My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 55


__ADS_3

"Ada yang bisa saya bantu tuan?'' tanya manajer club.


Vano mendongakkan kepalanya dan menatap manajer itu tajam.


"Antar saya ke ruang cctv." pinta Vano dengan tegas.


"Maaf tuan, sebelumnya saya mau tanya ada masalah apa yang membuat tuan muda Vano ke sini?"


"Anda gak perlu tahu. Sekarang antar saya ke sana." ucap Vano tegas tanpa mau menjawab pertanyaan manajer itu.


"Ba-baik tuan." nyalinya menciut melihat wajah Vano yang menyeramkan menurutnya.


"Mari tuan kita ke sana."


Mereka pun pergi ke sebuah ruangan yang ada di sudut paling belakang club.


"Putar rekaman kemarin malam mulai jam delapan malam." perintah Vano pada penjaga cctv.


"Baik tuan."


Penjaga cctv itu pun mengotak atik keyboard komputer yang berada di depannya untuk memenuhi keinginan tuan muda Vano.


Setelah mendapat apa yang penjaga itu cari, dia segera memutar rekaman cctv yang ada di club tadi malam. Tapi saat di buka yang ada bukan rekaman cctv tapi yang terlihat hanyalah layar komputer yang hitam tanpa ada gambar apa pun.


Penjaga itu bingung dan mengotak atik keyboard lagi, tapi hasilnya tetap sama.


"Maaf tuan sepertinya ada yang sabotase rekaman cctv tadi malam." ucap penjaga itu takut.


BRAK.


Vano mengebrak meja setelah mendengar apa yang di katakan penjaga itu.


"Bagaimana bisa kalian seceroboh ini HAH?" marah Vano.


"Maafkan kami tuan, kami juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi karena tempat ini di jaga 24 jam." terang manajer itu. Memang benar ruangan cctv itu selalu di jaga dengan ketat karena takut data data klien akan tersebar.


"Atau jangan-jangan ada yang merentas rekaman cctv club ini?" ucap penjaga cctv itu.


Vano menatap orang itu, ada benarnya juga apa yang di ucapkan penjaga itu. Tapi siapa yang telah melakukan ini, Vano yakin mereka bukanlah orang sembarangan. pikir Vano.


Vano diam sebentar dan setelah itu dia pergi keluar meninggalkan ruangan cctv tanpa pamit terlebih dahulu.


"Hufft, selamat kita pak." ucap penjaga cctv itu kepada manajer sambil mengusap dadanya.


"Kamu benar, tapi siapa yang merentas rekaman cctv club ini, dan apa hubungannya dengan tuan muda Vano kenapa tuan muda Vano sepertinya marah mendengar rekaman cctv hilang." pikir manajer club.


"Ya sudah saya mau kembali ke ruangan saya dulu." pamit manajer club dan segera pergi meninggalkan ruangan cctv.


-


Vano keluar dari club dan segera melajukan motornya menuju apartemen Galang untuk menenangkan pikirannya. Karena Galang adalah sahabat Vano dari kecil yang selalu menjadi tempat curhatnya.


Vano sampai di apartemen Galang dan segera masuk kedalam tanpa ijin terlebih dahulu karena Vano sudah menganggap apartemen Galang seperti apartemennya sendiri.


"Lang." Pangil Vano dengan keras.

__ADS_1


Tidak ada sahutan dari Galang.


Vano melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 1 siang.


"Apa Galang masuk sekolah ya?" gumam Vano.


Vano pun merebahkan tubuhnya di sofa yang berada di ruang tamu apartemen Galang. Dia merasa lelah, tanpa menunggu waktu lama matanya terpejam.


-


Setelah menangis tadi Vanya tertidur karena kelelahan akibat menangis.


Jam 2 Vanya terbangun dan melihat keadaannya yang masih acak-acakan, karena sehabis mandi tadi Vanya belum sempat menyisir rambutnya.


Vanya beranjak dan menuju meja rias untuk merapikan rambutnya yang acak-acakan dan memakai make up tipisnya sambil menutupi kismark yang Vano tinggalkan di lehernya.


Vanya ingin menangis saat menyentuh kismark yang di buat Vano, tapi Vanya menahannya karena dia sudah lelah kalau harus menangis terus menerus.


