My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 7


__ADS_3

...**Hai readers apa kabar,...


...semoga tetap semangat ya membaca cerita aku jangan bosan-bosan.😁**...


Saat Vanya dkk berjalan melewati bangku Cindy dkk, dengan sengaja Cindy menyodorkan kakinya tepat saat Vanya berjalan didepannya yang membuat kaki Vanya tersandung dan akhirnya...


Bruk


Vanya terjatuh sambil memejamkan matanya, tapi ada sesuatu yang membuat heboh seisi kantin.


Vanya yang terjatuh pun tidak merasa kesakitan karena dia berada di pelukan seseorang. Tapi tunggu apa ini yang menempel di bibinya. Dia pun membuka matanya dan betapa terkejutnya ketika dia melihat wajah tampan Vano yang tepat berada di depan mata kepalanya tanpa halangan apapun. Bahkan bibirnya yang tipis bersentuhan dengan bibir Vano yang sedang menangkap tubuhnya yang hampir terjatuh sehingga membuat mereka berpelukan. Mereka saling menatap satu sama lain dengan pandangan yang sulit di artikan.


deg deg deg


Suara detak jantung keduanya.


"Benar kata mereka ternyata Vano itu memang tampan apalagi kalo di liat dari dekat begini." Suara hati Vanya.


"Ternyata Vanya kalo di lihat dari dekat makin cantik."


"Dan tunggu bibir ini rasanya manis sekali. Mama bibir anak mu udah enggak suci lagi." "Sialan si Vanya berani beraninya dia ngambil ciuman pertama gw." Suara sedih hati Vano.


Meskipun Vano anak geng motor suka tawuran tapi dia belum pernah ciuman dan sekarang Vanya mencuri ciuman pertamanya tanpa disengaja.


Mereka saling memandang hingga beberapa detik di kagetkan dengan suara batuk Sisil dan Sonya yang membuat Vanya dan Vano gelagapan sendiri.


"Uhuk uhuk."Suara pura pura batuk Sisil dan Sonya.


"Eh."ucap bareng Vano dan Vanya sambil melepaskan pelukannya yang otomatis ciuman bibir mereka terlepas juga. Dan mereka dibuat salah tingkah saat menyadari bahwa mereka menjadi pusat perhatian orang-orang di kantin.


"Udah menikmati ciumannya hmm." Tanya Galang yang membuat Vano dan Vanya makin salah tingkah.


"Apaan sih lo siapa juga yang menikmati ciuman tadi, gw juga gak sudi kali ciuman sama cowok nyebelin kayak dia." kilah Vanya yang tidak sesuai dengan isi hatinya sambil menunjuk muka Vano.


"Apalagi itu ciuman pertama gw lagi."tambah Vanya yang berhasil menarik perhatian Vano.


"Oh jadi tadi ciuman pertamanya juga sama dong berarti."


" Sial kenapa rasanya masih terasa menempel di bibir gw, bakal kecanduan nih gw."suara Vano dalam hati sambil tersenyum senang.


"Oh jadi tadi itu ciuman pertama lo. Pantesan rasanya aneh banget. Dan apa tadi lo bilang, lo gak sudi ciuman sama gw. Heh gw juga ogah kali ciuman sama cewek kayak Lo."ucap Vano yang tidak sesuai dengan hatinya sambil membalas menunjuk muka Vanya.


"Lagian lo udah di tolongin bukannya bilang makasih malah marah marah."tambah Vano.


"Lagian siapa juga yang minta tolong sama Lo."jawab Vanya.


"Udah udah kalian ini setiap ketemu kalo gak diam diaman pasti ribut mulu. Cocok deh kalian berdua kalo jadi pasangan, atau jangan jangan kalian jodoh lagi."ucap Rangga.


"Gw sama dia. Idih gak sudi."ucap kompak keduanya.


"Tuh kan apa gw bilang kalian berdua itu jodoh buktinya ngomong aja barengan. Ya gk Lang."tanya Rangga pada Galang yang langsung di jawab anggukan.


"Udah udah gak usah ribut kita jadi makan apa enggak udah lapar nih perutku." Ucap Sisil yang masih memikirkan makanan disaat seperti ini.


