
"Gak usah pura pura polos sayang, aku udah tahu gimana sifat kamu." ucap Farrel membuat mata Fira melotot.
"Kenapa diam hmm, bingung aku tahu dari mana?" lanjut Farrel berbisik di telinga Fira membuat bulu kuduk Fira berdiri.
"Eng-enggak kok." gugup Fira.
"Ini apa hmm." Farrel menunjukkan handphone Fira yang tengah membuka perpustakaan aplikasi membaca novel yang banyak judul ada tulisan ++ nya.
"Farrel...." marah Fira karena Farrel membuka ponselnya tanpa seizin darinya.
"Jangan marah, orang kamu sendiri kok yang ninggalin ponsel di ranjang dalam keadaan aktif jadi ya karena tangan aku gatel ya aku buka." tampang tak berdosa Farrel.
"Sini ponselnya." minta Fira.
Farrel malah semakin mengeratkan pelukannya pada Fira hingga membuat Fira susah untuk bergerak
"Kita praktekin yuk." deep voice Farrel di telinga Fira yang membuat aliran darah Fira rasanya semakin cepat.
"prak-tek a-pa?" gugup Fira.
"Kelamaan." Farrel langsung mengendong Fira ala karung beras dan melemparnya ke atas kasur empuk di kamar itu.
"Ka-mu mau a-apa?" tanya Fira gugup lantaran sekarang Farrel tengah mengukuh dirinya di bawah Farrel.
"Menurut kamu?" menaik turunkan alisnya.
"Aduh, aku kebelet pipis." keluh Fira pura pura.
"Gak usah bohongi sayang...Kita mulai malam ini." ucap Farrel yang mengerti akal bulus Fira.
"Aduh, ini beneran gimana nanti kalau aku ngompol."
"Ya tinggal aku lepas pakaian kamu." balas Farrel santai.
"Rel..." pangil Fira lirih sambil takut.
"Hmm..." balas Farrel.
"Jangan sekarang ya, aku takut." mohon Fira.
"Takut kenapa hmm? Takut itu kamu gak muat?" balas frontal Farrel.
"Kamu kok makin mesum sih." heran Fira.
"Biarin, orang mesum sama istri sendiri juga." santai Farrel.
Farrel berdiri dan melepaskan bajunya serta celana tidurnya hingga hanya menyisakan ****** ********.
"Farrel..." teriak Fira sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Apa sih, teriak teriak mulu. Ini hotel sayang bukan hutan."
"Kenapa kamu lepas baju kamu?" tanya Fira heran masih dengan menutup matanya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ya memang udah kebiasaan aku kalau tidur gini, jadi kamu harus terbiasa. Soalnya aku kalau pakai baju suka gak bisa tidur." jawab Farrel dan membaringkan dirinya di samping Fira.
"Untuk malam ini kamu pakai baju kamu ya, paling tidak celana deh kalau gak baju." pinta Fira.
"Maaf sayang gak bisa, kamu harus terbiasa soal ini." bantah Farrel dengan lembut.
"Tapi kan aku malu..."
"ngapain pakai malu segala. Kita juga udah sah." balas Farrel.
"Udah kamu tenang aja, aku gak bakal apa apain kamu kok kalau kamu belum siap. Sini tidur." lanjut Farrel.
"Udah gak usah malu." memaksa tangan Fira agar membuka matanya.
"Sini aku peluk." tawar Farrel merentangkan kedua tangannya menyuruh Fira masuk ke dalam pelukannya.
Dengan perasaan was was dan hati hati, Fira pun memberanikan diri untuk masuk dalam pelukan Farrel.
"Udah tidur, aku gak bakal apa apain kamu kok kalau kamu gak kasih ijin." ucap Farrel menengkan Fira.
"Beneran ya?" Fira memastikan ucapan Farrel.
"Iya sayang, tapi kalau cium cium boleh kan?" negosiasi Farrel.
"Iya kalau cuma cium boleh." balas Fira.
"Udah yuk tidur, udah malam." ajak Farrel.
Farrel mengelus rambut serta punggung Fira agar Fira merasa nyaman dalam pelukannya. Hingga mereka berdua tertidur dengan nyenyak nya.
