum percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


"Iya istri anda sedang hamil." jawab dokter itu lagi dengan sabar.


"Alhamdulillah ya Allah." seketika Vano langsung sujud syukur.


Woy ini gak salah kan, seorang Vano si kulkas ketua geng black Crow dan pewaris mafia WD sujud syukur. Itu hal yang sangat sangat langka gak sih?


"Apakah saya boleh menemui istri saya sekarang dok?" tanya Vano saking senangnya sampai sampai dia ingin cepat cepat menemui Vanya dan memberitahukan berita bahagia ini.


"Boleh mas, untuk ruangannya akan di antar oleh asisten saya."


-


"Ma, mama..." pangil papa William pada mama Fara dengan nada yang panik sambil menuruni anak tangga.


"Kenapa sih pa, teriak teriak mulu kerjaannya." ucap mama Fara yang berjalan dari arah dapur.


"Ayo kita ke rumah sakit sekarang, menantu kita pingsan dan di bawa ke rumah sakit sama Vano."ajak papa William panik.


"Hah, papa serius?"


"Iya ma, papa dapat kabar dari anak buah papa yang papa suruh buat jaga mereka dari jauh."


"Ya udah mama ke kamar dulu ganti baju, sekalian mama siapin baju buat mereka, pasti mereka masih pakai seragam sekarang."


"Iya ma cepat, papa tunggu di mobil."


Papa William keluar dari rumah, sedangkan mama Fara pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan setelah itu pergi ke kamar Vano untuk mengambil baju ganti buat Vano dan Vanya.


"Ayo pa, mama udah siap." ucap mama Fara masuki mobil Alphard yang pintunya sudah di buka kan oleh bodyguard papa William.

__ADS_1


"Papa udah kabari Wijaya kan?" tanya mama Fara.


"Udah, katanya mereka juga akan langsung pergi ke sana." jawab papa William.


Mereka pun pergi menuju rumah sakit di mana Vanya di rawat.


-


Sementara itu Farrel masih setia menunggu Fira yang belum juga sadarkan diri setelah kejadian waktu itu.


"Fir bangun dong, kamu gak kasian sama aku yang tiap hari harus pulang pergi ke sini buat jagain kamu. Aku mohon kamu bangun ya, aku mau ungkapin sesuatu sama kamu. Sesuatu yang aku pendam selama ini." ucap Farrel lirih sambil menggenggam tangan Fira.


"Kamu gak kangen sama aku, aku janji setelah kamu sadar nanti aku akan bawa kamu ke rumah kamu yang dulu. Kamu tahu, saat tahu kamu sudah gak tinggal di sana lagi aku langsung beli itu rumah serta rumah rumah yang ada di sebelah rumah kamu dulu. Aku selalu rawat rumah kamu sampai sekarang. Bahkan aku juga membangun taman bunga yang cantik di sebelah rumah kamu." ujar Farrel yang tanpa terasa air matanya sudah menetes.


"Aku kangen sama kamu, aku cinta sama kamu. Plis kamu bangun sayang...aku kangen..." Mohon Farrel makin terisak.


Tanpa Farrel tahu mata Fira secara perlahan terbuka dan menatap sekeliling yang menurut Fira tempat ini sangat asing.


Fira menatap sekeliling dan dia baru sadar kalau dirinya tengah berada di rumah sakit. Tapi tunggu, apakah itu Farrel? Tapi kenapa dia sampai menangis seperti itu sambil menggenggam tangannya?


"Rel ..." lirih Fira.


Dan seketika Farrel menegakkan tubuhnya dan menatap ke wajah Fira.


"Fira, kamu sudah sadar." senang Farrel.


"Bentar aku pangil dokter dulu." Farrel segera keluar dari ruang rawat inap Fira untuk memanggil dokter agar memeriksa keadaan Fira. Bahkan saking senangnya, Farrel sampai lupa kalau di ruangan Fira ada tombol untuk memanggil dokter.


"Keadaan mbak Fira sudah mendingan, tinggal menunggu bekas operasinya kering saja. Selebihnya semuanya sudah baik." jelas dokter yang selama ini menangani Fira.


"Kalau begitu saya permisi dulu, nanti ada suster yang akan membawakan obat untuk mbak Fira minum." lanjut dokter itu.


"Baik dok, terima kasih." ujar Farrel dan menutup pintu ruangan itu kembali setelah dokter itu keluar.


"Masih ada yang sakit?" tanya Farrel duduk di kursi samping bangkar Fira berbaring, dan di jawab gelengan oleh Fira.


"Kamu mau sesuatu?"


...***...


Yeee bakal punya ponakan baru...

__ADS_1


__ADS_2