"Ya jadi lah orang perut gw udah keroncongan dari tadi."jawab Vanya sambil berlalu pergi menuju bangku yang kosong dan di ikuti kedua temennya.


"Byee."Ucap centil Sisil kepada Cindy dkk yang sedari tadi menonton adegan drama ciuman Vano dan Vanya.


Vano dan kedua temennya juga pergi keluar kantin karena mereka sudah selesai makan.


Tadi disaat Vanya dkk memasuki kantin bertepatan dengan Vano dkk yang mau meninggalkan kantin. Tapi saat mereka sudah dekat Vano melihat kaki Cindy yang berusaha untuk mencelakai Vanya. Jadi tadi Vano berlari untuk menolong Vanya yang hampir terjatuh, dan tanpa disengaja bibir mereka ketemu yang membuat orang seisi kantin heboh tadi.

__ADS_1


Sementara Cindy yang melihat adegan ciuman tadi dia kesal bukan main karena rencananya untuk mencelakai Vanya malah jadi adegan romantis Vanya dan Vano.


"Iiiih ini semua gara gara lo "ucap tuduh Sisil kepada Tasya sambil menghentak hentakan kakinya dan berlalu meninggalkan kantin.


"Lah kok gw."jawab Tasya bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Sabar."kata Kia sambil berlalu mengejar Cindy.


"Emang gw salah apa, perasaan tadi gw diem aja "monolog Tasya karena otak dia yang lemot jadi dia lambat memahami maksud ini semua.


(wkwkwk dasar Tasya orang lo cuma di jadiin pelampiasan doang.)


"Eh gw kok di tinggal. Woy Cindy, Kia tungguin gw."teriak Tasya saat menyadari bahwa dia sudah di tinggal sendirian.


-


Waktu pelajaran setelah istirahat pun di mulai. Semua murid fokus mendengarkan pelajaran tetapi tidak dengan Vanya, dia masih saja terbayang bayang kejadian di kantin tadi.


"Aduh bego banget sih lo Vanya, kenapa tadi gak langsung lo lepas aja pelukan dan bibirnya yang mencium Lo bukannya malah lo nikmati."suara hati Vanya.


"Tapi kenapa hati gw berkata beda dengan otak gw. Hati gw berkata iya sedangkan otak gw berkata tidak."tambah suara hati Vanya sambil dia melamun.


-


Sementara di tempat Vano jangankan memikirkan adegan tadi di kantin. Pelajaran aja dia abaikan. Vano kini tengah tidur asik menikmati mimpi indahnya di bangku kelas bagian pojok belakang sendiri, entahlah dia sedang memimpikan apa.


Sementara guru yang mengajar membiarkan hal itu karena semua guru tidak ada yang berani menegur Vano. Karena mereka tau kalau Vano adalah anak dari pemilik sekolahan ini. Mereka juga tau kualitas otak Vano yang di atas rata rata, jadi meskipun Vano tidak mendengarkan pelajaran dia tetap bisa mengerjakan soal soal dengan benar.


-


Waktu sekolah pun tiba semua murid pergi ke parkiran untuk mengambil kendaraan mereka masing-masing.


Vano dan teman-temannya tengah berada di atas motor sport mereka.


"Gw mau pulang dulu lah ganti baju, nanti aja ke markasnya agak malaman dikit."jawab Vano sambil memakai helm full face nya.


"Oh ya udah kalau gitu kita duluan ya lo ati ati pulangnya."jawab Rangga.


"Gw sama Rangga dulu ya Van."pamit Galang yang langsung melajukan motornya diikuti Rangga di belakangnya.


"Hmm ati ati kalian."jawab Vano.


Vano pun menghidupkan motornya dan melakukannya ke arah rumahnya.



...(Vano yang lagi menaiki motornya sepulang dari sekolah.)...


Sedangkan di posisi Vanya dkk yang berada di parkiran mobil, Cindy dkk tiba-tiba menghampiri mereka dan langsung menjambak rambut Vanya. Yang membuat Vanya kesakitan.


"Au.. apaan sih lo sakit tau"ucap Vanya sambil memegang rambutnya kesakitan.


