My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 75


__ADS_3

"VANYA." Teriak Vano saat terbangun dari pingsannya.


"Van, lo gak papa kan?" mana yang sakit? kepala lo gak papa kan?" ucap Lucas dengan berbagai pertanyaan saat melihat Vano sudah sadar.


Mendengar ucapan Lucas, Vano mengalihkan pandangannya ke arah Lucas dan menatap Lucas seperti ingin menerkam Lucas. Lucas yang biasanya akan tertawa kali ini dia merasa merinding, karena dia sudah berbuat kesalahan yang membuat Vano pingsan jadi Lucas takut untuk kali ini.


"Hehehe sorry Van, gw gak sengaja. Gw kira tadi lo udah siap nerima lemparan bola dari gw, ehh taunya lo malah bengong." jelas Lucas kepada Vano agar tidak di terkam.


Vano hanya diam tanpa menjawab ucapan Lucas, Vano hanya menatap Lucas secara lekat tapi lebih tepatnya Vano tengah memikirkan sesuatu yang membuat dia senang.


"Van lo gak marah kan sama gw?" tanya Lucas karena sedari tadi ucapannya tidak di respon.


"Lo mau tahu?" kalimat pertama yang keluar dari mulut Vano yang di balas anggukkan kepala oleh Lucas.


"Lo ke sini, gw kasih tahu." Vano menyuruh Lucas mendekat kepadanya.


Dengan perasaan campur aduk Lucas memberanikan dirinya untuk mendekati Vano, dia berdoa dalam hati semoga saja nyawanya masih aman.


"Lo jangan bunuh gw ya Van, kan gw gak sengaja." mohon Lucas saat berada di samping tempat tidur Vano.


"Tergantung." jawab Vano.


"Ok, gw bakal lakuin apa aja asal lo jangan bunuh gw."


Vano menarik tangan Lucas hingga Lucas terjatuh dan duduk di samping Vano, setelah itu Vano mengangkat tangannya siap untuk menyekik leher Lucas. Lucas sudah ketar ketir, dia memejamkan matanya dan berdoa dalam hati meminta pengampunan jikalau dia hari ini harus menghembuskan nafas terakhirnya.


Bruk.


Bukannya menyekik leher Lucas, Vano malah memeluk Lucas dengan erat.


"Makasih Luc, makasih." ucap Vano dengan senang.


Lucas yang mendengar itu pun membuka matanya, dia merasa ada yang aneh dengan Vano.


"Lo- lo gak jadi bunuh gw Van." tanya Lucas di sela sela pelukan Vano.


"Ya kali gw bunuh Lo, yang ada nanti gw juga bakal di bunuh sama Om Leo." jawab Vano sambil melepaskan pelukannya.


"Lo sehat kan Van, otak lo gada yang geser kan?" tanya Lucas sambil menempelkan tangannya di dahi Vano seolah dia sedang mengecek suhu tubuh Vano.


"Iya otak gw geser gara gara lo." jawab Vano.


"Pantesan."


"Pantesan lo bilang, ya udah sini lo ambil pisau di laci gw biar gw bunuh lo sekarang juga."


"Eh eh eh, jangan dong Van, gw tadi cuma becanda. Bener dah kagak boong gw mah." sambil mengangkat jara telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.

__ADS_1


"Dahlah sana lo minggir." mendorong Lucas agar berdiri dari tempat tidurnya.


"Lo mau kemana Van? Lo kan baru sadar dari pingsan." tanya Lucas menghentikan pergerakan Vano yang akan berdiri dari posisi sebelumnya.


"Pulang." jawab singkat Vano.


"Pulang? Pulang ke mana, kan ini sudah ada di mansion." bingung Lucas.


"Pulang ke indo lah." jawab santai Vano berjalan ke arah walk in closed untuk mengganti pakaiannya.


"Ke indo? Oh tidak semudah itu Ferguzo, lo itu masih dalam masa pelatihan."


Vano diam tidak jadi mengambil pakaiannya.


"Oh iya gw lupa, gw kan masih latihan di Italia." pikir Vano.


"Emang masih berapa lama sih gw latihannya?" tanya Vano.


"Ya tergantung lo nya. Kalau lo cepat dalam menguasai berbagai ilmu bela diri juga sudah bisa merentas sistem keamanan perusahaan yang Om William suruh kemarin ya lo udah bisa pulang lah." jelas Lucas.


Vano berfikir sebentar. Benar kata Lucas, Vano harus bisa segera menyelesaikan masa pelatihannya ini agar dia bisa cepat pulang ke indo dan menemui Vanya, istri yang sangat dia cintai yang sempat dia lupakan. pikir Vano.


