My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 63


__ADS_3

"ASSALAMUALAIKUM ORANG PALING TAMPAN PULANG..."teriakkan mengelegar Vino di seluruh rumah.


"Waalaikum salam. Vino jangan teriak teriak nak." peringat mama Fara yang pusing setiap hari harus mendengar teriakan Vino.


"Hehehe." sambil nyengir.


"Kak Vano mana ma? Katanya mau ke sini." tambah Vino sambil celingukan mencari kakaknya.


"Kak Vano ada di ruang kerja papa, kamu ganti baju dulu kalau mau ketemu kakakmu."


"Baik madam." Jawab Vino sambil hormat.


Mama Fara hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah laku anaknya yang satu ini.


Vino naik menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Vano.


"Eh ada kakak cantik." sapa Vino saat bertemu dengan Vanya di depan kamar Vano.


"Kamu udah pulang Vin, nanti setelah ganti baju kamu turun ya. Tadi kakak bawa roti rasa coklat." ucap Vanya dengan lembut.


"Wah beneran kak?" Vanya menganggukkan kepalanya.


"Ya udah Vino ganti baju dulu." Vino pun berlari menuju kamarnya dan segera ganti baju dengan kecepatan kilat seolah olah dia gak akan kebagian roti coklat.


Vanya turun menghampiri mama Fara untuk ngobrol ngobrol di gazebo belakang rumah.


-


"MAMA." Teriak Vino dari dalam rumah memanggil mamanya yang berada di gazebo belakang rumah.


"IYA MAMA DI GAZEBO SAMA KAK VANYA." mama Fara tidak kalah kencang teriakkan nya dari Vino.


Vino berlari menuju mamanya dan segera duduk di samping Vanya.


"Mana rotinya ma?" tanya Vino.


"Roti apa?" tanya balik mama Fara.


"Iiih mama, roti coklat yang di bawa kak Vanya mana?" rengek Vino.


"Ooh roti itu. Udah abis tadi di makan papa sama kak..."


Belum selesai mama Fara ngomong Vino sudah berlari pergi dari sana.


"Lah Vino mau ke mana ma?" tanya Vanya bingung.


"Hahaha biarlah, bentar lagi bakal ada keributan di ruang kerja papa." jelas mama Fara sambil membayangkan bagaimana anak bontot nya nanti mengamuk. Tadi niatnya cuma mau membohongi anaknya kalau rotinya sudah habis, padahal mah masih utuh belum ada yang makan.


"Maksud mama?" bingung Vanya.


"Kamu liat saja nanti, yuk kita masuk."


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Mama Fara menyiapkan makanan di meja di bantu Vanya untuk makan siang sebelum nanti Vano dan papa William berangkat ke Italia.


-

__ADS_1


Di ruang kerja papa William, Vano dan papa William tengah fokus membicarakan rencana rencana yang akan mereka buat setelah ini tapi di hancurkan oleh kedatangan anak gak ada akhlak, siapa lagi kalau bukan Vino.


BRAK


Mendengar pintu di buka dengan keras Vano dan papa William segera melihat ke arah pintu yang menampilkan bocil dengan sungut di kepalanya.


"Apa lagi ini." gumam papa William.


Sedangkan Vano hanya menatap adiknya dengan dahi berkerut.


"PAPA SAMA KAK VANO JAHAT." Ucap Vino dengan nafas yang memburu akibat lari dari belakang rumah.


"Lah." bingung Vano.


Bug bug bug.


"Kak Vano jahat."


Vino menonjok Vano yang bagi Vano tidak terasa sama sekali di tubuhnya.


"Vino, kamu kenapa sih. Datang datang marah marah gak jelas." ucap Vano sambil menahan tangan Vino.


"Kak Vano sama papa jahat hiks udah habisin hiks roti yang di bawakan kakak cantik hiks hiks." ucap Vino sambil menangis dan berusaha melepaskan tangannya.


"HAH." kaget bareng papa William dan Vano.


Roti? Roti apa? Orang dari tadi mereka di situ diam gak ada makan sama sekali. Jangankan makan minum aja belum ada yang buatin dari tadi. Pikir Vano dan papa William.


