
Hari hari pun berganti, Farrel juga sudah meminta restu kepada papa Wijaya dan mama Vani. Mereka berdua pun memberikan restu pada Farrel dan Fira. Bahkan mereka memaksa Farrel untuk melakukan resepsi besar besaran karena dulu saat Vanya menikah dengan Vano pernikahannya menurut mereka belum mewah. Tapi hal itu di tolak sama Farrel, bukan di tolak sih tapi lebih tepatnya menunda dulu. Yang penting kata Farrel mah sah dulu urusan resepsi belakangan.
Ngebet banget bukan๐
Kini Fira tengah di make up oleh MUA yang di pilihkan langsung oleh mama Vani, yang pasti MUA nya ini terkenal dan yang biasa mendadani para artis kelas atas.
Fira di temani Vanya di kamarnya Farrel, ya acara akadnya di adakan di kediaman keluarga Wijaya, karena kalau di hotel itu menurut Fira dan Farrel terlalu kebesaran.
"Tenang kak, kakak jangan gugup. Aku yakin kok nanti pasti kak Farrel lancar ijab qobul nya." ujar Vanya menenangkan Fira yang tengah sibuk memilin ujung gaun pengantinnya.
"Gak bisa Van, aku gugup banget." gugup Fira.
"Kakak tenang aja, aku dulu juga gitu kok. Kakak masih beruntung menikah dengan orang yang sangat mencintai kakak. Sedangkan aku dulu, ya meskipun dulu Vano sebenarnya juga mencintai aku. Tapi kan dulu waktu menikah Vano itu amnesia, gak ingat sama aku. Jadi ya waktu itu aku sangat takut banget."
"Van, boleh gak aku peluk kamu." izin Fira.
"Tentu boleh dong, masak di peluk calon kakak ipar aja aku gak mau sih. Yang ada aku malah senang." jawab Vanya.
"Makasih ya kamu sudah mau mendampingi aku saat ini. Aku gak tahu kalau dulu gak ketemu sama Om William bagaimana nasibku sekarang. Mungkin aku masih menjadi gelandangan yang hidup di jalanan." ucap Fira memeluk Vanya.
"Kakak jangan ngomong gitu, ini semua sudah takdir yang Allah tuliskan buat kakak. Kakak juga jangan merasa kesepian ya, kan sekarang sudah ada kak Farrel yang bakal selalu sayang sama kakak. Ada aku juga adik ipar kakak, dan juga ada mama sama papa yang bakal jadi mertua kakak." balas Vanya.
"Kok mama sama papa gak di sebut." protes mama Fara dan papa William yang memasuki kamar Fira atau lebih tepatnya kamar Farrel.
"Mama, papa." seru Vanya senang dan langsung melepaskan pelukan Fira dan berlari berhambur dalam pelukan mama Fara.
"Hei jangan lari, nanti mama di marahin sama suami kamu." ucap mama Fara mengomeli Vanya.
"Hehehe maaf, habisnya Vanya kangen banget sama mama." cengir Vanya melepaskan pelukannya dengan mama Fara.
"Ooh cuma sama mama aja kangennya, sama papa enggak?" sindir papa William.
"Kangen juga dong." ujar Vanya dan mencium punggung tangan papa William.
__ADS_1
"Gimana keadaan cucu papa, sehat sehat kan?" tanya papa William perhatian.
"Alhamdulillah babynya sehat pa." jawab Vanya.
"Tan, Om." sapa Fira pada mama Fara dan papa William.
"Hai Fir, gimana kamu pasti gugup ya?" tebak mama Fara.
"Hehehe iya Tante." jawab Fira sambil menyengir hingga menampilkan deretan giginya yang rapi.
"Itu udah jadi hal biasa bagi orang yang mau menikah, jadi nikmatilah hal kayak gini gak akan terulang lagi." ujar mama Fara yang beda dari yang lainnya. Jika yang lain memberikan semangat atau solusi untuk mengatasi kegugupan, maka tidak dengan mama Fara yang malah mendukung kegugupan.