"Sakit lo bilang hah. Lo tadi ngapain hah nyium Vano."bentak Cindy sambil mengencangkan jambakannya.


"Eh lo apa apaan sih lepasin temen gw."ucap Sonya sambil membantu Vanya melepaskan jambakan Cindy.


"hei lepasin rambut Vanya gak."ancam Sisil sambil menjambak rambut Cindy balik.


"Eh ngapain lo ikut ikutan, lepasin rambut gw anj** ."umpat Cindy kesakitan saat Sisil menjambak rambutnya.


Vanya yang merasa jambakan Cindy makin membuat kepalanya sakit, lantas dia langsung memegang tangan Cindy dengan kasar dan memelintir tangan Cindy sehingga membuat jambakan di rambutnya terlepas.

__ADS_1


Sisil yang melihat itu langsung melepaskan jambakannya ke Cindy.


Sedangkan Cindy sekarang kesakitan karena tangannya di plintir ke belakang untuk mengunci pergerakan Cindy.


"Eh anj**lepasin tangan gw."umpat Cindy yang merasa kesakitan.


"Lo mau gw lepasin tangan lo hah."ucap Vanya yang mendapat anggukan kepala Cindy.


"Mimpi."lanjut Vanya sambil mengencangkan plintiran tangan Cindy.


Sementara Kia dan Tasya yang berusaha membantu Cindy di hadang Sonya dan Sisil.


"Mau kemana hmm."tanya Sonya dengan muka garangnya.


"Apaan sih kalian berdua minggir gak."ucap Kia.


"Kalau gak mau gimana."jawab Sonya dengan muka mengejeknya.


Sedangkan Tasya yang berusaha melewati Sonya dan Sisil, langsung di cekal tangannya oleh Sisil.


"lepasin tangan gw bod*h."ucap Tasya.


"Gw bod*h gak salah tuh."jawab santai Sisil.


Cindy terus merasa kesakitan dan memohon kepada Vanya agar melepaskan tangannya.


"Vanya lepasin tangan gw sakit tau "mohon Cindy sambil meringis kesakitan.


"Mangkanya jangan anggap remeh gw, kalau lo masih gangguin hidup gw abis lo sama gw." jawab Vanya sambil melepaskan plintiran tangan Cindy.


Setelah melepaskan tangan Cindy dan di ikuti Sonya yang minggir dari hadapan Kia juga Sisil yang melepaskan tangan Tasya.


Setelah di lepaskan bukannya membuat Cindy jera tapi malah membuatnya tak tahu diri.


"Lo ngancem gw,sory gw gak bakal takut sama lo."


"Kali ini lo menang tapi tidak untuk nanti. Ayo gaes cabut kita cabut, di sini banyak kuman nanti bisa bisa kita ketularan lagi." ucap Sisil sambil berlalu meninggalkan Vanya dkk yang di ikuti teman temannya.


"Gila ya tuh orang gak ada jeranya, tadi ngemis ngemis minta di lepasin sekarang udah kayak cacing kepanasan lagi "ucap geram Sonya yang melihat kelakuan Cindy dkk saat berjalan yang kayak cacing kepanasan.


"Udahlah kita abaikan saja mereka."


"Lebih baik kita pulang aja dari pada mikirin mereka yang gak ada gunanya, lagian gw gak takut tuh sama ancaman mereka."ucap Vanya.


"Ngapain juga harus takut sama cabe-cabean kayak mereka."jawab Sisil.


"Ya udah ayo kita pulang."timpal Sonya dan langsung dilaksanakan oleh mereka.


Mereka pun pulang menuju rumah mereka masing-masing.


-


Sedangkan Vano saat di perjalanan pulang tanpa dia sadari ada yang mengikutinya dari belakang....


....


Siapakah yang mengikuti Vano?


temukan Jawabannya di part selanjutnya 😂😂


...Hai readers yang masih setia membaca cerita aku sampai sini, terimakasih banyak ya 🥰😘...

__ADS_1


...Seperti biasa jangan lupa like komen dan votenya ya biar makin semangat aku menghalaunya 🙏😁...


Follow Ig author:@adhilla_021


__ADS_2