-
"Dasar gak becus, tinggal nyelakai satu orang aja gagal." marah mister X pada orang yang akan menyelakai Vano waktu pertandingan basket waktu itu.
"Maaf tuan, saya janji lain kali saya akan berhasil." mohon orang itu.
"Halah gak usah, biarin orang orangku yang beraksi."
"Tapi taun..."
"Kamu gak perlu protes, kamu muncul akhirnya saja."
"Maksud anda?" bingung orang itu.
"Saya yang akan maju untuk menyelakai Vano, nanti kalau saya ketangkap atau apa kamu yang urus selanjutnya." jelas mister X.
"Baik tuan, akan saya lakukan perintah anda."
"Bagus."
"William William William." gumam serem mister X menyebut nama papa William berulang-ulang.
"Kalau begitu saya permisi tuan." pamit orang itu.
__ADS_1
"Hmm." balas mister X.
-
Pagi hari yang cerah, burung burung berkicau saling bersahutan satu sama yang lain. Bunga bunga bermekaran, serta dedaunan basah yang terdapat banyak tetesan air embun.
Dua sejoli pasangan pengantin baru masih bergelung di bawah selimut yang sama. Mereka tidur dengan posisi saling memeluk satu sama yang lain.
Fira yang memeluk pinggangnya serta meletakkan kakinya di atas kaki Farrel, sedangkan Farrel yang sama dengan Fira, memeluk pinggang Fira dan satu kakinya yang menyelempit di tengah tengah kaki Fira.
"Eemmhh..." lengkuh Fira perlahan membuka matanya.
"Jam berapa sih." gumam Fira melihat ke arah jam yang ada di meja samping tempat tidur.
"Ooh jam tujuh." gumam Fira masih setengah sadar.
"Hah, apa tadi jam tujuh. Aduh aku kesiagaan." kelabakan Fira akan melepaskan pelukan pelukan Farrel tapi bukannya melepaskan, Farrel malah mempererat pelukannya.
"By bangun." ucap Fira membangunkan Farrel.
"Emmm." gumam Farrel menanggapi ucapan Fira.
"Rel, bangun Rel, ini udah siang." pangil Fira menggoyangkan tubuh Farrel tapi hasilnya nihil.
"Rel ayo bangun, ini udah siang." pangil Fira lagi dengan suara yang agak kencang.
"Apaan sih yank, pagi pagi udah berisik aja." omel Farrel masih setengah sadar.
"Makanya ayo bangun, tuh lihat udah jam tujuh." Fira menggoyangkan tubuh Farrel.
"Iya iya." dongkol Farrel karena acara tidurannya di ganggu.
"Sana kamu mandi dulu, aku mau beresin koper koper kita dulu." perintah Fira.
Farrel bangun dan berjalan dengan setenggah sadar. Tanpa memakai pakaiannya terlebih dahulu.
"Farrel..." teriak Fira dan menutup kedua matanya lagi.
"Apaan sih berisik." omel Farrel.
"Sabar Fira sabar, orang sabar rejekinya lancar." gumam Fira.
Fira pun segera membereskan koper kopernya. Mengecek satu persatu apa ada yang tertinggal atau enggak.
-
Sementara di kamar Vanya dan Vano malah mereka berdua masih setia dengan kasur, bantal serta selimut yang sudah membuat nyaman mereka berdua dari semalam.
"Emmmhh." lengkuh Vano.
Vano menatap jam yang ada di belakang Vanya yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan, dengan hati hati Vano beranjak pergi meninggalkan Vanya dan membereskan semua peralatannya serta punya Vanya ke dalam koper. Sesuai ucapan Vano semalam, kali ini biar Vano saja yang bersih bersih agar Vanya tidak kecapekan.
Dengan telaten Vano merapikan pakaian mereka dan menyiapkan baju ganti buat Vanya setelah bangun nanti agar Vanya tidak perlu repot-repot nyari baju.
__ADS_1
...***...
Udah itu aja mata ku udah gak bisa di ajak kerjasama. Maaf kalau banyak typo soalnya ngetiknya setengah sadar😂