"Hufft... tapi lo harus bantu gw dalam menyelesaikan pelatihan ini."pinta Vano.


"Lah kan dari kemaren kemaren juga gw udah bantuin lo Vano anaknya papa William orang paling kaya se jagat raya." jawab Lucas greget.


"Hehehe gw lupa." sambil menapilkan barisan giginya yang rapi.


"Ngapain lo natap gw kayak gitu, lo naksir sama gw?" menghampiri Lucas dengan senyum smirk nya.


"Hiii.... geli sendiri gw Van, meskipun gw gak suka berdekatan dengan cewek tapi gw juga masih suka jeruk bukan pisang." Lucas bergidik ngeri.


"Siapa juga yang mau sama Lo, sorry ya istri gw di rumah udah cantik bak bidadari dari surga." jeles Vano.


"Trus lo ngapain nyamperin gw dengan muka kayak gitu."


"Dih pede amat orang gw cuma mau ngambil nih daun di kepala lo." jawab Vano sambil mengambil daun yang ada di rambut Lucas.


"Kok bisa ada daun?" tanya Lucas memandangi daun yang ada di tangan Vano.


"Ya mana gw tahu, gw kan pingsan."


"Oh iya tadi gimana lo bawa gw ke sini? Lo gendong gw sendiri? Kalau ini fix lo kuat banget." lanjut Vano penasaran bagaimana Lucas membawanya ke kamar.


"Tadi tuh...."


Flashback on:

__ADS_1


"Vano." teriak Lucas dan segera menghampiri Vano yang sudah pingsan lantaran terkena bola yang dia lempar.


"Van, Vano lo jangan bercanda kayak gini dong Van, gak lucu." ucap Lucas sambil menggoyangkan tubuh Vano guna untuk membangunkan Vano.


"Aduh gimana nih, bisa abis gw kalau sampai papa tahu Vano pingsan." gumam Lucas bingung.


Lucas melihat keadaan sekitar, dia melihat dari kejauhan ada dua orang bodyguard yang sedang berjaga akhirnya Vano memanggil mereka dan meminta mereka untuk membantunya membawa Vano ke kamar.


"Kalian jangan ada yang menceritakan ini ke papa atau pun Om William, kalau sampai kalian ngadu, nyawa kalian yang jadi taruhannya." ancam Lucas setelah dua bodyguard itu meletakkan Vano di atas ranjang king size milik Vano.


"Ba-baik tuan." jawab dua bodyguard itu dengan kaki yang gemetar.


"Ya sudah kalian pergi dari sini." usir Lucas dan segera di laksanakan oleh kedua bodyguard itu.


Lucas tidak ingat kalau mansion ini di kelilingi oleh cctv yang canggih yang langsung terhubung oleh laptop milik papanya dan Om William.


"Aduh gimana ini cara membangunkan Vano." bingung Lucas lagi.


"Aaahaaa..." ide yang keluar dari otak cerdas Lucas dan segera dia laksanakan.


Lucas membuka handphonenya dan segera membuka aplikasi goo*le dan segera mengetik di kolom pencarian. "Bagaimana cara membangunkan orang yang sedang pingsan." Dan muncullah berbagai artikel artikel yang Lucas cari. Lucas segera membuka artikel yang paling atas sendiri dan segera membaca apa isinya.


"Dengan minyak kayu putih." baca Lucas.


Setelah itu Lucas segera mencari kontak P3K dan segera melakukan petunjuk yang ada di ponselnya tapi Vano belum sadar sadar juga, akhirnya Lucas membiarkan saja Vano yang belum sadar itu dan akan menunggunya hingga sadar.


Flashback off.


"Jadi papa sama Om Leo gak tahu?" tanya Vano setelah mendengarkan apa yang Lucas ceritakan.


"Hmm." jawab Lucas.


"Tapi lo udah hapus rekaman cctv nya kan?" tanya Vano lagi yang membuat Lucas menimpuk jidatnya.


"Aduh gw lupa, kalau nih mansion banyak cctv nya." jawab Lucas.


"Tolol, dahlah meskipun lo gak bilang juga bakal ketahuan."


"Trus gimana?" tanya Lucas takut.


"Lo gak usah takut, gw yakin juga papa gak bakal marah sama Lo, yang ada papa nanti bakalan ngasih lo hadiah."


"Maksud lo." bingung Lucas.


"Karena lo ingatan gw jadi kembali." jawab Vano sambil tersenyum senang mengingat ingatannya yang sudah kembali seperti semula.


"Wah, Om William harus segera tahu nih. Mumpung hari ini ada mobil keluaran terbaru."

__ADS_1


Dahlah cape Vano mengahadapi Lucas yang matre ini, tadi aja takut sekarang malah senang.


...***...


__ADS_2