Setelah merapikan penampilannya karena merasa lapar sebab dari pagi belum makan Vanya pergi ke dapur untuk masak sesuatu agar bisa di makan.


"Gak papa Van, lo harus ikhlas meskipun Vano tidak mau mengakuinya tapi tak apa yang penting lo sudah melakukan kewajiban sebagai seorang istri." ucap Vanya untuk menyemangati dirinya sendiri.


"Nanti lo harus buat Vano menyesal dan ngebucinin lo kalau Vano udah sadar. Yang harus lo lakuin sekarang adalah cuek kepada Vano, jangan masakin makanan buat Vano." rencana yang Vanya buat, entah nanti berhasil atau tidak.


Setelah makan Vanya bersantai dan menonton konser online biasnya untuk menghilangkan pikiran stress yang di sebabkan oleh Vano.


"Mending liat konser online BTS dari pada harus mikirin Vano." ucap Vanya dan segera menonton konser online BTS di laptopnya.


-


Setelah mandi dia keluar kamar untuk mengambil minuman di kulkas yang berada di dapur.


Dengan santai dia berjalan ke arah dapur.


"Eeemmhh."


"Suara apa tuh." ucap Galang dan melihat keadaan sekitar, pandangannya fokus ke arah sofa. Dia melihat Vano yang tengah tidur dengan nyenyak nya.


"Hufft gw kira dedemit lagi *** *** di apartemen gw." ucap Galang yang otaknya traveling.


Galang berlalu mengambil minuman setelah itu dia menghampiri Vano sekalian juga membawakan Vano minuman bersoda.


"Van bangun." Galang membangunkan Vano.


"Emmmhh." gumam Vano sambil merenggangkan otot di tubuhnya.


"Bangun Van udah sore."


"Hmm." Vano bangun dan duduk bersandar di sofa sambil mengembalikan kesadarannya.


"Lo kenapa gak masuk sekolah, jangan bilang karena kejadian semalam?" tanya Galang.


Vano diam belum menjawab pertanyaan Galang.


"Van." pangil Galang lagi.

__ADS_1


"Hmm."


"Lo kenapa sih?"


"Gw pusing."


"Pusing? Tumben amat." bukan tanpa sebab Galang bicara seperti itu pasalnya Vano tidak pernah mau repot-repot memikirkan masalah yang akan membuat kepalanya pusing.


"Gw tadi ke club mau liat cctv di sana semalam, gw mau tau siapa yang udah mau jebak gw ehh ternyata cctv nya udah ada yang sabotase."


"Maksud lo cctv di club semalam gak ada gitu?"


"Hmm."


"Kok bisa?" tanya Galang penasaran.


"Ya mana gw tahu Galang." jawab Vano kesal karena dia ke sini mau mencari temen curhat ehh ini malah di buat jengkel.


"Ya siapa tau kan lo tahu siapa yang sabotase."


"Kalau gw tahu gw juga gak bakal pusing kayak gini."


"Hehehe iya juga sih." balas Galang cengengesan sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Mereka sama sama diam memikirkan siapa dalang di balik kejadian semalam.


"Bagaimana kalau lo minta bantuan Bokap lo aja, Om William kan jago soal begituan." saran Galang.


"Lo gila, yang ada nanti gw yang kena. Nanti papa kira gw ngapa ngapain di club." jawab Vano yang tidak setuju dengan ide Galang.


"Oh ya Van, gimana lo semalam setelah gw pulang?"


Pertanyaan Galang yang membuat Vano diam seketika. Vano takut Galang akan curiga dengannya.


"Gak gimana gimana gw cuma mandi air dingin kok." jawab Vano dengan agak gugup.


"Lo kenapa gugup gitu." tanya Galang curiga.


"Tau ahh gw mau pulang." ucap Vano dan segera pergi meninggalkan Galang karena takut Galang akan tanya tanya yang lainnya.


"Van Van lo mau kemana?" pangil Galang yang sudah tak di hiraukan oleh Vano.


"Dasar aneh." gumam Galang dan melanjutkan acara minum sodanya yang tertunda tadi.


...***...


...Hai readers aku ada cerita baru lagi nih mampir yuk 😁🙏...


...Mumpung masih anget angetnya nih ramein yok 😂...




__ADS_1


Jangan lupa favoritin kalau suka 😁


__ADS_2