
"Maksud kamu?" tanya Farrel.
"Kamu ini kenapa gak peka banget sih jadi cowok, aku itu pakai pakaian kayak gini mau senengin kamu. Ehh kamunya malah mau pergi. Kalau kamu pergi, aku juga bakal per... hmmtt..." omongan Fira terpotong karena Farrel yang mencium bibir nya.
"Jangan salahin aku kalau aku gak bisa nahan hasrat ini." deep voice Farrel setelah melepaskan ciumannya.
Bukannya takut, Fira malam membuka kancing kemeja Farrel dengan gerakan *****al.
"Kamu yakin?" tanya Farrel mencekal tangan Fira sebelum nanti dia bertindak lebih.
"Menurut kamu?"tantang Fira dan menarik kerah kemeja Farrel hingga bibirnya menyatu lagi dengan bibir Farrel.
Fira bertindak sangat bruntal untuk kali ini dia ingin memimpin permainan, tapi jangan harap Farrel akan membiarkan hal itu terjadi.
Farrel mengambil tindakan hingga dia sekarang yang memimpin permainan.
"Aku udah gak tahan yank." ujar Farrel dan memposisikan dirinya di atas tubuh Fira dan menyatukan sesuatu miliknya dengan milik Fira.
Farrel menggempur Fira hingga hampir jam 4 pagi baru Fira tertidur dengan nyenyak.
-
"Huek huek huek..." suara seseorang yang muntah di pagi hari yang masih petang, karena ini masih jam setengah lima.
"Sayang..." ujar Vano menghampiri Vanya dan memijat tengkuk Vanya.
"Huek huek huek." Vanya terus memuntahkan semua makan yang berada dalam perutnya hingga tubuhnya merasa lemas.
"Bee.." manja Vanya setelah rasa mual-mual nya mereda.
"Kita ke rumah sakit aja ya..." ajak Vano karena merasa khawatir dengan keadaan Vanya.
__ADS_1
"Enggak usah aku gak papa kok, nanti juga mendingan kalau udah siang." tolak Vanya sambil bersandar di dada bidang Vano.
"Tapi wajah kamu pucet banget loh, aku khawatir."
"Aku mau tidur aja." pinta Vanya.
"Ya udah ayo kita kembali ke kamar."
"Gendong." manja Vanya.
Vano pun langsung mengendong Vanya dan membaringkannya di atas ranjang.
"Kamu tidur ya, nanti kalau sarapannya udah siap aku bangunin kamu." ujar Vano akan pergi meninggalkan Vanya.
"Kamu mau kemana?" tanya Vanya.
"Aku mau ke bawah dulu, suruh Sri siapin sarapan makanan yang kamu suka agar selera makan kamu bertambah." jawab Vano.
"Aku cuma sebentar aja, nanti aku kembali."
"Gak boleh, pokoknya aku mau di peluk sama kamu." manja Vanya.
"Ya udah sini aku peluk." ngalah Vano.
Vano pun berbaring di samping Vanya dan Vanya pun segera masuk ke dalam pelukan Vano yang sangat nyaman ini, apalagi dada bidangnya, beuhh rasanya nyaman bener.
"Manja banget sih istri Vano, ada apa hmm?" ajak ngobrol Vano sambil tangannya mengelus punggung Vanya agar cepat tertidur.
"Gak tahu pengen aja." balas Vanya.
"Ya udah merem sana katanya mau tidur." perintah Vano.
__ADS_1
Vanya membalikkan badannya membelakangi Vano dan menarik tangan Vano pada perutnya.
"Baby nya minta du elus elus sama Daddy." ujar Vanya membuat Vano tersenyum.
"Ini yang mau di manja anak Daddy apa mommy hmm?"
"Dua duanya Daddy." jawab Vanya membuat hati Vano menghangat.
Vano janji akan selalu berusaha membuat keluarga kecilnya hidup dengan tenang dan bahagia tanpa gangguan orang orang musuh keluarga Vano.
"Anak Daddy gak boleh bikin mommy sakit ya, kasian mommy nya." ujar Vano sambil mengelus perut Vanya.
Karena merasa terlalu nyaman Vanya pun sampai tertidur dengan nyenyak lagi dalam pelukan Vano. Dan Vano pun ini ikut juga tertidur kembali.
-
"Lapor tuan, Vano dengan istrinya akan pergi ke Korea besok pagi." lapor seseorang pada orang yang sedang duduk membelakanginya.
"Bagus, kamu siapkan penerbangan saya ke sana. Saya yang bakal turun tangan sendiri." balas mister X.
"Baik tuan." patuh orang itu.
"Kalian pikir kalian bisa lolos dari aku." gumam mister X setelah kepergian anak buahnya.
"Vano sayang mari kita bermain main." lanjutnya lagi dengan seringai yang menyeramkan bisa di lihat oleh orang.
"Aku akan buat hidup kalian hidup sengsara melebihi kebahagiaan kalian."
"Hahaha..." tawa menyeramkan misteri X.
...***...
__ADS_1
Ini sebenarnya ada adegan yang panas, dan aku upload part ini udah kemaren tapi di tolak oleh pihak NT, akhirnya aku refisi lagi, dan jadinya cuma segitu 😂🙏