"Tante bisa aja, tapi emang iya sih." balas Fira.
"Wah Om gak nyangka sama kamu, diam gada pawang bergerak langsung nikahan." ucap papa William menirukan kata kata yang sedang viral di kalangan anak muda.
"Hahaha Om bisa aja, pasti Om pernah scroll tokt*k ya?"
"Hahaha Vino emang paling bisa kalau bikin papanya kehilangan muka di hadapan anak buahnya." canda Fira.
"Biasalah, kayak kamu gak tahu aja gimana anak itu." balas papa William.
"Oh iya ma, pa, Vino mana?" tanya Vanya yang tidak melihat keberadaan adik ipar kesayangannya.
"Oh itu palingan juga lagi ngerecoki Farrel sama Vano di kamar tempat Farrel bersiap." Jawab mama Fara.
"Oooh aku kira dia gak ikut ke sini."
"Ya pasti ikut lah kalau anak itu, mana mungkin dia mau di tinggal di rumah kalau di acaranya nanti ada kakaknya, apalagi sekarang udah ada kamu, makin suka dia kalau di ajak pergi bareng kamu." lanjut mama Fara.
"Permisi tuan nyonya, acara akan segera di mulai, mempelai wanita di suruh segera hadir di sana." ucap seorang pelayan yang sepertinya di suruh oleh salah satu orang yang ada di bawah.
"Baik, ayo sekarang kita turun." ajak papa William.
__ADS_1
"Ayo." papa William menyodorkan lengannya agar tangan Fira masuk ke dalam celah lengan Vano.
Fira ragu untuk melakukan hal itu, bagaimana pun dirinya bukan siapa siapanya keluarga William.
"Udah ayo gak usah sungkan, anggap saja aku papa kamu." ujar papa William yang membuat Fira ingin menangis mengingat kedua orang tuanya yang sudah tidak ada.
"Kamu bisa anggap kita ini orang tua kamu kok, kamu gak perlu sungkan." timpal mama Fara.
"Makasih Om Tante." terharu Fira dan memeluk mama Fara.
"Udah yuk turun, nanti yang lain kasian nunggu lama."
Mereka semua pun pergi keluar dari kamar Farrel menuju altar tempat akan di selenggarakan nya ijab qobul.
Vanya bergandengan tangan dengan mama Fara, sedangkan di hadapan mereka berdua ada mempelai wanita yang tengah di tuntun oleh papa William.
Mereka menuruni anak tangga dengan gaya yang elegan sehingga membuat semua orang yang melihat itu terpana melihat kecantikan ketiga bidadari itu.
"Halah mingkem, lalatnya masuk." goda Vano pada Farrel yang sepertinya terpesona dengan kecantikan Fira kali ini.
"Apaan sih lo ganggu aja." sinis Vano.
Fira sampai di samping Farrel dan segera duduk di kursi sebelah Farrel. Ijab qobul pun di lalui dengan penuh haru, lantaran Fira dan Farrel sama sama keduanya tidak m miliki kedua orang tua.
Banyak yang menangis saat ijab qobul di laksanakan, biasanya ayah dari mempelai wanita yang akan menikahkan anaknya, tapi kali ini Fira harus menggunakan wali hakim.
Acara ijab qobul pun berjalan dengan lancar, Farrel hanya mengucapkan kalimat sakral itu dengan satu tarikan nafas saja. Sekarang mereka semua tentang makan bersama di meja makan yang sangat besar sehingga muat untuk menampung banyak orang.
Sahabat sahabat Vano dan Vanya pun juga hadir dalam acara ini, kaki Sonya sudah sembuh, sudah bisa berjalan meskipun agak pincang.
...***...
Dah segitu aja, udah ngantuk ๐
__ADS_1