"Vino sayang, anaknya papa William yang paling ganteng sejagat raya. Dari tadi itu papa sama kak Vano gak ada makan roti sama sekali, kenapa Vino nuduh papa sama kak Vano hmm?" papa William berdiri dari tempat duduknya menghampiri Vino yang berada di depan Vano dan berusaha menenangkan anaknya yang amat tampan itu.


"Astaghfirullah anak siapa ini." ucap papa William mendramatisir.


Papa William heran dengan anaknya yang satu ini, tadi menangis dan ngamuk ngamuk tapi sekarang, entahlah mimpi apa dia dulu sampai bisa mempunyai anak yang seperti ini.


"Ya anak papa lah masak anak Vano." Vano menjawab pertanyaan papanya.


"Iya Vino anak paling ganteng kan bibitnya dari papa jadi Vino ya ganteng. Emang Vino tadi kata siapa kok bisa bilang kalau papa sama kak Vano yang habisin rotinya?"


"Kata mama." jawab Vino polos.


"Pantes." gumam papa William yang masih bisa Vano dengar.


"Harus di hukum tuh pa." kompor Vano.


"Nanti aja hukumnya kalau papa udah pulang dari antar kamu, kalau di hukum sekarang waktunya gak bakal sempat."


"Emang papa mau kasih mama hukuman apa?" tanya Vano penasaran.


"Biasalah suami istri."


"Udah kamu gak usah nangis lagi, nanti papa bawain oleh oleh dari Italia." Janji papa William pada anak bontot nya.


"Beneran ya pa?"


"Iya."

__ADS_1


"Nanti Vino minta bawain oleh oleh yang banyak ya pa."


"Iya."


"Ya udah ayo kita turun, papa sama kak Vano udah mau berangkat." ajak papa William.


Sedangkan Vano dari tadi hanya sebagai pendengar yang baik saja. Dari pada nanti kena masalah kan mending diam saja. pikir Vano.


"Kak Vano." pangil Vino dengan manja.


"Apa." jawab Vano males, karena dia sudah tahu kalau adiknya sedang berbicara dengan nada begitu pasti ada maunya.


"Gendong." sambil mengedip edipkan matanya yang indah itu.


"Hufft. Ya udah ayo naik." pasrah Vano, dari pada nanti minta yang anah aneh.


"Yey Vino terbang." teriak Vino saat berada dalam gendongan punggung Vano.


"Lebay." Bukan Vano yang ngomong melainkan papa William.


"Papa..." ucap Vino dengan saat mendengar bahwa papanya tengah mengatainya.


"Apa, orang papa tadi liat lembah kok. Emang kamu kira papa ngomong apa?"


"Tauk." dengan muka judesnya.


"Ya Allah gini amat punya adik satu." Keluh Vano sambil berlalu meninggalkan ruang kerja papa William dengan Vino yang berada di punggungnya.


"Ma, kamu tadi bilang apa ke Vino?" tanya papa William setelah berada di meja makan.


"Emang mama bilang apa sama Vino, perasaan mama gak bilang apa apa tuh." jawab mama Fara santai.


"Udah pa, mending kita langsung makan aja nanti bisa telat ke bandaranya kalau ribut terus." ucap Vano.


"Ngapain telat kan kita orang kaya jadi ya pakai jet pribadi lah." sombong papa William.


'Pantesan Vano sering sombong orang dari sini toh asal usulnya.' ucap Vanya dalam hati melihat tingkah keluarga Vano yang menurutnya sangat harmonis ketimbang keluarganya.


"Udah cepat makan biar cepat cepat pergi, mama sudah gak sabar pengen berduaan sama menantu mama." ucap mama Fara mengusir suami dan anaknya.


"Mama ngusir kita?" tanya Vano tidak terima.


"Menurut kamu?"


"Dahlah Vano ngambek."


"Emang mama peduli."


"Mama..." bukan Vino yang berteriak manja tapi Vano.


"Kamu itu Van, udah punya istri hilangin tuh sifat manja mu. Gak malu apa?" ucap papa William menasehati anaknya.


"Dih, situ apa kabar." balas Vano.


"DIAM....

__ADS_1


...***...


__ADS_2